The Kim's

By AnataDT12

1.2K 199 65

"Siapa kau? Apa kau taehyung yang kukenal?" "Aku taehyung. Yang kau kenal." Hidup itu seperti air, yang menga... More

2. mengulang
3. aneh
4. Ciuman

awal masalah

435 65 35
By AnataDT12

"Tuan apakah anda sudah siap?" ucap pria berjas hitam itu kepada pria yang sedang berdiri didepannya.

Pria itu tengah bercermin. Dia tengah merapikan tatanan rambutnya yang kurang rapi, membenarkan dasi hitamnya, memasang jam tangan emasnya, dan terakhir menyemprotkan parfum ke sekujur badannya. Semua siap.

"Aku sudah siap," Pria 25 tahun ini berbalik, menampakkan wajahnya yang tampan. Sudut bibirnya terangkat membuat senyuman indah terlukis sempurna.

"Tuan kim taehyung. Karena anda sudah siap, silahkan lewat sini." pria berjas hitam itu membukakan pintu untuknya.

Dibalik pintu mewah ini, sudah ada beberapa pelayan yang menantinya dan menyambutnya dengan penuh hangat dan suka cita.

"Tuan muda selamat atas pernikahan anda!"

"Tuan muda anda hari ini tampak sangat tampan!"

"Tuan silahkan nikmati acara pernikahanmu!"

Diiringi dengan musik dan alunan lagu yang membuat acara pernikahan ini semakin megah.

Pria 25 tahun ini berjalan gagah menuju tempat pelaminannya.

Para sahabat, kerabat dan keluarga dari pengantin pria maupun wanita ini. Mereka semua berdiri, berjajar  rapi menyambut pengantin pria ini.

Kim taehyung berjalan ditengah kerumunan para undangan tamu. Banyak kamera yang menyorotinya sedari masuk hingga sampai di tempat penghulu.

Hiasan bunga dan perpaduan warna emas merupakan tema dari  dekorasi pernikahan megah ini.

"Selamat! Taehyung-ssi!" teriakan Namjoon di tengah kerumunan itu dibalas senyuman olehnya.

Sembari menanti pengantin wanita hadir, Taehyung menyapa hangat para tamunya.

Di antara para tamu yang hadir itu, terdapat Suga dan Namjoon yang berdiri bersebelahan.

"Hei bisa tidak kau ngucapin selamatnya nanti saja setelah upacara pernikahan ini selesai? Kau membuat telingaku sakit!" ucap Suga. Namjoon hanya cengengesan menanggapi keluhan hyungnya itu.

Disisi lain juga terdapat Jungkook dan Jin yang sedang menyantapi makanan prasmanan yang memiliki cita rasa lokal itu. Mereka berdua berlagak seperti juri master chef yang berkomentar tentang rasa dari makanan makanan ini.

Dan disatu sisi terdapat Jhope dan kakak perempuannya bernama Jung Jiwoo yang sedang asik berfoto berdua. Sebenarnya mereka tidak berdua saja, Jhope datang kesini juga bersama ibunya.

Jhope memisahkan dirinya dari anggota lain, karena ia sedang ingin bersama keluarganya. Sedangkan Jimin dia juga hadir, tapi dia sedang berada diluar ruangan. Tepatnya di taman yang letaknya didepan gedung pernikahan ini.

Jimin duduk disalah satu bangku kayu yang ada ditaman itu, ia memegangi ponselnya dengan raut wajah khawatir. Sempat beberapa kali ia menelpon----seseorang---- tapi sepertinya tidak diangkat oleh orang itu.

"Halo!" namun panggilannya yang ke sepeluh berhasil diangkat oleh nama yang ada dilayar hpnya itu.

"Halo Jimin ada apa...?" terdengar isakan tangis seorang wanita dilayar hpnya.

"Sohyun! Kau dimana? Mengapa tidak datang ke acara pernikahan Taehyung?" nada Jimin melonjak khawatir, apalagi mendengar suara lirih Sohyun yang terdengar seperti isak tangis.

"Aku.. dikamar.."

"Berarti kau sekarang lagi dirumah?" Jimin memastikan jawaban ambigu dari Sohyun.

"Ya."

"Jimin?" ucap Sohyun lembut.

"Ya?"

"Aku titip salam pada sahabatku Irene ya." sedikit demi sedikit pelopak mata Sohyun mulai kembali tergenang air mata.

