Mantanku Jodohku

Autorstwa AnitaSeptiyani1109

1.3K 35 0

Menceritakan seorang perempuan asal Bandung yang mempunyai kekasih,dan menjalin kasih hingga 1 tahun 6 bulan... Więcej

part 1
part 2
Part 3
Part 4
part 5
Part 7
Part 8

Part 6

116 2 0
Autorstwa AnitaSeptiyani1109

Happy reading:)

"MAMAH"pekik Radit saat melihat mamahnya yang tergeletak di lantai.

Raditpun langsung menghampiri mamahnya dan menggendong nya ala bridal staile untuk menuju kamarnya.

Saat Radit menaiki anak tangga ia melihat sang ART. Bi Inah. Ia pun langsung menyuruh dokter yang sering ke rumahnya jika ada seseorang di rumah yang sedang sakit.

"Biii tolong telpon dokter!!cepetan!!."

Bi Inah tersentak kagen saat melihat Radit yang sedang menggendong Safa Harris Maulana sang majikan"Ee..ehh itu nyonyaa..eh iii iyaa den."

Setelah Radit sampai di depan kamar mamahnya itu Radit langsung membukanya dengan kaki kirinya karna tangan nya tidak bisa membukanya.Dan Radit segera membaringkan mamahnya di kasur queen size-nya.

Tidak lama dokter datang dengan tas yang berisi alat-alat untuk mengecek keadaan pasien nya.

"Gimana dok keadaan mamah saya?" Tanya Radit ketika dokter sudah selesai memeriksa mamahnya.

"Mamah kamu tidak apa-apa. Dia hanya kecapean saja,mungkin dia telat makan jadi pingsan seperti ini. Tapi mamah kamu kan punya asam lambung yang kadang kadang kambuh jadi jangan sampe telat makan kayak gini lagi. Ini resep obatnya kamu dinggal tebus di apotek terdekat."jelas dokter kepada Radit.

"Oh,iya dok saya usahain. Terima kasih dok."

Dokter tersenyum dan langsung bangkit dari duduknya "Iya sama-sama. Yasudah saya kembali masih ada pasien yang harus saya periksa di rumah sakit. Marii."pamitnya kepada Radit.

"Eh iya dok silahkan."

"Bi tolong anter dokter sampe keluar ya."lanjut Radit yang menyuruh Bi Inah untuk mengantar dokter sampai pekarangan rumah nya.

"Iya den laksanakan"

Setelah Radit melihat dokter keluar dengan Bi Inah ia langsung pergi keluar kamar dengan menutup pintu dengan sangat hati-hati agar tidak mengeluarkan bunyi.

Setelah Radit keluar Radit langsung pergi ke kamarnya untuk mengambil jaket dan meronggoh celana sekolah abu-abunya tadi karna ia tidak sempat untuk mengganti pakaian nya.

"Bii Radit ke apotek dulu ya mau nebus obat yang tadi dokter kasih resepnya."Pamit Radit kepada Bi inah yang sedang menyapu lantai di ruang tamu.

"Iya den. Hati-hati dijalan,jangan ngebut bawa motornya."

"Iya Bii tenang aja kan Radit adiknya Rossi. Hha"tawa Radit ketika menyebut dirinya sebagai 'adik Rossi'.

Bi Inah hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Jetika Radit membuka pintu inti rumah megah nya ia melihat dua orang paruh baya perempuan dan laki-laki dan satu perempuan anak remaja seumuran nya

Deg

"Inikan  perempuan yang tadi.ahh ga mungkin dia anaknya..."batin Radit dan langsung menyingkirkan pikiran yang tidak tidak nya.

"Assalamualaikum,Radit gimana kabar kamu?." Tanya laki-laki paruh baya itu

Radit langsung tersentak dengan pertanyaan itu yang membuyarkan lamunan nya.

"Radit baik kok om,om Fahmi sama tante Amel gimana kabarnya?"tanya balik Radit kepada Fahmi dan Amel yang tidak lain adalah kedua orang tua Sheni.

