" Domino's "

By nabvelouz

239 43 27

Ketika jatuhnya hati beriringan dengan luka di detik yang sama. . Thania , gadis yang hanya bisa memendam ras... More

•○ Badmood ○•
•○ Awal cerita ○•
•○ Diam ○•
•○ Bermulanya Harapan ○•
•○ Kolom Komentar ○•
•○ Gio dan Azel ?○•
•○ Hujan keberuntungan ○•
•○ Hujan Keberuntungan 2○•
•○ Funwalk dan Patah hati ○•
•○ Masih Patah hati ○•
•○ Salah paham ○•
•○ Mengalah ○•
•○ Baikan? ○•

•○ Prolog ○•

33 6 0
By nabvelouz

Gadis bersurai cokelat yang terikat rapi itu sedaritadi hanya mengutak-atik pin nama yang ada di jemari mungilnya , Thania Anastasya , nama yang tertera jelas di pin tersebut.

Bus sekolah yang tengah ia tumpangi berhenti di tempat tujuan , suara desakan para murid yang berada di bus yang sama itu berhasil membuyarkan lamunan Thania.

"oke , this is our last day" ucap Thania begitu ia melangkahkan kakinya turun dari Bus dan masuk ke lingkungan Sekolah barunya itu.

Hari ini , adalah hari terakhir dari kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah atau lebih sering disingkat PLS. Hal ini menjadi suatu kelegaan bagi seorang Thania , entah kenapa gadis itu sangat benci dengan kegiatan MOS ataupun PLS.

"Thania!" Panggilan yang membuat Thania menolehkan kepalanya menatap ke sumber suara , tanpa pikir panjang Thania sudah sangat tau siapa pemilik suara tersebut.

Azel Aqilla Anulika , sahabat Thania sejak duduk di bangku Sekolah Dasar , yang sudah menjadi ciri khasnya disebut "Kembaran Thania".

Dengan senyum manis dan mata sipitnya itu , Azel berlari dari gerbang utama menyusul Thania yang sudah berdiri di pinggir lapangan utama.

"Heh kambing , ngapain lo lari-lari kayak kambing beneran gitu?" Ucap Lia yang entah sejak kapan sudah berdiri di samping Thania.

"Enak aja Lo! Ngatain gue kambing , elu noh siluman buaya putih" oceh Azel tak mau kalah , yang pada akhirnya menimbulkan perdebatan mulut tidak jelas , Thania yang merasa telinganya mulai memanas pun akhirnya memutuskan berlalu pergi meninggalkan dua orang tersebut.

Thania melangkah pelan menuju barisan murid-murid seangkatannya yang bergerombol ricuh di lapangan utama.

"Permisi?" suara yang tidak familiar di telinga Thania tersebut berhasil menghentikan langkah gadis itu.

"eh iya?"

"barisan kelas X MIPA 1 disitu?"

Thania yang masih terkagum melihat sosok cowok berparas malaikat di hadapannya kali ini pun tidak menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan laki-laki tersebut.

Mata cokelat dengan tatapan menenangkan itu mampu menghinoptis seluruh tubuh Thania.

"em denger ga sih?" Laki-laki tersebut berhasil membuyarkan imajinasi Thania yang sudah terangkai di otak gadis itu.

"eh maaf , MIPA 1 di kiri sana"

"oke" laki-laki tersebut berlalu meninggalkan Thania yang masih masih terpaku kagum dengan pandangan mata yang masih mengiringi sosok laki-laki tersebut.

Ya Tuhan , kayaknya hamba mu ini jatuh hati pada pandangan pertama batin Thania sembari tersenyum manis dengan pandangan yang masih setia menatap ke arah sosok tadi.

"semuanya diharapkan segera berbaris rapi di barisan kelas masing - masing" seru salah seorang Kakak Kelas yang menjabat sebagai pengurus OSIS SMA Grawiratama.

Thania tersadar dari kegiatannya memandangi sosok laki-laki tadi , ia melangkahkan kakinya cepat menuju barisan kelasnya yang sudah tertera papan bertuliskan X MIPA 2 di depannya.

"Pokoknya gue harus tau siapa cowok tadi"

"Cowok yang mana, Than?" tanya Azel yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Thania.

"Astaga Azel bikin kaget aja ih"

"Jawab dulu Thania , cowok mana yang lo maksud tadi?"

"Percuma Zel , mana mau si idiot ngejawab" ucap Lia yang berhasil mendapatkan satu jitakan dari Thania.

"sembarangan yah Lo , mau dijitak di sebelah mana lagi Li?"

"thank u next , Than ini aja udah sakit"

Kegiatan PLS hari terakhir akhirnya dimulai , seperti biasa , kegiatan pasti diawali dengan absen kehadiran. Thania yang baris tak jauh dari barisan kelas cowok tadi pun memutuskan untuk memasang siaga telinganya.

"Elzan Nathaniel"

Tepat saat nama tersebut disebut , cowok yang diincar Thania tadi mengangkat tangannya.

"oke , jadi namanya Elzan" gumam Thania sambil tersenyum girang.


"Zan , ini perasaan gue doang atau emang tuh cewek di barisan sebelah ngeliatin lo mulu" Ucap Gio yang kebetulan baris di paling depan dan tidak sengaja melirik Thania yang sedaritadi memperhatikan sahabatnya -Elzan-.

"yang mana?"

"itu loh yang pake gelang pink"

"oh , gue ganteng makanya diliatin banget"

"yeu idiot gak nahan , malah muji diri sendiri" ucap Gio sembari menoyor kepala Elzan yang sedikit lebih tinggi darinya.

