hai, nama gw Raihan, kali ini gw bakal ceritain kisah Randi yang rumit untuk mendapatkan pujaan hatinya..
***
kukuruyuuuuk
Suara ayam yang menyambut datangnya pagi.
awan yang berduka kini telah berubah menjadi matahari yang menghangatkan tubuh laki laki yang sedang mengejar seorang perempuan.
Ia sangat senang karena hari itu adalah hari dimana ia dapat bertemu kembali dengan perempuan yang ia sedang istimewakan. Ia pun pergi kesekolah menggunakan motor beatnya.Dan laki laki tersebut bernama "Randi!!" panggil teman sebangkunya.
"eh mario apa kabar?gimana liburannya?" tanya Randi.
"seru sih, tapi lebih seru kalo kita main bareng nanti pas pulang sekolah" jawab Mario.
"oke, boleh juga ajakan lu.yaudah ayo ke kelas, keburu pak Nanang dateng terus ngomel ngomel" ajak Randi sambil merangkul mario untuk berjalan ke kelas.
"ayolah" jawab mario.
ya itulah dia, Randi Mahendra, sebut saja Randi si pahlawan keluarga.Sesuai namanya ia sosok yang pelindung keluarga dan juga sabar. Saat ini ia duduk dikelas 11 di SMA 100 Jakarta. Dan kedudukan dikelasnya ia sebagai ketua kelas.Semua temannya memilih dia karena orangnya yang seru dan baik bukan karena otaknya, karena sebenarnya otak Randi tidak terlalu pintar, melainkan cerdas.
teng teng teng!
bel istirahatpun tiba, ia segera menutup buku yang ada diatas meja.
"Mar, kekantin yok" ajak Randi.
"lah skut gw mah, tapi bayarin ya" jawab Mario dengan setengah tertawa.
"iya nanti kalo kantinnya digusur ya" ucap Randi yang ikut tertawa.
"yah lu mah bercanda mulu, yaudah ayo dah" ajak Mario.
Dan mereka segera berjalan menuju kantin.
Sesampainya di kantin.
"Ran" ucap Mario.
"apa?" tanya Randi.
"gw tau apa yang lu cari di kantin" jawab Mario sambil duduk di kursi kantin.
"yah masih inget aja lu setelah lama liburan" ucap Randi.
"udah sono samperin, gw tunggu sini aja" suruh Mario.
Akhirnya Randi meninggalkan Mario dan segera menemui Kalila, seorang perempuan yang sangat dipuja puja oleh Randi.
"Kal!" panggil Randi.
"eh Randi, apa kabar Ran? gimana nyokap sama adek lu? sehat terus dong pasti" tanya Kalila sambil tersenyum.
"mmm... Alhamdulillah sehat, kalo nyokap bokap lu gimana?" tanya balik Randi yang sambil menggarukkan kepalanya.
"Alhamdulillah sama kok,btw si Mario mana?" tanya Kalila sambil mencari cari seseorang.
"itutuh, dia nunggu disono katanya" tunjuk Randi ke arah Mario.
"ohhh" ucap Kalila.
"yaudah ayo kesono" ajak Randi.
"bentar, gw nyari Nara" ucap Kalila yang tengah kebingungan mencari Nara.
"oiya dia mana ya dia?" tanya Randi.
"mmmmm, itutuhh dia pengen ke arah Mario ternyata" unjuk Kalila ke arah Nara yang berjalan menuju tempat duduk Mario.
"yaudah yok kesono" ajak Randi.
"ayo" ucap Kalila yang berjalan ke arah Mario dan Nara sambil memegang tangan Randi.
Akhirnya merekapun berkumpul dan saling bertukar kabar serta bertukar pengalaman liburannya. Ya, mereka itu adalah Randi, Kalila, Mario, dan Nara. Keempat orang tersebut adalah orang yang sudah berteman lama dari SMP yang selalu membuat onar karena kelakuan yang anehnya. Dari Randi yang mengambil kucing di atap sekolah lalu terjatuh, dan Mario yang selalu usil sama gurunya, dan Kalila Nara yang selalu membagikan kunci jawaban soal UN namun ketauan guru.
teng teng teng!
Bel masuk.
Merekapun masuk kekelas masing masing.Namun sebelum Randi masuk kelas, ia menghantarkan Kalila ke kelasnya.
"belajar yang bener ya Kal" ucap Randi.
"iya bawel, gausah alay gitu deh kaya gw belajarnya gak bener aja" oceh Kalila.
"et dah galak amat pentungan masjid" ucap Randi yang merubah wajahnya menjadi cemberut.
