Seoul, sepulang dari Hongkong mereka istirahat di dorm bersama sebelum menghadapi jadwal yang akan menyibukkan mereka mulai besok.
Jin terlihat baik² saja, ia bersantai di ruang tamu membaca buku sambil mendengarkan musik.
Min suga seakan tidak ada waktu untuk bersantai, ia memilih menghabiskan waktu libur yang tersisa di lab geniusnya sambil memainkan keyboard
, merancang lirik untuk tulisan² yang memenuhi notebooknya. Dia berhenti sejenak saat telponnya berdering. Ia tersenyum melihat kontak telpon yang menghubunginya.
"yoongi-a, kau sudah pulang?"suara yang sangat ia rindukan terdengar dari ponselnya.
"ne eomma, ..."
"kenapa tidak beritahu eomma saat kau pulang, kau sudah makan? Mau eomma bawakan makanan ke asrmamu? "
"aku sampai tadi malam, eomma pasti sudah tidur. Aku tidak mau mengganggu istirahatmu, eomma.. Gwaenchana? "
"ne, neo gwaenchana? Konsernya berjalan lancar? "
"ne, eomma nanti aku kesana, aku harus selesaikan laguku dulu.. Mm. "
"aigoo, aideul-a kau langsung sibuk saja, kau juga harus istirahat.. "
"hmm.. sampai nanti eomma.. "sahut yoongi menutup telponnya dan kembali sibuk dengan keyboardnya.
Namjoon juga sibuk menulis lagu, seakan ia menyimpan banyak lirik di kepalanya selama konser di luar negri. Ia tampak sibuk dengan sebuah buku dan pulpen di tangannya.
Taehyung melangkah menuju taman mencari angin segar, dan mencuci mata di taman belakang sambil membawa komiknya. Hari ini mereka tampak sibuk dengan kegiatan mereka masing².
Namja tampan itu bersenandung sambil duduk di kursi santai, memulai membaca komik yang belum ia baca sampai akhir.
"hyung. .. Mau main game bersama eoh.. "sahut jungkook menghampiri tae yang baru saja memulai kesibukannya.
"nanti saja.. Jangan mengangguku sekarang eoh.. Aku penasaran dengan akhir komik ini mm.. "sahut taehyung serius membaca komiknya.
"heol.. Memangnya kau baca komik apa eoh, naruto, conan..? " sahut jungkook melihat Komik yang di baca taehyung.
"Save Me, aku menemukan ini di dalam kotak koleksi komikku, geundae, aku tidak ingat kapan membelinya... Aah dwaesseo.. ga.. Ini membuatku penasaran.. Jangan mengganggu konsentrasiku.... Tidak ada yang mau kau lakukan hari ini?"sahut tae
"aaiissh.. Aku akan melukis saja, "sahut jungkook pergi dari sana dan meraih ponselnya yang berdering.
"jungkookie, eodiya? "
"abeoji, aku di dorm, wae? "
"mau memancing bersama? "
"jinjja? Abeoji kau tidak sibuk.? "
"aniya, pekerjanku sudah selesai, ga.. Appa jemput kau sekarang. "
"geurae.. "sahut jungkook menuju kamarnya untuk siap².
Hoseok duduk di samping jin sembari menyalakan TV dan melihat hyungnya itu terlihat serius membaca buku.
"hyung, kau serius sekali, kau baca buku apa eoh.. ?"sahut hoseok.
"aah.. Igeo.. Aku hanya belajar, aku harus menyelesaikan skripsiku... "
"heol, Jinjja, ? Waah.. Kau terlihat serius sekali, "
"hoseok-a, apa kau masih susah tidur? "sahut jin melepas ipod yang terpasang di telinganya sambil melirik hoseok yang menonton acara music bank di TV.
"aah... Kadang² hyung, aku tidak minun obat lagi, jinjjayo.. "sahut hoseok tersenyum dan menoleh pada jin sesaat.
"sepertinya kita akan ada syuting MV di land park, gwaenchana? "
"hmm. Jinjja, ? Eey yang benar saja hyung, "
"eotte? Apa kau bisa melakukannya? " sahut jin Berbohong dan memperhatikan hoseok yang hanya diam beberapa saat dan menoleh kembali pada jin sambil tersenyum.
