AfT : Unexpected [END]

By moboori

4.9K 343 9

The new story begin, when we meet again. Siapa yang menyangka jika dalam waktu sepuluh tahun dapat mengubah h... More

DISCLAIMER
Ten & Ava Series
Penokohan
Style
I. Ten?
II. Hantu!
III. Kata Kasar
IV. Berubah
V. Putranya
VI. Ancaman
VII. Simpanan
VIII. Rasa Bersalah
IX. Masa Lalu
X. Perjanjian
XI. Rindu
XII. Cinta
XIII. Eleven
XIV. Kesalahan
XV. Anniversary
XVI. Luka
XVII. Cemburu
XVIII. Apa Katanya?
XIX. Zed
XX. Tato
XXI. Kunci
XXII. Akuan
XXIII. Rasa
XXIV. Penjelasan
XXVI. Kecewa
XXVII. Zelo
XXVIII. Deja Vu
XXIX. Stop It!
XXX. Brengsek
XXXI. Day
XXXII. Protektif
XXXIII. Hak
XXXIV. Andrew
XXXV. Benci
XXXVI. Virginia
XXXVII. Cla
XXXVIII. Privasi
XXXIX. Peringatan
XL. Butuh
XLI. Simbol
XLII. Respon
XLIII. Ragu
XLIV. CCTV
XLV. Setengah Sadar
XLVI. Persiapan
XLVII. Dia
XLVIII. Pilihan
XLIX. Terpaku
L. Seharusnya (END)

XXV. Maaf

77 7 0
By moboori

"Maaf"
🌼______🌼

-🌼🌼🌼-

Selama beberapa saat tak ada respon yang terdengar setelah Ava mempertanyakan perihal penjelasan itu. Semua tampak kaku dan memiliki hal masing-masing dalam pikirannya.

Hingga suara Jean memecah keheningan, "Baiklah. Kau memang harus menjelaskan ini. Bahkan seharusnya, sebelum mengikat Ava dengan status pertunangan kalian"

"Tapi tidak disini. Cukup aku dan Ava saja."

"Paman tidak ingin kau memberitahu Ava hal yang tidak sesuai lagi, nak." Atthar menimpali.

"Tidak kali ini." Ucap Ten, "Aku janji."

-🌼-

"Kita sudah berjalan terlalu lama. Sebenarnya kau ingin memberitahuku dimana?"

Saat itu juga Ten menghentikan langkahnya. Terdengar jelas ketika pria itu menghembuskan nafasnya kasar.

"Apa yang kau rasakan ketika pertamakali melihat Zelo?" Tanya Ten tiba-tiba.

Zelo?

"Aku.. menyukai caranya menatapku, membuatku ingin memeluknya. Aku suka caranya tersenyum, sama seperti Cla, dan-"

"Benarkah seperti Cla?"

"Ya.." jauh dalam diri Ava mulai merasakan sesuatu yang ganjal tentang pertanyaan itu, "Kurasa begitu"

"Siapapun yang melihat Zelo tersenyum akan sadar jika wajahnya terlalu menyerupai dirimu, Ava"

Ava terdiam.

Entah mengapa ingin sekali rasanya dia segera menghentikan pembahasan ini.

"Jangan membuatku berpikir hal yang tak masuk akal, Ten"

"Katakan apa yang kau pikirkan."

"Tidak. Abaikan. Itu tidak mungkin" Ava memilih mengalihkan pandangannya ke arah lain. Namun tangan Ten mencengkeram dua sisi bahunya hingga membuat fokus Ava sepenuhnya tertuju pada pria itu.

"Kau ingin cara seperti apa untuk aku memberitahu mu tentang hal ini? Tak ada alasan lagi menutupinya sekarang. Ayah, ibu, bibi dan paman ingin aku memberitahumu sekarang Ava!" Ujar Ten frustasi.

Melihat kefrustasian Ten semakin membuat Ava tak mengerti.

"Apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan Ten?"

Saat ini Ava tak bisa mengalihkan pandangannya kearah manapun. Ten menguncinya, tatapan pria itu menyelami matanya terlalu dalam.

"Tentang ibu kandung Zelo.."

"Kau akan mulai membicarakan hal konyol lagi"

"Dengarkan ini baik-baik."

"Hentikan omong kosong mu, Ten."

"Itu benar, Ava"

"Ten hentikan!" Ava berusaha melepaskan diri dari Ten. Namun semakin ia berusaha, semakin erat pula cengkraman tangan pria itu.

"Kau memang ibu kandungnya. Zelo putra mu. Aku tak berbohong tentang itu."