"Baik, akan kusampaikan." isak tangis Sohyun terdengar kembali.

"Apakah masih ada lagi Sso?" tanya Jimin dengan mengerutkan keningnya.

"Jimin..."

"Ya.."

"Tolong kau sampaikan salamku pada Taehyung... bilang padanya.. aku turut senang atas pernikahannya," setelah mengucapkan kalimat ini, Sohyun menangis sejadi jadinya. Sampai-sampai Jimin harus menjauhkan sedikit hpnya dari telinganya. Suara tangisan Sohyun yang keras membuat telinga Jimin menjadi sakit.

"Baik akan kusampaikan..." Jimin menjeda dengan helaan nafas panjang.

"Pada mantan kekasihmu itu." telpon itupun berakhir. Sohyun menutupnya sepihak.

---------------------

Pintu terbuka, muncul seorang wanita dengan gaun pernikahannya yang indah. Bukan hanya gaun yang ia kenakan, wajah wanita ini juga sangatlah cantik dan menawan.

Kedatangannya membuat semua tamu terpesona. Bahkan membuat mereka tersipu akan aura kecantikan wanita ini.

Irene berjalan didampingi Appanya menuju tempat dimana sudah ada pengantin pria dan seorang penghulu yang siap menyambutnya.

Taehyung datang dengan gagah menghampiri ayah dan anak itu. Appa Irene menyerahkan putrinya itu pada Taehyung, kemudian beliau berjalan kembali ke tempat keluarganya.

Taehyung dan Irene melangkah kecil berhadapan dengan penghulu. Penghulu itu membaca doa pernikahan dihapan semua orang.

"Tuan Kim taehyung. Didalam susah maupun senang, sakit maupun sehat. Apakah kau akan tetap bersedia bersama istrimu seumur hidup dalam keadaan apapun?" ucap penghulu tua itu.

"Ya aku bersedia."

"Irene Kang. Didalam susah maupun senang, sakit maupun sehat. Apakah kau akan tetap bersedia bersama suamimu seumur hidup dalam keadaan apapun?"

"Ya aku bersedia."

"Kalau begitu mulai hari ini kalian sudah resmi sebagai pasangan suami istri." ucapan penghulu itu mendapat sorakan bahagia dari semua orang yang hadir. Semua orang berbahagia, termasuk pengantin pria dan wanita ini.

Cium! Cium! Cium!

Semua berteriak agar dua pasangan utama dihadapan mereka saling berbagi kasih.

Dan...
Kiss!

Mereka berciuman, walau hanya beberapa detik tapi pemandangan itu membuat hati para tamu menjadi berdebar senang.

Musik diputar kembali agar acara pernikahan ini kembali meriah. Waktunya menari bagi semua orang. Ada juga yang memilih makan daripada menari, seperti Suga dan Namjoon.

Jin dan Jungkook, mereka berdua menyapa teman temannya yang lain. Yang juga tengah hadir di acara pernikahan Taehyung ini.

--------------------

Taehyung tengah sibuk menyapa para tamunya. Irene juga sama, sibuk seperti dirinya.

Jimin datang menghampiri Taehyung, dia mengambil seluruh perhatian Taehyung. Tentu bisa, karena mereka teman dekat.

"Ada apa Jimin-ssi?" herannya, baru kali ini Jimin bersikap serius padanya.

"Santai saja, nikmati acaranya." kemudian tuan muda ini tersenyum pada sahabatnya itu.

"Kau gila? Bisa bisanya kau menikahi Irene tanpa sepengetahuanku ataupun kekasihmu itu. Kau telah mencampakkannya dengan begitu kejam." nada Jimin sangat pelan, namun sangat tegas.

Ia berusaha untuk tidak membuat kekacauan. Ia berusaha agar ucapannya itu tidak sampai terdengar ditelinga para tamu yang berada disekeliling mereka.

"Dan sekarang lihatlah wajahmu itu, seperti orang bodoh yang tidak mengerti apa apa!" bisik Jimin dengan sorot matanya yang tajam.

Jimin berusia sama dengan Taehyung. Dia terkenal akan senyumannya yang indah seperti malaikat.

Namun pada hari ini, dihadapan sahabatnya Kim Taehyung. Dia akan berubah menjadi pria yang menyeramkan dan penuh amarah.

"Aku... tidak tau apa maksudmu, Jimin-ssi." kening Taehyung menyernyit. Ia bingung apa maksud dari sahabatnya itu.

