"Good morning pah" ucap Pitaloka seraya mencium pipi kiri sang papa dan duduk dibangku untuk sarapan bersama papa nya.
"Morning sayang" jawab papa nya-Damar
"Hari ini papa nganterin Pita kan?"
"Iyaa dong sayang" Pitaloka tersenyum lalu mulai menyendokkan nasi goreng dan dimasukkan nya ke dalam mulut.
Pitaloka Alyssa Yasbel adalah anak satu satu nya dari pasangan Damar dan Andini. Tapi mama nya sudah meninggal saat Pitaloka berusia 10 tahun, sekarang dia hanya tinggal bersama papa nya.
Pitaloka adalah anak yang pintar, ceria dan manja apalagi kalau sudah sama papa nya, selain dia anak perempuan dia juga anak satu satu nya. Jadi kasih sayang papa nya tidak terbagi dan apa pun yang ia inginkan pasti akan dikabulkan, gak heran kalau dia menjadi seorang gadis manja.
Ia memiliki trauma, dan ketika sesuatu membuatnya kembali merasakan trauma itu bayangan itu kembali muncul, bayangan yang begitu menyakitkan, bayangan yang selalu menghantui nya ketika melihat darah.
Pitaloka trauma dengan darah.
Suatu cairan yang menggambarkan kesakitan, penderitaan dan luka. Bayangan ketika mama nya dirawat dirumah sakit karena kecelakaan dan dia melihat begitu banyak darah yang keluar dari kepala beliau kembali menyerang ingatan nya dan rasa bersalah seketika muncul kembali.
Flashback on
Pitaloka dan mama nya sedang bersiap siap untuk pergi ke taman, setelah siap Pitaloka menghampiri mama nya yang berada dikamar.
"Mama ayo Pita udah siap" ucap Pitaloka penuh semangat
Tak lama pintu terbuka melihatkan mama nya yang juga sudah siap dengan pakaian nya, senyum Pitaloka merekah.
"Gak sabar nya anak mama" ucap mama nya sambil mencubit pelan hidung Pitaloka
"Ayo mahh buruan" ucap Pitaloka seraya menarik tangan mama nya
Kedua nya berjalan ke arah taman yang berada dikomplek perumahan nya, tak membutuhkan waktu lama kedua nya pun sampai. Pitaloka berlari menuju tempat ayunan berada.
"Hati-hati Pita nanti kamu jatoh" ucap mama nya
"Mah, ayunin Pita" teriak Pitaloka
Mama nya berjalan ke arah Pitaloka, lalu mulai mengayunkan ayunan nya. Setelah merasa cukup, Pitaloka mengambil bola yang ada ditaman tersebut, ia melemparkan nya kepada sang mama begitu pun sebaliknya.
Tapi saat mama nya melempar bola tersebut ternyata lemparan nya terlalu kencang alhasil bola nya melambung melewati Pitaloka.
"Biar Pita ajh yang ambil" ucap Pitaloka seraya berjalan mencari bola nya, mata nya tertuju pada bola yang berada di... Tengah jalan? Tanpa ba-bi-bu Pitaloka langsung berjalan ke arah bola itu, tapi terlihat dari arah kanan sebuah mobil melaju dengan cepat.
Mama nya melotot dan langsung meneriaki nama Pitaloka.
"Pita" teriak nya seraya berlari ke arah Pitaloka
Jarak mobil itu sudah sangat dekat dengan Pitaloka, dua meter lagi mobil itu akan menabrak Pitaloka dan..
Brukk
Pitaloka terpental ke pinggir jalan, bukan, bukan ia yang tertabrak melainkan mama nya. Pitaloka menangis karena sikuk nya berdarah, tapi saat ia melihat ke depan begitu terkejut dirinya saat melihat mama nya terbaring ditanah dengan kepala yang dipenuhi oleh banyak sekali darah. Pitaloka menangis sejadi jadi nya, ia berlari ke arah mama nya.
Banyak orang yang sedang berlalu lalang menghampiri mama nya.
"Ma, mama bangun" pekik Pitaloka
Para warga membawa mama nya ke rumah sakit terdekat, sebelum nya Pitaloka menghubungi papa nya terlebih dahulu.
Kini Pitaloka berada didepan ruangan UGD, papa nya berada didalam dan dia bisa melihat mama nya dari balik jendela kamar.
Tiba tiba saja kepala nya terasa sangat pusing ketika melihat darah segar yang mengalir, ia mengerang kesakitan seraya memegangi kepala nya. Seakan akan dia dapat merasakan kesakitan yang mama nya rasakan, ini semua salah nya karena menolong dirinya mama nya jadi kecelakaan.
