Love Keeana

By ndyhtkh

240 66 10

Keeana Azzura Rafizqy atau sering di panggil Nana. Anak bungsu dari lima bersaudara, dan memiliki Empat Kakak... More

Keeana Azzura Rifizqy
Melviano Rafardhan Adhitama
Satu
Dua
Tiga
Empat
Lima
Enam
Delapan
Sembilan
Sepuluh

Tujuh

15 5 1
By ndyhtkh

"Maaf Bang." ucap Nana lagi, dia masih merasa bersalah. Memang benar dia dan Nunu sering menutupi hal kecil yang terjadi pada Nana saat bersama dengan Nunu, tapi kali ini, tidak bisa, Nana tidak kuat.

"Gakpapa Na, Abang tau pasti sakit banget." balas Nunu sambil menggendong Nana, untuk membawanya ke UKS.

"Kak UKS?" tanya Nunu pelan.

"Gue antar." ucap Barra sambil berjalan deluan di ikuti Nunu yang menggendong Nana di punggungnya.

"Kita ikut Nu!" ucap Fani dan Nela sambil membawa sepatu milik Nana, dan buku mereka.

****

"Bro!" panggil Farran kepada Vian dan Enard yang tidur di bangku pojok belakang kelas mereka, dan Liam memainkan Game di handphone nya.

"Gue dengar tadi dari tetangga depan, Riana berulah lagi. Dia kelai sama Adek kelas, dan katanya dia kalah terus terdiam." ucap Farran bahagia. "Tumben kan ada yang bisa kalahin tuh mulut bebek." lanjut Farran lagi, namun tidak mendapat respon dari ketiga temannya.

"Tapi yang gue kasianin, cewe yang lawan dia jatuh di kolam ikan." lanjutnya lagi, dan itu membuat Liam mengalihkan pandangannya ke arah Farran, dia mulai kepo.

"Kok bisa?" tanya Liam.

"Gue dengar-dengar sih katanya tuh cewe ambil buku punya temannya di dalam kolam ikan itu, terus waktu mau keluar, dia jatuh kepeleset." jawab Farran sambil menampilkan wajah kasiannya.

"Tapi katanya temannya yang laki-laki nolongin, tanpa buka sepatu masuk ke dalam kolam. Temannya itu panik banget deh kayaknya, sampai lupa buka sepatu. Eh tapi ada kabar lagi itu bukan temannya, tapi kayak kembarannya, soalnya mereka katanya mirip, muka dan namanya." lanjut Farran yang berhasil membuat Enard dan Vian menatapnya.

"Tau dari mana?" tanya Vian mulai was-was.

"Itu tetangga depan." jawab Farran.

"Tanya lagi sana, siapa cewenya." ucap Enard yang di angguki oleh Liam, Farran pun menyetujui hal itu, karena dia mulai kepo juga, siapa cewe tersebut.

"Woy katanya yang tadi pagi nyanyi lagu kesukaan Riana di lapangan, tau gak siapa?" tanya Farran di depan pintu, hal tersebut membuat Enard dan Vian langsung berdiri dan berlari keluar kelas. "Kenapa?" tanya Farran bingung pada Liam.

"Astaga! Yang nyanyi tadi pagi Nana bego!" jawab Liam sambil ikut berlari mengikuti Enard dan Vian, Farran yang baru tersadar pun menepuk kepalanya, dan ikut berlari mengikuti Liam.

"Riana!" panggil Enard marah saat melihat Riana duduk dibangku dekat kolam ikan itu, bersama ketiga temannya.

"Iya sayang?" tanya Riana sok imut.

"Dimana Adek gue?!" tanya balik Enard sambil menarik kasar tangan Riana.

"Woy Woy! Cewe Bro! Kalem." ucap Liam menenangkan.

"Sakit Keenard!" balas Riana sambil menarik tangannya dari genggaman erat Enard.

"Gue tanya! Dimana?!" Tanya Enard sekali lagi.

"Di bawa ke UKS kali sama kembarannya." ucap Riana santai. Vian yang mendengar itu langsung berlari ke arah UKS.