"Kita baik kok Ditt. Gimana kabar mamah kamu sayang."ucap Amel sang mamah Shenisambil memegangi pundak kiri Radit.

Radit tersenyum hangat kepada mamah Sheni"Mamah lagi sakit tante,sekarang mamah lagia da di kamarnya kalo om sama tante mau melihat silahkan tanya saja pada Bi Inah soalnya Radit mau ke apotek buat tebus obat."Jelas Radit kepada mereka.

Mereka berdua syok mendengarnya dan perempuan yang ada di belakang merekapun ikut syok.

"Astaga!yasudah kita lihat mamah kamu,eh tapi kamu di temani sama Sheni ya Ditt."ucap Amelia yang menyuruh Radit dan Sheni untuk ke apotek bersama.

Deg

"Sheni??itu Sheni??"tanya nya di dalam hati.

"Ii.. iituu Sheni tente?."tanya Radit yang tidak menyangka bahwa perempuan yang di belakang Amelia dan Fahmi adalah Sheni Putri Kalisya yang sekarang ia berpenampilan berbeda dan menjadi wanita yang cantik.

"Iya sayang masa kamu lupa sama Sheni."

"Yasudah kita mau melihat mamah kamu dulu,boleh masuk ga nii Ditt?"tanya Fahmi papahnya Sheni sambil agak bercanda agar suasana tidak menegang.

"Eh iyaa Radit sampe lupa maaf hehe,silahkan om tante."ucap Radit sambil menepuk jidatnya karna membiarkan tamu berdiri di depan pintu.

"Iya iya gakpapa. Yasudah kamu pergi sama Sheni ya Dit."ucap papahnya Sheni.

"Maukan Shen?"lanjut papahnya Sheni yang bertanya kepada Sheni.

Sheni tersentak dengan pertanyaan papahnya. "Ah.. Sheni pah?eh iiya pah mau kok."kata Sheni yang gelalapan.

"Yasudah om tante silahkan masuk,nanti tanya aja sama Bi Inah ya om tante,Bibi ada di dalem kok." Radit mempersilahkan mereka masuk.

"Iya iya Ditt."Ucap mamahnya Sheni dan langsung memasuki rumah Radit.

Ketika mereka sudah memasuki ruamh Radit. Ia hanya dengan Sheni.

"Oyy jangan bengong mulu!gue tau gue tambah ganteng!cepet gue mau tebus obat."ucap Radit mengagetkan Sheni yang sedari tadi seperti terhipnotis melihat ketampanan Radit.

Sheni alngsung tersentak kaget mendengar ucapan Radit "Eh.. diih lo narsis banget!!dasar mantan sialan!!"

"Dih adanya lo yang sialan pake dateng lagi ke hidup gue!!kalo lo jatuh cinta sama gue lagi gimana?kan ribet!"

"Sorry,gue ga bakalan jatuh ke hati mantan kembali."

"Eh awas lo kemakan omongan sendiri!."

"Ga akan!!."timbal Sheni yang kesal dengan dengan Radit.

Radit hanya  terkekeh geli melihat Sheni yang sedang kesal kepadanya "Yaudah ayok kasian mamah gue"ucapnya sambil menarik tangan Sheni.

Deg

Jantung Sheni berdebar seketika melihat perlakuan Radit kepadanya.

"Astaga si mantan sialan emang dia gak tau apa kalo sekarang gue lagi jantungan!!"batinnya Sheni.

Radit tersenyum ketika menarik Sheni karna Sheni tidak menolak jika Radit memegangi tangan Sheni.

Ketika mereka sampai di depan motor ninja milik Radit,Radit langsung mengambil helm berwarna biru khusus untuk perempuan yang biasa di gunakan oleh mamahnya Radit.

"Nih pake helm nya"Radit yang memberikan helm kepada Sheni.

Sheni langsung memakainya"Makasih"ucap Sheni sambil tersenyum hangat kepada Radit.

"Iya"Radit membalasnya dengan senyuman hangat juga.

Sheni langsung manaiki motor ninja hitam milik Radit.