"jika begitu.. Aku akan mencobanya hyung. "
"geurae, kau pasti bisa hoseok-a, neo selalu bisa dalam hal apapun, geuchi. ?"
"eey .. tentu saja hyung.. "
Jungkook menuruni tangga sambil bersiul, dengan style serba hitam ia terlihat bersemangat dan tampak cerah siang ini. Jin dan hoseok memperhatikan si maknae yang terlihat sangat bahagia menuruni anak tangga.
"yaa! Jungkook-a, eodiga? "sahut jin
"kau terlihat sangat senang eoh.. Apa kau pergi kencan? Yaaa! Bahkan kau belum lulus SMP eoh. "sahut hoseok..
"sebentar lagi aku akan lulus hoseok-ssi.. Aku akan jadi hight school hagsaeng sebentar lagi. "
"ciih. . Kau sudah menjawab ujian mu dengan benar eoh.. "sahut hoseok
"yaa! Aku ini lebih pintar darimu eoh.. Aku pergi. "
"heol.. "sahut hoseok kesal dengan si maknae itu
"yaaa! Eodiga? "sahut jin
"aah aku akan menikmati hari liburku eoh, ahnyeong.. "
"yaaa! Setidaknya kau bilang mau kemana eoh, bagaimana nanti jika managernim menanyakanmu, yaa! Jungkookie. "sahut jin seperti biasa mengomeli jungkook.
"abeoji, bilang saja aku pergi bersama ayahku. "soraknya dari luar.
"jinjja? "
"ye hyungnim. Aku pergi.. "teriak jungkook saat melihat mobil ayahnya yang baru saja sampai di depan gerbang dorm.
"hyung aku akan ke toserba depan, kau perlu sesuatu. ?"sahut hoseok beranjak mengambil masker yang ada di laci lemari pajangan ruang tamu dorm yang mereka tempati.
"kau mau beli apa? "sahut jin.
"ramyeon, .."
"eopseo, cepat kembali eoh. "
"ne. ."sahut hoseok keluar dari dorm berjalan kaki menikmati hari biasanya sebagai jung hoseok. Meski ia berharap akan bertemu ibunya disana, mengingat ia pernah bertemu dengan ibunya di toserba.
Jimin terlihat sudah rapi siang itu, ia sengaja menghabiskan waktu untuk tidur lebih lama sebelum bertemu nenek dan ibunya.
"jin hyung, kau mau ikut denganku? "sahut jimin
"eodi? "
"toko, aku akan menemui halmoni dan eomma.. Katanya kau mau memasak bersama halmoni.. "sahut jimin menghampiri jin yang kembali sibuk dengan buku referensi untuk skripsinya.
"aah.. Ani, lain kali saja, aku harus selesaikan skripsiku.. Sampaikan salamku untuk halmoni eoh. 'sahut jin fokus.
"geurae, aah hyung? "
"wae? "
"gwaenchana? "
"geurae, gwaenchana, wae? "
"ani, jangan kecapekan lagi eoh, aku pergi dulu"
"eoh geurae. "
Taehyung kepikiran bunga lily yang ia lihat beberapa waktu lalu di taman kecil belakang dorm itu, ia beranjak dari duduknya dan memastikan apa yang ia lihat waktu itu.
"heol... "sahut taehyung melihat bunga lily itu sudah mulai mekar dan bercahaya. Ia tersenyum dan kembali menyiramnya sambil tersenyum.
"lama tidak jumpa ya, sebenarnya bunga jenis apa yang bersinar seperti ini eoh, apa karena matahari, aniya, siang ini mendung tapi neo terus bersinar. "sahut tae masih bingung dengan sekuncup bunga lily itu.
"kau sedang apa? "
"aaish kamjagiya, hyung.. Kau membuatku kaget saja.."sahut tae melirik pada jin yang berdiri di belakangnya.
