Dibalik Sifat BadGirl ✅

By Crisyashine

16.2K 1.5K 492

[End] "Angelina Carly Argan" Seorang badgirl sekaligus troublemaker yang merasa bahwa perasaan yang ia alami... More

1 : BEY BANDUNG HELLO JKT
2 : ANGELINA NEW DAY
3 : LOLOS!!
4 : BALAS DENDAM part 1
5 : BALAS DENDAM part 2
6 : PENGUNGKAPAN YANG TAK SENGAJA
7 : WASPADA!
8 : MARAH
9 : BAGIAN MASA LALU
10 : ASING
11 : MENANG ATAU KALAH?
12 : BERUSAHA
13(a) : GARA-GARA TOD
13(b) : GARA-GARA TOD
14 : DINNER
15 : CHANGE
PENTING!!!
16 : JANGAN BAHAS ITU
17 : MAWAR MERAH
18 : TERTANGKAP
KELUH KESAH AUTHOR
19 : UCAPAN
20. ANCAMAN
21 : MATI LO ZEIN!
22. KEPANIKAN MONA & DONA
Cast
23 : AKANKAH BAHAGIA?
24 : SADAR
25. RIPAN SAKIT?
26. PDKT
27. KENCAN
28. TIMEZONE
29. LO GILA?
30. OFFICIAL NIH?
31. I'M NOT OKAY
32. GARA-GARA VELRA
33. WHAT HAPPEN?
34. PANIK
35. KAPAN BAHAGIA ITU TIBA
36. APA DAYAKU
37. MASALAH BESAR
38. KENAPA HARUS?
39. JUJUR
40. JUMPA LAGI
41. AKSI
42. PERHATIAN
43. MARAH NIH?
44. BACK AND BACK
45. NATHAN RAISA
46. JALANNYA RENCANA
47. AFRAID
AFRAID (2)
48. ANEH
49. TERBONGKAR
50. PERTANGGUNG JAWABAN
51. PERASAAN
52. TAU
53. KEMBALINYA
54. PERLAHAN
55. KELUARGA ABRAHAM
56. APA MAUNYA?
57. UJIAN
59. Hari H
60. PERMOHONAN
61. RAHASIA RIPAN
62. LIBURAN
63. TUMBANG
64. TERULANG
65. ANGELINA PERGI
Extra Chapter

58. CERAI

71 4 0
By Crisyashine

Hai gaes!!!
Balik lagi bareng aku, mendekati ending nih. Yang udah baca sampai sini makasih banget.

Yang sudah dukung cerita ini, vote cerita ini aku ucapin Terima kasih banyak sebanyak-banyaknya.

Jangan lupa vote dan coment ya...

Cuss...

Manusia tak bisa menebak bagaimana akhir dari cerita mereka. Ya begitulah sang takdir, kalau begini manusia bisa apa?

***

Angelina menatap setiap tetesan air hujan yang bercucuran dari atap kamarnya. Menengadahkan tangan menampung air yang baru jatuh, aneh rasanya ia tiba-tiba merasakan sedih. Pertanda apa sebenarnya, tak mau pikir panjang gadis itu berjalan masuk kembali ke kamarnya.

"Huft..., nggak ada kerjaan gini kaya gak guna banget gue jadi manusia." celetuk gadis itu.

Kalau saja dia masih bisa sekolah dan berada di Jakarta, pasti jam-jam sekarang ia akan mendengarkan ceramah guru bahasa inggrisnya.

"Jadi rindu, hehe..." ucap Angelina.

"Ina," seru seseorang dari balik pintu kamarnya.

Gadis itu melompat dari kasurnya berlari ke arah pintu, kemudian membukanya. Disana ia dapat melihat Mona dengan Argan yang menggunakan pakaian santai. Hal itu jelas membuat Angelina bingung, tidak mungkinkan kedua orangtuanya tidak kerja.

"Papa sama mama..."

"Kita ambil cuti beberapa minggu, lagian yang punya perusahaankan papa." ucap Argan sambil terkekeh.

"Sombong~" gurau Angelina.

"Udah waktunya makan siang, ayo kita makan bareng nenek." ujar Mona sambil memeluk bahu Angelina.

Gadis itu merasa ada yang tidak beres dengan kedua orang tuanya, pasti ada hal yang mereka sembunyikan dari Angelina. Ya, Anggelina yakin sejauh ini intuisinya tidak pernah salah.

"Aneh," ucap Angelina.

"Apa yang aneh sayang?" balas Argan.

"Sikap mama sama papa aneh, kenapa manggil Angel harus berdua coba. Biasanya cuma mama aja kalau enggak papa aja yang manggil. Kenapa kali ini harus barengan?" ujar Angelina sambil memandang curiga Mona dan Argan.