"Pegangan!gue ga mau lo ilang pas sampe di apotek nanti"titah Radit kepada Sheni dengannada meledek.

"Emang gue apaan!!gue juga ga bakalan kebawa angin kali!"dengus Sheni.

Tawa Radit cair ketika Sheni kesal kepadanya. Ia langsung menancap gas dan Sheni pun hampir kejengkang ke belakang karna Sheni belum siap siap untuk berangkat. Sheni reflek memeluk Radit agar tidak terjatuh dari motor.

"Kampert!!dasar mantan sialan!!"omel Sheni sambil memukul punggung Radit,sedangkan yang di omeli malah tetawa terbahak-bahak melihat Sheni yang sepertinya marah besar.

__________

Di tempat lain seorang perempuan sedang bahagia karna kejadian nya sore tadi di perpustakaan sekolahnya. Sepertinya ia sedang jatuh cinta. Perempuan itu adalah Salwa Riani. Dia sedang kegirangan di dalam kamarnya sambil terduduk di pinggiran kasur king size nya jika teringat kejadian ia dan kakak kelasnya yaitu Raditya Syaputra Maulana

"Duh kok aku jadi bahagia kebangetan gini yaa. AAAA!!".pekiknya karna kegirangan.

Tapi seketika pintu kamarnya terbuka dan menampakan seorang laki-laki paruh baya di ambang pindu dan ia adalah Rian Pratama __Ayah Salwa Riani__

"Anak ayah kenapa jerit-jerit gitu?"tanya-nya yang masih di ambang pintu.

Salwa tersentak kaget karna ayah-nya yang datang secara tiba-tiba.

Salwa menunjukan cengirang khasnya yang terlihat sangat imut "Eh ada ayah ganteng hehe... gapapa kok yah"

Rian hanya menggeleng heran"Anak ayah kayaknya jatuh nii" ucapnya sambil terkekeh melihat putrinya.

"Ahh.. eh eemm enggak kok yah,ayah jangan so tau deh."alibinya dengan wajah yang memerah.

Ayah Salwa langsung merangkul sambil terduduk di samping Salwa.

"Yasudah iya,ayok makan malem dulu semuanya udah siap di meja makan sal ayok ayah udah laperni dari tadi nungguin kmu ga keluar-keluar dari tadi."

"Eh iya maaf ya yah,salwa lupa hehe."

"Udah udah iya gapapa laguan lebaran masih lama ah.ayok"

"Iya iya yah."
Mereka langsung berdiri dari duduknya danpergi untuk bermakan malam bersama.

__________________

Sheni dan Radit menembus jalan raya yang lumayan ramai. Diantara mereka hanya ada keheningan tidak ada satu patah kata yang terucap dari mulit mereka masing-masing dan hanya ada kecanggungan di antara mereka.

Dan mereka di berhenti karna lampu mereh.
Radit tidak suka keadaan yang canggung seperti ini. Ia berniat untuk mencairkan suasana.

"Shen"panggilnya.

Sheni yang yadinya melihat ke samping ia pun melihat radit dari kaca spion.

"Hemm"balas Sheni dengan dehaman pelan.

"Lo kok bisa pulang ke Bandung lagi?"

"Ya emang kenapa!ga beh gitu!!"sewot nya,padahal Radit hanya bertanya untuk mencairkan suasana namun Sheni malah sinis kepada Radit.

"Sinis amat lo! Gue cuma nanya doang siapa tau lo pulang ke sini karna rindu sama gue."jawabnya santai.

Sheni yang mendengar ucapan Radit ia langsung melotot dan mencubit pinggangnya Radit dengan keras"Lo ge'er banget sii!! Najis tau gak!!."

Radit meringis karna di "Aah ahh Shen sakit!"mendengar ringisan Radit,Sheni langsung melepas cubitan-nya.

"Rasain lo!mangkanya jadi orang jangan kege'eran!udah ayok tu lampu merah udah ganti baju!!cepet jalan lo butaa!!"omelannya Sheni hanya di bals dengan tawa Radit.