"wae? Kenapa kau terkejut, "
"anichi, hyung coba lihat sini, aku baru tau ada bunga lily disini, yeupeuda.. "
"mwo? Sejak kapan kau tertarik dengan bunga eoh.. "sahut jin tidak melihat bunga yang di maksud tae
"ani, aku hanya baru melihat bunga lily disini, kelopaknya mulai mekar. .. Coba kita hitung kelopaknya ada berapa? Hana. Dul.. "sahut tae
"mwoya? taehyung-a, kau sedang apa, tidak ada bunga lily disana, apa kau tidak tau bunga lily itu seperti apa, hanya ada bunga melati biasa.. "
"mwo? Coba kau lihat lagi hyung, bukannya ini bunga lily Eoh, lihat kelopaknya membuat aku tertarik karena ia bersinar.. "
"yaa! Michesseo.. " sahut jin yang tak percaya ucapan tae yang menunjuk bunga melati biasa. Tae menoleh pada jin.
"jinjja, neo tidak lihat..? Igeo menurutku juga aneh, aku baru pertama kali melihat ada bunga yang bersinar, kau sungguh tak melihatnya hyung. ? Tapi.... "sahut tae kembali melihat bunga itu, jelas² bunga itu ada, ia yakin bunga itu nyata.
"taehyung-a, wae geurae? Kapan kau mau bilang padaku. "sahut jin menatap tae yang terlihat syok memikirkan sebenarnya apa yang ia lihat, kenapa hyungnya bilang tidak ada bunga lily di taman dorm itu.
"sebenarnya kenapa? Aku juga tidak tau.. "sahut tae beranjak dari sana setelah melirik bunga yang bersinar itu.
"taehyung-a, kau bisa cerita padaku, apa saja, neo benarkah mimpi aneh belakangan ini, kau juga melihat yang aneh². Malhaebwa. "sahut jin meraih lengan tae yang hendak pergi dari sana.
"aku juga tidak tau harus cerita dari mana hyung, aku akan bilang saat aku sudah mengerti maksud dari itu semua, neo too, aku juga tau ada yang aneh denganmu hyung, saat kau sudah siap kau bisa ceritakan juga padaku. "sahut tae menghela nafas sembari tersenyum melepaskan genggaman tangan jin di lengannya.
"mwo? Bunga lily yang bersinar...? "gumam jin, mengingat sesuatu.
Yoongi yang berdiri di balkon mendengar semua percakapan mereka dan melirik wajah jin yang ia sendiri tidak tau hyungnya itu memasang ekpresi apa.
"ada apa dengan mereka berdua, kenapa tampak serius sekali, bunga apa yang mereka bahas. .?"gumam yoongi mencoba memperhatikan taman mini yang dipenuhi bunga melati itu.
"aaishh.. Molla, "sahutnya pergi dari sana menuju lantai satu, ia akan menemui ibunya. Saat ini ia lapar dan ingin makan masakan ibunya.
"hyung, eodiya? "sahut namjoon yang di dapur menyapa yoongi saat melihat hyungnya itu menuruni tangga.
"aah, aku akan keluar sebentar, "sahut yoongi.
"wae? Apa semua orang keluar hari ini.. "gumam namjoon pergi dari dapur setelah meneguk segelas air mineral.
Hoseok mengitari rak ramyeon, mengambil beberapa jenis ramyeon dan cemilan lainnya, ia terus melangkah dan berharap bisa bertemu seseorang yang ia cari disini.
Ia mengambil beberapa minuman kaleng, sudah cukup lama ia di toserba dan membaca semua tulisan yang berada di belakang setiap produk yang ia beli.
Ia melangkah menuju kasir untuk membayar belanjaannya. Sepertinya ia tak akan bertemu orang yang ia cari hari ini. Ia mulai mengerti kenapa sesuatu yang di tunggu atau di harapkan tidak akan datang di saat kita sedang memikirkannya.
Sebuah mobil baru saja markir di Perkarangan toserba itu saat hoseok melangkah keluar dari toserba sambil menenteng belanjaannya. Mengenali siapa saja yang baru keluar dari toserba itu ia menahan diri untuk tidak keluar dari mobil.
Hoseok yang tidak begitu memperhatikan sekitarnya terus melangkah sambil mendengarkan musik., wanita Di dalam mobil itu tersenyum memperhatikan hoseok yang terlihat baik baik saja..
Jimin sampai di toko neneknya, melangkah riang keluar dari taksi memasuki toko yang sedang ramai pengunjung itu. Ia menutupi wajahnya dengan topi yang ia kenakan. Di balik masker yang ia gunakan ia tersenyum melihat ibunya sibuk melayani pembeli.
