[โœ“] ๐“œ๐”‚ ๐“›๐“ฒ๐“ฝ๐“ฝ๐“ต๐“ฎ ๐“ฆ๐“ฒ๐“ฏ๏ฟฝ...

Oleh winterbluesky_

22K 2.5K 149

"๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฆ๐š๐ญ ๐ฆ๐š๐ฅ๐š๐ฆ, ๐€๐ข๐ซ๐š ๐ค๐ฎ." . ๐Œ๐š๐ฌ๐š ๐๐ž๐ฉ๐š๐ง ๐’๐ก๐ข๐ง ๐€๐ข๐ซ๐š ๐ก๐š๐ง๐œ๐ฎ๐ซ ๐ฌ๐ž๐ค๐ž๐ญ๐ข... Lebih Banyak

01. Good news?
02. Jealous?
03. Cemetery
04. In the park
05. Care
06. Living together
07. Do you angry with me?
08. Sunday
09. Dream
10. I miss u
12. Meet
13. Tired
14. School
15. Be a parents for one day
16. The truth hurts
17. The truth hurts 2
PENGUMUMAN!
18. Don't worry
19. HBDay! [Spesial Bab]
20. Confession
21. Confession 2
22. Confession 3 [Spesial Bab]
23. A few years later... [Bonus Chapter]

11. Jungwoo's office

846 105 3
Oleh winterbluesky_

Hi! Hello! Annyeong!
I'm comeback! Dengan bab baru><

Happy reading 🥳
.
.
.
_______________________________________

Ntah apa yang dirasakan Aira sekarang, semua mata tertuju padanya. Ya, sekarang Aira ada di kantor Jungwoo.

Semuanya berawal dari kelalaian Jungwoo. Sudah berapa kali Aira ingatkan untuk mengecek semua barang yang akan Jungwoo bawa bahkan sampai berteriak, tapi tidak juga didengar. Sekarang ia melupakan berkasnya dan meminta Aira untuk datang ke kantornya. Aira sempat menolak dan menyuruh Jungwoo untuk pulang mengambilnya, tapi Jungwoo mengatakan kalau dia akan ada meeting penting dan mau tidak mau Aira harus mengantarnya.

"Dasar Jungwoo," bisik Aira. Ia mencoba tenang dan bertanya ke siapapun yang lewat di depannya. Kantor itu terlalu besar untuk dijelajahi.

"Permisi, apakah anda tahu ruangan Pak Jungwoo?"

"Anda anaknya?" Pria itu bertanya pada Aira.

Aira bingung harus menjawab apa, ia terus mencari kata yang bagus untuk mewakilinya. "Sa... Saya adiknya. Berkasnya tertinggal dan saya diminta untuk mengantarnya."

"Baiklah, ikut saya." Aira berjalan mengikuti orang itu. Aira merasa orang yang menolongnya ini adalah seorang malaikat, karena sudah ada lima orang yang dia tanyakan dan satupun tidak ada yang menjawab.

"Ini ruangannya, kalau begitu saya permisi." Pria itu membungkukkan badannya lalu pergi begitu saja.

•••

Sekarang Aira ada di depan pintu ruangan Jungwoo, ia tidak tahu apakah Jungwoo ada di sana.

Tok! Tok!

"Masuk!" Terdengar teriakan dari balik pintu.

"Kenapa kau galak sekali?"

"Ternyata kau, aku pikir tadi karyawan disini." Jungwoo berdiri dan berjalan ke arah Aira.

"Ini berkasnya. Sudah kan? Kalau begitu aku pulang." Aira memberikan setumpuk dokumen itu lalu berbalik ke arah pintu.

"Apa kau tidak capek?" Jungwoo menarik pelan lengan Aira.

"Iya," jawab Aira sejujur-jujurnya.

"Hahahaha, kau mau apa?"

Tok! Tok!

"Siapa itu? Apa dia tidak tahu kalau Aira lapar? Menganggu saja!" omel Aira dalam hati.

