Bekal Risa

By mayasaripratiwi

49.1K 7.4K 883

[TAMAT] Di saat Hara mulai menyadari perasaannya gara-gara sekotak bekal buatan Risa, adik kembarnya--Aksa--m... More

Cast & OST
Bab 1 - Karisa Aulia
Bab 2 - Hara Dhana
Bab 3 - Dari Balik Tembok
Bab 4 - Anak Beasiswa
Bab 5 - Daftar Bimbingan
Bab 6 - PR
Bab 7 - Membajak Kulkas
Bab 8 - Kerja Kelompok (?)
Bab 9 - Bimbingan
Bab 10 - Bertamu ke Cilebut
Bab 11 - Trauma
Bab 12 - Hukuman
Bab 13 - Bento Istimewa
Bab 14 Hari Yang Kacau Balau
Bab 15 - Dua Hara
Bab 16 - Cerita Hara
Bab 17 - Tetangga Baru
Bab 18 - Lip Tint
Bab 19 - Seringan Bulu Angsa
Bab 20 - Bangga
Bab 21 - Ada Apa dengan Mereka?
Bab 22 - Sugar Rush
Bab 23 - Menyelinap
Bab 24 - Organik
Bab 25 - Jackpot
Bab 26 - Menangis Tanpa Air Mata
Bab 27 - Pinta Aksa
Bab 28 - Jin Fisika
Bab 29 - Free Flow
Bab 30 - Berkomplot
Bab 31 - Sehari di Litarda
Bab 32 - Menjaga
Bab 33 - Chant
Bab 34 - Bento Istimewa
Bab 35 - The Soultrap
Bab 36 - Panggung Hara
Bab 37 - Perjalanan Pulang
Bab 38 - Sehangat Selimut
Bab 39 - Kekacauan di Hari Ulang Tahun
Bab 40 - Kado
Bab 41 - Egrang
Bab 42 - Makan Malam Istimewa
Bab 43 - Rapat Darurat
Bab 44 - Kembali ke Sekolah
Bab 45 - Masih Perkara Kado Ulang Tahun
Bab 46 - Rapat
Bab 47 - Culture Trip
Bab 48 - Pacaran?
Bab 49 - Menunggu Jawaban
Bab 50 - Sepayung Berdua
Bab 52 - Ciuman di Bawah Hujan
Bab 53 - Sayang
Bab 54 - Ijin
Bab 55 - Keberangkatan
Bab 56 - Terbang
Bab 57 - Chanoyu dan Ikebana
Bab 58 - Asakusa
Bab 59 - Plot Twist di Tokyo Sky Tree
Bab 60 - Bro Talk
Bab 61 - Tsukiji Fish Market
Bab 62 - Sebait Doa di Kuil Meiji
Bab 63 - Harajuku
Bab 64 - Omotesando
Bab 65 - Menyerah
Bab 66 - Farewell
Bab 67 - Ibu
Bab 68 - Mundur
Bab 69 - Rumah
Bab 70 - Warning
Bab 71 - Pemain Cadangan
Bab 72 - Gaduh
Bab 73 - Pertandingan Final
Bab 74 - Bekal Risa
Bab 75 - Hiruk Pikuk Litarda Fest
Bab 76 - Malam Penutupan

Bab 51 - Gara-Gara Telur

463 86 8
By mayasaripratiwi


"Besok mau berangkat sekolah bareng nggak?"

"Gue ada latihan futsal pagi."

Hara menolak ide Saskia mentah-mentah saat Saskia menurunkan Hara di depan rumah.

"Gue bisa kok mampir ke sini pagi-pagi banget. Subuh juga gue jabanin."

Tak ada tanggapan dari Hara. Badan dan pakaiannya tidak basah lagi. Dari kedai kopi, Hara meminta Saskia mengantarkannya membeli baju untuk menggantikan bajunya yang basah. Lalu mereka mendamparkan diri di sebuah co-working space hanya untuk duduk berhadapan tanpa bicara. Hara benar-benar tidak bisa merasakan keberadaannya di mana pun kakinya menjejak. Risa dan Risa, hanya gadis itu yang menyita pikiran Hara.

"Hara," panggil Saskia sebelum Hara menutup pintu.

Dengan enggan Hara menoleh.

"I know you want me. The way you kissed me just now, I can feel it." Saskia yang cengengesan sudah hilang. Hara sedang berhadapan dengan Saskia yang penuh ambisi mendapatkan keinginannya: Hara seorang.

"That kiss you were talking about ..." Hara menatap Saskia tajam, memastikan Saskia menyimaknya dengan baik. "... never exist."

"Jangan bercanda." Saskia tertawa hampa. "Aksa dan Risa saksi matanya."

Hara membanting keras pintu mobil Saskia. Kejadian tadi sore terlalu membuatnya frustasi. Saskia benar. Hara bisa berpura-pura menyangkal ciuman mereka, tapi kehadiran Aksa dan Risa di tempat itu adalah nyata.

Risa ...

Tangan Hara terasa berat bahkan untuk membuka pintu rumahnya sendiri. Jam sembilan malam. Risa pasti sudah pulang. Besok mereka ada jadwal bimbingan. Biasanya jam segini Risa akan melontarkan seribu satu alasan untuk berkelit dari bimbingan. Alasan-alasan konyol yang tidak masuk akal, tapi selalu membuat Hara tersenyum membacanya. Membenahi atap rumah, memberi makan ikan titipan temannya, sampai jerawatnya menular sehingga tidak membolehkan ia untuk bertatap muka terlalu lama.

Malam ini tidak ada satu pesan pun dari Risa. Dan hal itu semakin membuat Hara uring-uringan.