"Lo! Urusan kita belum kelar!" ucap Enard mengikuti Vian. Liam dan Farran pun menunjuk Riana memberi peringatan, kemudian berlari mengikuti mereka.

****

"Kak? Gue pinjam Hp boleh? Hp gue di tas, gak kebawa." ucap Nunu sambil menunggu Nana yang di periksa oleh dokter sekolah mereka di dalam.

"Nih." ucap Barra sambil memberikan Hpnya kepada Nunu. "Ada nomor Elan aja disitu." lanjutnya.

"Iya gakpapa Kak." balas Nunu sambil mencari kontak Elan dan menelponnya. Fani melihat disitu raut kekhawatiran dan ketakutan terpancar di wajah Nunu.

"Gakpapa Nu. Telpon aja, akan lebih parah kalo mereka gak tau." ucap Fani memberikan kekuatan pada Nunu, yang di angguki olehnya.

"Halo Bang? Ini Nunu." ucap Nunu gemetar. "Ke UKS sekarang ya Bang, Nunu tunggu, disini nanti Nunu jelasin. Dah Bang." lanjut Nunu terus mematikan telponnya dan mengembalikannya kepada Barra. Yudis dan Barra yang melihat itu terlihat bingung, kenapa Nunu yang biasanya terlihat cuek tapi disini terlihat berbeda.

"Nunu!" ucap Enard saat melihat Nunu ada di depan pintu UKS.

"Maaf Bang. Nunu kali ini benar-benar minta maaf. Nunu gak bisa cegah Nana, dia terlalu keras kepala, Nunu bingung." ucap Nunu panik saat melihat Enard yang terlihat sangat marah. Enard jarang marah, namun kali ini dia sangat marah.

"Kan sudah gue bilang! Lo jagain dia!" ucap Enard kesal.

"Hei Bro! Dia gak salah. Tadi cuma kecelakaan." ucap Yudis menengahi.

"Permisi? Ini Nana pergelangan kaki nya keseleo, dan untuk pinggangnya hanya lebam, mungkin karena terkena batu tadi. Sekarang dia baik-baik aja, cuma dia pesan sama saya tadi, dia mau yang pertama masuk ke dalam Keeanu, kembarannya. Dimana orangnya?" ucap dokter yang keluar dari dalam UKS.

"Saya." ucap Nunu sambil mengikuti dokter untuk masuk ke dalam.

"Kita pulang ya Bang." ucap Nana sambil mengangkat kedua tangannya ingin memeluk Nunu. Nana sangat tahu, saat ini Nunu sangat khawatir dan panik. Jadi Nana ingin pulang, jika mereka di rumah, akan ada Alisha yang melindungi dan melawan amarah abang-abangnya. Pasalnya Nana juga takut jika ketiga Abangnya marah.

"Maafin Nana ya Bang. Kali ini Nana gak bisa nyembunyiin sakitnya Nana. Sakit banget Bang." ucap Nana sambil memeluk erat Nunu dan mengelus punggungnya untuk menenangkan.

"Engga Na, ini emang salah Abang, gak bisa jagain Nana. Maafin gue ya Na." balas Nunu sambil menatap wajah Nana yang ingin menangis.

"Apa sih Bang! Ini tu kemauan Nana, dan sekarang Nana mau pulang." ucap Nana yang di angguki oleh Nunu. Sedangakan di luar ruangan telihat Enard dan Vian yang sudah tidak tahan ingin melihat keadaan Nana.

"Dimana Nunu?" tanya Elan yang datang bersama Enan di sampingnya, Elan dan Enan pun melihat semua wajah orang yang ada di depan UKS tersebut sangat khawatir.

"Ada apa Nard?" tanya Enan pelan tapi tajam, itu membuat semua orang menjadi terdiam. Enard pun hanya menunduk. Barra dan Yudis yang melihat itu bingung, tadi Enard bisa sangat marah pada Nunu, seperti tidak ada yang di takuti di dunia ini, namun dengan Enan yang bertanya dia menjadi diam dan tertunduk. Pintu UKS pun terbuka dan terlihatkan Nunu yang sedang membantu Nana untuk berdiri, karena pergelangan kaki sebelah kanan Nana terlilit kain coklat.