Radit langsung menjalankan motornya kembali dengan tawa yang masih setia.

"Lo nyebelin tau gak!!"ucap Sheni sambil memukul punggung Radit pelan.

"Nyebelin atau ngangenin?"jahil Radit.

"Nyebelin!!"

"Nyebelin atau ngangenin?"

"Nyebelin"

"Ngangenin atau nyebelin?"

"Ngangenin!!"Sheni tersentak dan memukul-mukul mulutnya karna ucapannya.

Radit tertawa dan berbahagia karna ucapan Sheni tadi"Nah kan ketauan!!"

"Enggak tadi gue ga sengaja ngucapin yang tadi!"padahal Sheni memang merindukan Radit yang nyebelin tapi ngangenin. Munafik lo Shen://.

"Sengaja juga gapapa"kata Radit sambil tersenyum tapi tertutupi oleh helm nya.

Sheni terdiam dengan hati yang berdetak lebih kencang dari biasanya. Sepertinya ia mulai terinfeksi oleh virus C.I.N.T.A. yang dulu mulai kembali. Dan pipinya mulai memanas dan memerah.

Radit yang melihat Sheni sedang blushing pun tersenyum hangat namun tetap tidak bisa terlihat karna helm nya.

Sekarang motor Radit sudah berada di depan apotek nya untuk menebus obat.

"Turun"titah Radit kepada Sheni.

Sheni tidak menyahuti ucapan Radit,ia langsung turun tanpa berucap sedikitpun karna ia masih merasa kesal dengan Radit dan raditpun menyadari akan hal itu.

"Jangan marah walaupun lo marah ga bikin gue takut."ucap Radit dengan santainya sambil memasukan tangan nyavke saku celana sekolahnya.

"Ya pasti lo ga takut!gue kan lagi ga nakut-nakutin lo!!"ucap nya dan melangkah pergi kedalam toko obat atau apotek itu untuk meninggalkan Radit.

Radit hanya menggeleng kan kepalanya "Lo ga berubah Shen!masih seperti Sheni yang dulu yang gue suka."ucap nya sambil membentuk lengkungan kecil di bibir manisnya.

Radit langsung menyisul Sheni memasuki toko obat itu.

"Mba saya mau tebus obat,ini resep obat nya."Radit dengan kata-kata sopan kepada pelayan toko obat itu.

"Eh iya sebentar saya ambilkan obatnya dulu."

"Iya."

_____________________

Kini dua orang paruh baya yang berpasangan memasuki kamar Safa Harris Maulana,istri dari almarhum Harris Maulana dengan di antar oleh ART pribadi yang ada di rumah keluarga Harris Maulana.

"Maaf nya,ini ada yang mau ketemu nyonya"ucap Bi Inah si ART pribadi di rumah megah itu.

Safa yang mendengar tutur kata Bi Inah langsung menoleh kepada Bi Inah"Siapa?suruh masuk aja"

Bi Inah menganggukan kepalanya pelan "Iya nya,sebentar."

Bi Inah membukakan pintu kamar Safa sang mamah Radit dan muncuk kedua orang berpasangan paruh baya yang seumuran dengan Safa. Safa yang yadinya berbaring langsung beranjak dari tidurnya untuk duduk dan bersandar.

"Eh ada kalian ayok sini Mel,Fahmi. Maaf ya jadi ga bisa ngelayanin kalian dengan baik."ucap nya melihat Amelia dan Fahmi sahabat lamanya.

Mereka langsung menghampiri Safa dan duduk di pinggiran kasur dengan bebarengan.

"Iya gapapa kok Sa,yang ada kita yang minta maaf karna udah ganggu istirahat kamu."ucap Amelia mamah Sheni karna tidak enak hati telah mengganggu istirahat sahabat lamanya itu.

"Iya Saf,tapi kenapa kamu bisa sampe kayak gini?"sahut Fahmi papahnya Sheni sambil bertanya dengan keadaan Safa.

