Blue & Pink : We Are Different

By Gebylst_

363 18 0

Angin bertiup sejuk kepada kami berdua. Aku dan Yue tepat bersebrangan. Kini aku melihat Yue berada di sebran... More

Part #2
Part #3
Part #4
Part #5
Part #6
Part #7
Part #8
Part #9

#1. Jakarta, 10 February 2019

63 2 0
By Gebylst_

Namaku adalah Amira shania. Aku adalah seorang Mahasiswi semester 3 disalah satu Universitas yang terkenal di Jakarta. Aku mengambil jurusan management disini. Dan aku memiliki 3 orang teman yang sangat baik.

-Cici Alita-
Dia merupakan seorang gadis blasteran Belanda-Manado. Dia gadis yang sangat baik. Dia juga seorang yang bisa dibilang cukup Multi talent. Dia juga merupakan gadis tercantik di Kampus ku. Banyak pria yang sangat menyukainya.

-Cynta Lania-
Dia biasa dipanggil Cila. Dia juga seorang gadis blasteran Chinese-Sunda. Dia juga sama seperti Cici. Dia memiliki wajah yang cantik. Dia juga orang yang cukup perhatian dengan teman teman nya. Dia juga baik.

-Angelina Chantika-
Dia ini gadis kecil nan imut. Dia sangat lucu dan menggemaskan dan cukup terlihat polos *haha. Dia asli Indonesia. Dia biasa dipanggil Acha. Dia juga orang yang sangat baik. Dan dia adalah teman mencontek ku ketika ujian *hehe

Dan kami berteman dengan cukup banyak perbedaan terutama dalam keyakinan. Aku dan Cila adalah Seorang Muslimah. Sedangkan Cici dan Acha merupakan seorang Non-Muslim. Tapi kami tidak pernah memilih dalam berteman sekalipun berbeda keyakinan. Kami bisa saling menghargai satu sama lain. Dan kami biasa saling mengingatkan dalam beribadah. Tak satupun dari kami membeda-bedakan satu sama lain. Karena kami sama sama manusia yang harus bisa saling menghormati.
Dan diantara kami berempat, kami memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Cici dengan kerecehannya, Cila dengan Ke Anggunannya, Acha dengan Ke Polosannya, tapi diantara kami berempat yang paling polos dan cukup dibilang agak bodoh itu Aku orangnya *hehe.
Yaa, karena diantara kami berempat yang belum pernah pacaran dan masih menjomblo yaa hanya Aku *hahaha.

"Hey Cani!! Ini buku lu tertinggal di kelas tadi." -teriak seseorang dari belakang kami di koridor.

Ternyata dia adalah Kevan Yuenda. Yaa dia biasa di panggil Yue. Dan dia biasa memanggil aku dengan panggilan Cani *sungguh menyebalkan. Dia merupakan salah satu senior semester 5 di kampus ku. Dia cukup terkenal di kampus. Wajar saja dia ini seorang Pria Blasteran London-Sunda. Dia berwajah bule, berambut pirang, dan Putih. Dan penampilannya banyak menarik perhatian gadis gadis di kampus ini. Tapi bagiku dia tidak semenarik itu. Yaa, kami memang sudah kenal sejak Masa Orientasi ku karena dia adalah salah satu Senior Pendamping kelompokku.

"Ini buku lu tertinggal di kelas tadi, gua nemu ini di meja lu" -Yue dengan napas nya yang terengah-engah. Karena tadi dia lari mengejar kami.

"Ohh iya kak terima kasih." -Jawab ku

"Udah gua bilang kan berkali-kali jangan panggil gua dengan sebutan 'KAKAK' gua gak suka lu manggil gua kaya gitu. Panggil aja gua Yue biar lebih akrab" -ujarnya.

"Tapi kak itu gak sopan kalo gue harus manggil kaka dengan nama aja. Kan lu senior gue. Lagi pula gue gak enak sama teman teman yang lain" -Bantah ku.

"Lu berani bantah senior? oke kalau begitu."

"Gue pergi dulu kak" -aku henda meninggalkan nya. Tapi tiba-tiba..

*Gubrakk.

Aku tersandung sesuatu, dan tak lain tersandung kaki Yue yang sengaja menyandungku.

Aku melihat ke arahnya, namun ia hanya tersenyum konyol. Aku melihat sekeliling. Satu kampus melihat ke arah kami dan tertawa kecil melihat ku. Yue dengan sok pahlawannya mengulurkan tangannya. *Ck! Sok sok an mau nolong padahal dia yang sengaja membuat ku tersandung.