"Tidak, kau bohong. Kau jelas mengatakan omong kosong. Aku tidak perc-"

Pelukan Ten yang tiba-tiba menghentikan segala ucapan dari mulut Ava.

"Sejak Zelo lahir aku sudah mencantumkan Matthieu di namanya. Zelo Alexander Matthieu Westly"

"Jangan menyakiti Cla dengan memasukkan marga keluargaku di nama putra kalian, dan segera hentikan pembicaraan konyol ini Ten."

Pelukan pria itu terlepas. Kini justru Ten lah yang membuang muka dan pandangan ke arah lain.

"Inilah yang membuatku tak menyetujui desakan mereka. Aku akan memberitahumu disaat yang tepat tapi para orang tua itu memaksaku melakukan ini!"

Sementara Ten mengeluh, Ava sendiri tak tahu harus bereaksi seperti apa.

Siapa yang seharusnya marah sekarang? Siapa yang wajar untuk mengeluh? Siapa yang tak terkejut ketika diberitahu hal yang sama sekali tak pernah terlintas dipikiran nya seperti itu? Selama dua puluh delapan tahun hidupnya bahkan Ava merasa telah berhasil menjaga dirinya dengan baik.

Tapi..

Apa yang dikatakan Ten, dengan segala keseriusan di wajahnya.. Ava tak menemukan sedikit pun celah bahwa pria itu mungkin saja mengatakan sebuah kebohongan untuk menipunya lagi.

"Tolong jelaskan dengan perlahan. Jika masih terdengar tak masuk akal maka jangan harap aku akan percaya padamu."

"Zelo memang putramu Ava"

"Tidak ada hal yang bisa membuktikan itu"

Dengan cepat Ten kembali memposisikan tubuhnya tepat berada dihadapan Ava, "Kau bisa melakukan tes DNA untuk membuktikan itu."

"Tapi aku belum pernah melahirkan sebelumnya, Ten!"

"Bukan kau, tapi Cla!"

Bukan aku..

Tapi, Cla?

Semakin banyak yang diucapkan Ten semakin pikirannya pun menolak untuk percaya. Meskipun jauh dalam hatinya.. ada setitik hal yang membuatnya meyakini setiap ungakapan tak masuk akal itu.

"Dengar baik-baik. Ini memang sesuatu yang mengejutkan bagimu, karena saat itu kau berada dalam posisi yang tak sad-"

"Tunggu, Ten.. jangan bilang kau melakukan sesuatu pada tubuhku ketika aku kecelakaan delapan tahun lalu dan..." Ava bahkan tak sanggup menyelesaikan kalimatnya.

Ia hanya berharap tak ada persetujuan dari Ten. Ava berharap pria itu membantah atau tak meng'iya'kan pernyataannya.

Tapi,

Nyatanya anggukan Ten memberi jawaban berbeda.

Bahu Ava lemas seketika.

Selama ini dirinya selalu dikatai bodoh oleh pria itu, namun semua orang bahkan Ten pun jelas tahu bahwa Ava bukanlah orang yang bodoh.

Bahkan tanpa pria itu mejelaskan lebih detail pun, Ava sudah memiliki gambaran apa saja yang telah pria itu lakukan padanya,

Pada tubuhnya.

"Kau..." Ava terpaku sesaat. "Kau bahkan tak meminta izinku ketika melakukan itu brengsek!"

"Kau koma waktu itu"

"Ah.. karena aku koma? Jika itu alasanmu, LALU KENAPA KAU MENGAMBIL SEL TELUR WANITA YANG SEDANG KOMA HAH!!?"

"Dengar!! ini.."

Entah mengapa pria dihadapannya itu seperti tak bisa melanjutkan ucapannya.

Tak menemukan pembelaan lain, eh?

"Ini apa? Kenapa tak melanjutkan ucapanmu?" Tantang Ava.

"Ini.." lagi-lagi Ten tampak tak menemukan kalimat yang tepat untuk mengungkapkan apa yang saat ini ada di dalam benaknya.

"Aku.. aku terdesak waktu itu"

Terdesak!?

"Aku tak punya pilihan lain. Ya, anggap saja begitu"

"Anggap saja begitu katamu!!? Kau memang brengsek, Ten!"

