DO.NA [End]✓

By sssnnn28

166K 15.7K 1.2K

Cinta memang unik, pilu menjadi rindu, sayang bertahap menjadi cinta. Kisah ini mungkin terlalu rumit dalam k... More

1. DO.NA
2. DO.NA
3. DO.NA
4. DO.NA
5. DO.NA
6. DO.NA
7. DO.NA
8. DO.NA
9. DO.NA
10. DO.NA
11. DO.NA
12. DO.NA
13. DO.NA
14. DO.NA
15. DO.NA
16. DO.NA
17. DO.NA
18. DO.NA
19. DO.NA
20. DO.NA
21. DO.NA
22. DO.NA
23. DO.NA
24. DO.NA
26. DO.NA
25. DO.NA
28. DO.NA
29. DO.NA
30. DO.NA
31. DO.NA
32. DO.NA
33. DO.NA
34. DO.NA
35. DO.NA
36. DO.NA
37. DO.NA
38. DO.NA
39. DO.NA
40. DO.NA
41. DO.NA
42. DO.NA
43. DO.NA
45. DO.NA
44. DO.NA
46. DO.NA
47. DO.NA
48. DO.NA
49. DO.NA
50. DO.NA
51. DO.NA
52. DO.NA
53. DO.NA
54. DO.NA
55. DO.NA [END]

27. DO.NA

2.8K 295 25
By sssnnn28


Langit sudah gelap, kini Redo tengah mengantarkan Yuna untuk pulang. Dita dan kedua upil itu pun mengikuti Redo.

Yuna merasakan kebahagiaan saat tangannya di genggam oleh Redo. Dalam kondisi seperti ini pun, Redo senantiasa tidak melepas genggaman.

Redo tidak henti-hentinya tersenyum di sepanjang jalan karena kini statusnya tidak jomblo lagi. Alias sudah berpacaran dengan perempuan yang sangat dia cintai.

"Do, kamu fokus aja nyetirnya"

"Gue, eh aku seneng tau hari ini" kini, gaya bicaranya pun sudah berbeda. Dulu 'Lo gue' dan sekarang 'aku kamu'

"Kalo kamu tadi nolak aku, aku nggak akan sebahagia ini. Aku bakalan sedih dan malu sama kamu" lanjutnya sesekali melirik Yuna.

"Ya udah kalo gitu aku tolak kamu aja"

"Hah?!"

"Tapi boong hahaha" Yuna memposisikan badannya ke samping sambil tertawa melihat raut wajah Redo yang nampak kesal.

Yuna membenarkan kacamatanya lalu menatap Redo "Aku berubah karena kamu, Do. Kamu adalah orang yang pertama nerima aku dan keramahan kamu yang buat aku nyaman"

Tidak terasa mereka sudah berada di depan rumah Yuna. Redo membalas tatapan Yuna sambil mengusap tangan Yuna lembut.

"Kita udah pacaran dan aku janji, aku akan kasih kamu beribu-ribu kebahagiaan. Kamu tahu kan gimana bahagianya Bunda sama Ayah aku di rumah. Kalo mereka tahu kita pacaran beneran. Pasti mereka heboh"

Di satu sisi, kedua upil itu penasaran dengan apa yang mereka lakukan di dalam mobil. Padahal ini sudah sampai depan rumah Yuna. Akan tetapi, kenapa belum keluar dari mobil.

Mereka menatap tajam "Nais, lo tau mereka lagi ngapain?" Tanya Sakri dengan segala pemikirannya.

"Nggak, mereka kan udah pacaran. Nah, masalahnya adalah hal apa yang buat mereka lama banget turunnya. Gue kan jadi curiga" mulut Nais mulai seperti akun gosip, nyinyir dan julid.

"Bukan lo aja yang curiga. Gue juga"

Dita yang duduk di samping Sakri hanya terdiam. Nais yang berada di belakang mendekat ke telinga Sakri untuk membisikan sesuatu yang tidak boleh Dita ketahui.

"Gue curiga mereka lagi ngelakuin itu" bisik Nais yang lumayan kencang. Et dah bang, itu bukan berbisik, tapi pengumuman.

"Jangan buat gue ambigu deh. Masalahnya ada dua hal yang gue pikirin di otak gue nih"

"Kalian ngomongin apa sih?" Tanya Dita membuat mereka langsung cengengesan.

"Nggak, Dita. Ayo turun" Sakri membuka pintu mobil dan ikuti oleh mereka.

Yuna dan Redo pun keluar dan Yuna berjalan ke arah pintu rumahnya. Betapa terkejutnya Yuna saat melihat semua barang-barang pribadinya berserakan. Satu koper dan berbagai jenis tas tergeletak di lantai.

