Teman Kecilku Adalah Jodohku

By adezulkarnaen

301 16 0

Mengisahkan tentang seorang wanita bercadar bernama Aisyah akan dijodohkan dengan seorang pria dingin yang ad... More

part 2 (Bertemu kembali)
part 3 (kamp)
part 4 (pasar)

Part 1 (Pertemuan tak sengaja)

140 5 0
By adezulkarnaen

Assalamu'alaikum, wess hakim ehh kok typo ealaah balik lagi maksudnya bersama saya author kece😁 (pede kali, wkwkw.)
Sorry, banyak kesibukan di dunia nyata.
Halaah empret lah sok sibuk.

Hus ... huss ... sanah. Udahh sanah gih.

Sorry gaes memang netizen sebelah.

Okee ... langsung baca yahh

Happy reading semuanya ❤❤

[][][]

Matahari menyapa sang bumi Pertiwi menembus jendela rumah sederhana milik gadis bernama Siti Nur Aisyah Humaira anak dari Abdul Rozak dsn Balqis Humaira. Gadis cantik, baik Sholehah, selalu taat agama, ia selalu memakai niqob atau cadar. Aisyah ini memiliki keturunan Arab, Aisyah ia orang yang sangat kaya namun, orang tua tetap tawadhu

Tok ... Tok
"Cklek"

"Nak, nanti antar kue ke bu Fatimah yahh," ucap Balqis.

"Habis Maghrib kan Mii?" tanya Aisyah.

"Iya seperti biasa."

"Sudah siap?" tanya Rozak.

"Sudah Abi."

Akhirnya merekapun berangkat ke sekolah, sebelumnya sudah mencium tangan umminya. Aisyah bersekolah di SMK IT (Sekolah Menengah Kejuruan Islam Terpadu) ia mendapat jurusan Farmasi.

30 menit sudah perjalanan ke sekolah Alhamdulillah akhirnya sampai juga.

"Hati-hati nak, nanti kalau pulang di jemput sama abang yahh," ucap Rozak. Abang Aisyah bernama Nashir.

"Iya Abi."

Aisyah pun melanjutkan langkah kakinya menuju ruang kelasnya, banyak cemoohan dari berbagai siswa disitu.

"Ehh ... kamu anak baru nak?" tanya pak Irwan.

"Iya pak."

Aisyah berjalan mengekori pak Irwan menuju ruang kelas nya.

"Assalamu'alaikum anak-anak." Pak Irwan memberikan salam dan anak-anak menjawab, "Waalaikumussalam pak."

"Anak-anak kenalkan ini teman baru kalian, hayu nak silahkan perkenalkan namamu," ujar Pak Irwan

"Assalamu'alaikum teman-teman perkenalkan nama aku Siti Nur Aisyah Humaira pindahan dari pondok pesantren Al-Hamra." Aisyah tersenyum dibalik cadarnya.

"Waalaikumussalam."

"Nah, Aisyah kamu duduk disana yahh."

Aisyah mengangguk dan berjalan menuju tempat duduk yang ditunjukkan pak Irwan.

Aisyah mendaratkan bokong nya disamping temannya.

"Assalamu'alaikum ukhti," salam teman sebangkunya.

"Waalaikumussalam, maa ismuki ukhti?" tanya Aisyah (maa ismuki = siapa namamu(pr))

"Ismi Aulia Sarah." Aul tersenyum.

//

Matahari tergelincir menuju sore hari, adzan ashar sudah terdengar di masjid, setelah selesai sholat asar Aisyah melanjutkan hafalannya Surah An-Naziyat.

'cklek'

"Nak, lagi murojaah?" tanya Balqis.

"Ehh ... iya ummi." Aisyah tersenyum.

"Yasudah lanjut aja, biasa nak antarkan kue ke ustadzah Kokom."

"Hmm ... yasudah Mi, Aisyah juga udah kok murojaahnya."

Balqis menyodorkan ranjang berisi kue dan Aisyah bersiap-siap. "Yasudah mi, Aisyah siap-siap dulu." Aisyah langsung berlari ke kamar untuk mengganti pakaian.

Balqis hanya mengangguk dan berjalan keluar kamar.

Aisyah memakai gamis hitam jilbab syar'i hitam tidak lupa cadar elang hitamnya.

"Ummii, Aisyah pergi dulu yahh. Assalamu'alaikum."

"Iya nak, Waalaikumussalam hati-hati di jalan."

"Siap Umm."

Aisyah menaiki angkot Karena, abinya sedang bekerja di kantor. 30 menit perjalanan akhirnya sampailah di perempatan jalan menuju ustadzah Kokom.

