Valley of The End | (NaruSasu)

By aissans

96.4K 7.9K 268

Hilangnya Calon Pangeran pengantin Putri Sakura membuat Sasuke gelisah hingga mengkhawatiran hidupnya sendiri... More

Bag. 1 : Berburu
Bag. 2 : Pohon Oak
Bag. 3 : Kunjungan
Bag. 4 : Kasim
Bag. 5 : Onsen
Bag. 6 : Rapat Kerajaan I
Bag. 7 : Rapat Kerajaan II (Pengumuman Dari Raja)
Bag. 8 : Dongeng Lembah Akhir
Character Profiles
Bag. 9 : Konsolidasi
Bag. 10 : First Target
Bag. 12 : Enigma
Bag. 13 : 拒否された願い (Kyohi Sa Reta Negai)
Bag. 14 : Agony
Bag. 15 : Balasan (Last)
Bag. 16 : Omake

Bag. 11 : Trap

3.7K 379 10
By aissans

"Yang Mulia, selamat atas kemenangan pasukan Konoha dan kepulangan anda kembali ke Konoha."

Umino Iruka, Kasim yang mengurusi segala keperluan Raja membungkuk di hadapan Sasuke, beberapa pelayan laki-laki di belakang beliau ikut membungkuk.

"Dan selamat datang di Istana Utama, Yang Mulia..." ujarnya sekali lagi seraya menegakkan badan, namun tetap bersikap hormat. "Hamba diminta untuk mempersiapkan tempat tinggal resmi untuk anda, jadi silakan masuk..."

Kasim itu mengajak Sasuke untuk masuk kesebuah kediaman kosong yang telah dipersiapkan khusus untuknya, sebuah kediaman besar dan megah yang terletak diantara kediaman-kediaman anggota kerajaan lainnya, bahkan kediaman itu begitu dekat dengan kediaman milik raja. Saat menoleh kesamping kiri, Sasuke dapat dengan mudah memantau lantai atas bangunan tersebut dari tempatnya berdiri.

"Yang Mulia, mari..." Iruka menegur Sasuke yang sedang mengamati kediaman Raja, memandunya secara tegas untuk masuk ke kediaman barunya.

Neji yang mengekori Sasuke mengikutinya masuk ke dalam rumah, ia sempat berpesan pada para pelayan laki-laki disana agar mereka tidak lupa untuk memasukkan barang-barang Sasuke dan menaruh kuda-kuda mereka di kandang.

***

"Rumah ini lebih besar dari Fhusuha." Iruka mengajak Sasuke berkeliling dan mengantarkannya sampai ke kamar utama untuk beristirahat, ia membuka shoji (pintu geser) dan mempersilakan Sasuke masuk ke dalam ruangan lumayan besar tetapi nyaman itu.

Iruka menunduk sebelum mengundurkan dari hadapan Pangeran Muda itu, dan di dalam ojiginya kasim itu menyampaikan sesuatu yang agak bersifat pribadi.

"Mengenai Putri Sakura, ada baiknya jika Pangeran mengunjungi beliau secepatnya. Hamba takut kalau kerenggangan hubungan anda dengan Putri terdengar dan menjadi desas-desus di kalangan orang istana."

Sasuke berpikir sesaat sebelum menjawab, "Sampaikan pada pengurus Putri Sakura kalau aku akan mengunjunginya setelah selesai beristirahat."

Pria berumur empat puluh enam tahun itu mengangguk dan segera pergi dari sana.

***

"Yang Mulia Pangeran Sasuke datang!" seorang pengawal istana di kediaman Putri Sakura berseru ke dalam rumah memberitahuan dayang-dayang yang berada di dalam agar bersiap-siap menyambutnya.

Malam itu, Sasuke bersama Neji dan beberapa asistennya yang lain masuk disambut oleh dayang-dayang istana yang berjejer duduk bersujud di koridor depan pintu geser kamar Putri kerajaan.