"Nahh gimana?? Masih ngebantah? Masih kuat gue kerjain terus-terusan. Lagi pula kita masih satu kelas mata kuliah nih.. Hmm gimana?" -Yue mendekat berbisik dan menatap ku dengan dalam dan dia benar benar bodoh. Kenapa dia harus melakukan itu pada ku? Aku malu.

Aku berdiri tanpa menerima bantuannya, Aku mendekati nya dan berteriak di depan wajahnya.

"Kak. Lo bener bener kebangetan" -Amarah ku memuncak karena aku memang benar benar malu. Karena tak tahan aku langsung pergi meninggalkan mereka semua.

"CANIIII!!!!" -Panggil nya mencoba menghentikan langkah ku.

Yue mengejar ku sampai tangga darurat kampus. Dan kali ini dia berhasil menahan ku, menarik tangan ku.
Aku menangis di depannya karena aku benar benar tak kuat menahan malu ku.

"Cani.. Maafin gua.. Gua gak maksud buat bikin lu malu.. Gua cuma ingin buktiin kalo lu harus berpikir 2 kali sebelum bantah perintah gua. Lagi pula gue ini ketua umum di club badminton kita. Jadi gua cuman pengen lu buat nurutin kata kata gua. Gua ngerasa bersalah, gua gak bisa liat cewek nangis. Gua kira lu orangnya sekuat itu dan gak akan nangis kalo jatuh. Ternyata gua salah. Maafin gua Can. Maaf kalo lu malu." -Yue berusaha untuk minta maaf pada ku.

"Kak. Gue gak masalah kalo mau bikin gue jatuh dimana pun. Tapi jangan di tempat umum yang banyak orang itu sama aja mau bikin gue malu."

"Can sumpah gua gak ada maksud untuk itu. Gua minta maaf yaaa.. gua mohon jangan nangis lagi (Mulai menundukan kepalanya dan berlutut)"

Aku sangat terkejut dengan tindakannya kali ini. *Bodoh!! Dasar bodoh. Untuk apa dia melakukan ini?. Aku bingung harus melakukan apa? Aku jadi merasa tidak enak padanya.

"kak, bangun!! Bediri kak! Gue gak mau kaka kaya gini depan gue! Jangan kaya gini kak! Malu diliat orang." -perintah ku agar dia bangun dan berdiri.

"Gua gak bakal bangun sampe lu mau maafin gua" -bantah nya.

"Iyaiyaaa gue maafin kaka. Tapi kaka bangun duluuu."

"Bener?" -sekarang dia mulai mengangkat kepalanya dan melihat ke arah wajah ku.

"Iyaa iyaaa.. Cepet bedirii." -ujar ku.

"Hmmm oke. Gua mau bangun asal satu lagi."

"Apa?" -Aku bingung apa yang dia inginkan sebenarnya?

"Gua mau lu jangan panggil gua kaka lagi. Lu harus panggil gua dengan sebutan Yue. Yaah??" -pinta nya.

Mau tidak mau aku harus meng-iyakan permintaannya. "Iyaaa iyaaa.." -kata ku

"Cobaa sekali ajaaa gua mau denger lu panggil gua Yue"

"Kak yue.."

"Jangan pake 'Kak. Coba bilang 'Yue tolong berdiri sekarang!' Oke" -pinta nya.

*ini sungguh Merepotkan. Kenapa sih pria ini sungguh menyebalkam???

"(Menarik nafas) Yyy u eee.. Yuee.. To long berdiri sekarang.." -dengan terbata-bata aku menyebut namanya.

"Hmm gitu dong" -Ia pun beranjak berdiri dengan senyum puas nya.

"Abis ini lu mau kemana?" -tanya nya

"G guee hmm.."

Yue mengangkat tangannya dan mengarahkannya ke pipi ku. Aku tak tau harus berbuat apa. Shit! Apa iya Yue mau ngapusin air mata ku. Haisstt! Gak mungkin.

"Shaniaaa!!" -untunglah teman teman ku datang aku terselamatkan dari pria menyebalkan ini.

"Shaniaaa lo gak apa apa kan??" -Tanya Cila

"Gue baik baik aja ko cil" -jawab ku

"HEH!! Kak Yue! Lo tuh gak tau diri yaaa!! Jangan mentang mentang lo senior dengan seenaknya lo bikin malu junior lo!" -Cici marah karena hal tadi.

"Ci.. Ci.. Udah jangan marah.. Gue gak apa apa kok.. Dia juga udah minta maaf sama gue" -Kata ku, mencoba untuk meredamkan amarah Cici.

