Mujahidah

By DinaAngelicaVioleta

140K 10.6K 287

[COMPLETED] Ya Allah, jika memang bukan takdirku maka ambillah jika memang tak halal untukku maka ambillah ji... More

PROLOG
EPISODE 1
EPISODE 2
EPISODE 3
EPISODE 4
EPISODE 5
EPISODE 6
EPISODE 7
EPISODE 8
EPISODE 9
EPISODE 10
EPISODE 11
EPISODE 12
EPISODE 13
EPISODE 14
EPISODE 15
EPISODE 16
EPISODE 17
EPISODE 18
EPISODE 19
EPISODE 20
EPISODE 21
EPISODE 22
EPISODE 23
EPISODE 24
EPISODE 25
EPISODE 26
EPISODE 27
EPISODE 28
EPISODE 29
EPISODE 31
EPISODE 32
EPISODE 33
EPISODE 34
EPISODE 35
EPISODE 36
EPISODE 37
EPISODE 38
EPISODE 39
EPISODE 40
EPISODE 41
EPISODE 42
EPISODE 43
EPISODE 44
EPISODE 45
EPISODE 46
EPISODE 47
EPISODE 48
EPISODE 49
EPISODE 50
EPISODE 51
EPISODE 52
EPISODE 53
EPISODE 54
EPISODE 55
EPISODE 56
EPISODE 57
EPISODE 58
EPISODE 59
EPISODE 60
EPILOG
NEXT STORY
EXTRA PART 1

EPISODE 30

1.8K 141 0
By DinaAngelicaVioleta

PELARIAN

Hana merebahkan dirinya setelah sampai di sebuah kamar hotel yang disewanya. Ia cukup lelah hari itu setelah berjalan kesana kemari untuk menjalankan rencananya.

Ia puas! Sangat puas! Setelah berhasil mendorong Nina dan membuat Wanita sial itu pendarahan di ujung anak tangga terbawah. Ia bahagia sekali, karena cita-citanya terwujud dengan mudah. Kini Nina pasti sudah kehilangan bayinya, dan Irham benar-benar tak menyisakan kenang-kenangan apapun untuk wanita itu.

"Aku menang Nina! Kamu sudah kalah! Mas Irham hanya milikku, dan kamu tidak boleh memilikinya!," gumamnya pada diri sendiri.

Hana bangkit dari ranjang dan bergegas masuk ke dalam kamar mandi. Ia menyanyi sambil mandi untuk mengekspresikan kebahagiaannya karena telah berhasil mencelakai Nina. Ia yakin sekali, kalau saat ini Nina sedang menangis histeris karena harus kehilangan kenang-kenangan terakhir yang Irham berikan padanya.

HAHAHAHAHA!!!

"Dia pasti sedang terpuruk saat ini!," Hana meyakini hasil perbutannya dengan bangga.

Usai mandi dan membersihkan diri, Hana keluar dari kamar hotel itu untuk makan malam di restoran yang terletak di lantai satu. Ia berjalan dengan riang karena hatinya sedang berbunga-bunga.

"Mas Irham hanya milikku..., Nina sudah kalah..., aku benar-benar memenangkan segalanya...," ia bersenandung sambil melangkah masuk ke dalam restoran itu.

Seorang pelayan mendekat pada Hana sambil membawakan buku menu. Hana menerima buku menu itu dan melihat semua menu yang tertera di sana.

"Saya mau pesan Nasi Goreng dan Sate Kambing ya Mbak," ujar Hana.

Pelayan tersebut mencatat pesanan Hana dengan cepat.

"Apalagi Mbak pesanannya?," tanya Pelayan tersebut.

"Minumnya Jus sirsak, tolong es batunya agak banyak ya Mbak dan jangan terlalu banyak gula," jawab Hana, lengkap.

"Baik Mbak, pesanannya akan segera diantar," ujar Pelayan tersebut.

Hana kembali bersenandung seperti tadi, di wajahnya tersungging senyuman yang sangat bahagia. Ia tak pernah sebahagia itu sebelumnya. Bahkan ketika Rena mencoba untuk selalu membahagiakannya dengan memenuhi semua keinginan Hana, nyatanya Hana tak sebahagia ketika dirinya bisa menyakiti Nina secara langsung.

Televisi di restoran itu menyala sejak tadi, acara yang menampilkan berita terpampang jelas di sana. Hana akhirnya ikut memperhatikan layar televisi itu saat semua orang terlihat serius menatap ke sana.

"Ya, jadi tersangka pembunuhan sadis di Surabaya ini memiliki komplotan yaitu Puteri kandungnya sendiri yang bernama Farhana Dianika atau lebih dikenal dengan panggilan Hana. Hari ini setelah Ibunya tertangkap dua hari yang lalu, dia akhirnya beraksi sendiri di rumah sakit dan mendorong anak dari korban pembunuhan sadis di Surabaya," jelas AKBP Herman Wijaya - Polisi yang mengusut kasus pembunuhan sadis di Surabaya.