"Kamu ini ada-ada aja, apa yang aneh sih Na. Lagian papa kamu nih! Gak mau jauh-jauh dari mama pengen deket terus, " ucap Mona.

"Iya, papa pengen deket terus sama mama kamu. Kangen istri nggak papakan?" ujar Argan.

Angelina hanya menggeleng tak percaya dengan kedua orang dewasa di depannya. Alhasil ia berjalan lebih dulu dari Argan dan Mona, meninggalkan sepasang suami istri yang sedang bergurau itu.

***

Reyhan galau.

Vino juga galau.

Apalagi Ripan.

Ketiga cowok itu menghembuskan napas secara bersamaan di meja kantin.  Nathan yang berhadapan langsung dengan Vino dan Ripan memandang bergantian ketiga sahabatnya itu.

"Ada badai apa nih?" ujar Nathan menatap Reyhan, Ripan dan Vino.

"Gue ditolak Velery, gila ya itu cewek. Masa gue yang tampan mempesona gini di tolak," celetuk Vino tak terima jika mengingat kejadian beberapa menit lalu.

Nathan mengganguk, kemudian menatap Reyhan yang berada di dekatnya.

"Gue kangen calon istri,"

Ripan mendongakkan kepalanya melihat ke arah Reyhan yang berada tepat di hadapannya. Kemudian ia menghela napas panjang kembali, membuat ketiganya menatap Ripan.

"Apa?"

"Lu juga kenapa sih Pan? PMS lu?"

"Gak!"

Nathan menggelengkan kepala melihat Ripan yang tak bersemangat itu, namun ia kembali teringat percakapan Vino dan Ripan di markas. Haruskah ia menanyakan langsung dengan Ripan nanti.

"Gue harus gimana??" erang Reyhan frustasi.

"Kenapa sih lu babi!" ucap Vino sambil melempas tisu yang ia gunakan untuk membersihkan tangannya tadi.

"Jorok anjir!" ucap Reyhan menatap tajam Vino.

"Piss, men! Hehehe..."

"Lu kalo kangen sama adek gue ya tinggal telpon aja sih repot banget, gak usah katrok lu tinggal nggak di goa. Masa gitu aja nggak tau," ucap Nathan sambil menyedot esnya.

"Masalahnya, Angel tuh lagi marah sama gue. Katanya gue nggak boleh ngehubungi dia kalo nilai akhir gue nggak sempurna. Dia nuntut gue lulus dengan juara satu!! Gila aja otak gue pas-pasan ini," jelas Reyhan.

"Ya tinggal belajar, susah amat hidup lo!?" celetuk Vino.

"Masalahnya gimana gue mau semangat kalo penyemangat gue aja gak mau dihubungi. Harusnya diakan nemenin gue waktu belajar gitu sambil vc, ah elah pupus sudah harapanku." ujar Reyhan.

Ripan menghela napas kembali, membuat Reyhan menoleh kearahnya dengan tergesa.

"Kenapa lo?"

"Nggak papa,"

"Kaya cewek anjir, ditanya jawabannya gak papa." ucap Vino.

"Gue tampol ya lu," ucap Ripan sambil menatap Vino. Namun Vino hanya cengengesan tidak jelas.

"UN lima hari lagikan?" ucap Nathan, mencoba mengalihkan topik pembicara mereka.

"Yoi, nggak terasa bentar lagi gue lulus." ujar Vino sambil menompang dagunya pada meja.

Nathan, Ripan dan Reyhan mengangguk paham. Kemudian mereka terdiam sesaat sibuk dengan lamunan masing-masing.

Drrt...drrrt...

"Bentar gue angkat telepon dulu," ucap Reyhan.

"Siapa?" tanya Vino.

"Ibu Negara," balas Reyhan kemudian menjauh dari mereka.

Reyhan berhenti di dekat tembok yang lumayan sepi. Ia memandang layar ponselnya, terlihat jelas panggilan masih berlanjut.

"Ma?"

"Reyhan, mama harus gimana?"

"Kalau itu yang mama pengen, Reyhan akan dukung aja. Asalkan mama bisa senang dan lega. Reyhan nggak mau mama down karena banyak pikiran, Rey sayang mama melebihi segalanya."

"Kalau papa kamu marah lihat surat cerai ini gimana?"

"Papa nggak akan marahin mama, percaya sama Reyhan."

"Mama takut Reyhan,"

"Ma. Reyhan akan ikut mama, Reyhan janji akan jaga mama." ucap Reyhan dengan mantap.

"Baiklah, mama akan beres-beres bajumu dulu. Kemudian memindahkannya ke apartemen."

"Baju Rey, biar Rey urus sendiri. Yang terpenting mama udah siap."

"Baiklah! Mama akan bilang ke papa kamu setelah dia pulang."

