WE PLAY

By MSGIGAPS

26.1K 1.3K 28

Setelah perjuangan Anna dan Adham untuk bersama. Akhirnya mereka dikaruniai anak anak yang cantik dan tampan... More

Si anak pertama
Si anak kedua
Si anak ketiga
Arthur The Devil
Athea The Arogant
Arteus The Master
Awal dari perjalanan
Tidak disangka
Pertemuan
10. Didikan Adham
11. Acara
12. Kelulusan
13. Awal dari hubungan
14. Pendekatan
15. Kesukaan Arteus
16. Belanja
17. Kencan pertama Arthur
18. Kencan Athea
19. Pengenalan
20. Teka Teki Baru
21. Aneh
22. Merasa Muda
23. Teka Teki Semakin Terbuka
24. Persiapan
25. Terpuruk
26. Hancur
27. Penyesuaian
28. Titik Terang
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
40
41
42

39

252 18 0
By MSGIGAPS

  Sembari mengarahkan senjatanya untuk menembak Athea, ia berjalan sedikit demi sedikit untuk mendekati Athea. Namun Adham terus berteriak meminta Rio mundur dan menjauh dari Athea.

  "Kau punya pesan pesan terakhir?" tanya Rio sebelum menembaknya

  "Bolehkah?" tanya Athea

  "TIDAK ATHEA, DENGARKAN AYAH!!" teriak Adham

  "Tentu saja" ujar Rio

  "Athea, kami sangat menyayangimu cepat berdiri sayang" ujar Anna sembari menangis

  "BODOH!" teriak Athea

  "Hah apa kau bilang?" ucap Rio karena tidak mendengarnya

  "Dasar kau bodoh" ujar Athea

  "Apa berani sekali kau!!"

  Sebelum Rio menembak, Athea melempatkan pisau dan tepat sasaran ke arah badan Rio. Tiba tiba Rio menjatuhkan pistolnya dan terjatuh dengam berlumuran darah di perutnya. Melihat Rio sudah terjatuh Athea segera bangun dan menyelamatkan kedua orangtuanya. Ternyata sebelumnya  Athea telah menyimpan pisau di kakinya, Athea harus duduk untuk mengeluarkannya maka dari itu ia membuat sedikit drama. Lebih enaknya adlaah Rio semakin mendekat dan meyakinkan Athea bahwa ia bisa melempar pisaunya sesuai sasaran yang ia inginkan.

  "Ba..ba..bagaimana bisa??" uhar Adham melihat putrinya yang sangat hebat tersebut

  "Ayo nak kita selamatkan Arthur dan Arteus" ujar Anna pada Athea

  Mereka pergi mengahmpirinya, sedangkan Adham tidak pergi. Ia melihat Rio yang terjatuh berlumuran darah. Lalu Adham mengambil pistolnya dan mengarahkannya kepada Rio. 

  "Adham..." ujar Rio dengan susah payah

  "Aku tidak akan terbodohi oleh aktingmu yang pura pura mati" tukas Adham

  "Walaupun... Aku benci padamu... Tapi kau tetap adik yang aku sayangi" ujar Rio di sela sela akhir nafasnya

  "Berisik kau!"

  Adham menembaknya, walaupun ia terpikir kata kata terakhirnya tapi tidaj mengurungkan niatnya untuk menembaknya. Setelah menembaknya Adham mengahmpiri Anna yang sedang bersama ketiga anaknya. Tampaknya Arthur dan Arteus bangun walaupun terlihat masih belum sadar sepenuhnya.

  "Mana bajingan itu... Aku ingin mengahajarnya" ucap Arteus

  "Tenang saja, ia telah mati" jawab Athea

  "Kalian semua baik baik sajakan?" tanya Arthur

  "Ya kami semua baik baik saja" ujar Adham

  "Baiklah bagaimana jika kita segera menelpon polisi dan ambulan" ucap Anna

  "Ide bagus"

  Mereka semua keluar dair dalam ruangan, dan terkejut banyak sekali nayat diluar. Athea ingat disini ada Z, J, Mz dan L, ia harus mencarinya disini.

  "Omm kalian semua dimana??" teriak Athea

  "Kami disini nona" ucap Z

  Ternyata mereka berempat sedang mengobatu diri karena terkena tembakan. Z terkena tembakan di bagian lengan sama seperti J sedangakan Mz mendapatkan tembakan di kaki seperti L.

  "Syukurlah kalian selamat" ujar Adham

  "Tentu saja Adham, kami berhasil atas dirimu yang terus mengajari kita hingga ahli menembak walau ada sedikit kesalahan" ujar Z

  "Ahh syukurlah, kita harus melapor polisi dan ambulan"

  "Tenang saja Dham. Kami telah menelponnya"

  Benar saja tidak lama terdengar langkah kaki dari tangga dan ternyata adalah polisi. Melihat Adham dan yang lain polisi ith segera membawa mereka turun dan dibawa ambulan menuju rumah sakit. Sementara itu polisi diam di tkp untuk mencaru sesuatu atas keributan ini. Untungnya mereka semua dibawa ke rumah sakit milik Vian dan tidak perlu ketakutan atas ketahuannya ketiga anak Adham ini.

  Dirumah sakit pula Adham dan keluarga beserta pengawal diberikan pertolongan khusus dan di cek secara kesekuruhan. Akhirnya mereka semua harus mennginap untuk beberapa hari kedepan. Walau begitu Adham senang karena tidak akan ada lagi yang menganggu keluarganya lagi. Semuanya telah berakhir disini, Adham bisa tenang dan bahagia di sisa hidupnya bersama Anna dan ketiga anaknya.

Continue Reading

You'll Also Like

181 38 14
masa lalu kelam membuat andin susah untuk memulai kisah cinta yang baru,pertemuannya dengan radit secara tidak sengaja membuka luka yang telah lama k...
373K 11.1K 25
"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. ...
26.5K 1K 29
"pasti hamil di luar nikah" "Anak jaman sekarang udah bebas ya" "Dasar murahan, pasti dia diusir dari rumah udah bikin nama keluarga tercemar" Iya...
37.7K 2.5K 31
••• Tentang Arseana yang sudah mati namun menemukan dirinya yang lain masih hidup di dimensi berbeda dengan kisah hidup yang masih sama. Entah kenapa...
Wattpad App - Unlock exclusive features