Sasuke cukup deg-degan ketika dayang-dayang itu mempersilakannya masuk ke kamar utama sendirian tanpa ditemani oleh siapapun, ini pertama kalinya pemuda itu dibiarkan sendirian tanpa pengawalan. Semua orang hanya menunggu di luar sampai ia selesai melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan oleh pasangan suami-istri.

Begitu masuk, manik hitam Sasuke langsung disambut oleh sebuah ranjang yang berada di tengah ruangan, ranjang itu dihiasi kelambu putih menjuntai panjang yang sebagian helaiannya diikat dan sebagian lagi dibiarkan mekar membentuk hiasan ranjang yang mewah dan indah.

Ada seorang gadis berambut merah muda berbaring disana, bergelung selimut tebal dengan wajah membelakangi Sasuke.

Sasuke memberanikan diri untuk duduk di tepi ranjang, tangannya perlahan mendekat ke rambut merah jambu, menyisiri helaian rambut putri tanpa menyentuhnya, dan telapak tangan itu terhenti di atas bahu kecil yang berada dibalik selimut tebal.

"Putri Sakura?" Sasuke mencoba membangunkan sang putri tanpa menyentuhnya.

Karena tidak ada sahutan, Sasuke memanggilnya sekali lagi, "Putri Sakura?" Kali ini menyentuhkan tangan ke bahu kecil dan menggoyangkannya sedikit.

Karena perempuan muda itu tak kunjung bangun meski tidurnya diganggu, Sasuke menjadi dilema, ia menarik kembali tangan dan berpikir sejenak. Apakah ia harus melewati malam ini tanpa menyentuh istrinya dan pulang lalu kembali lain kali saja?

Namun saat menatap kembali sang putri, kecurigaan tumbuh, tubuh itu tak bergerak sama sekali dan wajah putri yang tidur kelihatan pucat sehingga nampak aneh, lalu kedua tangan Sasuke langsung meraih selimut dan menyingkapnya.

"Yang Mulia?" Sasuke buru-buru menelentangkan tubuh sang putri saat selimut tebal telah lenyap, oniks itu membulat ketika mendapati darah segar berada di perut sang putri.

Kaki Sasuke langsung berjalan mundur, ia menjatuhkan dirinya ke lantai dengan wajah syok.

"Da-Dayang!!"

***

Teriakan itu langsung didengar oleh para dayang di luar, pelayan-pelayan laki-laki dan kasim-kasim juga mendengarnya. Mereka berbondong masuk ke dalam ruangan untuk mengetahui apa yang terjadi.

Sasuke menunjuk tubuh putri yang terluka di atas ranjang.

"Yang Muliaa!"

Dayang-dayang yang masuk histeris setelah melihat kondisi sang putri, mereka mendekati tubuh lemas itu seraya mengecek nadi.

"Apa yang terjadi, Yang Mulia?" seorang dayang menatap Sasuke, dia mengharapkan penjelasan dari pemuda itu.

Tubuh itu tak bernafas, tak jua bergerak, namun tubuh itu tidak kaku, terlihat seperti baru saja selesai dibunuh. Nampak dayang-dayang pun tak tau kalau putri mereka sudah meninggal sebelum Sasuke masuk ke kamar.

"Bu-bukan aku pelakunya," ujar Sasuke tanpa menjelaskan apapun.

Memang benar bukan dia pelakunya, tapi seseorang telah merencanakan ini dan bermaksud menjebaknya.

"Tenang, Yang Mulia," seorang kasim pelayan khusus Putri Sakura mendekati Sasuke perlahan, ia memegangi lengan Sasuke dengan kuat, "...Tidak ada yang menuduh anda pembunuh putri di sini, jadi ceritakan apa yang baru saja terjadi, Yang Mulia?"

"Lepaskan aku..." Sasuke merasakan pegangan tangan kasim itu sangat kuat di lengannya, nampak seakan dia sedang berusaha mencegah Sasuke pergi dari sana.