"Pak, rapatnya akan segera dimulai." Seorang pria berbicara kepada Jungwoo. Sepertinya dia sekretaris Jungwoo.

"Baiklah, saya akan kesana."

"Baik, pak." Pria itu kembali menutup pintu dan Jungwoo sibuk menyusun dokumen-dokumennya.

"Yaah, tidak jadi?" Aira memanyunkan bibirnya.

"Jadi. Tapi tunggu aku siap meeting. Sekarang Aira istirahat di kamarku dulu ya." Jungwoo mengelus lembut rambut Aira. "Aku akan membawamu ke kamarku."

***

"Aira disini saja dulu. Ini tidak akan lama." Jungwoo berjalan ke arah pintu tapi tangannya ditarik oleh tangan kecil Aira.

Cup! Aira mencium pipi Jungwoo, "Semangat!" Aira tersenyum, senyumannya sangat lembut.

"Terima kasih, sayang." Jungwoo mengecup kening Aira lalu pergi dan meninggalkan Aira sendiri.

Aira melihat sekeliling ruangan itu, "Ini bukan kamar, ini sudah seperti rumah." Aira berjalan mengelilingi kamar itu, kamar itu masih gelap karena jendela belum terbuka.

SRAK!

Sinar matahari langsung menerangi ruangan yang didominasi oleh warna putih itu. Kamar itu masih bersih dan rapi, Aira menyukainya. Ini sangat berbanding terbalik dengan kamarnya dulu.

Cukup lama Aira bermain dengan ponsenya, perutnya sudah meminta untuk diisi. Memang Aira tidak makan dari rumah karena dia pikir dia bisa langsung pulang, tapi ternyata tidak.

"Aku bosan!" Aira merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia sudah melakukan banyak hal mulai dari foto, berkeliling dan sebagainya. Galeri ponsel Aira sampai penuh karena kamar Jungwoo bisa dibilang terlalu aestetich.

"Apa kau bosan?" Jungwoo tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar.

"Aku bosan... Dan lapar."

"Kita bisa makan diluar."

"Tidak mau, Aira mau disini." Suara imut Aira keluar dan membuat Jungwoo gemas.

"Jadi kau mau apa nyonya Kim?" Sekarang Aira dan Jungwoo saling bertatapan, tidak ada jarak diantara mereka.

"Pulang."

"Tidak boleh. Kau harus menemaniku sampai selesai."

"Dan aku tidak tahu sampai kapan kau selesai." Aira menggerutu kesal.

"Kau harus menungguku." Jungwoo membuka jas nya dan melemparkannya begitu saja di kasur.

"Tapi Aira lapar. Pesankan makanan!" Aira terus merengek seperti anak kecil.

"Kalau kau makan disini, kamar ini akan kotor."

"WHAT! Sejak kapan aku kalau makan itu berserakan Kim Jungwoo?" Jungwoo tidak bisa menjawabnya karena Aira selalu bersih kalau makan.

"Baiklah, aku akan keluar untuk membelinya."

"Tidak perlu, kau pesan saja. Aira mau Jungwoo disini saja."

"Ada apa denganmu? Kau hamil?" tanya Jungwoo heran dan mengambil hp nya, memesan makanan untuk Aira.

"ENAK SAJA!" bentak Aira.

"Akhir-akhir ini kau tampak sibuk dan tidur larut malam, banyak sekali yang ingin ku ceritakan kepada mu. Tapi aku takut kalau aku mengganggu pekerjaan mu." Aira mencengkram erat kemeja Jungwoo.

"Begitu ya... Justru saat aku lelah aku ingin sekali mendengar ceritamu tentang sekolahmu, kebiasaan mu dan hal-hal lain yang sama sekali belum kau ceritakan padaku. Aku selalu menunggumu bercerita, tapi tampaknya kau tidak peduli." Jungwoo tersenyum lembut ke arah Aira, "Aku sudah bersamamu sekarang dan kau boleh bercerita semau mu, aku akan senang mendengarnya."

