The First Chance

Da strwaberrie

110K 5.9K 293

Annabelle, remaja berumur empat belas tahun ini, telah menemukan buku seorang penyihir. Buku itu seakan-akan... Altro

Prolog
Sebuah kesalahan
Buku Samuel
Ini bukan mimpi
Kota penyihir
Dia yang mengetahui semuanya
Waktu yang terbuang
Takdir
Just take a second
Saudara sejiwa
Masa Orientasi Penyihir [1]
Masa Orientasi Penyihir [2]
Masa Orientasi Penyihir [FAILED]
Siapapun itu, dia pasti malaikat
Kemampuan yang (tidak) terbatas
Musuh di balik selimut
Kembali ke MOP (Masa Orientasi Penyihir)
Mimpi pengantar mati
Sayap itu patah dan hilang
Dia sudah menampakkan diri
Kisah yang tersembunyi
Tamu tak diundang
Dia mengubah segalanya
Masih ada harapan
Dirinya yang lain
Pembalasan akan datang
Rencana yang terlupakan
Pemimpin sebenarnya
Kisahnya penyihir
Sihir kematian
Pertempuran bisu
Kenyataan Pahit
Kehangatan yang salah
Jam-jam terakhir
Dia telah berubah
Saatnya merasa kehilangan
Kebersamaan terakhir
Jiwa yang menyatu
Tidak ada penyelesaian
Pertarungan telah dimulai
Sebelum semuanya berakhir
Inilah akhir dari segala akhir
Epilog
TFC

Kebangkitan yang tak terduga

6K 139 2
Da strwaberrie

"Maaf ya?" tanya Anna sambil mengobati lengan Samuel yang terkena luka dengan obat merah. Sekarang, Anna sedang duduk di kasur Samuel. Tempat dimana dia tadi tertidur.

"Aww.. Pelan-pelan, Anna," kata Samuel yang berusaha menahan sakitnya tapi lukanya terlalu perih. "Maaf untuk apa?" tanya Samuel yang bingung karena Anna meminta maaf.

"Aku kan yang menyuruhmu untuk mencoba tes di peti itu," kata Anna yang terus melanjutkan mengolesi obat merah. "Dan juga, yang melukaimu ini ayahku," lanjutnya sambil menekankan kapas itu di lengannya.

"Kau merasa bersalah lagi?" tanya Samuel dengan tawa kecilnya. Tapi Anna justru terdiam dan menunduk. "Hey, lihat aku!" perintah Samuel tapi Anna tetap menunduk. "Kubilang, lihat aku!" kata Samuel tetap lembut. Dan mata Anna menatap sedih mata hitam Samuel. Samuel menarik dagu kecil milik Anna agar lebih mendekati wajahnya. "Kalau kau terus-terusan merasa bersalah seperti ini, ayahmu pasti akan menang."

Anna hanya bisa diam. Dia tidak tahu apa yang memicu jantungnya sampai bisa berdetak tidak normal seperti ini. Apa mungkin tatapan itu? Atau wajah yang sedekat ini?

Anna mengangguk dan menunduk kembali. Samuel menarik dagu Anna kembali agar jantungnya tetap berdetak secepat ini. "Dengar! Kau ini Zeptic. Pasti kau bisa membaca pikiranku kan?" tanya Samuel yang mulai jahil.

Yang Samuel pikirkan adalah, Anna membenarkan posisinya. Mengalungkan kedua lengannya di leher Samuel dan memulai sesuatu yang telah dinantikan oleh Samuel. Tapi, sepertinya itu tidak mungkin. Anna bukan tipe wanita yang tertarik akan hal seperti itu.

Anna menggeleng. "Aku tidak bisa membacanya. Aku belum diajari cara membaca pikiran seperti ini oleh Robert. Tadi aku membaca pikiran hewan, bukan manusia," kata Anna yang sudah selesai mengobati luka Samuel. Sekarang tangan Samuel sudah dibalut dengan perban putih dengan bercak merah sebagai obatnya.

Samuel tampak ragu, tapi dia berusaha melupakan kata itu. Yang dia fokuskan hanyalah menatap Anna tanpa ada angin yang menembus tatapan itu.

Dengan jantung yang melompat-lompat, Samuel memperkecil jarak diantara mereka. Samuel mulai mengangkat Anna ke atas pangkuannya. Dan Anna hanya diam karena dia tidak tahu apa yang akan dilakukan Samuel. Lalu Samuel berbisik tepat di telinga Anna untuk pertama kali. "Aku senang kau mencemaskanku tadi," kata Samuel dengan nafas di telinga Anna yang membuat Anna merinding. "Aku senang kita ditakdirkan seperti ini," lanjutnya yang mulai memeluk pinggang Anna dan memiringkan wajahnya dengan mata tertutup. Dan Samuel mempertipis lagi jarak yang mereka punya.

