s贸lo tu [End]

By Hitamanis03

132K 1.8K 190

Kritik dan saran sangat saya butuhkan. 鈾ワ笍馃尫鈾ワ笍 "Entahlah...kalo kamu minta, pasti aku berikan. Selama ini kamu... More

satu!
dua
tiga
empat
lima
enam
tujuh
delapan
sembilan
sepuluh
sebelas
duabelas
tigabelas
empatbelas
limabelas
enambelas
tujuhbelas
delapanbelas
sembilanbelas
duapuluhsatu
duapuluhdua
duapuluhtiga
duapuluhempat
duapuluhlima
duapuluhenam
ending
ekstra part
PENTING!!!

duapuluh

3K 57 6
By Hitamanis03

"Gak ada yang ketinggalan?" Tanya Ocy pada suaminya sambil memperbaiki kerah baju Nico.

"Enggak ada." Nico mencium pucuk kepala istrinya saat Ocy mencium tangan suaminya.

"Hati-hati ya." Ocy tersenyum paksa.

"Iya, kamu jaga rumah, jangan terlalu capek dan jangan telat makan. Awas kalau aku tau kamu telat makan," Peringatnya.

"Iya, Nico. Kamu juga."

Nico pun pergi ke luar di antar Ocy sampai teras rumah.

"Dahh!" Nico melambaikan tangan saat mobilnya melaju keluar gerbang rumah.

Nico akan pergi ke luar kota untuk tiga hari kedepan karena urusan pekerjaan, dan Ocy pun tidak tahu detailnya karena Nico pun tidak memberitahu.

Setelah mobil yang di kendarai Nico hilang dari pandangan, Ocy pun masuk ke dalam rumah dan menuju dapur untuk membuat jus alpukat, entah kenapa ia tiba-tiba menginginkannya.

Saat sedang mengupas buah alpukat itu, Ocy merasa mual dan ia langsung pergi ke toilet dan muntah-muntah. itu terjadi berulang kali, Ocy terus bulak-balik ke dalam toilet, hal itu membuatnya lemas. Ocy pun memutuskan untuk istirahat di kamar.

Ocy ingin memberitahu Nico, tapi ia urungkan karena tidak mau mengganggu pekerjaan suaminya itu.

Ocy baru keluar dari kamar mandi saat seseorang mengetuk pintu kamarnya.

Toktoktok!

"Siapa?" Teriak Ocy dari dalam.

"Saya Non," jawab bi Minah.

"Oh, sebentar Bi." Ocy membukakan pintu dan mendapati bi Minah di sana.

"Ada apa bi?" Tanyanya.

"Tadi saya dengar Non muntah-muntah jadi saya bawakan air hangat." bi Minah memberikan segelas air hangat kepada Ocy.

"Makasih bi, mungkin saya cuma masuk angin," ucap Ocy lemah, wajahnya tampak pucat.

"Non istirahat aja, atau mau saya buatkan sesuatu?" Tawarnya.

"Enggak usah bi, saya mau istirahat aja." Ocy pun berjalan menuju kasur, tapi saat berbalik ia hampir terjatuh.

"Biar saya bantu Non." bi Minah mengambil gelas yang ada di tangan Ocy dan menuntun Ocy ke kasur, Ocy tidak menolaknya.

Ocy baring perlahan dan menyelimuti tubuhnya.

"Saya pijitin kakinya ya Non." Bi Minah memijit pelan kaki Ocy, Ocy lagi-lagi tidak menolak, dan perlahan ia tertidur.









***






Sudah dua hari Ocy terus muntah-muntah seperti itu, dan bi Minah selalu menjaganya.

"Non, mending kita kerumah sakit aja, mukanya itu udah pucet banget," Bujuk bi Minah, pasalnya Ocy dari kemarin tidak mau di bawa ke rumah sakit.

"Saya gak mau ke luar rumah kalo gak ada Nico, bi. Saya takut. Saya tunggu Nico pulang aja besok baru saya ke rumah sakit," jelasnya.

"Non gak mau periksa sekarang? siapa tau Non hamil, dulu pas saya hamil anak saya, saya juga begitu Non, muntah-muntah." ucap bi Minah.

Ocy terdiam, dan dia mengingat-ingat jika dia belum menstruasi sampai sekarang. Ocy menatap bi Minah.



























Rumah sakit🏥

Setelah mendengar Bi Minah bicara tentang kehamilan, Ocy pun penasaran dan mengajak bi Minah ke rumah sakit permata. Salah satu rumah sakit terbesar di sana.

Ocy sedang di periksa dan di temani oleh bi Minah, dan setelah di periksa, mereka berdua duduk di kursi dan mendengarkan penjelasan dokter.

"Selamat ya Bu, ibu sekarang sedang mengandung, dan kandungannya sedang memasuki usia empat Minggu." Dokter itu menjelaskan perlahan apa yang baik di lakukan dan larangan untuk ibu hamil.

Setelah selesai, Ocy dan bi Minah keluar dari ruangan itu dan ingin pergi menebus obat. Tapi saat ia berjalan di koridor rumah sakit, ia melihat seseorang di depan ruang rawat inap sedang mengobrol.

Ocy menatap bi Minah. "Bi, itu Nico 'kan?" Bi Minah pun mengikuti arah pandang Ocy.