"Apa yang sebenarnya terjadi Pak?," tanya seorang reporter wanita.

"Jadi siang tadi, anak korban pembunuhan sadis di Surabaya itu hendak pulang, tersangka Hana ini tiba-tiba muncul entah darimana lalu mendorong korban sehingga terjatuh dari tangga di lantai dua dan terguling hingga ke lantai satu," jelasnya.

"Jadi bagaimana Pak kondisi terkini anak korban pembunuhan sadis di Surabaya?," tanya salah seorang reporter Pria.

"Kondisi saudari Athanina Sadiqa Nissa saat ini Alhamdulillah sudah membaik. Tim medis di rumah sakit segera mengambil tindakan darurat untuk menyelamatkan saudari Nina dan juga bayinya melalui operasi caesar. Saat ini saudari Nina sudah dalam tahap pemulihan, sementara bayinya masih berada di dalam inkubator karena terpaksa harus dilahirkan secara prematur akibat pendarahan yang terjadi setelah saudari Nina terjatuh," jawabnya.

Hana terpaku di tempatnya duduk dengan perasaan hancur akan kegagalan yang dihadapinya. Ia benar-benar tak menyangka jika Nina dan bayinya akan selamat. Semua itu terjadi di luar dugaannya. Itu berarti, Nina masih memiliki kenang-kenangan dari Irham dan Hana sudah kalah telak dari wanita itu.

"Sialan kamu Nina!!! Berapa banyak sih nyawa yang kamu punya???," geram Hana pelan, agar tak ada yang mendengar suaranya.

"Apa yang ingin Bapak sampaikan untuk seluruh masyarakat Indonesia?."

"Jadi, dihimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia di bagian manapun, di daerah manapun, jika kalian melihat Wanita yang ada di dalam foto ini maka silahkan segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat. Jangan coba-coba untuk menangkapnya sendiri, karena tersangka Hana ini sama berbahayanya dengan tersangka Rena alias Ibu kandungnya. Jangan sampai, jika ada yang mencoba menangkapnya sendiri dikhawatirkan dia akan menyerang menggunakan kekerasan," himbau AKBP Herman.

Foto Hana pun terpampang jelas saat ini di layar televisi itu, Hana pun bergegas keluar dan memakai tudung hoodie yang ia pakai untuk menutupi wajahnya agar tak ada yang menyadari.

Pelayan yang tadi melayani Hana pun mengenali wajah itu. Ia segera berbalik dan menatap meja yang kini sudah kosong.

"Ya Allah!!! Dia tadi di situ!!!," teriak pelayan tersebut.

Semua orang menatapnya dan juga meja yang telah kosong yang ditunjuknya.

"Di mana Mbak? Di mana?," tanya salah seorang pengunjung.

"Di meja itu Pak, dia pakai hoodie abu-abu seperti gambar yang ada di televisi itu," jawab Pelayan itu lagi.

"Oh, dia baru saja keluar. Buru-buru sekali kelihatannya," ujar seorang Wanita yang duduk di dekat meja itu.

Beberapa orang segera keluar dari restoran itu dan mencari sosok Hana yang telah melarikan diri. Namun mereka tak menemukannya. Hana tak kembali ke kamar hotelnya, ia memilih untuk segera pergi menaiki sebuah bus yang lewat di depan halte tak jauh dari gedung hotel berbintang tersebut.

Ia kembali menutupi wajah menggunakan masker, kacamata hitam dan juga topi. Hoodie yang tadi ia kenakan telah dibuang, sehingga ia hanya mengenakan kemeja hitamnya saja. Ia benar-benar mengutuk dirinya sendiri yang begitu bodoh karena harus membuka masker dan topinya di luar rumah sakit, seharusnya ia tahu kalau di sana juga ada CCTV yang bisa merekamnya.

Bus itu terus berjalan keluar dari daerah Ibukota. Entah menuju kemana, Hana hanya bisa terus mengikuti kemana kakinya akan melangkah. Rena sudah tak ada di sisinya, dan ia tak punya tempat untuk kembali pulang.

* * *

Continue Reading

You'll Also Like

258K 17.7K 44
Cover by @MartaaYD_ "Tuhan selalu punya cerita indah, tentang bagaimana cinta dipersatukan. Antara tasbihku dan salibmu, Ada sebuah keajaiban. Bernam...
2.4K 214 17
Teruntuk : Malisa Rahmah Laksamana tersayang, Persahabatan Keluarga Takdir Cinta Keihlasan Mari menulis bahagia, untuk kita bersyukur pada Tuha...
605K 36.4K 43
[COMPLETED] Aku sama sekali tak memikirkan, kalau awal pertemuan kita akan menjadi takdir lain yang sudah ditentukan oleh Allah. Aku tak akan menenta...
1.4K 76 13
created by Imachay Q&A on nurcahyantiima@gmail.com "Saat Allah memilihku sebagai manusia yang dipercayakan menjaga kasih ini, maka bukan tidak mungki...
Wattpad App - Unlock exclusive features