"udah sono, noh guru udah masuk kelas lu" suruh Kalila.
"iya iya, yaudah see you Kal" ucap Randi sambil berjalan meninggalkan kelas Kalila.
"bodo amat!" teriak Kalila sambil masuk kekelasnya.
akhirnya merekapun masuk kelas masing masing.
teng teng teng!
bel pulang sekolah.
"Ran, jadi main gak?" tanya Mario sambil membereskan buku yang ada di mejanya.
"ayo, tapi ajak Kalila sama Nara ya?" tanya Randi balik.
"yaudah, ajak sono" suruh Mario
"yaudah gw duluan ya, nanti ketemuan aja dirumah lu" ucap Randi yang langsung bergegas keluar kelas.
"oke!" jawab Mario yang masih membereskan bukunya.
Randipun menemui Kalila yang saat itu sedang bersama Nara di kelas Kalila.
"Kal!" panggil Randi.
"kenapa?" jawab Kalila.
"diajak main sama Mario dirumahnya nanti malem, mau gak?" tanya Randi.
"Kalila doang nih? gw enggak?" ucap Nara yang memotong obrolan Randi dengan Kalila.
"ya lu juga gayung sawah" ucap Randi sambil tertawa.
"ayo gw mah, gimana nih Nar?" tanya Kalila ke Nara.
"gasss keunn!" jawab Nara sambil mengacungkan ibu jarinya.
kriiiingggg!
"eh bentar ya nyokap nelfon" ucap Nara yang langsung menjauh dari Kalila dan Randi.
"Kal, nanti jalan dulu ya sama gw,kan ini masih sore tuh. Jadi pas abis jalan baru ke rumah Mario malemnya" Tanya Randi yang memandang ke mata Kalila berharap Kalila mengiyakan ajakannya.
"tapi lu jangan ngapa ngapain gw ya!" jawab Kalila sambil menunjuk ke arah Randi.
"yaelah lu mah kaya sama siapa aja sih" ucap Randi sambil menurunkan tangan Kalila yang tadi menunjuk ke arahnya.
"yaudah gw mau" ucap Kalila dengan ketus.
"yesss!" teriak Randi.
Narapun selesai mengangkat telfonnya.
"eh gw disuruh pulang sama nyokap" ucap Nara.
"yaudah, tapi nanti malem lu jadikan?" tanya Kalila ke Nara.
"jadi donggggg" jawab Nara sambil berjalan ke arah keluar sekolah.
"yaudah yok" ajak Randi.
"gw tunggu depan gerbang ya Ran" ucap Kalila.
"iya, tapi jangan kabur yaa!" ucap Randi dengan ketus.
"bawell!" jawab Kalila.
Akhirnya merekapun pergi jalan bareng menggunakan motor beat kepunyaan Randi.
"Ran" panggil Kalila yang sedang dibonceng Randi.
"kenapa kal?" jawab Randi.
"lu kenapa ngajakin gw jalan deh?" tanya Kalila.
"gapapa, lagi pengen sama lu aja" jawab Randi.
"halah, apa ada maunya nih?" tanya Kalila lagi.
"ada dong pasti" jawab Randi sambil tertawa.
"tuh kan!" ketus Kalila.
"maunya bareng lu mulu kok, bukan yang lain" ucap Randi.
"serah lu Ran!" gentak Kalila.
"yeh galak amat kuah baskom" ucap Randi sambil menahan tawa.
"bodo!" ketus Kalila lagi.
Setelah hampir 10 menit mereka naik motor.Merekapun berhenti di sebuah restoran yang dekat dengan rumah Mario.
Randi segera memarkirkan motornya dan merekapun duduk di meja luar, karena mereka lebih suka angin alami daripada angin AC.
"Kal, pesen gih" suruh Randi.
"yaudah bentar, oiya lu mau pesen apa?" tanya Kalila.
"samain aja kaya lu gw mah, sama tambahin minumnya aja satu lagi hehe" ucap Randi yang tertawa menahan malu.
"yeh dasar, yaudah gw pesenin dulu ya" ucap Kalila yang berjalan untuk memesan makanan.
Setelah makanan tersebut jadi, merekapun memakan makanan tersebut dan Randi membayar makanan tersebut. Lalu mereka menuju ke rumah Mario, karena cuaca sudah mulai mendung.Mereka menuju ke rumah Mario duluan,karena takut akan terjadi hujan nantinya.
Lalu mereka berangkat menuju ke rumah Mario yang tidak jauh dari restoran yang mereka datangi.