"Hmm ... kata Ummi dari perempatan ini lurus coba deh." Aisyah bergumam dilanjutkan dengan melangkahkan kakinya kedepan.

Sepanjang perjalanan Aisyah melihat banyak sekali ibu-ibu yang membicarakannya.

"Issh ... dasar emak-emak."

Aisyah melihat kanan kiri dan akhirnya melihat rumah bercat putih bersih.

"Ahh ... ini dia rumahnya."

"Assalamu'alaikum," salam Aisyah. Dan keluarlah seorang wanita paruh baya bercadar juga.

"Waalaikumussalam, Nak Aisyah kan?" tanya Wanita itu.

"Na'am ustadzah." Aisyah mengangguk.

"Mari masuk dulu."

"Iya ustadzah."

Akhirnya mereka masuk kerumahnya ustadzah.

\\//

"Nahh ... silahkan dicoba dulu masakan saya, oiya manggilnya ummi aja jangan ustazah yahh."

"I-iya ustadzah ehh ummi," ujar Aisyah sambil memakan cemilannya.

Tiba-tiba

"Assalamu'alaikum umma." Seorang pria berbaju koko putih, celana bahan hitam dan kopiah masuk.

"Waalaikumussalam." Aisyah dan Ustadzah Kokom jawab serentak.

"Lambatnya kamu nak? Ada masalah lagi?"

"La umm, cuman ngobrol aja." Tak sengaja Afnan bertemu satu netra dengan Aisyah, seketika Afnan langsung menunduk dan bersitighfar. Umma nya yang tau hanya menggelengkan kepalanya melihat jagoannya malu.

"Yasudah sanah ganti baju dulu."

"Ehehe ... yasudah Afnan ganti baju dulu umma." Afnan langsung berlari menuju kamar nya.

"Itu anak ummi, dia remaja masjid di sanah."

"Ohh ... hihi tadi ia ga sengaja Aisyah tabrak mii."

Flashback on

Aisyah melarak lirik keaadaan sekitar hingga ia tidak memperhatikan kedepan dan ...

Brukk ...

Tak sengaja ia menabrak seorang lelaki kuatnya benturan membuat Aisyah terjatuh untung saja kuenya tidak kenapa-kenapa.

"Ehh ... maaf mbak saya ga sengaja," ujar laki-laki tersebut.

Aisyah mendongak ke atas seketika hati berdebar-debar satu netra mata bertemu satu pandang sejenak hening.

Deg!

"Mbak saya duluab assalamu'alaikum," ujar laki-laki tersebut sambil menundukkan pandangannya.

"Waalaikumussalam duh kenapa ini."

Flashback off

"Haha ... iya gapapa kok kan bisa aja jodoh."

"Ehh ... ummi mah." Aisyah langsung tersipu malu pipinya mulai merona namun, tertutup cadar.

"Hmm ... Ummi kalau gitu saya pamit pulang dulu takut kemalaman."

"Yasudah bentar."

"AFNAAAANN!!" teriak Kokom--ummanya Afnan.

"Iya ummaa." Afnan segera berlari menuju ummanya.

"Ya mi ada apa?"

"Antarkan Aisyah sampai perempatan yah, ingat jangan balik sebelum ia naik angkot."

"Iya umm."

//

Afnan dan Aisyah akhirnya berangkat dari rumah nya menuju perempatan. Afnan yang tau etika ketika sedang berjalan dengan akhwat memilih untuk didepan sedangkan Aisyah mengekorinya.

"Kak Afnan itu pacal kaka?" tanya Zahra-- anak usia 5 tahun

"Ehh ... buk--"

"Hihi ... cocok, mau salim ah sama ustadzah."

Aisyah sontak kaget dengan tingkah laku anak kecil akhirnya ia ngalah. Afnan yang melihat itu hanya tersenyum.

"Daahhh ustadzah."

"Daah juga adek." Aisyah tersenyum.

"Sudah? Yuk lanjut."

"Waahh serasi banget yahh," ucap ibu-ibu.

"K-kamu disini terkenal yah." Aisyah memulai pembicaraan.

"Tidak," jawab dingin.

"Tadi itu anak kecil."

Afnan hanya menggerakkan bahunya memandakan ia tidak tau, sangat dingin gaes

"Kak Afnan," sahut 3 anak kecil usia 3-5 tahun.

"Waahh ... Kak Afnan ada pacalnya hihi, nanti ajalin kita yah kak sama ustadzah pacalnya kaka."

"Ehh ... iya nanti kita bljar sama2 yah." Afnan berjongkok setara dengan tingginya anak itu, "yasudah kaka mau antar ustadzah pulang dulu."

"Iya kak hati-hati."