[Hara: besok bimbingan jam 2]

Pesan itu sudah Hara ketik dari dua jam yang lalu, tapi Hara tak kunjung punya keberanian untuk menekan tombol kirim sampai saat ini.

Mengetiknya membuat Hara gugup, menunggu jawabannya lebih gugup lagi. Hampir sepuluh menit Hara berdiri mematung di halaman rumahnya hanya menunggu notifikasi pesan dari Risa muncul.

[Risa: ok]

'Ok'. Dua huruf. Hanya itu? Ini lebih parah dari tidak membalas sama sekali. Risa tidak pernah membalas pesan Hara sependek itu.

Hara melangkah gontai masuk ke ruang tengah, disambut suara riang obrolan Aksa dengan ibu mereka dari arah sofa.

"Really? Jadi, kamu mau masuk Litarda karena Risa? Kamu bohongin Mama ya? Bilangnya kangen sekolah lagi," canda ibunya pada Aksa.

"Nggak, Ma. Aksa memang pengen sekolah lagi. Tapi ada Risa di Litarda bikin Aksa semakin semangat."

Erica melipat lengan di dada, lanjut meledek anak bungsunya. "Mama baru tahu lho obat penyakitmu itu cuma love. Tahu gitu Mama nikahin kamu sama Risa dari dulu."

"Ma, stop! You're crazy!" Aksa terbahak mendengar ide gila ibunya.

Erica mendekatkan duduknya pada Aksa dan memasang lagak berbisik, padahal suaranya tetap sampai ke telinga Hara. "Jadi gimana? Ngapain aja kalian tadi?"

Tak mau mendengar lebih lanjut, Hara segera masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower. Masih dengan pakaian lengkap, Hara membiarkan air hangat dari pancuran itu mengguyurnya persis apa yang ia lakukan di bawah hujan tadi sore. Hara tidak berniat mandi. Dia hanya ingin suara gemericik air menangkal obrolan bahagia antara Aksa dan ibunya. Kejadian di depan kedai kopi sudah menyiksa hati Hara. Sampai rumah, semuanya malah semakin buruk.

Hara iri. Bukan hanya Aksa yang ingin bercerita panjang lebar pada wanita itu. Hara juga. Ia ingin menghampiri ibunya dan memberitahu betapa kacau hati dan pikirannya saat ini. Ia juga ingin bilang kalau ia sudah menjadi orang paling bodoh di dunia, hampir kehilangan gadis yang ia suka. Ibunya tak perlu memeluknya. Cukup diam dan mendengarkan. Tapi bahkan hal sesederhana itu pun tidak bisa Hara dapatkan di dalam rumahnya sendiri.

"Ngapain lo? Kehujanan lagi?" Aksa terkejut melihat Hara basah kuyup bersama pakaiannya keluar dari kamar mandi. Erica tidak ada lagi di sofa. Mungkin sudah masuk ke kamar.

"Hm." Hara bergumam pendek, meninggalkan Aksa tanpa penjelasan.

Sejam kemudian di saat Hara sudah bersiap berbaring, Hara mendengar suara musik dari kamar Aksa. Aksa sedang mendengarkan Sheila on 7. Hara yang memperkenalkan Aksa pada band itu. Sejak itu, cuma lagu-lagu Sheila on 7 lagu berbahasa Indonesia yang Aksa suka. Hara menyimak lebih fokus lagu mana yang sedang Aksa dengarkan.

Dan kau bisikkan kata cinta

Kau t'lah percikkan rasa sayang

Pastikan kita seirama

Walau terikat rasa hina

("Kita")

Hara mencelos. Apa ini artinya Risa menerima perasaan Aksa? Sekarang mereka pacaran?

Tubuh Hara jatuh memantul di atas kasur. Ia menengadah menatap langit-langit kamar meratapi kebodohannya sendiri. Satu kesalahan. Cukup satu kesalahan untuk membuat Hara kehilangan Risa.

Benarkah satu kesalahan? Atau ini adalah akumulasi dari kesalahan-kesalahan Hara sebelumnya?

Hara yang terlalu banyak mengerjai Risa.

Hara yang sering memarahi Risa.

Hara yang tak bisa bersikap lembut pada Risa.

Hara yang tak punya nyali untuk mengungkapkan perasaannya.

Tak akan habis daftar kesalahan Hara pada Risa.

Sesuatu di atas meja belajar menarik perhatian Hara. Sebuah piring ditutup tudung saji. Hara bangun dan membuka tudung saji di atas piring itu. Satu lembar telur dadar tebal beserta nasi putih terhidang untuk Hara disertai sebuah catatan dari tulisan tangan yang sangat familiar.

Microwave 1 menit sebelum makan.

Hara membuang isi piringnya ke tempat sampah di bawah meja belajar. Gara-gara telur itu, hari Hara jadi berantakan.

***

Continue Reading

You'll Also Like

281K 13.2K 28
Menjadi anak populer, ketua Cheers, pintar, anggota osis dan selalu berusaha tampil cantik. Apakah itu tidak cukup untuk membuatmu menyukaiku? -Axand...
151K 25.3K 78
[ TELAH TERBIT | PART MASIH LENGKAP ] "Tuhan memang satu, kita yang tak sama." - A. Darian Aksata "Tolong tanyakan pada Tuhanmu, bolehkah aku yang bu...
410K 35.8K 44
Yang Kinan suka itu Haru. Cowok yang sukanya naik di atas panggung dengan gitar listrik biru tosca kesayangannya, yang masak sop tapi pakai air kran...
CINTA LOKASI By echa

Teen Fiction

9.6K 519 26
Amazing cover by @hfaistyles "kadang kita harus terima bahwa ada orang yang ditakdirkan untuk ada didalam hati kita. tapi bukan untuk didalam hidup...
Wattpad App - Unlock exclusive features