The Cognitive || johnny

By jenonine

8.2K 993 47

[Bahasa] Completed Definition of Cognitive: Relating to, being, or involving conscious intellectual activity... More

Crowded Canteen
Talk of The Town
Janitor Room
The Book
Observant
The Forum
Chasing Fire
To Know The Answer
Status Quo
Guard of the Day
Abrupt Meeting
Marchioness
Menu
A Change of Heart
Medicine
The Other Side
Ubiquitous
Sound of Your Heart
A Bump on The Road
There's Something You Should Know
Half Human, Half Evil
Divorce Party
Extended Scene: After Party
Sweet Chaos
An Odd Flower
Heart Vacancy
Unsaid Feeling
Wildest Dream
The Last: Cognitive Dissonance
Special Chapter: How You Get The Girl

Campus Club Requirement

1.7K 70 1
By jenonine


===


Siang terik itu tidak mengurungkan niat mahasiswa untuk keluar dari gedung kampus, tepatnya setelah para mahasiswa selesai mata kuliah sesi kedua. Mereka berhamburan di halaman Barat yang terbilang cukup luas. Tenda booth berwarna putih terpasang rapi dan tersusun sepanjang jalan, membantu para anggota klub kampus melindungi diri dari teriknya matahari dikala mereka mempromosikan klub yang dinaungi kepada mahasiswa baru.

Tahun ajaran baru sudah dimulai. Pada semester ganjil ini, hampir seluruh mahasiswa sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Mulai dari pengurusan jadwal kelas, persiapan program kerja, persiapan kompetisi, mengurus parkir bulanan, bahkan mungkin ada yang sibuk menghitung jumlah manusia yang berada di halaman Barat saat ini.

Seperti seorang Johnny Sergio dan salah satu temannya.

"Seratus tiga puluh-- Duh, sampe berapa ya tadi?"

"Seratus tiga puluh sembilan." jawab Johnny, membiarkan Jef kembali menghitung manusia yang rasanya tidak terhingga itu dari balkon lantai dua.

Kelas mereka baru selesai lima menit yang lalu. Setelah melewatkan 3 SKS full yang membuat otak mendidih, mereka memutuskan untuk mencari angin sejenak dengan nongkrong di balkon depan kelas. Lagipula, jika mereka langsung melipir ke kantin yang ada tidak akan dapat tempat duduk. Secara, banyak mahasiswa baru disana mungkin menghabiskan waktu makan siang mereka.

"Seratus empat puluh satu... Udah deh capek gue." 

Jef menyenderkan tubuh pada satu pilar di dekatnya. Tangan cowok itu meraih kaleng isotonik yang sejak tadi Johnny pegang, lalu meneguknya hingga habis dan membuang ke tempat sampah terdekat.

"Ke booth fotografi ngga nih?" tanya Johnny. 

Sejak tadi Johnny melihat booth itu cukup ramai, banyak mahasiswa baru yang singgah untuk mengambil brosur, dan ada juga yang terlihat berbincang dengan anggota klub fotografi. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah teman-teman Johnny dan Jefrian.

"Ah, laper gue." rengek Jef layaknya anak kecil. Yah, jika dibandingkan dengan umur memang dia lebih muda dibandingkan Johnny. Gayanya aja sudah seperti senior.

"Gofood aja entar."

"Bayarin?"

Johnny memutar bola mata malas. "Ribet emang hidup sama gembel."

"Eeh itu mulut kurang ajar! Lo juga ya!"




===



"Nicole, kamu cari club apa lagi?"

"Mmm.. I don't know?

Perempuan dengan nama Nicole itu mengangkat bahu. Di tangannya sudah tersimpan banyak brosur dari setiap booth yang ia sambangi sejak tadi. Tapi dari semua itu, belum ada yang berhasil menarik perhatian gadis tersebut. Membuat Natasha mengembuskan nafas lelah. Jika Nicole mengambil semua brosur tiap klub kegiatan mahasiswa, maka Natasha hanya mengambil beberapa dari klub yang mungkin akan ia ikuti. Diantara 20 brosur di tangan Nicole, Natasha hanya mempunyai 3.

Kedua gadis itu berdiri di tengah-tengah kerumunan orang berlalu lalang. Bingung apa yang akan mereka lakukan saat ini. Tapi Nicole bilang, dia suka matahari. Jadi mungkin gadis ini sekalian melakukan tanning, berhubung ia menggunakan sleeveless top dan jaketnya sudah di lepas. Untungnya Natasha tidak masalah. 

Walau baru kenal pada saat ospek, mereka berdua cukup akrab karena satu hal; selera musik yang sama. Natasha senang, sekarang ini masih ada yang mendengarkan Fall Out Boy. Nicole juga senang, ada orang yang cinta mati dengan diskografi Maroon 5. 