5 menit menempuh perjalanan menuju ujung gang.

"Nahh ... nunggu angkot disini aja." Afnan langsung duduk di bangku yang berada di dekat pohon, "ehh ... duduk mba ga capek?"

"Ehh ... iya."

'Akhh! Apa yang terjadi sepertinya.' Afnan mempunyai kelebihan ia bisa membaca pikiran, sesuatu yang terjadi pasti akan benar sedikit telat mungkin.

Suasana mendadak mencekam, yahh disini rawan pemalakan waktu bergulir menuju sore, jam 17.30.

"Heh!! Serahin duit lu." Seseorang berbadan kekar bertato menodongkan pisau.

"Kalian siapa?" tanya Aisyah.

"Lo ga usah tau, hmm ... kayanya enakan kita nikmati dulu ni si cewe ini." Preman itu mencolek dagu dan tiba-tiba.

Taap ....
Sebuah tangan kekar menahan tangan preman tersebut siapa lagi kalau bukan Afnan.

"Lo siapa? Berani-beraninya lo ngacauin kenikmatan gue."

"Saya mau tanya apa urusan anda disini malak-malak gajelas."

"Bukan urusan lu!! Ini daerah gue."

"Yakin?"

"Yakin lah haha."

Tak berselang lama datanglah bala bantuan team rider, team rider adalah anak-anak berandalan yang berkumpul di dekat daerah Afnan. Afnan dulu masih bergabung bersama mereka.

"Heh!? Sekali lagi lu godain cewek temen gue, gue habisin lo disini." Salah satu ketua geng rider berbicara lantang.

"Ampun bang, iya Abang maaf." Preman itu akhirnya lari terbirit-birit.

"Thanks bro," ucao Afnan.

"Selow aja bro, walau gue preman tapi, tau agama kok," ujar Galang-- ketua geng rider ia bertato naga, "yasudah lu gue kawal aja, kebetulan gue bawa cewe ni biar nanti pacar lu sama si Mega."

"Ohh okeoke."

Kalau kalian mau tau dulu si Afnan berandalan malah sampai mau menghamili anak orang, yahh karena dapat hidayah akhirnya Afnan hijrah namun, ia tidak melupakan sahabat lamanya.

[][][][][][]

Jam 02.30

Aisyah terjaga dari tidurnya yahh ... Aisyah sudah biasa bangun jam 02.30 ia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk bersiap mengambil air wudhu. Setelah itu Aisyah langsung menunaikan shalat tahajud untuk berdiskusi dengan Allah tentang keluh kesah nya.

"Yaa Robb ... ia selalu terbayang dalam benak ku, apakah engkau berusaha menguji ku, jika ia yang terbaik untuk aku maka, dekatkan lah ia kepadaku jika bukan, jauhkan ia."

Aisyah pun mengambil Al-Qur'an berwarna merah muda, Al-Qur'an ini hadiah dari teman kecil nya dahulu.

Flashback on.

Pada masa kecil dulu Aisyah sering di-bully karena, ia selalu makai cadar teman-teman nya menjauh.

"Hiks ... Hiks, apa gaada yang mau temenan sama Aicah." Aisyah menekuk dan menenggelamkan wajahnya dilutut ia sedang si pohon rindang.

"Heii ... kenapa anis?"

"Aicah gaada temen hiks."

"Ini buat kamu."

"Loh ... Ngga Aicah gamau nanti kamu diomelin."

"Ini Al-Qur'an buat kamu, udah izin kok sama umma aku."

"Baiklah." Aisyah mengambil Qur'an tersebut.

Flashback off.

"Kamu kemana, hiks ... hiks." Aisyah memeluk Qur'an tersebut.

Tak terasa Aisyah pun tertidur pulas di atas sajadah nya sambil memeluk Qur'an tersebut

Siapakh lelaki tersebut?

Jangan lupa vote and komentar bawel kalian gaes

Continue Reading

You'll Also Like

1.5M 80K 46
Afiza Nur Zahra, seorang santri yang sangat mengagumi Gus nya, Muhammad Aidan Ghazanfar. Putra dari seorang kyai besar pemilik pondok pesantren Al-Ha...
4.5K 126 22
Nadhira yang dibuat bingung ketika terus didesak orang-orang terdekatnya agar segera menikah, terlebih usianya sudah memasuki 28. Masalah menjadi rum...
1.9M 76.2K 69
Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupa...
61.4K 1.9K 15
Kisah ini bercerita tentang sosok Aisyah. Gadis manis perpaduan Minang dan Sunda, beralis mata lentik, hidung mancung dan fisik yang sempurna. Tak mu...
Wattpad App - Unlock exclusive features