Elzan yang sebenarnya tau Thania meliriknya sedari ia bertanya barisan kelas tadi , hanya mengabaikan gadis itu bersikap seolah tak peduli.

Elzan dan Gio merupakan sahabat sejak kecil , sekolah mereka yang selalu sama , ditambah lagi rumah mereka yang bersebrangan itupun membuat keduanya semakin akrab.

Benar saja , Gio dan Elzan memiliki kepribadian yang sangat berbeda drastis , dan hal itulah yang membuat Elzan merasa persahabatan mereka terasa "menyenangkan".

Elzan yang sangat tidak peduli dengan keadaan sekitar , dan sulit beradaptasi ini disatukan dengan Gio yang sudah sangat pasti lebih asik dan periang dibanding Elzan.

"Zan , diliat-liat cewek yang merhatiin lo daritadi tuh manis juga" Gio terkekeh sembari menyunggingkan senyuman jahilnya pada Elzan.

"Ga peduli"

"Kayaknya lo harus nabung duit buat ke psikiater deh"

"Psikiater? buat apa?"

"Curiga gue Zan , jangan - jangan elo gay , HAHAHAHA" ucap Gio tertawa terbahak-bahak , sudah menjadi rutinitasnya untuk menjahili dan mengejek Elzan.

"Lucu Gi? Makan noh lucu" Elzan menyumpalkan tisu bekas keringatnya ke mulut Gio yang terbuka lebar karena tertawa dengan guyonan recehnya tadi.

"AHH SHIT LO ZAN"

"Gio Dhananjaya!" seru salah seorang Guru pembimbing X MIPA.

"Mampus" bisik Elzan tepat di samping telinga Gio.

"Lo sih, Zan" Gio berdiri ketakutan melihat Bu Mega a.k.a Guru ter killer di sekolah ini , tengah berjalan menuju posisi Gio dan Elzan berdiri.

"salah lo sendiri lah , ngedesah sembarangan" Elzan tertawa sambil berlalu pergi meninggalkan Gio yang kini tengah dihujani ocehan dari Bu Mega.

Elzan yang sedaritadi merasa kakinya penat berdiri pun berjalan menuju bangku di pinggir lapangan Basket , sepanjang langkahnya , laki-laki itu hanya menundukkan pandangannya ke bawah , menghindari kontak mata dengan salah satu dari puluhan tatap mata yang tengah menatap kagum kearahnya.

Di sisi lain , pandangan Thania tetap mengiringi sosok Elzan yang saat ini benar-benar mencuri hati gadis itu.

"Than ? Lo kenapa sih ? Kerasukan yah?" Lia melambai-lambaikan tangannya tepat di depan wajah Thania , namun gadis itu tak sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Elzan yang tengah duduk di salah satu bangku dekat lapangan.

Elzan hanya duduk mengistirahatkan kakinya sambil menyaksikan beberapa Kakak kelas yang tengah asik bermain Basket di lapangan basket yang berada tepat di samping lapangan utama.

"ELZAN!" suara panggilan tersebut berhasil mencuri perhatian seluruh murid yang ada di lapangan , tak terkecuali Thania , matanya pun teralihkan melirik ke arah perempuan yang memanggil nama Elzan tadi.

Thania melirik dengan penuh harap bahwa perempuan berparas cantik itu akan diabaikan oleh Elzan , namun sebaliknya yang terjadi , kedatangan perempuan tersebut malah disambut hangat oleh laki-laki itu.

Terlebih lagi saat perempuan itu merangkulkan tangannya memeluk tubuh Elzan , tubuh Thania benar-benar terasa lemas menyaksikan hal tersebut.

Lia yang baru saja datang dan berdiri di belakang Thania ikut menatap ke arah pandangan Thania , dahi Lia berkerut bingung menatap sahabatnya itu.

"Zel , temen kita beneran kerasukan deh kayaknya"

"Emangnya kenapa si Thania?"

"Masa mukanya jadi sedih gitu sambil ngeliatin bangku kosong disitu" ucap Lia sembari menunjuk bangku yang tadinya di duduki Elzan , sebelum akhirnya Elzan dan perempuan yang dikira Thania adalah kekasihnya Elzan itu berlalu pergi menuju kantin.

"SEKARANG AKU PUN SADARI SEMUA HANYA MIMP-" belum selesai Thania menyanyikan lagu tersebut , mulutnya sudah dibungkam rapat oleh tangan Azel.

"bego si iya Than , malu-maluin jangan lah ya"


Hi dear❤
Wanna know about me? Hit me up on insta @nbnabilaa

let's be friend anyone❣

Hope u enjoy this and don't forget to tap the "vote" down below.

See u on the next chapter

Continue Reading

You'll Also Like

592K 28.8K 57
Semua berawal dari satu insiden memalukan di lobby perusahaan. Luca Blue Kavindra hanya ingin mencari ruangan ayahnya dan malah menabrak seorang pria...
2.9M 194K 50
[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan berg...
3.1M 13.1K 25
Warning khusus 21+ **** Kanaya, gadis cantik dengan julukan Quen pergaulan be-bas. Dia memiliki sahabat Introvert bernama Aidan yang diam-diam suka...
1.9M 107K 39
Bagaimana perasaan kalian jika memiliki pacar yang begitu sempurna. Bukan hanya dari fisiknya dan wajahnya tapi juga prestasi yang dia miliki. Rasany...
Wattpad App - Unlock exclusive features