"Nu?" tanya Enan dengan menatap tajam Nunu.

"Abang! Nana mau pulang ya?" ucap Nana sambil menatap Enan memohon.

"Lan, siapin mobil." ucap Enan sambil menggendong Nana di punggungnya, dan membawanya menuju parkiran mobil sekolah, tanpa berbicara sedikitpun kepada Nunu dan Enard.

"Gue ijin ya Kak." ucap Nunu kepada Barra yang di balas anggukan.

"Ini tas Lo sama Nana, sama ini sepatu Nana." ucap Fani memberikan nya kepada Nunu, yang di ambil Nunu sambil tersenyum.

"Terimakasih ya. Gue deluan." ucap Nunu yang di angguki oleh Fani dan Nela.

"Kabarin gue ya Nu!" teriak Fani yang di angguki oleh Nunu. Enard pun pergi bersama ketiga temannya menuju mobil miliknya, untuk ikut kerumahnya.

"Bolos dah tu satu keluarga, di tambah ketiga manusia buntutnya si Enard." ucap Yudis sambil menatap mereka pergi menjauh.

"Gimana nasib Nunu ya Fan? Dia gak pernah sepanik ini." ucap Nela khawatir melihat Nunu yang berjalan di belakang Enan sambil menunduk.

"Emang kenapa?" tanya Yudis pada Nela.

"Nana itu berlian keluarga mereka Kak. Bayangin aja kalo Kakak yang punya berlian itu, terus lecet sedikit aja. Tapi kali ini lecetnya bukan sedikit lagi kak, sudah terlihat, sangat parah." ucap Nela sedih.

"Maaf ya Kak ngerepotin. Nana memang begitu, dia gak akan ngebiarin orang di dekatnya di sakitin." Fani melanjutkan ucapan Nela.

"Ya sudah Kak, kita balik ke kelas. Sudah masukan." ucap Fani yang di angguki oleh Barra dan Yudis.

"Si Nana nya lucu ya Bar, tapi pengawalnya banyak." ucap Yudis yang di angguki oleh Barra.

****

"Bang, ini salah Nana ya. Jangan marahin Bang Nunu." ucap Nana pada saat dia berada di punggung Enan yang menggendongnya untuk masuk rumah. Iya, mereka sudah sampai rumah. Elan pun lari untuk membukakan pintu untuk Enan yang saat ini menggendong Nana di punggungnya.

"Loh sudah pulang? Kok cepat?" tanya Alisha saat melihat Nunu memasukin dapur untuk mengambil minum untuk Nana.

"Abang Nu kenapa?" tanya Alisha yang di diami saja oleh Nunu.

"Bund! P3K dimana?" teriak Enard dari atas kamar Nana. Saat ini Nana, Enan, Elan dan Enard ada di kamar Nana, untuk mengobati luka yang ada di pinggang Nana.

"Nana jatuh kepeleset Bund. Maafin Nunu." ucap Nunu pelan saat Alisha menatapnya bertanya, kenapa Enard mencari P3K.

"Kok bisa sih?! Ya sudah, Nunu sekarang pergi cari kotak P3K di bawah TV ruang keluarga. Bunda mau liat Adek dulu." ucap Alisha yang di angguki saja oleh Nunu. Di ruang keluarga pun ada Vian, Liam dan Farran yang menunggu kabar Nana.

"Tunggu sebentar ya Kak. Lagi obatin pinggang Nana yang lebam." ucap Nunu yang di angguki saja oleh Vian dan yang lainnya.

"Ini Bang." ucap Nunu sambil memberikan kotak P3K kepada Enan yang saat ini memgobati pinggang Nana yang terlihat membiru.

"Bang, tangan Nana juga. Nih, baru kerasa sakitnya." ucap Nana pelan memperlihatkan sikut lengan kanannya yang ternyata juga membiru.

"Lain kali jangan begini Na! Bikin Bunda kaget! Kalo Bunda jantungan gimana?" ucap Alisha sambil menahan tangis melihat anak bungsunya yang memang sangat terlihat kesakitan.