"Apa maksudmu? Kim Sohyun dia itu kekasihmu yang sebenarnya. Dari dulu kau tergila gila padanya, kalian saling mencintai. Lalu untuk apa pernikahan ini?" ucapan Jimin membuat hati Taehyung bergetar hebat.

"Apa maksudmu? Kim Sohyun? Dia hanya sahabat dari istriku, Irene." Jimin semakin mengepalkan tangannya. Ingin rasanya dia menonjok muka Taehyung dengan kuat.

Taehyung melanjutkan pembicaraan ini, "Mengapa kau permasalahkan hal ini. Aku dari dulu hanya mencintai Irene, bukan Sohyun." ucapan Taehyung ini terdengar nyata. Sudah tak ada harapan lagi bagi Sohyun. Jimin menyerah, dia telah kecewa pada Taehyung.

"Begitu." Jimin memandangi manik mata coklat milik Taehyung. Tidak ada kebohongan disana. Apa yang ia katakan semua itu adalah benar, semua apa adanya.

"Apa kau sedang ada masalah? Apa kau disuruh seseorang untuk menikahi Irene?" Taehyung tak percaya dengan pertanyaan Jimin ini. Bukankah sudah ia jelaskan. Jika wanita yang ia cintai adalah Irene.

"Jawab pertanyaanku ini. Ini pertanyaan terakhirku."

"Tidak, tidak ada paksaan. Tidak masalah." ucap Taehyung. Dengan kejujuran dimatanya.

Ada yang salah dengan pria bodoh ini!
Batin Jimin.

"Baiklah kalau begitu.. selamat atas pernikahanmu," ucapnya dengan senyuman paksa.

Tapi apa!
Batin dia lagi.

-----------------------

"Hyung!" Jungkook berlari kearah Jimin yang hendak menaiki mobil hitamnya.

"Hyung mau kemana? Acaranya kan belum selesai?" heran Jungkook. Dia mengikuti Jimin dari tadi.

"Aku mau pulang."

"Oh, aku ikut hyung. Rumah kita kan searah."

"Bukannya kau bareng Jin-hyung?"

"Iya, tapi aku maunya bareng kau saja hyung." ucap Jungkook manja, sambil tersenyum manis menunjukkan gigi kelincinya.

"Apa apaan nadamu itu. Bareng Jin hyung saja, aku ada urusan." Jimin masuk kedalam mobil. Bodyguard atau supirnya yang sedari tadi berdiri disamping mereka itu, menutup pintu mobil dan bergegas masuk, untuk menjalankan mobil tersebut.

"Ah! Hyung! Aku maunya pulang denganmu!" Jungkook memasang raut wajah marah. Jimin melihatnya dari balik jendela kaca mobilnya yang terbuka sedari tadi.

"Tidak bisa. Lain kali saja ya!" mobil hitam itupun melaju, meninggalkan Jungkook yang masih berdiri mematung disana.

-------------------

Bisa dibilang acara ini berjalan lancar. Tidak ada kendala maupun masalah apapun yang muncul.

Namun, saat ini Kim Taehyung merasakan gejolak ingatan didalam kepalanya. Ia merasakan jika ia melakukan suatu kesalahan. Tapi dia tidak mengerti, apa kesalahan yang ia perbuat.

Apa yang salah denganku?
Pikirnya.

"Jin-hyung!" Taehyung mendapati Jin yang tengah berbincang dengan temannya Ong Seongwoo.

"Kau memanggilku? Ada apa? Btw selamat atas pernikahanmu!" Jin menyondorkan tangannya, agar dapat bersalaman dengan Taehyung.

"Thanks hyung!" Taehyung menyalami Jin dengan senyuman.

"Hei selamat atas pernikahanmu." Taehyung juga menyalami Ong Seongwoo.

"Hyung kau tau dimana Jimin?"

"Tidak, tapi aku tadi melihatnya sedang bersama Jungkook."

"Pantas saja mencarinya tidak ketemu."

"Tentu saja. Tamu mu kan banyak, kau mau cari dia buat apa?"

"Aku ingin memastikan sesuatu."

"Sesuatu? Apa itu?"

"Itu.. ah! Itu Jungkook! Hyung aku permisi dulu." Taehyung membungkuk memberi salam pada dua orang itu, setelah itu ia pergi.

"Ah iya," ucap Ong Seongwoo dengan balasan membungkuk.

---------------------

aku harus bertemu dengan Jimin!