"Tapi dia harus di kasih pelajaran Shan.." -Cici dengan emosi nya yang masih membara

"Udah gak usah, gak baik marah marah ci.." -kata ku

"Iya cii" -kata Cila dan Acha

"Yaudah mending sekarang kita ke kantin yukk.. Gue laper nih" -ujar ku mencoba mengalihkannya.

"Yukkk" -balas Cila dan Acha

"Ehhh gue ikut kalian yaaa" -Seru Yue.

"GAK USAH! lo gak usah ganggu Shania lagi! Awas aja kalo sampe ganggu dia!" -Larang Cici.

*Kantin kampus

"Bu, saya nasi goreng aja yaa sama es jeruk nya yang manis jangan asem hehe" -ujar Cici yang sedang memesan makanannya.
Cici memang seperti itu, ia selalu suka menggoda Ibu kantin saat setiap kali kami sedang memesan makanan atau bahkan hanya sedang membeli minum. Dan kami selalu tertawa karena melihat ekspresi si Ibunya. Karena ekspresi nya sangat lucu. *hahaha

"Ehhiya btw, Lo gak mesen pecel ayam di abang ganteng Lo cil? Hahahahahaha" -Cici mencoba menggoda Cila.
Iyaaa, yang dimaksud Cici adalah Abang tukang pecel ayam yang ada di sebelah Ibu Kantin. Abang itu memang suka menggoda Cila dan selalu bilang 'Neng Cila pesen ayam pecel kan? Nanti Abang ganteng yang buatin pecel ayam nya khusus Neng Cila yang cantik ini' *Hahahahaha.. Benar benar itu sangat menggelikan saat mendengarnya.

"ihhh... Nggak ah. Males beli nya kalo bukan karena gue kepepet mah gak bakal mau gue ci ke situ. Mana abangnya centil banget lagi, masa gue pernah di kasih surat isinya dia bilang 'semoga makanan ini bisa mengenyangkan perutmu dan mengisi hati mu dengan cinta" -ujar Cila

"Ihh.. Sweet bangettt.. Hahahahha" -Aku ikut mencoba menggodanya.

"Liat deh ke sana Cil" -Acha menunjuk ke arah warung pecel ayam itu.
Dan abang abang itu melambaikan tangannya ke Cila dan memberi Kiss kepada Cila.

"Iiiihhhh.. Achaaaaa" -Cila merengek Geli.

"Hahahahahahaha" -ketawa kami pun memecah ke lenggangan suasana kantin saat itu.

*setelah beberapa lama kemudian akhirnya makanan pun datang

"Makanann datangg.." -seruu Ibu kantin yang menghampiri kami dengan makanan di nampan nya.

"Akhirnyaaaa.." -seru kami berempat.

"Ibu lagi rame yaa kantinnya? Kok tumben lama bu?" -tanya ku

"Iya nih neng, maaf yaa.. Soalnya tadi Ibu nyari es dulu neng.."

"Awmmmm.. Ibuuu.. Maaciii.. Ibu gemesin bangett sii.. Saranghae Ibu lop yu" -Ujar Cici dan sedikit menggoda Ibu nya dan sedikit menepuk pundak Ibu kantin.
"Eh iyaa. Eh iyaa sarange ehh sarangee lup yu piyu piyyuuu ehh iyaiyaa.." -Si Ibu kantin dengan latahnya.

Dan yang selalu membuat kami suka menggoda Ibunya, yaa karena Ibunya agak latah *hahahaha

"HAHAHAHAHA" -tawa kami kembali pecah karena melihat ekspresi Ibu kantin.

****

"Ehh.. Shan, lu ngerasa aneh gak sih sama Kak Yue?" -Tanya Acha

"Aneh gimana?" -Aku bingung apa yang di maksud oleh Acha.

"Iyaa.. Aneh aja gitu, kenapa dia tiba tiba minta di panggil nama? Emang sejak kapan dia minta di panggil nama sama lu Shan?" -ujar Acha

"Ehiyaa tuh bener juga kata Acha.." -sambung Cici.

"Udah 3 hari belakangan ini Kak Yue minta dipanggil nama sama gue.. Yaa sejak kami ada pertandingan Badminton kemarin. Entahlah gue juga bingung dia kenapa.." -jawab ku.

"Jangan-Jangan dia suka lagi sama lo Shan??" -celetuk Cila.

"HAH?!" -Aku, Cici, dan Acha serentak terkejut dengan pernyataan Cila.

"Iyaa.. Kan mungkin aja, abisnya dia gangu lu terus Shan kalo bukan karena suka terus apa dong?" -ujar Cila.

Aku hanya bisa terdiam dan melanjutkan makan ku yang hampir selesai.

