"1 Minggu lagi aku mau pindah sekolah, kamu gapapa kan?"
"Kenapa sih kak, kamu harus pindah? gaboleh! nanti yang bela Ais siapa kalo bukan kakak?!" ucapku dengan nada tak terima. "Ayo plis kak, omongin lagi sama Mas Reza, bisa kan?" ucapnya kemudian dengan nada memohon.
"Percuma, aku sudah bilang ke Mas Reza dan ngga ada hasil sama sekali". Terlihat jelas sekali raut wajahnya seakan-akan dia sangat pasrah.
Setelah berpikir beberapa menit, ia pun mendapat ide "Emmmm.. aku janji deh nanti sering datengin kamu, gimana?" Katanya dengan raut wajah yang meyakinkan.
"Ehm... deal?" Ucapku dengan mengacungkan jari kelingking di depan pria yang saat ini sedang bersamaku.
Pria di depanku ini tampak sedang berpikir kemudian dia mengacungkan dan mengaitkan kelingkingnya dan kelingkingku, "Iya aku janji bakal balik ke Bandung lagi" Ucapnya disertai dengan senyum manisnya.
"yippiiii, janji ya kak, janjiiii jangan lama-lama di Yogyakarta, aku bakal kangeeeen dan kangeeen banget sama kakak" aku pun tersenyum senang dan spontan memeluk pria yang dihadapanku ini sangat erat.
"Oiya" lelaki didepannya nampak coba mencari sesuatu, dan langsung ia dapatkan, "Ini, jam tangan jaga baik-baik ya, kalo kamu kangen aku, bisa kok pake jam itu setiap hari" Katanya sambil mengenakan di pergelangan tanganku.
"Nah udah, kalo gitu aku pamit ya Is. Jaga hati, jaga mata, inget kamu cuma punyaku" Pria itupun melambaikan tangan dan perlahan-lahan sosoknya sudah tidak terlihat.
Ya, tidak terlihat dan rasanya aku ingin menangis, karena ia akan ditinggalkan sosok yang selalu menjaganya, dan kini sosok itu sudah tidak ada di sampingnya.