Yuna kaget dengan apa yang dia lihat sekarang, Redo menatap Yuna seolah mempertanyakan semuanya.

Pintu rumah terbuka dan menampilkan sosok Revi dan Kila tengah berdiri dengan menyilangkan tangannya di dada.

"Darimana kamu?" Tanya Revi dingin.

Kila menatap tajam menindas Yuna, Redo menggenggam tangan Yuna dan menyuruhnya untuk berada di belakang. Biar Redo yang menjelaskan semuanya.

"Maaf tante, jangan nyalahin Yuna, saya yang udah ngajak Yuna main" jawab Redo.

Dita dan kedua upil melotot saat kondisi seperti ini. Dita dengan polos nya malah membereskan semua barang-barang dan menyuruh Sakri dan Nais yang memegangnya.

"Yui, ada apa?" Bisik Dita sangat pelan.

Yuna hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil menunduk.

"Kamu selalu bohong sama saya dan Kila. Rekaman CCTV udah kita liat. Dan ternyata, kamu pembohong" kata Revi.

"Lo udah rebut Redo dari gue dan lo udah goda Ervian" tuduh Kila membuat Yuna menatapnya.

"Heh, biang lala, Anu itu nggak ngerebut Redo, mereka saling mencintai. Dan masalah si Kusuma itu, dih mana mungkin sosok kalem Anu malah bertingkah sama kayak lo" sahut Sakri dengan berani.

Dirinya tidak mau pacar sahabatnya di hina seperti itu. Nais pun maju menatap galak Kila dan Revi.

"Kalian aneh, Anu adalah anak tante, adik lo Kila. Kalian emang tega ngusir Anu dari rumahnya sendiri?"

Redo mengeratkan genggaman berusaha menjaga Yuna. Yuna pun berani untuk maju menghadapi mereka.

Yuna menghembuskan nafas beratnya lalu bergantian menatap Revi dan Kila. Seolah kini keberanian Yuna datang. Di tambah, semua orang saat ini membela dirinya.

"Mah, sebenernya Yuna ini salah apa sih sampe-sampe Mama bersikap kayak gini sama Yuna? Walaupun Mama bukan Mama kandung aku, aku udah anggap Mama kayak Mama aku sendiri. Aku sayang sama Mama walaupun Mama nggak sayang sama aku" mata Yuna sudah berkaca-kaca membendung air mata.

"Lo tau kenapa kita benci sama lo?"

"Kenapa?"

Mereka membiarkan mereka untuk saling berbicara. Yuna melepaskan genggaman tangan Redo dan Yuna pun maju beberapa langkah untuk mendekati mereka.

"Karena nyokap lo ngerebut bokap gue!"

"Maksudnya?"

"Bokap lo ninggalin nyokap gue gara-gara ketemu sama nyokap lo. Dia ninggalin nyokap gue yang lagi hamil demi menikah sama nyokap lo. Gue terlahir tanpa Papa dan nggak pernah ngerasain gimana rasa sayang Papa. Dan pada saat nyokap lo udah meninggal akhirnya nyokap gue berhasil rujuk lagi"

Bagaikan sebuah petir yang menyambar di siang hari. Kenyataan itu didapati oleh Yuna. Yuna baru tahu dengan segala kisah lama papanya. Butiran air mata menetes di pipi Yuna.

"Dan kamu, saya benci kamu karena kamu anak yang udah ngerebut suami saya!" Tambah Revi.

"Tapi Yuna nggak tau masalah ini. Dia nggak salah disini. Seharusnya bokap lo yang salah" bela Redo dengan wajah yang serius. Redo harus membela pacarnya. Toh, ini bukan salah Yuna juga. Yuna hanya sebagai korban dalam kisah asmara orangtuanya.

"Lo mendingan nggak usah ikut campur, Do. Lo jangan belain dia, anak pelakor"

Kalimat Kila menambah rasa sakit Yuna. Mereka tidak membenarkan semua ini.

"Yui nggak salah, dia hanya korban" kata Dita.

"Nggak sepantasnya lo bilang kayak gitu, Kila" kini Sakri yang membela Yuna.

"Denger kan, semua orang belain lo! Gue selalu salah di mata semuanya!" Baru saja Kila ingin menampar Yuna tapi tangan kekar Redo berhasil menghentikannya. Yuna memejamkan mata sambil memegang pipinya sendiri.

Pada saat Yuna membuka matanya, tangan kekar Redo menjadi penyelamat untuk kali ini. Yuna melihat raut wajah Redo yang marah sama seperti dirinya menghadapi preman saat itu.