"Gak mau ke rumah sakit aja dek?" tanya Elan sambil memberikan baju ganti untuk Nana.

"Gak Bang. Sudah kalian keluar sana, Nana mau ganti baju." ucap Nana pelan.

"Bisa sendiri?" tanya Nunu.

"Ada Bunda yang bantuin. Sana temanin teman Bang Enard di bawah sana." ucap Nana dan itu membuat mereka berempat keluar dari kamar Nana.

"Besok kasih tau Abang, yang mana Riana, Enard." ucap Elan yang di angguki oleh Enard. "Terus Nunu! Harus lebih tegas lagi sama Nana, jangan selalu nurutin apapun yang bisa nyakitin dia." lanjut Elan yang diangguki oleh Nunu.

"Hari ini, Abang maafin." ucap Enan sambil pergi menuju kamarnya. Nunu yang mendengar itu pun terlihat lega, akhirnya Enan berbicara padanya.

****

"Gimana?" tanya Vian saat melihat Enard duduk di sampingnya.

"Baik-baik aja. Cuma ya gitu, lebam-lebam, pinggang, kaki sama tangannya. Sedih gue ngeliat Nana kesakitan kayak tadi." ucap Enard sambil mengadahkan kepalanya dan melihat langit-langit rumahnya.

"Satu lagi, Riana di cari sama Bang Elan." ucap Enard sambil menatap ketiga temannya.

"Mampus tuh cewe mulut bebek." ucap Farran kesenangan.

"Bang!" panggil Alisha di tangga, yang di lihat di sampingnya ada Nana yang ingin turun ke lantai bawah.

"Gue aja." ucap Vian yang di biarkan saja oleh Enard.

"Biar Vian aja Tante." ucap Vian saat sudah berada di depan Nana dan Alisha.

"Iya tolong ya Vian. Tante mau buatin minum buat teman-teman kamu." ucap Alisha sambil membantu Nana memegang pundak Vian untuk menuruni tangga, Alisha pun meninggalkan mereka.

"Sakit?" tanya Vian khawatir.

"Sakit Kak. Tapi Nana bisa tahan." jawab Nana sambil tersenyum lembut. "Oh iya, ke kamar Bang Nunu dulu bentar Kak." lanjut Nana, Vian pun membantu Nana dengan merangkulnya erat, dengan sebelah tangan Nana memegang erat tangan Vian.

"Bang Nunu!" panggil Nana dari luar kamar Nunu, Nunu yang mendengar itu langsung membuka pintu dengan cepat.

"Kenapa Na?" tanya Nunu langsung pada saat melihat wajah Nana di depan pintu kamarnya.

"Kabarin Fani sama Nela ya Bang, pasti mereka khawatir. Ya sudah, Nana mau ke bawah dulu." jawab Nana yang di angguki oleh Nunu. Vian pun membantu Nana untuk menuruni tangga dengan hati-hati.

"Kok bisa sih Na? Ngapain masuk kolam ikan?" tanya Vian tidak habis pikir dengan ulah Nana.

"Buku Nela sama Fani di lempar kesana Kak. Itu tanda tangan yang mereka dapatin sudah banyak, kasian mereka harus cari dari awal lagi." ucap Nana sambil merangkul pinggang Vian untuk turun ke lantai bawah.

"Terus kenapa jatuh?" tanya Vian lagi.

"Licin batunya. Sekolah Kakak jorok banget sih, masa kolam ikannya gak di bersihin." jawab Nana kesal.

"Ya petugas kebersihannya gak akan mikir, akan ada orang yang masuk sana Na." balas Vian kesal dengan jawaban Nana.

"Iya Kak. Maaf." jawab Nana saat mendengar ucapan kesal Vian.

"Ke mana?" tanya Vian saat sudah sampai di lantai bawah.

"Ke ruang keluarga aja Kak." jawab Nana pelan. "Kak, Nana gakpapa." lanjut Nana sambil memeluk pinggang Vian erat, mencoba memberi tahu bahwa dia baik-baik saja, sebab wajah Vian dari tadi terlihat sangat khawatir.