"Iya ma, mama hati-hati di rumah. Takut aja medusa itu jahatin mama,"

"Kekeke~ huss. Nggak boleh ngomong gitu, mama nggak pernah ngajarin."

"Iya ma, maaf."

Reyhan memejamkan mata sambil bersandar pada dinding di belakangnya. Ia mencoba tenang tentang kejadian yang menimpa keluarganya. Anehnya, mengapa tidak ada satu media yang mengabarkan kasus ini.

Terakhir kali yang Reyhan dengar hanya berita tentang sadarnya istri Abraham, yaitu Rose mamanya dan Kerjasama Abraham dengan perusahaan Jepang.

Sebenarnya kenapa semua media mendadak buta seperti ini, Reyhan jadi mengira jika semua ini memang sudah dirancang oleh Abraham, papanya. Abraham pasti sudah membungkam segala hal tentang hubungannya dan wanita itu, Reyhan yakin soal ini.

"Gue bener-bener benci sama papa gue sendiri,"

***

Abraham datang dari kantor dengan wajah kelelahan, tak terasa kecelakaan yang tanpa sengaja membawa keretakan pada rumah tangganya.

"Dimana Miranda?"

"Dia sedang menunggu di kamar tuan." Abraham hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Bawa keruang kerja!" perintah Abraham

"Baik,"

Pria itu berjalan menuju kamarnya, bukan kamarnya bersama Miranda. Melainkan kamarnya dengan Rose, istri pertamanya. Jujur sebenarnya ia sangat-sangat mencintai Rose melebihi apapun, tapi dia juga tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya terhadap Miranda.

Ceklek...

Abraham menelusuri setiap kamarnya, rasanya sangat berbeda. Kenapa sekarang terasa lebih pengap dan dingin dari biasanya, pria itu memutuskan melangkah memasuki lebih dalam.

"Kemana?" gumamnya.

Setelah sampai di dekat ranjang ia melihat sebuah aplop dan juga map coklat di atas nakas. Tangannya terulur meraih kedua benda itu.

Abraham membuka aplop kecil itu lebih dulu, ternyata sebuah surat. Pria itu membaca setiap kata demi kata, tapi baru setengah isi dari surat matanya membulat.

Ia segera berjalan ke arah almari baju disana, membuka pintunya satu perasatu. Kosong. Dia tidak menemukan baju Rose, istrinya.

"Hah..." Abraham berjalan mundur kemudian terduduk di lantai dengan lemas.

"Rose...kenapa?"

"Kenapa, maaf maaf maaf maaf..." ucap Abraham.

Pria itu menggumamkan kata maaf berkali-kali, tanpa sadar ia meneteskan air mata. Air mata yang jarang sekali ia perlihatkan seumur hidupnya, terakhir kali ia menangis adalah saat kecelakaan Rose, artinya setelah dua tahun ia menangis kembali itupun karena Rose.

"Aku pria brengsek. Aku brengsek, ARGHH...."

Abraham mengingat ia belum melihat map coklat itu, dengan segera ia meraih dan membukanya.

Surat Cerai.

Cobaan apa lagi ini, pria itu memandang surat itu tanpa berkedip. Air matanya jatuh dengan sendirinya, rasanya kepalanya ingin pecah dan dadanya sangat sesak.

Srek...

Abraham menyobek surat itu dengan kesal kemudian meremas dan membuangnya ke segala arah. Jangan tanya bagaiamana keadaannya sekarang. Hatinya hancur, wajah lelahnya semakin terlihat menyedihkan. Kemeja yang ia kenakan sudah di buka dua kancing teratasnya.

"Kembali Rose, kembali. Gimana aku hidup tanpa kamu..." ucapnya parau.


***

Jangan lupa vote dan komen ya:)
Tunggu Next chapter minggu depan....

Continue Reading

You'll Also Like

5.9K 1.1K 22
"You special" Angelani Isabian Hendrasetta Seorang mahasiswi disalah satu kampus popular di Indonesia. Ketika ia menemukan seorang pria yang tak seng...
662K 31.3K 97
(Attention!!) -Cerita ditulis secara profesional dengan mengikuti potrait-potrait kehidupan yang ada seperti konflik bullyan di sekolah elit, status...
6.8M 271K 83
FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ^^ SUDAH TERBIT DI GLORIOUS PUBLISHER YANG MAU BELI NOVELNYA, BISA BELI DI SHOPEE YAA ^ ^ MAMPIR JUGA KE WORK 'EQUANIMIT...
2.9M 38.4K 40
WARNING ⚠️ [21+] Cerita remaja dengan unsur Dewasa. Serta mengandung kekerasan !!! Felichia Cesta gadis cantik dan manis, pendiam dan pintar. memilik...
Wattpad App - Unlock exclusive features