Memang mereka bersahabat sejak SMP sampai sekarang tapi mereka sudah lama tidak bertemu karna keluarga Fahmi yang harus mengurus pekerjaan di Jakata.

"Gapapa,aku cuma kecapean bekerja aja."balsnya dengan senyuman hangat kepada mereka.

"Eh iya nyonya saya pamit kedapur dulu amu ngelanjutin bikin makanan dulu."ucap Bi Inah yang masih ada si kamar Safa.

Namun hanya di balas anggukan oleh majikan nya.

"Emang Harris kemana? Dia ga kerja apa?"heran Fahmi karna mendengar ucapan Safa. Mereka juga tidak tau menau dengan meninggalnya  sahabatnya itu karan mereka putus kontak.

Safa langsung menunjukan raut wajah yang masam bersedih karna teringat mendiang suami tercintanya.

"Mas Harris udah meninggal."ucap nya lirih dan sudah mengeluarkan cairan bening dari pelupuk matanya.

Mereka jaget dengan ucapan yang keluar dari mulut Safa.

"Inalilahi,astaga maaf kita tidak tahu dengankeadaan keluarga kalian yang sekarang dan kami tidak ada saat kamu ada diposisi tersebut."ucap Amel  yang langsung ikut menangis dan mereka berdua berpelukan.

"Maaf Riss!!"batin Amel sambil memeluk Safa yang menangis.

Mereka mensudahi pelukan nya "Iya tidak apa-apa,kalian sejak kapan pindah kesini lagi?" Safa mengalihkan topik pembicaraan karna tidak ingin mengingat nya yang hanya membuatnya sedih. Sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya.

"Sejak kemarin,dan kita tetanggan sekarang. Rumah aku ada di samping rumah kamu,jadi kalo kamu butuh aku atau kita kamu tinggal kerumah ya." Jelas Amel dengan menghapus air matanya.

Safa kaget mendengarnya"Oh berarti kalian tetangga baru aku yang udah jadi gosip ibu-ibu perumahan di sini. Padahal aku tadinya mau deketin Radit sama anak tetangga baru itu eh ternyata tetangga barunya kalian dan berati anak perempuan itu Sheni." Kekeh nya pelan mengingat ia akan mendekatkan Rdit dengan anak tetangga barunya yang ternyata anak dari sahabtnya sendiri.

Merekapun ikut terkekeh geli." Ya gapapa kalo harus jadi deketin Radit sama Sheni kita setuju-setuju aja kok. Kan otomatis kalo jadi kan kita jadi besanan." Tawa mereka keluar dari mulut masing-masing karna mendengar ucapan Amelia.

"Eh iya bener tu lagian mereka kan udah sahabatan sejak kecil juga,siapa tau cocok."sahut Fahmi.

"Eh tapi kamu ga mau ngejelasin kenapa Haris bisa-"ucapan Amel terpotong karna Safa.

"Mas Harris kecelakaan tertabrak mobil teronton."lirih Safa kembali karna Amel menanyakan tentang Harris.

Mereka kembali syok mendengarnya"Apa!!kok bisa?"

"Iya mas Harris ga ngeliat lampu hijau yang berubah menjadi merah karna sedang melamun jadi ai menerobos secara tidak sadar. Dan hiikss..Mas Harris tertabrak oleh mobil teronton yang baru saja berjalan karna lampu di barisan nya sudah berubah menjadi hijau. Dan Mas Harris tertabrak dan pada saat perjalanan menuju rumah sakit,mas Harris sudah menghembuskan nafat terakhirnya hiikss..."jelas Safa dengan berlinang air mata.

"Riss maafin aku,semoga kamu sekarang tidak memendam dendam terhadap aku."batin Amleia.

"Yasudah yasudah,jangan di bahas lagi kalo bikin keadaan kamu malah memburuk. Kami sekali lagi minta maaf karna tidak ada untuk menemani kamu dan Radit pada saat itu."ucap Fahmi karna merasa bersalah.

Safa langsung tersenyum sambari menghapus kembali air matanya yang turun membasahi pipinnya"Iya gapapa,kalian ga salah. Kan kalin juga ga tau tentang takdir Tuhan."