"Gakpapa gimana Na? Lebam-lebam gitu. Terus ini jalan sendiri aja gak bisa." jawab Vian pelan, dia masih kaget dengan pelukan Nana di pinggangnya.

"Ya sudah Nana ganti. Nana pasti cepat sembuh Kak, tenang aja." ucap Nana sambil mendongakkan kepalanya menatap Vian sambil tersenyum lembut.

"Iya oke." jawab Vian sambil tersenyum kecil dan mengelus kepala Nana lembut. Kemudian membantu Nana lagi untuk jalan ke ruang keluarga.

****

"Gimana jelasinnya sama Ayah, Bang?" tanya Alisha saat Enard memasuki dapur untuk membantu Alisha membawa minuman dan cemilan untuk teman-temannya.

"Sudah, Bunda jangan mikirin ini terus ya, nanti Enard sama Nunu yang jelasin. Sekarang kita harus mikir gimana biar Nana cepat pulih. Pasti rumah sepi, kalo Nana cuma diam duduk, gak lari-lari kayak biasanya." jawab Enard sambil memeluk Alisha menenangkan.

"Bagian Ayah, biar Nunu aja Bang. Ini tanggung jawab Nunu, dan Nunu yang harus selesaikan." ucap Nunu tiba-tiba masuk dapur, karena memang sedari tadi inilah yang di pikirkan Nunu. Alisha pun memandang Nunu khawatir, dia takut Khalil akan marah dan hilang kendali, sebab Nana adalah putri kesayangan Khalil, mau bagaimana pun, Putrinya hanya ada satu, dan bungsu. "Bunda tenang aja. Kalo Nunu di marahin Ayah, nanti Nunu lari ke Bunda. Bunda kan Tameng nya Nunu." lanjut Nunu untuk menghibur Alisha sedikit.

"Sini Nu, Bunda mau peluk Nunu." panggil Alisha dan langsung memeluk Nunu, Enard pun hanya melihat itu tersenyum lembut. "Ingat ya, Nunu jangan pernah merasa Bunda dan Ayah pilih kasih. Hanya menyayangi Nana dari pada Nunu. Itu salah, Ayah sama Bunda juga sayang sama Nunu, tapi ke Nana harus lebih ekstra. Nunu tau kan Nana itu cewe? Harus lebih di pantau." lanjut Alisha, lalu mengelus kepala Nunu lembut.

"Dulu Nunu pernah merasa kayak gitu Bund. Tapi waktu ngeliat Nana dulu sakit demam karena habis main hujan sama Nunu, disitu Nunu ngerasa takut, dan kesepian, ngeliat Nana cuma diam di kamar, gak lincah kayak biasanya, dan dari situ Nunu ngerasa, Nana segalanya di keluarga ini Bund. Dia jantungnya Nunu. Nana nangis, Nunu ikut sedih. Nana sakit, Nunu ikut ngerasa sakit. Semua yang Nana rasain, Nunu juga akan ngerasain Bund." jawab Nunu sambil memeluk Alisha.

"Maafin Nunu yang gak bisa bantah ucapan Nana Bund. Nunu terlalu nurutin apa mau Nana, sampai Nunu gak tau kalo itu bakal nyelakain Nana." lanjut Nunu.

"Engga, Nunu gak salah. Yang salah itu orang yang sudah mancing Nana untuk ngelakuin hal bodoh itu. Bang Enard, besok liatin Bang Elan ya, dia kayaknya marah banget sama si Riana teman kamu itu. Jangan sampai dia kelewatan batas, kalian tau Elan kalau marah bagaimana kan." ucap Alisha yang di angguki oleh Nunu dan Enard.

****

Waktupun berjalan begitu cepat, Alisha bertambah khawatir saat melihat jam dinding di kamarnya, suaminya akan pulang sebentar lagi, dan akan tau keadaan Putri bungsunya. Nana masih di ruang keluarga, bersama dengan Vian, Enard, dan Nunu, serta Farran dan Liam yang sedang bermain PS di depan mereka.