Dddrrrttt~

"Pak, pesanan anda sudah sampai."

"Baiklah, antar ke ruangan saya."

"Cepat sekali." Aira terus melihat Jungwoo yang berjalan ke depan pintu.

"Aku memesan yang dekat dengan kantor, aku ambil dulu." Selang beberapa lama, Jungwoo datang dengan plastik yang ada di tangannya.

"Hanya satu? Lalu Jungwoo?"

"Tidak. Aku tidak lapar, kau makan saja." Jungwoo mengambil ponsel dari kantong celananya.

"Tapi ini terlalu banyak dan aku tidak bisa menghabiskannya, kita makan bersama, ya?" Jungwoo menatap Aira sesaat. Jujur ia juga lapar, selama meeting tadi hanya disediakan segelas kopi saja.

Jungwoo tersenyum tipis, "Suapi aku." Perkataan itu keluar begitu saja dari mulut Jungwoo. Aira membulatkan matanya kemudian menoleh ke arah bungkusan makanan yang sama sekali belum dia buka.

"Lalu aku makannya bagaimana?"

"Aku suapi," ucap Jungwoo asal.

Merasa cukup merepotkan akhirnya Aira meminta untuk makan masing-masing.

"Apa sebaiknya kita makan di bawah saja?"

"Kenapa?" Jungwoo menghentikan makannya.

"Karena tempat tidur ini terlalu suci untuk dinodai," ujar Aira dengan wajah polosnya.

•••

Mereka sudah sampai di apartemen. Wajah lelah Jungwoo tampak jelas, ingin rasanya ia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

Ia membuka pintu diikuti oleh Aira yang mengekor di belakangnya. Jungwoo berjalan ke arah kulkas sementara Aira tetap diam di tempat.

"Kenapa kau disitu terus?" Jungwoo membuka tutup botol minuman yang ada di kulkas.

"Jungwoo kalau misalnya punya anak, mau yang laki-laki atau perempuan?" tanya Aira dengan muka dan nada yang polos.

"Uhuk! Uhuk!" Jungwoo tersedak ketika Aira melontarkan pertanyaan itu. Ia terdiam, mencoba menelaah pertanyaan Aira, "Kenapa kau menanyakan itu?"

Jungwoo berjalan ke arah Aira dan sedikit membungkuk agar tingginya sama dengan Aira, tidak ada jarak diantara mereka. "Kau masih kecil, jangan memikirkan itu dulu. Kalau boleh jujur, aku ingin anak perempuan."

"Berapa banyak?"

"Hahahaha... Satu saja."

"Kalau satu takutnya rebutan terus."

"Ya sudah kita bikin lagi," sambung Jungwoo.




Tbc.
---------------------------------------------------------------

.

Jangan lupa tinggalkan vote and comment 💚

Lanjutkan Membaca

Kamu Akan Menyukai Ini

66.6K 3.8K 17
Warna-warni dunia mana terasa kalau gak ada Jeno di dalamnya. Anak manis, anak baik, kita bercerita tentang hari ini di sini. Duduk manis dan ambil k...
94.6K 7.1K 22
Baekhyun tidak masalah di perlakukan kasar oleh ayahnya, karena dengan begitu dia bisa dapat perhatian oleh ayahnya walaupun bukan kasih sayang start...
133K 9.5K 6
"Nana... Ayah bekerja dulu ya?" "Ugh? No! No! No!" ยฐStart 26.02.20 [Up jika ada keuwuan] copyright 2020 by fielitanathh
754 128 13
[BL XIUCHEN] *** Setelah orang tuanya bercerai, Kim Jongdae diberikan pilihan, ikut dengan papa atau mama? Lalu diusianya yang baru 17 tahun Jongdae...
Aplikasi Wattpad - Akses fitur eksklusif