"Ya aku memang brengsek!.. setelah kakekku meninggal, aku mengurung diri selama sebulan. Setelah berhasil bangkit, aku mulai menjalankan bisnis terkutuk milik kakekku yang ternyata membuat kepribadianku semakin lama semakin buruk. Kehidupanku menjadi tidak sehat. Aku menjadi seorang perokok berat, menjadi ketergantungan pada minuman dan obat-obatan terlarang, terbiasa dengan aktivitas seks bebas, dan menjadi kasar kepada siapapun bahkan kepada ayahku sendiri. Aku menato tubuh ku untuk mendapatkan rasa sakit karena ingin mengalihkan rasa kecewa pada diri sendiri namun nyatanya itu tak berarti apa-apa. Kemudian ku putuskan untuk melepas bisnis itu dan menjauhi semua orang-orang yang memberi dampak negatif padaku. Tapi kau tahu apa yang terjadi setelah itu? diam-diam mereka mencelakaiku. Berbagai cara mereka lakukan salah satunya dengan membayar para wanita murahan untuk diam-diam mencekoki ku makanan dan minuman yang diberi racun. Aku beruntung karena itu tak sampai membunuhku, tapi efek lain dari racun itu membuat kualitas spermaku menurun dengan cepat. Dokter mendiagnosis bahwa kemungkinan besar aku tak akan memiliki keturunan ketika spermaku telah rusak sepenuhnya. Karena itulah..... aku membutuhkan sel telur saat itu dan satu-satunya yang aku mau hanya yang berasal darimu."

"Kenapa harus aku!?"

"Karena aku hanya mengenalmu! Sialnya sejak kecil kehidupanku hanya ku lalui denganmu hingga membuatku tak bisa memikirkan perempuan lain yang tepat untuk menjalankan proses surogasi saat itu"

"Surogasi.." Ava tertawa namun itu bukanlah jenis tawa bahagia. Ia miris mengetahui bahkan ada sesuatu yang tak ia ketahui telah menjadi bagian dari masa lalunya.

"Prosedur itu kau lakukan tanpa meminta persetujuanku... kau mengambil sel telur ku lalu menggunakan rahim Cla untuk mengandung Zelo.. dan.. dan kemudian memintaku menikah denganmu tanpa memberitahu yang sebenarnya.. kau jauh lebih brengsek dari ekspektasi ku, Ten."

Tak ada jawaban apapun dari Ten.

Bahkan Ava pun tak berniat untuk berbicara lagi dengan pria itu.

Dirinya membutuhkan waktu. Setidaknya untuk memproses semuanya dengan kepala dingin.

Ini bukan hanya tentang dirinya, namun juga tentang Zelo, Cla, dan semua orang yang mengetahui jalannya proses surogasi itu disaat ia sedang tak sadarkan diri.

"Aku ingin istirahat." Ucap Ava.

Seperti katanya, Ava kemudian berbalik dan berjalan pergi dari tempat itu.

"Ava."

Panggilan Ten tak berpengaruh pada niatnya. Langkah Ava tak berhenti sama sekali.

"Maaf."


-🌼🌼🌼-

Sekilas info:

Surogasi adalah perjanjian yang dilakukan oleh pasangan suami istri dengan seorang wanita, dimana didalam perjanjian dinyatakan bahwa wanita tersebut bersedia mengandung benih dari pasangan suami istri itu dengan atau tanpa imbalan tertentu.

Proses fertilisasi yang terjadi dalam Surogasi pada dasarnya sama dengan pembuahan In Vitro atau bayi tabung, yaitu dilakukan di luar rahim ibu. Namun pada surogasi, embrio milik pasangan suami istri dititipkan/ditanam ke dalam rahim wanita lain.

Wanita yang bertugas "dititipkan" bayi di dalam rahimnya dan mengandung janin atau menjalani kehamilan itu disebut Surrogate Mother (ibu pengganti).

_______________________________

Continue Reading

You'll Also Like

13K 1.1K 48
"Ukh ku fikir hanya akan ada awan yang meliputi keluarga kita, tapi ternyata badai seperti beberapa tahun yang lalu kembali."-Hali. "Kak Taufan kau k...
17.1K 2.2K 29
NEW VERSION! ପ(๑•ᴗ•๑)ଓ ♡ Di antara tradisi dan cinta, Rona dan Senja terjebak dalam labirin perasaan. Rona, yang masih terbebani oleh bayang-bayang t...
17.6K 1K 34
"Ga tau kenapa rasanya orang baru yang baru aja datang di hidup gue serasa kaya orang lama yang udah kenal gue. Makin di pikir makin sakit rasanya."...
155K 13.7K 44
Floe gadis jahat yang mempunyai dua kepribadian. Sebelumnya,ia selalu jahat,tak ada kesan baiknya dengan orang lain hingga dibenci oleh kakaknya send...
Wattpad App - Unlock exclusive features