"Hallooo.. Adik² junior ku yang cantik cantikk." -sapa seseorang dari belakang ku.

Dan gak salah lagi dia adalah Yue dan senior lainnya. *kenapa sihhh dia ini nyebelin bangettt ganggu aku terusss. Sebel.

"Boleh gabung gak??" -tanya Yue

Kami hanya diam tak menjawab satu kata pun.

"Kok diem?? Canii sayangg.. Yue boleh duduk sini yaa sama temen temen Yue (dengan senyum nya yang menyebalkan) boleh yaa?" -tanya nya.

Mataku terbelalak mendengar kata kata tadi. *Apa??? Sayang?? Apa aku gak salah dengar?? Astaagggaaa ini semua udah gak bener.

"Guys.. Balik ke kelas yukk.. Gue udh kenyang nih, nanti kalo kelamaan disini bisa bisa makanan yang tadi bisa bisa keluar lagi dehh mual gue disini" -Ajak Cici.
Kami pun kembali ke kelas tanpa menghiraukan ada Yue disana.

"WOYYY!! MASUK ANGIN LO?? SOK SOK AN MUAL!! GAK BISA LIAT ORANG SENENG SEDIKIT LO!!" -Teriak Yue dari tempat duduk kami tadi.

Apa benar Yue menyukai ku?? Astaghfirullah itu gak mungkin bangettt. Tapi kalo dia benar suka, apa yang dia sukai dari ku?? Dan apa yang harus aku lakukan jika dia tiba tiba menembak ku?? Apa aku harus menerima dia?? Arghh gak gakk gak mungkin bangett. Duhhh shaniaaa jangan mikir yang macem macemm dehh. Duhhh.. Itu gak mungkin banget buat terjadi, kalian ini kan berbeda keyakinan gak mungkin dia menyukai org yg berbeda Iman dengan dia. Dan lagi pula jika memang iya dia suka, gak mungkin kita bisa bersatuuu. Udah ah jangan mikir yang berlebihann. Mungkin dia memang suka mengganggu ku.

"Shaniaaa??? Shaniaaa??? Helloooo?? Shann??" -Cila melambai lambaikan tangannya di depan wajahku.

"Ehhhiyaa??? Kenapa Cil??" -Aku sedikit terkejut

"Lu kenapa?? Jangan bilang lu mikirin Kak Yue?? Cieee" -tanya Cila dengan sedikit menggoda ku.

"Enggg.. Nggak nggakk.. Tadi gue cuman kepikiran tugas Manajemen Keuangan hehehe" -Aku mencoba Mengelak.

"Ohh.. Tumben.. " -Cila agak sedikit tidak percaya.

"Iyaaa bener kokk.. Soalnya kan udah mau deadline tapi gue belum ngerjain sama sekali jadi kepikiran dehh heheh" -ujar ku tetap mengelak

"Hmmm"

Duhh hampir aja ketauan kalo abis mikirin Yue. Lagian kenapa sih Kak Yue ini bikin teka teki di hidup ku?? Astaggaaa. Dia menyebalkan sekaliiiii.

*kelas telah di mulai.

"Selamat siang anak anak.. Sekarang Matkul Manajemen Pemasaran yaa.." -Dosen.

"Siang pak.. Iya pak.."

Kelas pun berlangsung selama 3 jam. Aku pun masih saja terus terusan kepikiran oleh omongan Yue tadi. Ntah apa yang sedang ku lakukan saat ini. Aku jadi tidak fokus saat kelas

"Hufttt.." -Aku menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya dan mencoba membuat diriku tenang.

Continue Reading

You'll Also Like

1.6M 152K 54
KALAU KARYA INI MUNCUL DI TEMPAT LAIN DENGAN NAMA BERBEDA, ITU BUKAN KEBETULAN, TAPI PLAGIAT. SEGERA LAPORKAN KE AUTHOR! "Mas, bisa ga mobilnya janga...
649K 56.6K 42
Adanira Pranaya - Seorang fresh graduate yang memutuskan kembali ke kampung halamannya. Kesehariannya hanya diisi dengan membantu usaha ibunya dan me...
3M 115K 70
Usai menjalani pendidikan strata 1 di Ibu Kota, Adara Ruby Sanjaya (22), gadis centil nan cantik yang sering dipanggil dengan sebutan Dara diminta ke...
615K 29.6K 57
Semua berawal dari satu insiden memalukan di lobby perusahaan. Luca Blue Kavindra hanya ingin mencari ruangan ayahnya dan malah menabrak seorang pria...
Wattpad App - Unlock exclusive features