"halmoni... "sahut jimin masuk ke dapur toko dan memeluk neneknya yang sedang sibuk menyiapkan pesanan pembeli.
"eoh jimnie, kau sudah pulang?, kenapa tidak hubungi halmoni kau mau datang hari ini eoh, aigoo... jangan memelukku, aku berkeringat "sahut halmoni.
"bogosiposeo... Halmoni, neo sibuk sekali, mau aku bantu. ?"
"ani, bagaimana kalau ada yang mengenalimu, semua pelanggan akan heboh eoh, apalagi hagsaeng² disana yang selalu membicarakanmu setiap kali mereka pulang sekolah dan nongkrong disini. "
"jinjja, "
"ga, naik ke atas, jangan sampai ada kehebohan disini karena cucuku yang tampan ini eoh.. Kau sudah makan? Mau halmoni masakan sesuatu.. "
"ne, .. Aku kesini karena lapar dan ingin makan masakan eomma dan halmoni... Aku akan tunggu di atas.. Eomma tampak sibuk sekali.. Padahal aku ingin memeluknya.. "sahut jimin membuat halmoni tersenyum melirik jimin menaiki anak tangga.
Jimin melangkah menuju balkon ia selalu merindukan tempat ini, ia duduk disana sambil memainkan ponselnya. Menunggu ibu yang ia rindukan menemuinya.
"aideul-a, kau disini rupanya.. Eomma bawakan makanan untukmu, "sahut eunji meletakkan makanan di meja kecil yang ada di sebelah bangku yang di duduki jimin.
"eomma, bogosiposeo.. ... "sshut jimin tersenyum bangkit dari duduknya dan memeluk wanita cantik itu dengan manja.
"na too, bagaimana konsermu? "
"berjalan dengan lancar, eomma gwaenchana? "sahut jimin tersenyum
"gwaenchana karena kau sudah datang, " sahut eunji duduk di kursi santai bersama jimin.
"eomma, abeoji, dia menemuiku di Hongkong... "sahut jimin dengan hati².
"mwo? Apa dia melakukan sesuatu padamu, malhaebwa. "sahut ibunya terkejut dengan ucapan jimin, ia langsung saja kesal dan khawatir pada jimin.
"eopseo.. Dia tidak macam² denganku.. Geogjeongma.. "sahut jimin menggenggam tangan ibunya
"mau apa dia menemuimu, kau harus menghindarinya eoh, jangan dengarkan apapun yang ia katakan padamu. "
"ani, abeoji tidak bicara macam² padaku, di hanya selalu membicarakan ibu.. "
"mwo? Jangan dengarkan dia, dia hanya ingin menjauhkanmu dariku, aniya, aku tidak akan tinggal diam jika dia meracuni pikiranmu... "
"eomma... Tidak ada yg meracuni pikiranku, "
"lalu kenapa dia menemuimu, dia pasti mau merebutmu dariku.. "
"aniya, dia tak akan lakukan itu.. "
"mwo? Lihat dia sudah berhasil meracuni pikiranmu, jangan bicara dengannya lagi eoh.. "sahut eunji khawatir dan menggenggam erat tangan jimin, namja manis itu hanya tersenyum.
"eomma, aku mau tanya satu hal? "
"mwo? "
Jimin tersenyum menatap ibunya, "aku rasa abeoji masi mencintai ibu sampai saat ini, bagaimana dengan ibu, ibu sungguh² membencinya? "sahut jimin.
"apa yang sedang kau bicarakan, makan saja makanan mu, jangan sampai dingin eoh.. "sahut eunji beranjak dari sana.
"eomma... "sahut jimin menghentikan langkah eunji dan menoleh pada putranya itu.
"apa menurutmu begitu, dia tidak akan meninggalkan kita jika dia mencintai kita, dwaesseo.. Jangan bicara yang tidak masuk akal, eomma akan turun sebentar, masi ada banyak pelanggan di toko. "sahut eunji segera kembali ke toko.
Jimin menghela nafas dan mendapati pintu kamar ibunya yang tidak tertutup rapat, ia melangkah memasuki kamar itu. Duduk di ranjang ibunya dan berfikir ibunya kesepian selama ini, tidak ada yang membuatnya tertawa dan bahagia. Ia melirik sebuah kotak di samping lemari pakaian ibunya.