"Sis, just take your jacket off. Aku panas banget lihat kamu pake leather jacket kayak gitu." ujar Nicole, sambil mengipas diri dengan kedua tangan setelah memperhatikan Natasha yang pandangannya berkeliling itu masih betah dalam balutan jaket kulit berwarna hitam.

"No, I should wear this in case someone asking me what brand that I wear."

Setelah jawaban Natasha, gadis itu mendengar helaan nafas dari sebelahnya tapi tidak berkomentar lebih. Bahkan Nicole menarik tangan Natasha ke arah selatan, menuju satu booth yang saat ini cukup sepi. 

"Is this photography club?" tanya Nicole kepada salah satu penjaga booth, sebelum Natasha mengomel karena ditarik begitu saja.

Satu cowok yang kebetulan berdiri dihadapan keduanya mengangguk dan tersenyum. "Yes, sweethearts. Ini klub fotografi." jawabnya seraya memberikan dua brosur kepada masing-masing Nicole dan Natasha. "Kalau kamu belum tau teknik fotografi yang baik dan benar, bisa belajar disini. Terus bisa belajar..."

Yeah, blablablabla. 

Natasha menulikan indra pendengaran miliknya, memilih berpura-pura fokus membaca brosur karena sudah bosan mendengar penuturan dari banyak orang hari ini. Lagipula, ia tidak terlalu tertarik dengan dunia fotografi. Baginya, sejarah dunia lebih penting dibandingkan hal-hal lain. 

Berbeda dengan Nicole yang beralasan, "Pokoknya aku akan mengembangkan kemampuan selama kuliah!" dan mungkin ujung-ujungnya gadis itu akan bergabung dengan klub musik, Natasha merasa ia datang ke kampus lalu mendengarkan dosen saja sudah cukup. Tidak perlu repot-repot membagi fokus antara kewajiban dan ketertarikan. Tidak banyak mix and match pakaian untuk ke kampus saja Natasha sudah cukup senang.

"...Gimana Nat?"

"Hah? Apa?" Natasha menolehkan pandangan ke Nicole yang sepertinya sejak tadi sudah menatap dirinya.

"Hari Sabtu depan klub ini mau hunting. Aku pengen ikut, kamu ikut?" 

Tatapan berbinar penuh semangat ditunjukkan Nicole saat itu. Ia menatap Natasha dengan tampang berharap, dan memang berharap karena Natasha masih menyandang status teman satu-satunya Nicole saat ini.

"Uhm, minggu depan?" tanya Natasha balik. Ia mencoba mengingat jadwal, dimana kedua orangtua Natasha seringkali memberikan rencana dadakan seperti family brunch, evening tea, berlatih golf, atau apalah itu sesuai kemauan Nenek dan Kakeknya. Dan seluruh anggota keluarga diwajibkan untuk hadir.

"Yap, Sabtu lebih tepatnya. Di kawasan museum kota."

"Aku--" ucapan Natasha menggantung di udara ketika melihat seseorang yang berdiri di bagian belakang booth.

Orang itu sama-sama tercekat, bahkan menjatuhkan sebatang rokok yang terapit pada dua jemarinya. Suara obrolan teman-temannya mengenai kamera seakan meluap seperti air, seluruh panca indera pun serasa berhenti berfungsi selama beberapa saat. 

Manik cokelat itu hanya menatap seorang gadis dengan balutan jaket kulit hitam yang terlihat pas dengan tubuhnya. Seperti biasa, penampilan feminim dengan wajah oriental itu membuat seluruh pandangan menatap dia.

Termasuk Johnny saat ini.

Membiarkan satu batang nikotin yang bahkan belum habis setengah diinjak Jef karena sudah terlanjur jatuh ke aspal.

"Oy Jo, kenapa kayak abis liat setan?" tanya Jef. 

Yuko, teman seperbincangan kamera tadi, ikutan menatap Johnny. Lalu lelaki berdarah campuran Jepang itu mengikuti pandangan Johnny yang berujung pada seorang mahasiswa baru di depan booth. Bahkan sebelum Yuko sempat bertanya kenapa Johnny menatap gadis itu sebegitunya, Johnny sudah bersuara lebih dahulu.

"Gue ke toilet dulu." ucap Johnny, memutar balik lalu berlari ke dalam gedung.






Johnny, di parkiran kampus. 


Jef, anak kecil tapi akselerasi jadinya masih anak kecil tapi pinter.

Continue Reading

You'll Also Like

47.3K 2.8K 12
Langsung dibaca aja... BXB JiKook/KookMin TaeGi NamJin
8.2K 312 18
Takdir yang tidak adil, atau kau yang terlalu memaksa?
225K 39.9K 37
[ 이제노, 나제민 ] but if jaemin ran, he would never know what jeno want. and if jeno went away, jaemin could never grow. // tw: act of self harm, strong l...
3.5K 404 18
in·ter·lude /ˈin(t)ərˌlo͞od/ (n) a temporary amusement or source of entertainment that contrasts with what goes before or after. PinKon Love Life AU
Wattpad App - Unlock exclusive features