"Lo emang salah. Gue belain Yuna karena dia benar. Dan lo nggak usah bertindak kasar kayak gini"

Revi melepaskan tangan Redo yang mencengkram erat tangan Kila.

"Dengerin saya, kamu pergi dari rumah ini dan nggak usah kembali lagi. Kamu udah buat saya sakit hati dan udah buat anak saya di permalukan" kata Revi sambil menunjuk wajah Yuna.

"Nggak usah nunjuk Anu kayak gitu. Seharusnya tante introspeksi diri dan jangan lupa, download ulang otak dan hati Kila supaya dia nggak kotor" tandas Nais asal jeplak.

"Jangan lupa, ngambil RAM yang 128 GB supaya muat nampung kebaikan bukan kejahatan" lanjut Sakri membuat mereka tertawa.

"Iya, ganti mukanya biar malunya ilang sekalian di upgrade sikapnya" giliran Dita yang berbicara.

Kini, posisi Revi dan Kila jadi tertindas. Jika tidak ada mereka, pasti Revi dan Kila akan menjambak, menampar, dan memukul Yuna untuk melampiaskan kemarahannya. Kali ini Yuna berhasil lolos tapi nanti, liat saja!

Revi dan Kila masuk ke rumah dan menggebrak pintu. Redo dengan lembut mengusap air mata Yuna yang baru dia pacari beberapa jam yang lalu itu.

"Kamu nggak pa-pa?"

"Nggak ko"

"TANTE JANGAN LUPA RESTART OTAKNYA YA!" Teriak Sakri dan langsung di hadiahi pukulan oleh Dita.

"Jangan berisik"

"Kalian berpasangan dan gue? Ah si author mah, kagak kasian apa sama gue? Masa gue jomblo" keluh Nais.

"Iya nanti gue kasih lo yang bahenol dan montok" jawab Author membuat mereka tertawa.

"Yui, mendingan kamu nginepnya di rumah aku aja yah" ucap Dita.

"Dia nginep di rumah gue aja. Lagian, nyokap gue seneng kalo Yuna ke rumah" jawab Redo membuat Yuna terkejut.

Dirinya akan tinggal bersama Redo? Seatap? Astaga.

"Ta-tapi"

"Udah, tenang aja. Kamu nanti tidur di kamar aku, aku nanti tidur di ruang tengah" Redo mengusap rambut Yuna dengan lembut.

Yuna tersenyum manis kepada Redo karena dirinya sudah sangat baik dan berjasa dalam hidupnya. Beruntunglah Yuna bisa bertemu dengan laki-laki yang selalu membuatnya tertawa dan bahagia.

Mereka di buat iri oleh Yuna dan Redo. Masih mending Sakri bisa merangkul Dita sedangkan Nais? Kalau ada tiang kecil, sudah Nais peluk. Ini tiangnya pada gede semua, tidak pas untuk Nais peluk. Kasian:(

"Ayo ah kita balik. Udah malem" kata Sakri mengompori Nais dengan mencium puncak rambut Dita. Wah udah mulai berani nih. Jangan sampe kejauhan ya bang Sakir. Hahahaha

"Ayo, Na" Redo membawa koper yang di bantu oleh mereka.

Mereka sudah berjalan meninggalkan Nais yang bersedih karena kisah asmaranya.

"Author, kapan gue dapet pacar?"

"Bentar lagi"

"Beneran?"

"Iya"

"YEEEEEYYYYYY PACAR PACAR PACAR" Nais berteriak senang dan langsung berlari untuk mengejar mereka karena takut di tinggalkan.


Jangan lupa vote and comment oke 😉😍

Ayo beri tanggapan dari part ini agar cepat up nya!!

Jangan comment next!!

Continue Reading

You'll Also Like

7K 1.5K 35
Jesica aprilia. Seorang gadis yang selalu memiliki banyak keinginan yang belum pernah ia lakukan. Ceria,itulah dia dan selalu saja bermain dengan kal...
3.1M 446K 80
Mengaum di depan orang lain, tapi mengeong di depan pacarnya. Begitulah Garrel Zarvian Arkadiksa. Dia memperlakukan pacarnya, Jaseline Tamara, layakn...
AKASYA By mata-air

Teen Fiction

7.3M 491K 72
🔴 END | SUDAH TERBIT PART MASIH LENGKAP > BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM BACA "Cih, cewek murahan!" "Udah tau Aka gak suka, masih aja dikejar-kejar!" "Gak...
1.1K 365 42
Ini bukan kisah yang indah, ini hanya kisah abstrak tentang kehidupan remaja yang katanya indah. Bahagia, sedih, semua rasa bercampur tanpa adanya je...
Wattpad App - Unlock exclusive features