Jimin meraih kotak besar itu dan melihat apa yang ada di dalam kotak . Di dalam kotak itu ia menemukan semua atribut tentang Idol yang di sukai ibunya. Ia juga menemukan koleksi album ayahnya.
"mwoya? Bagaimana dia mengambil wajahku.. "sahut jimin tersenyum membuka semua koleksi album milik ibunya itu. Ia menemukan banyak foto Ayahnya di setiap album.
Ia meraih light stick milik ji sang, dia jadi membayangkan army yang memenuhi hall dengan light stick. Ada bermacam² atribut lainnya di dalam kotak itu, ia juga melihat foto ibunya waktu seumuran dengannya. Pantas saja Idol Kpop itu tergila gila dengan ibunya yang memiliki paras yang cantik bak artis Korea itu. Wajar saja jimin memiliki wajah yang membuat setiap army terpesona dengan namja manis bak angel ini.
Jimin meraih sebuah album yang berisikan foto pernikahan ibunya, ia tak henti tersenyum melihat setiap foto yang sangat romantis, terlihat jelas mereka sangat saling mencintai.
"mwoya? Kenapa aku jadi serakah begini.. "gumam jimin jadi berharap keluarganya kembali utuh dan melihat kedua orangtuanya saling tersenyum dan bahagia bersama seperti dulu. Seperti yang ada di foto kenangan yang di pegang jimin.
Yoongi sampai di restotan ibunya, ia melirik resto yang cukup ramai pengunjung. Tanpa ragu ia melangkah masuk ke resto itu dan mencari keberadaan ibunya. Ia tersenyum begitu melihat ibunya sibuk beres² di dapur.
"eomma.... "sahut yoongi membuat wanita cantik itu monoleh padanya sambil tersenyum.
"aigoo. Aideul-a, Akhirnya kau kesini juga, eomma bogosiposeo.. "sahut yoongi eomma tersenyum dan memeluk putra satu² nya itu.
"kau mau makan apa? Eomma akan buatkan untukmu.. "
"apa saja, eomma jangan terlalu sibuk di dapur, bukannya ada karyawan di bagian dapur juga. "sahut yoongi duduk di minibar.
"ne. Eomma hanya memeriksa dapur saja, bagaimana konsermu? "sahut wanita itu memberikan yoongi segelas susu coklat hangat
"berjalan dengan lancar, .."sahut yoongi membuat wanita itu tersenyum.
"dahaengida, sepertinya kau akan sibuk sepanjang hari, jaga kesehatanmu dan tidur yang cukup Aideul-a.. "
"mm. . Eomma juga harus begitu, arraseo? "
"arraseo, eomma akan masak, neo tunggu saja di rumah. "
"rumah? "
"maksud eomma, eomma tinggal bersama karyawan di bagian belakang resto ini, neo lihat pintu itu, tunggu disana eoh, pelanggan mulai mencurigaimu.. Bagaimana kalau mereka mengenalimu, sejak neo dan teman² mu kesini, semua penggemarmu mulai menghabiskan waktu disini berharap kalian akan datang lagi. . "
"jinjja... Geurae, aku hasus pergi dari sini. . "sahut yoongi menganggukkan kepalanya malangkah menuju pintu rumah yang di maksud ibunya.
Yoongi menerawangi isi rumah yang di tinggali ibunya saat ini, ruangnya cukup besar seperti kamar apartement. Ia melangkah menghampiri piano yang terletak di tengah² ruangan itu. Ia menekan tuts piano beberapa kali meciptakan alunan musik yang indah hanya dengan menggunakan satu tangannya.
Ia tersenyum dan duduk di bangku piano itu, mencoba memainkan piano milik ibunya. Setiap alunan nada indah yang di racik tangannya sendiri membuat siapa saja yang mendengarkannya merasa tenang dan damai.
Ia memang selalu memanfaatkan waktu untuk meracik musik yang enak di dengar hanya dengan memainkan jemarinya di atas tuts piano. Ia tersenyum dan beberapa kali mengulang musik yang baru saja ia mainkan secara acak hingga mendapatkan sebuah judul lagu yang baru saja ia rampungkan dalam setengah hari .
"I need u".
To be continue....