Dan beberapa jam setelah nya, dokter menyatakan bahwa mama nya tidak bisa diselamatkan lagi. Pitaloka menangis sejadi jadi nya hingga akhirnya ia terjatuh pingsan.
Sampai sekarang, Pitaloka menyebut bahwa dirinya lah penyebab mama nya meninggal.
Flashback off
Sekarang ia sudah menginjak umur 17 dan dia sudah kelas 12 sekarang. Paras nya yang cantik membuat dirinya menjadi primadona disekolah nya, banyak lelaki yang datang mendekati nya tapi tidak ada satu pun lelaki yang dapat memikat hati Pitaloka.
Sesampainya disekolah, Pitaloka menyalimi tangan papa nya lalu mencium pipi kanan papa nya. Pitaloka turun dari mobil lalu melambaikan tangan pada papa nya, saat Pitaloka mau masuk ke dalam seseorang memanggilnya.
"Pitaa" teriak seseorang dari arah belakang sontak Pitaloka menengok ke belakang, senyum nya mengembang saat melihat sahabat nya berlari ke arah nya.
Dia adalah Melati Sofia Mascali gadis cantik dengan rambut sebahu yang biasa dipanggil Mely.
"Lo udah ngerjain pr mtk?" tanya Mely seraya berjalan berdampingan dengan Pitaloka.
"Udah dong, kan Pita anak rajin" ucap Pitaloka
Pitaloka berjalan menyusuri koridor, seperti biasa banyak para lelaki yang menatap nya. Pitaloka yang murah tersenyum membuat para lelaki semakin klepek klepek dibuat nya.
Setiap hari pasti selalu ada yang memberi nya coklat, es krim, lolipop dan masih banyak lagi. Jika makanan itu tidak habis dimakan, dia akan memberikan nya kepada Melati.
Tak jarang dia pun merasa jengah dengan apa yang dilakukan para lelaki tersebut.
"Good morning Pitaa" ucap seseorang dengan membawa setangkai bunga mawar ditangan nya. Pitaloka tersenyum malas saat mengetahui bahwa dia adalah Fajar.
Yaa Fajar adalah lelaki yang selalu mengejar ngejar Pitaloka sejak kelas 1 SMA, sudah berkali kali Fajar menembak nya tapi Pitaloka tidak pernah memberikan jawaban. Sebenarnya Pitaloka hanya menganggap Fajar sebagai teman, tidak lebih tapi saat ia ingin memberitahu Fajar bahwa dia tidak menyukainya mulut Pitaloka kelu, ia tidak tega jika harus membuat seseorang sakit hati karena nya.
"Nih buat lo" kata Fajar seraya menyodorkan bunga tersebut dengan malas Pitaloka pun mengambil bunga tersebut sambil tersenyum tipis.
"Jar, lo gak cape apa ngejar ngejar Pitaloka mulu?" Ucap Melati
"Gue gak akan pernah cape buat ngedapetin cinta nya Pitaloka"
"Tapi sayang nya Pita gak bakal pernah cinta sama lo" kesal Mely dengan nada suara yang mulai meninggi
"Sok tau lo"
"Dih emang gue tau, kan gue sa-ha-bat nya!" ucap Mely penuh penekanan disetiap kata
"Sstt udah! Kalian ko malah ribut si? Fajar maaf banget nih yaa mendingan Fajar pergi dari sini yaahh" sebenarnya Pitaloka tidak tegaan orang nya tapi ia harus menyuruh Fajar pergi, ia tidak mau kalau harus diganggu sama Fajar pagi pagi begini.
"Maksud nya? Lo ngusir gue?"
"Fajar yang bilang lho yahh bukan Pita" ucap Pitaloka
"Yahh kan gue masih mau disini sama lo Pitaa"
"Hmm yaudah kalo gitu biar Pita ajh yang pergi sama Mely yahh, bye Fajarrr" ucap Pitaloka lalu beranjak dari duduk nya sambil menarik tangan Melati agar ikut bersama nya.
Saat mau keluar kelas Melati menengok ke arah Fajar lalu ia menjulurkan lidah nya bermaksud untuk meledek Fajar.
"So cute, kenapa lo cantik banget si Pita? Udah cantik baik pula aihhh" gumam Fajar sambil mengusap ngusap kasar kepalanya.
🎀
Pitaloka dan Melati berbaris dilapangan begitu pun seluruh siswa siswi yang ada disekolahan nya untuk melakukan rutinitas setiap hari senin, yaitu upacara.