"Caritakan saja semuanya, Yang Mulia?"

Neji yang tadinya sempat tertegun di belakang para dayang segera meluncurkan tendangan kearah kasim itu, ia menarik Sasuke lalu membawanya keluar dari kediaman Putri Sakura.

Neji melarikan Sasuke ke sisi suatu bangunan yang terlindung untuk melepaskan kimono luar pangeran itu dan menukarnya dengan kimono luar miliknya sendiri sebagai penyamaran.

"Ini jebakan, larilah dan jangan sampai tertangkap."

Neji mengarahkan Sasuke ke jalan yang berlawanan arah dengan jalan yang akan ditempuhnya.

"Kemana?" tanya Sasuke sebelum mereka benar-benar berpisah.

Sang kasim menjawab, "Ke kediaman Raja."

***

Kakinya melangkah menuju sebuah pintu gerbang kediaman di tengah malam, ia berdiri di depan prajurit-prajurit istana penjaga dengan wajah ragu.

Sasuke sempat berpikir sebelum ia benar-benar mengikuti arahan Neji itu. 'Bagaimana kalau Neji hanya menjebaknya?' pertanyaan itu selalu muncul tatkala ia memilih untuk tetap mengikuti intruksi kasim yang sebenarnya belum sepenuhnya ia percayai itu. Sasuke bertanya takut-takut pada para pengawal penjaga.

"Aku Pangeran Sasuke, apakah Raja ada di dalam, aku ingin bertemu dengannya?"

"Anda pangeran Sasuke?"

***

Seorang pengawal penjaga berlutut di hadapan Naruto sang raja Konoha yang duduk nyaman di atas zabuton (bantal duduk) di ruangan khusus, pengawal berpakaian zirah bermaksud menyampaikan laporan kepadanya.

"Kami sudah menangkap Pangeran Sasuke, Yang Mulia."

"Bawa dia kehadapanku."

"Ha'i!"

Pengawal itu keluar sebentar dari ruangan sebelum masuk lagi dengan membawa sosok remaja enam belas tahun yang terikat tali pada dada dan pergelangan tangannya. Remaja itu diseret masuk lalu dipaksa menempelkan dahi di lantai sebagai sikap hormat (sujud) di hadapan Raja.

"Lepaskan!" Sasuke mencoba berontak.

Melihat kehadiran Sasuke, Naruto yang tadinya duduk nyaman perlahan berdiri mendekati pemuda itu, ia berjongkok menatap wajah kotor dengan iris hitam yang menatapnya dengan pandangan memelas.

"Bukan aku pelakunya..."

Sasuke menatap safir itu dan menyelam kedalamnya, mengharapkan sesuatu yang bertentangan dengan logikanya sendiri. Biarpun disiksa, ia tidak akan sudi mengakui kalau dirinya adalah pembunuh putri Sakura.

Sampai mati pun.

---TBC---


(Istana Utama : Kediaman Keluarga Kerajaan)

Continue Reading

You'll Also Like

276K 19.6K 21
Setelah selesai menjalankan misi bersama di pusat astronomi negara Redaku demi menyelamatkan Naruto yang terserang penyakit mematikan. Kini pasangan...
130K 9.4K 19
Terkadang kehidupan dapat mempermainkan seseorang dengan takdir yang sudah ditentukan. walau takdir itu tak sesuai dengan ekspektasi seseorang yang m...
45.1K 3.8K 62
Uchiha Sasuke yang sedang bertarung melawan Uchiha Madara harus mati ditusuk olehnya. Sasuke pikir ia telah berada di neraka, mengingat dosanya yang...
68.5K 4.1K 9
"Aku menitipkan istriku padamu untuk kau jaga tapi mengapa kau malah merebutnya dariku! " Uchiha Sasuke. "Jangan salahkan aku jika aku mencintai istr...
Wattpad App - Unlock exclusive features