"Ayo Kak Liam! Pasti menang! Jangan mau kalah sama Kak Farran. Nana yakin Kak Farran itu menang mulutnya aja!" teriak Nana semangat mendukung Liam.

"Jahat banget si Nana." ucap Farran sambil nemperhatikan permainannya.

"Ayah pulang!" teriak Khalil saat memasuki rumah mereka.

"Ayah sudah pulang!" ucap Nana sambil ingin berdiri, namun teringat dia tidak bisa berlari untuk menyambut Khalil kali ini, karena biasanya Nana lah yang menyambut Khalil pada saat pulang kerja.

"Mau datangin Om?" tanya Vian melihat ekspresi Nana yang sedih.

"Gak Kak. Nana disini aja." jawab Nana sambil menyenderkan badannya ke sofa.

"Aw!" desis Nana pelan saat pinggangnya yang lebam terkena remote TV yang ada di belakangnya.

"Kenapa?" kaget Enard dan Vian. Sedangkan Nunu, dia pergi untuk menyambut Khalil menggantikan Nana.

"Ini nih, ngapain sih di belakang Nana. Sakit kan." ucap Nana kesal pada remote yang saat ini di pegang.

"Sini sini remotenya, gak salah, di marahin." ucap Enard sambil mengambil remote yang ada di tangan Nana.

"Gakpapa kan?" tanya Vian.

"Gakpapa kok." jawab Nana pelan.

****

"Ayah? Sini Nunu yang bawain tas nya." ucap Nunu saat melihat Khalil ada di depan pintu seperti menunggu seseorang menyambutnya.

"Kok Abang? Adek mana?" tanya Khalil sambil memberikan tas miliknya kepada Nunu, dan memasuki rumah.

"Duduk dulu Yah, Nunu ambilkan minum. Sebentar ya Yah." ucap Nunu yang di angguki Khalil. Khalil pun menatap sekitar untuk mencari Nana, tapi tidak ada menunjukkan dimana keberadaan Putri Bungsunya itu. Alisha yang tau suaminya pulang hanya mengintip dari dalam kamarnya saja, dan saat ini menatap sedih ke arah suaminya, terlihat sekali suaminya merindukan Nana, yang saat ini tidak bisa menyambutnya pulang kerja.

"Adek? Ayah pulang nih!" ucap Khalil lagi sambil memanggil Nana. Nana yang mendengar itu di ruang keluarga pun hanya terdiam sedih. Dia ingin sekali mendatangi ayahnya saat ini, namun dia masih takut, kalo Ayahnya ngeliat dia begini, Ayahnya akan kaget dan memarahi seluruh orang yang ada di rumah ini, dan yang lebih parah, penyakitnya akan kambuh. Nana tidak mau itu. Jadi Nana biarkan dulu, seseorang yang menjelaskan tentang dirinya.

"Ayah. Ini minum dulu." ucap Nunu sambil duduk di samping Khalil.

"Nunu minta maaf Yah, gak nepatin janji Nunu ke Ayah sama Bunda." ucap Nunu sambil menunduk dan itu membuat Khalil bingung.

~~~~

Jangan lupa Vote and Comment ya!

Nadyah
31/03/19
00:38

Continue Reading

You'll Also Like

KENYAMANAN By Liana

Teen Fiction

4.8K 436 33
#Highest rank [19-06-2018] #91 in kakakkelas #350 in brother #119 in kakak [Completed] "Kenyamanan adalah ketika seseorang memberi keyakinan da...
1.5K 132 40
Zayn dan Viona adalah dua sahabat yang telah bersama sejak kecil. Dari TK hingga SMA, mereka selalu bersama, bukan hanya sebagai teman dekat, tetapi...
90.2K 2.7K 36
*Jangan dibacaa nanti keterusan🗿 "Anj gue transmigrasi cuman gara gara nyolong mangga??,sialan mana si mamat ninggalin gua lagi kaga bantuin guaaa a...
2.5K 939 28
Tentang seorang gadis yang memiliki trauma kerena kejadian di masa lalunya. Tentang seorang gadis yang berasal dari keluarga broken home yang membuat...
Wattpad App - Unlock exclusive features