Upacara baru sepuluh menit yang lalu dimulai tapi Pitaloka sudah mengeluh kepanasan, sesekali ia juga memejamkan matanya akibat silau nya cahaya matahari yang masuk ke dalam indera penglihatannya.
Kepala sekolah tengah berbicara didepan sana, astagaaa auto lamaa ini mah.
"Mel Pita gak kuat, panas banget ihh" gurutu Pitaloka kepada Melati yang berada didepan nya
"Gue juga, sabarr dikit lagi juga selesai" bisik Melati
"Tapi kapan?"
"Yaa gue gak tau, udah lo tahan dulu sebentar lagi kok" Pitaloka menghela nafas nya sambil mengerucutkan bibirnya
Lima belas menit kemudian upacara pun selesai dan akhirnya Pitaloka bisa bernafas lega, Pitaloka mengajak Melati untuk membeli minum dulu sebentar dikantin.
Saat sampai dikantin ternyata kantin penuh sebenarnya bisa saja sih Pitaloka menunggu tapi kelamaan tenggorokan nya sangat kering sekarang. Ingin menyelak ia juga tidak enak, masa baru dateng langsung nyelak kan kesian orang yang udah nungguin.
"Ahhh ko penuh sii, Pita kan auss" ucap Pitaloka
"Jadi gimana? Lo mau nungguin apa kita balik ke kelas ajh?" Tanya Melati
"Balik ke kelas ajh deh" final nya
Lalu mereka berdua berjalan ke kelas dengan langkah gontai, Pitaloka duduk dibangku nya lalu tak lama Fajar datang bersama Rian.
"Pitaaa" ucap Fajar saat diambang pintu
"Yahh si moa dateng" gumam Melati seraya menenpuk jidat nya.
"Nih buat Pita yang palinggg baik yang paaaalingg cantik" ucap Fajar seraya memberikan satu botol air mineral dingin, Pitaloka dengan senang hati menerima nya. Ia meneguk sedikit demi sedikit hingga tersisa setengah
"Makasih Fajar"
"Sama sama"
"Gue gak dibeliin nih?" Ucap Melati
"Lo mau?"
"Mau" jawab Melati cepat
"Beli dewek" Melati memanyunkan bibirnya dengan tangan yang dikepal kuat, Fajar memang senang sekali menggoda Melati dari dulu hingga sekarang tidak pernah berubah selalu saja ngeselin, astagaaaa.
"Nih buat lo" ucap Rian
"Ini kan punya lo terus nanti lo minum apa?"
"Gak papa buat lo ajh, gue juga gak terlalu haus kok" ucap Rian
Bisa dibilang Rian ini cowok yang sangat baik sedikit pendiam berbeda dengan Fajar yang petakilan dan suka ceplas ceplos, tapi terkadang Rian juga sedikit menyebalkan.
Melati tersenyum begitu pun Rian.
"Makasih" ucap Melati
"Giliran sama Rian ajh ngomong nya lemah lembut, giliran sama gue gak ada tuh lembut lembutnya" ucap Fajar
"Orang kaya lo gak pastes buat dilembutin" pekik Melati
Jam pelajaran pertama dimulai seluruh siswa dan siswi mengikuti pelajaran dengan sangat khidmat, kecuali Fajar yang sedari tadi tidur dengan pulas nya saat pelajaran sedang berlangsung.
Pak i'i sedang menjelaskan pelajaran, lalu matanya menangkap Fajar yang tengah tertidur dibelakang sana. Pak i'i berjalan ke arah meja Fajar dan juga Rian karena memang dia duduk bersama.
"Fajar" panggil Pak i'i
Tapi Fajar tidak bergeming seluruh tatapan mata siswa beralih kepada Fajar dan banyak dari mereka yang tertawa pelan melihat kelakuan Fajar.
"Fajar Maulana" bentak Pak i'i sontak sang empu terbangun dari tidur nya dengan iler yang membasahi pipi sebelah kanan nya, seluruh siswa bergidik geli melihat iler Fajar yang membasahi pipi dan juga meja nya.
"Siap" pekik Fajar seraya memberikan pose hormat sontak seluruh siswa tertawa.
"Siap siap, enak ya kamu saya lagi jelasin pelajaran kamu malah enak enakan tidur?"