Bi Minah kaget dan mengangguk pelan.

Ocy tidak akan sekaget itu jika saja Nico tidak melakukan hal itu, Di sana pun ada Alex, papa mertuanya. Nico sedang asik mengobrol dengan seorang wanita, dan Alex yang sedang bersender di dinding.

Ocy menutup mulutnya tidak percaya saat nico memeluk wanita itu. Apa ini? Apa yang baru saja Ocy lihat? Nico bilang dia pergi ke luar kota untuk sebuah pekerjaan, tapi apa yang baru saja terjadi di hadapannya? Nico memeluk wanita lain selain dirinya?

"Non." bi Minah memegang lengan Ocy, Ocy memejamkan matanya sejenak dan mengalirlah air mata di pipi. Ocy cepat-cepat menghapusnya dengan kasar dan mengajak bi Minah pergi dari sana.

Setelah selesai menebus obat, Ocy dan bi Minah langsung bergegas pulang menggunakan taksi. Selama perjalanan pulang Ocy diam saja sambil mengelus perut ratanya, membuat bi Minah yang duduk di sebelahnya khawatir.

"Non, saran Bibi, jangan terlalu banyak di pikirkan, kasian calon bayinya." Ocy menoleh.

"Bi, boleh Ocy meluk Bibi?" Pintanya dengan mata berkaca-kaca, bi Minah yang tidak tega pun mengangguk, Ocy langsung menangis dalam pelukan hangat bi Minah. Ocy membayangkan bahwa yang ia peluk adalah ibunya, ia merindukan sosok ibu, dan setelah bertahun-tahun lamanya, baru sekarang lagi ia di peluk oleh seorang ibu, walaupun itu bukan ibunya, tapi Ocy merasa nyaman.

Sesampainya di rumah, Ocy pergi ke dapur di ikuti oleh bi Minah.

"Non mau apa? Biar saya aja yg ambil," ucap bi Minah khawatir

"Saya cuma mau minum kok bi." Ocy tersenyum dan mengambil gelas lalu menuangkan air ke dalamnya.

"Bi, saya ke kamar dulu ya."

"Saya antar ya Non?"

"Gak usah bi, saya bisa sendiri."

Ocy pun pergi membawa obatnya ke dalam kamar. Ocy menaruh obatnya itu di dalam nakas samping tempat tidur lalu duduk di tepi kasur sambil mengelus perutnya.

"Kamu baik-baik di dalam sana ya sayang." Ocy tersenyum mengingat ada kehidupan lain di dalam dirinya.

Ocy beranjak untuk mandi.

Saat Ocy keluar, bi Minah ada di dalam kamarnya membawa makanan untuknya.

"Bi," panggilnya.

"Eh, Non. Ini bibi bawakan makanan, di makan ya." bi Minah menaruhnya di atas nakas.

"Iya nanti saya makan." Ocy pergi ke meja rias dan menyisir rambutnya.

"Yasudah saya permisi, jangan lupa di minum obatnya Non." bi Minah mengingatkan.

"Iya bi, makasih udah di ingatin." Bi Minah mengangguk dan ingin pergi, tapi Ocy kembali memanggilnya.

"Bi," panggilnya.

"Iya Non?"

"mungkin besok Nico pulang. Jangan beritahu apa yang kita lihat tadi siang dan tentang kehamilan saya ya?" Ocy menatap bi Minah melalui cermin yang ada di hadapannya.

Bi Minah mengangguk "iya, non. Kalau begitu saya permisi."

Ocy mengangguk dan bi Minah pun pergi ke luar lalu menutup pintu kamar Ocy.







🌷♥️🌷

NICO GUOBLOK!!!

BISA BISANYA DIA PELUKAN SAMA CEWEK LAIN DI RUMAH SAKIT!!!

PADAHAL ISTRINYA LAGI HAMILLLLL!!!

heran deh sama laki-laki, emang semua laki-laki tuh kek gitu ya? Awas aja kalo suamiku kaya begitu, bakal aku gorok itu lehernya (jangan di tiru).

Okedeh,,,,gimana ceritanya?

Garing ya??

😂

Oy, mampir ke cerita aku yang di sebelah juga dong, garing bet gada yang mampir...

JANGAN LUPA VOTE & KOMENNYA YA ♥️!!!

Continue Reading

You'll Also Like

5M 203K 52
馃搶SEBAGIAN PART DI HAPUS DEMI KEPENTINGAN PENERBITAN!!馃搶 Mana yang katanya selalu ada?!. Kata orang keluarga adalah tempat kita meminta perlindungan...
58.8K 6.3K 44
DITERBITKAN OLEH JEJAK PUBLISHER 2019 Blurb: Kesalahan di masa lalu membuat Kiara harus menanggung segalanya sendirian. Dibuang oleh keluarga ya...
258K 10.4K 59
Dipublikasikan 28 Maret 2020 [END] Siapa yg tak kenal dengan keluarga WIJAYA? keluarga terkaya se asia Awalnya baik-baik saja,sampai akhirnya ada ses...
A Feeling By W_197

Teen Fiction

47K 1.2K 38
Kisah seorang gadis yang merasa kesepian dalam hidupnya di karenakan seluruh anggota keluarga nya sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga mere...
Wattpad App - Unlock exclusive features