"Sam," panggil Anna pelan dengan sedikit ketakutan. Karena Anna benar-benar belum melakukan ini dan dia benar-benar tidak tahu apa ini.

Tapi Samuel tidak menghiraukan panggilan itu. Matanya tetap terpejam dan semakin mendekat membuat Anna lupa cara bernafas. Dan pada akhirnya, Anna pasrah. Dia pun memejamkan matanya dan mulai membantu Samuel menipiskan jarak yang mereka punya. Bibir tipis Anna berhasil menempel di bibir Samuel. Dengan lembut, Samuel mencium Anna tanpa penolakan sama sekali.

"Hm, enak ya?" tanya Robert jahil yang ternyata sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Tangannya menopang tubuhnya dengan bersender di pinggir pintu.

Anna yang tahu kedatangan Robert langsung memberontak ingin turun dan Samuel tidak menolaknya. Karena Samuel juga kaget akan kedatangan Robert. "Sejak kapan kau di situ?" tanya Samuel malu.

"Hm, sejak kau berkata kalau Anna Zeptic. Dan aku membaca pikiranmu. Dasar bocah," kata Robert dengan tawa kecilnya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya. Bocah berumur lima belas tahun sudah berpikiran yang tidak-tidak. Tapi, dia juga pernah merasa seperti ini tentunya. Pada umur enam belas tahun. Tepat di kamar ini. Dan bersama Alexa tentunya. Dia hampir saja kelepasan kalau tidak ada Sandra yang memergokinya seperti dia tadi.

Anna menatap Robert dan Samuel bergantian. Ingin bertanya apa yang Samuel pikirkan, tapi tidak jadi. Karena dia juga merasa malu membicarakan hal pribadi seperti ini pada orang asing. "Jadi, ada apa kau ke sini?" tanya Anna yang sekarang bersifat dingin.

Wajah Robert mendadak serius. "Kalian harus siap-siap. Besok kita akan pergi ke kota penyihir. Jangan bertanya. Penting!" kata Robert yang mulai berbalik dan meninggalkan Samuel dan Anna yang mulai dilanda kecanggungan.

"Maaf,"

"Terima kasih," kata Anna dan Samuel bersamaan.

"Kenapa kau malah berterima kasih padaku?" tanya Anna bingung.

"Karena kau tidak menolak tadi," kata Samuel dengan percaya dirinya.

"Hey bung! Bukannya aku tidak menolak. Tapi aku akan merasa bersalah lagi bila aku menolaknya tadi," kata Anna dengan tawanya. "Kan kau baru saja memberitahuku. Iya kan?" lanjutnya.

"Oh jadi begitu. Berarti bila kulanjutkan kau tidak akan menolak?" tanya Samuel menggoda Anna.

"Silahkan saja. Maka aku tidak segan-segan untuk menampar pipi kanan dan kirimu itu sampai bengkak," balas Anna mengancam.

"Aku bersedia," katanya yang mulai mendorong Anna sampai terbaring di kasur milik Samuel.

Tapi otak Anna masih waras, tentu saja. Dia bukan wanita murahan. Dan juga, dia masih punya harga diri. Jadi, kali ini dia 'terpaksa' menolak. Dia melompat untuk bangun dan segera meninggalkan Samuel yang malah kebingungan.

****

Anna segera berlari menuju kamarnya. Dia membuka pintunya dan nihil. Di sana tidak ada orang. Yang dia cari adalah Robert. Di mana anak itu? pikir Anna. Dia pun menutup pintu lagi.

"Kenapa tidak mencari ku saja?" tanya seseorang. Sumber suara itu berasal dari kamarnya sendiri.

Siapa? pikir Anna.

Dia membuka kembali pintu itu. Dan terkejut. Dia menemukan ayahnya sedang berbaring dengan melipat kedua tangannya di belakang kepalanya. "Kau sama sekali tidak mencariku ya?" tanya dia lagi. Lalu dia mulai bangkit dari tempat tidur itu dan segera menghampiri Anna. "Kau mau kemana? Ayahmu ini rindu."

Anna hanya berpikir kalau ini hanya proyeksi. Pasti ada orang yang sedang iseng dengannya. Dia mulai memutar badannya. Berharap bisa keluar dari kamar ini dan kembali ke pangkuan Samuel. Daripada harus berhadapan dengan orang asing. Ralat, maksudku ayah Anna.

Tapi dia tidak secepat kelinci melompat. Tangannya sudah di cegah dengan kencangnya. "Tunggu sebentar!" katanya. Lalu dia membalikkan tubuh Anna. Dan Anna hanya bisa diam. "Kau... kau cantik. Seperti ibumu," katanya sambil mengelus pipi Anna pelan.