"Jungkook!" ditengah kerumunan para tamu itu, Jungkook sedang berdiri didepan meja prasmanan. Dia bersama Jhope, Suga dan Namjoon.

Mereka berkumpul jadi satu. Jungkook menoleh kearah sumber suara, member yang lain pun sama.

"Ada apa hyung? Kau memanggilku?" tanya Jungkook.

"Kau tau dimana Jimin?"

"Ah... Jimin hyung sudah pulang dari tadi hyung."

"Ah.... begitu ya."

"Hei Taehyung-ssi nanti malam kita pesta yuk? Perayaan pernikahanmu!" sahut Jhope.

"Ajak juga istri barumu itu! HaHaHa!" tambahnya.

"Hei apa maksudmu dengan istri baru? Jhope-ssi," ucapan Jhope membuat semua orang bingung.

"Ah mianhae! Maksudku... itu.. yah pokoknya selamat adikku!"

"Haduh hyung kau selalu saja begini. HaHaHa!" semua orang tekekeh kecuali Taehyung dan juga Suga. Dia sedang sibuk memainkan  handphonenya.

"Hei lagipula Taehyung-ah nanti malam itu harus bersama istrinya, mana mungkin bisa berpesta bersama kita." ujar Namjoon.

"Ahh kau benar hyung. Hyung kau tidak boleh kemana mana nanti istrimu akan marah loh." ucap Jungkook pada Tae.

"Ya aku mengerti."

Entah kenapa pembicaraan ini menjadi terhenti. Tidak ada topik yang dibahas. Mengetahui hal itu Namjoon mulai bicara.

"Hei Dimana Jin hyung?"

"Jin hyung, dia sedang bersama temannya disana tuh!" tunjuk Jungkook ke arah Jin dan Seongwoo berada.

"Oohh."

"Hei apa kau marah dengan Jhope, Taehyung-ssi? Kau mendadak diam dengan ucapan Jhope barusan," selidik Suga, dia memandangi Taehyung dengan tatapan heran.

"Ah tidak hyung! Kau salah paham."

"Hei Tae-ssi tadi aku hanya bercanda, jangan tersinggung begitu." Jhope merasa bersalah.

"Tidak hyung, aku hanya sedang kepikiran hal lain..."

"Hyung seharusnya kau bahagia di hari pernikahanmu ini."

"Kau benar. Kalau begitu malam ini kita jadi berpesta."

"Boleh tapi kau harus mengajak Irene."

"Benar, setidaknya ijin ke dia."

"Hei apa kalian gila? Ini malam pertama Taehyung dan istrinya, kita tidak boleh mengganggu mereka."

"Tidak apa hyung. Dia pasti mengerti."

"Hei taehyung-ssi lalu istrimu kau biarkan dia tidur sendirian dikamar, dimalam pertama pernikahan kalian?" Namjoon mulai bingung.

"Hyung bagaimana kalau besok saja." usul Jungkook.

"Aniya! Aku maunya malam ini."

"Hei istrimu itu nanti gimana?" Suga protes.

"Aku bisa ijin padanya. Dia pasti mengerti," ucap Taehyung.

"Hei kami tidak ikut ikutan yah, kalau istrimu sampai marah."

"Benar hyung, aku nggak ikutan yah, kalau sampai istrimu ngamuk."

"Hm.. kalian ini terlalu melebih lebihkan. Pokoknya nanti malam kita berpesta."

#bersambung...

Nantikan chapter 2 yah!

Continue Reading

You'll Also Like

815K 97K 66
"Aku bisa melihat apa yang tidak bisa kamu lihat. Aku bisa mendengar apa yang tidak bisa kamu dengar. Aku bisa merasakan apa yang tidak bisa kamu ras...
111K 4.3K 39
jungkook si bayi Bangtan yang ceria dan mempesona tapi sayang sudah ada yang punya. "jangan dekati milik ku kalau tidak mau terkena rap andalan ku" ...
34.8K 2.9K 62
Apakah kalian siap untuk bertemu dengan mereka kembali? Kali ini mereka kembali dengan sebuah misi yang jauh lebih besar dan mendebarkan. Akan ada sa...
319K 24K 24
[COMPLETEDâś”] "Entah bagaimana, tapi aku mencintaimu" -Song Hyerin- "Karena memang, aku memilihmu sejak awal" -Kim Taehyung- "Maka dari itu, teruslah...
Wattpad App - Unlock exclusive features