Haina

By Kamalbawell

3.6K 500 21

Tulisan sederhana dari aku buat kamu. More

Kepiawaian mu
Perihal rindu dan gengsi
Percuma
Bertemu setelah pisah
Jika
Tanya ku
Ingatkah kita
Bidadari lupa diri
Adakalanya
Menentukan Arah
Sempat
Sependapat
Sampai kapan (?)
Butuh Waktu
Setidaknya
Bukan Urusanku
Harga Diri
Untitled Part
Bahagia itu banyak versinya
Belum
Untuk apa bertemu
Masihkah (?)
Tuan Lebah
Yang terbalas dan yang tidak
Kepercayaan diri dan yang tidak
Menangis
Haina I
Haina II
Dimana kah (?)
Pede
Buah Kesabaran
Haina III
Pengasih I
Pengasih II
Untuk apa (?)
Haina IV
Gak pede
Haina V
Kebaikan
Adalah
Rindu
Deklarasi Rindu
Rindu Melulu
Berikan
Ingin
Arus Balik
Melankolis
Hanya
Haina VI
Sebab
Haina VII
Haina VIII
Wanita Itu
Haina IX
Gak Obsesi
Ia
Lockdown
Pandemi
Aku ini dimana ?
Hujan Kali Ini
New Normal
Untitled part
Hai

Haina X

34 7 0
By Kamalbawell

Tanpa karena, dan rencana
kita dipertemukan kembali disituasi, dan tempat yang berbeda, serta cara yang berbeda pula.

Di kedai dengan ornamen vintage, lampu yang temaram, serta istrumen musik klasik menambah kesan tentram.

Kita hanya di sekat oleh meja yang berukuran sembilan puluh kali enam puluh cm. Powerbank dan ponsel pintar yang berbaring di atas meja pun menjadi saksi kecanggungan diantara kita, namun buku menu makanan yang sudah mulai pudar warna, menjadi magnet untuk kita memulai dialog.

"Mau pesan apa?"

"Terserah kamu, samain aja"

Menunggu makanan datang, kita hanya menunduk dan memegang ponsel kita masing-masing. Tak ada perbincangan hangat, karena tak ada bahan obrolan yang menarik, dan bingung pula mau bahas apa.

Bahas masa lalu?
Itu kan sudah berlalu.

*

"Permisi ka, Ini dua cokelat hangat, dan roti kacang hijau nya"

"Iyaa, terimaksih,"

Wanita yang mengenakan kaos putih dan celana denim itu pun pergi ketempat kasir, setelah mengantarkan pesanan kami.

"Silakan, di minum coklat hangatnya, lumayan buat menghangatkan tenggorokan dan menengankan pikiran" ucapku sambil menaruh ponsel di atas meja dekat asbak berwarna hitam.

Ia, hanya menganggukan kepala dan melempar senyum, tanpa satu kata pun terucap.

Sementara itu, di luar kedai tampak gerimis.
Senyum mu yang manis, membuat aku pesimis melupakan mu, dan kenangan manis itu kembali menghisa ingatan; tentang mu.




Continue Reading

You'll Also Like

451 246 45
Segalanya aku kumpulkan dalam sebuah sajak puisi- kesedihan, kebahagiaan, kegalauan, bahkan hal-hal yang paling sulit untuk kuucapkan. Ini tentang hi...
57.5K 2.9K 33
"Mami aku pengen punya adik kayak Kenzo." Joshua, anak tunggal dari seorang direktur eksekutif ternama. Bocah 9 tahun yang begitu menginginkan hadirn...
4.2K 460 27
📌GeminiFourth 📌BxB 📌🔞 📌Cr : Pin Sandyakala. Kedatangannya pada bangunan megah, bertuliskan Sekolah Atsaloka bukan tanpa alasan. Acacio Damian...
11.3M 252K 25
Selama tinggal di rumah yang sama, ada begitu banyak hal terjadi yang mereka lalui bersama. Mulai dari perdebatan kecil, sampai pertengkaran sengit y...
Wattpad App - Unlock exclusive features