__________

Radit yang sudah membayar obat yang dia tebus di toko obat langsung mengajak Sheni keluar untuk pulang ke rumahnya.

"Yuk Shen udah ni"ajak Radit kepada Sheni yang sibuk menarik ulur beranda nya saja. Biasa jomblo gaeess hihi.

"Hem"balas Sheni dan melenggang keluar yang lagi-lagi meninggalkan Radit.

"Yah si mantan ngambeknya kelamaan!"kasalnya yang melihat Sheni kelur duluan.

Mbak kasir mengerutkan kening nya karna ia pikir itu pacarnya Radit. "Itu bukan pacarnaya mas?"tanya nya.kepo lo!

Radit menoleh kepada Mabk kasir yang menurutnya umurnya tidak jauh dengan ia.

"Iya Mbak itu mantan saya bukan pacar saya. Kenapa Mbak mau daftar jadi pacar saya?"tanya Radit dengan nada jahilnya.

Mbak kasir itu langsung tersipu malu dengan ucapan Radit yang pipinya pun sudah memerah karna blushing.

"Emang masnya belum punya pacar?"tanya Mbak sambil malu-malu.

"Jangan panggil mas,kayaknya kita ga jauh umurnya. Panggil aja Radit."Radits sambil menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Jangan heran ya,karna author udah bilang kalo Radit orang nya gampang akrab juga humoris dan tidak lupa dengan tampan.

Mbak kasirpun mebalas juluran tangan Radit dan mereka langsung berjabat tangan sambil membalas senyuman satu sama lain.

"Jangan panggil saya Mbak juga,nama saya Valen"bals Valen dengan senyuman manisnya.

Tiba-tiba Sheni memasuki toko obat itu dan melihat Radit dan Valen sedang berjabat tangan. Ia langsung menambah kekesalan nya. Bisa di bilang cemburu.

"Dit ayok!!cepet!!malah PDKT'an disini lagi!! Gue udah nunggu lo!" Omel Sheni kepada Radit.

Radit langsung melepaskan tangan nya yang bertautan dengan Valen si penjaga toko obat.

"Eh iya iya,lagian lo malah ninggalin gue seenak jidat lo!dasar mantan gamon!"

"Gue gamon??haha yang ada lo yang gamon sama gue!!"sewotnya.

"Gue emang gamon sama lo!"ucap Radit membuat tubuh Sheni kembali menegang.

"Yaudah ayok."ajak Radit dan mereka keluar toko obat bersama dengan Valen yang melihatnya.

"Yah baru juga mau dapet cogan!"gumam Valen melihat mereka pergi.

Segitu dulu!maaf kalo rada-rada garing,soalnya authornya lagi gamon beneran dari mantan Hufftthh,sabarkan hambaa.

Eh malah curhat,:v

Yaudah SeeYouu next story part💛

Czytaj Dalej

To Też Polubisz

381 37 15
sebuah perdebatan antara senior dan junior. murid baru yang membuat masalah baru bagi seorang Artha Aksawijaya ketos yang terkenal jutek dan galak it...
dead love Autorstwa farez

Dla nastolatków

136 0 11
Bercerita terntang seorang pemuda bernama Ardhana Cakra Wijaya.Seorang siswa sekolah menengah atas yang terlibat oleh perasaan cinta yang takkan pern...
369 48 7
Berkisah seorang gadis 17 tahun ,gadis sederhana yang masih duduk di bangku SMA di jodoh kan oleh ibu nya dengan seorang cucu kyai yang masih menjad...
91 3 12
𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗶𝗻𝗶 𝗺𝗲𝗻𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗸𝗲𝗵𝗶𝗱𝘂𝗽𝗮𝗻 𝘀𝗵𝗮𝗻𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗻𝗱𝘂𝗻𝗴,𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗶𝘀𝗮𝗵 𝗰𝗶𝗻𝘁𝗮 𝘀𝗵𝗮𝗻𝗮...
Apka Wattpada - odblokuj wyjątkowe funkcje