Tapi Anna justru membuang tangan itu. Menepisnya dengan dendam. Dia menatap ayahnya tidak suka. "Dengar ya! Kau bukan siapa-siapa ku! Jangan pernah sentuh diriku!" bentak Anna. Tapi tidak terlalu keras.

"Oh! Aku bukan siapa-siapa mu ya?" tanyanya sambil memiringkan senyumnya. "Bagaimana dengan bocah ingusan yang berhasil menciummu itu? Dia suamimu? Hah?"

Anna diam membisu. Bagaimana bisa ayahnya ini mengetahui perlakuan yang tidak sengaja tadi? Dia mengintip bersama seperti Robert? Itu tidak mungkin. Kalaupun dia mengintip bersama Robert, pasti ayahnya sudah mati. Ataupun sebaliknya.

"Jadi, ku dengar-dengar kalian mau ke kota penyihir ya?" tanyanya sambil melangkah mundur. "Mau apa? Mencariku?"

Anna hanya bisa menatap mata ayahnya sedalam mungkin. Bisa saja ada suatu keajaiban. Dia berhasil membaca pikiran ayahnya dan dia mengetahui semua rencana jahat milik ayahnya.

Tapi ayahnya justru yang membaca pikiran Anna. "Kalian tidak akan bisa mendapatkanku," katanya. "Aku sedang berdiri di sini. Dan kau akan ke kota penyihir. Wah! Aku bebas," lanjutnya.

"Tenang Anna! Itu tipuan," ucap seseorang dalam kepalanya. Apa Isaac mendengarnya?

"Silahkan kau mencariku di sana. Akan ku tunggu kau di neraka," katanya. Perlahan, tubuhnya mulai menghilang seperti tertiup hembusan angin. Mulai dari kepalanya sampai kakinya. Dia menghilang dari pandangan Anna dan rasa penasaran yang mendampingi Anna.

****

Entah kenapa setiap Anna bertemu dengan ayahnya, dia selalu merasa gemetar dan mendadak jantungnya melompat-lompat. Keringat bercucuran, dan rasa takut serta penasaran menguasai dirinya. Layaknya orang yang sehabis melihat setan dan langsung kesurupan.

Dan juga, saat dia bertemu ayahnya, rasanya dia ingin ditelan bumi saja dari pada harus meletus seperti gunung yang penuh dengan emosi. Dia tidak habis pikir kenapa ibunya mau menikahi laki-laki tersebut.

"Kau sedang apa di sini?"

Ya bagus, pikir Anna, siapa lagi ini?

Dia berbalik dan mendapatkan Alexa yang menatapnya bingung. "Aku...mencari Robert. Kau lihat dia?" tanya Anna yang mengembalikkan mimik aslinya.

"Dia, di ruang David," jawab Alexa sambil menunjuk tikungan di ujung lorong. "Oh iya. Aku ingin berbicara denganmu, Anna," lanjutnya.

****

Aku tau ini gaje parah (plus pendek mnurut gue). Pake segala ada *beep* scene nya. Itu gak jelas. Oke aku minta maaf. Hanya itu kemampuanku dalam... ya kalian tau lah *pura-pura bego

Itu permintaan dari dua bocah sarap ini ---> @heterochromer and @sapphireglow. Maklum otaknya sedikit miring gitu deh._. *digebugin*

Ehiya, aku mau tanya. Sebenernya kalian udah tau belom jiwa Isaac itu ada ditubuh siapa? Atau jangan-jangan kalian gak ngerti alurnya? Plis jangan bilang gak ngerti-_-

Oke segitu dulu pidato akoh. Vote and comment (jawab pertanyaan gueee!!! *maksa ceritanya) (gak kok boong. gak maksa) ako tunggu. Muahhhh;* (cium pipi atu-atu)

Continua a leggere

Ti piacerà anche

129 20 10
MERIDITH VALINOR Seorang putri kerajaan yang mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi dalam dunia luar. Dalam perjalanannya ia bertemu beberapa pria...
931K 5K 5
Aimee adalah seorang gadis biasa berumur 19 tahun. Ia tergila-gila dengan novel historical romance dan selalu membayangkan dirinya hidup di dalam nov...
272K 21.3K 60
Kejadian yang bermula saat Valencia berusia 13 tahun dimana gadis kecil itu bisa mengendalikan angin bahkan dengan lambaian tangannya gadis itu bisa...
510 51 23
Riri, seorang gadis yang sangat anti dengan dengan hubungan pertemanan karena trauma yang dialaminya di masa lalu. Hal itu menjadikan ia sebagai seo...
App Wattpad - Sblocca funzioni esclusive