"Maaf pak, abis nya saya ngantuk pak, jam dua saya baru tidur" ucap Fajar
"Saya juga baru tidur tadi jam tiga pagi karena saya harus ngerjain tugas dulu, lha kamu ngapain ajh jam dua baru tidur, saya juga sekarang ngantuk tapi saya tahan karena saya memiliki tanggung jawab untuk mengajar kamu disini" ucap Pak i'i tegas
"Ma-maaf pak"
"Sekarang juga kamu keluar dari kelas saya" bentak Pak i'i
Seluruh siswa memejamkan matanya ketika mendengar bentakan dari Pak i'i sementara Fajar beranjak dari duduk nya sambil menunduk.
🎀
Bel istirahat berbunyi semua siswa bersorak gembira begitu pun dengan Melati dan Pitaloka. Setelah selesai merapihkan buku buku nya Pitaloka dan Melati berjalan ke kantin untuk mengisi perut nya yang lapar.
Saat sedang berjalan dikoridor mereka berdua menutup telinga nya ketika mendengar suara jeritan dari para siswi siswi, Pitaloka menyipitkan matanya ketika melihat seorang lelaki lima meter didepan dari dirinya berada yang tengah dikerumuni oleh siswi siswi.
"Itu Aiden kan? Kelas 12 IPA 2?" Tanya Pitaloka
"Iyaa, ihh anjirrr ganteng banget dong diaaa"
"He'eh sii ganteng tapi kayanya dia orang nya sombong deh, buktinya ajh nih ya sampe sekarang Pita belum pernah ngeliat dia senyum mukanya juga jutek" ucap Pitaloka
"Lo gak boleh nyimpulin seseorang dari luar nya ajh, lo juga harus tau dalem nya"
"Emang ganteng sihh tapi coba kalo dia senyum pasti makin ganteng" ucap Pitaloka
"Dia cocok tau sama lo" ucap Melati tiba tiba sontak Pitaloka menoleh ke arah Melati yang tengah tersenyum
"Ishh ngaco cocok dari mana nya?"
"Lo tuh berdua beneran cocok cantik sama ganteng, beuhh pasti nih yaaa anak nya berlian"
"Tau ah, Pita laper" ucap Pitaloka lalu melenggang pergi
Tanpa Pitaloka ketahui seseorang sedang menatap kepergian Pitaloka yang semakin lama semakin tidak terlihat, tatapan yang benar benar tidak dapat diartikan.
Saat sudah sampai dikantin Pitaloka baris menunggu giliran nya untuk memesan mie ayam kesukaan nya begitu pun Melati yang berada dibelakang Pitaloka.
Ini lha saat nya giliran Pitaloka untuk memesan mie ayam nya.
"Mbaa Pita pesen satu yaa yang pedess" ucap Pitaloka
"Siap mbaa" jawab mba penjual mie ayam tersebut
"Eh Pita pesenin gue sekalian biar cepet" ucap Melati
"Ehh mbaa dua deh mie ayam nya"
"Oke"
Setelah beberapa menit kemudian mie ayam pesanan Pitaloka sudah siap, Pitaloka memberikan uang nya kepada penjual tersebut lalu setelah nya mereka berdua kembali ke tempat duduk nya.
Saat sedang berjalan menuju ke tempat duduk nya Pitaloka ditabrak oleh seseorang dan baju Pitaloka jadi basah karena ke siram sedikit minuman yang dibawa oleh orang itu.
"Ihh baju Pita kan jadi bas-" ucap Pitaloka terpotong saat mendongak dan mendapati Aiden didepan nya.
Tatapan itu, tatapan dingin nan datar itu, Pitaloka menatap jelas kedua mata Aiden, yang tadi nya Pitaloka ingin marah jadi bungkam seketika ketika melihat sorot mata Aiden.
Pitaloka susah payah menelan saliva nya sendiri.
"Sory, gue gak sengaja" ucap Aiden
Pitaloka masih diam tidak menjawab kali ini pandangan nya mengarah kepada yang lain, Aiden mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku celananya.
"Nih" ucap Aiden seraya menyodorkan sapu tangan tersebut, Pitaloka menyernyitkan dahi nya bingung.
Melati menyenggol bahu Pitaloka agar mengambil sapu tangan yang diberikan oleh Aiden.
"Kalo jalan liat liat yah, kan kalo gini baju Pita jadi basah" ucap Pitaloka seraya melenggang pergi
"Ehh Pitaa tungguin gue" pekik Melati seraya berjalan menyusul Pitaloka yang berada didepan nya.
🎀
~TBC
Pitaloka Alyssa Yasbel🎀
Fyi gais meskipun Pitaloka anak nya manja tapi dia nggak bloon yaw:D dia itu lebih ke baik hati dan nggak tegaan orang nya sekaligus manja!
Vote, share and comment please'(
2 Mei 2020