abangku;BTS ❤ (2)

By Refnszentties

165K 9.5K 235

Y/N hanya seorang anak yatim piatu yang bertemu dengan seorang pria dan mulai menyukainya membuatnya menjadi... More

pembukaan
kehidupan
teman kecil
satu kelas
laper
CEO
produser lagu
dokter hewan
Polisi
siswa berprestasi
Perkebunan
taekwondo
dituduh
rasa suka
bertemu
bully part 1
bully part 2
panti asuhan
pertanyaan??
san
kesedihan
tak sengaja bertemu
benarkah!!
ketemu
menangis
penyamaran
terbongkar
tinggal
DNA
tes?
teman lama
pengalaman buruk
trauma
cemburu
kok bisa
pulang
terungkap
penangkapan
kembali dengan kesedihan
JUNG YURA
kembali kesekolah lama
siapa dia?
sakit hati
Ada rasa
Jalan jalan pt. 1
jalan jalan Pt.2
Pria aneh
temen orok?
kenyinyiran seorang dino
cerita panjang
Terserah lu aja!!
sepanjang jalan berduri~
sisi lain~
bandel sih lu!!
perasaan yang tak bisa dihindari
Flashback
kesalah pahaman Jimin
minimarket
pesta barbeque .1.
pesta barbeque .2.
Gugup
balik ke China
Waww
Chapter 64 : spesial Jung Seok Jin
Pengalaman yang aneh
Chapter 66: Spesial Jung Yoongi
Chapter 68: Spesial Jung Namjoon
Pulang Ke Korea
Chapter 69: Spesial Jung Jimin
Chapter 70: Spesial Jung Taehyung
Chapter 71: Spesial Jung Jungkook
Makan bareng Zing
Kejadian
Dia
Misi
Sebenarnya
Anda buat, Saya terima tapi tanggung akibatnya!
Orang bodoh
Akhir dari Hidup
2 orang waras dan 3 orang Bobrok
Sadar
Persiapan Party
Mari berpesta
Kebongkar
Hm
Anak baru
Puyeng
Kanada dan Jepang
Makan Malam
Ada apa dengan Y/N?
BK ( Badan kerusuhan)
Deg degan
Skip 1 : Pameran Seni
Skip 2: Pameran seni
♡ Ide Gila ♡
☆ Ujian Mendadak ☆
♧ Kesedihan atau Kesenangan?♧
™( kєnαngαn мαѕα мυ∂α)™
spesial Chapter 99 : fαdєd ín mч lαѕt ѕσng 1+
spesial Chapter 100 : fαdєd ín mч lαѕt ѕσng 2+
spesial Chapter 101 : fαdєd ín mч lαѕt ѕσng 3+
Berangkat & perpisahan
Pesan tersembunyi

Chapter 67: Spesial Jung Hoseok

751 46 0
By Refnszentties

Melakukan dua pekerjaan memang sangat susah dan ia harus berbolak balik mulai dari rumah sakit hewan ke rumah sakit umum untuk melakukan pemeriksaan atau operasi  apakah ia harus melepaskan pekerjaannya salah satunya begitu saja agar ia mampu fokus kepekerjaan yang ia tekunin nanti.

Setelah melakukan operasi lambung Yoongi ia merasa lega dan berharap kalau Yoongi abang keduanya yang kadang mempunyai sifat yang keras kepala serta irit omong bisa cepat sembuh dan tak akan mengulangi kejadian ini lagi.

Sebenarnya Hoseok telah resmi menjadi dokter spesialis penyakit dalam akan tetapi ia tidak pernah membicarakan soal ini kepada Yoongi maupun Jin biasanya ia akan berbicara dengan dua manusia itu kalau sedang ada masalah.

Hoseok terduduk terdiam dengan mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas sesaat ia masih tak bisa mempercayai dirinya bahwa ia telah mengoperasi Yoongi yang mungkin sebenarnya Hoseok sudah mengoperasi beberapa orang dibagian Ginjal dan Hati tapi baru pertama kali ia berurusan dengan Lambung yang bermasalah.

Dokter Kim berhenti didepan Hoseok yang sedang menundukan kepalanya entah memikirkan soal apa tapi Dokter Kim merasa bangga dengan Hoseok yang bisa menjalankan operasi tanpa bantuannya.

Ia duduk disebelah Hoseok tanpa diketahui olehnya lalu ia meletakan sebuah kotak yang berisi coklat dan makanan manis akan tetapi Hoseok belum juga sadar kalau ada orang lain disebelahnya.

"Selamat" Kata yang keluar dari mulut Dokter Kim tidak juga membuat Hoseok tersadar dari lamunannya.

"Hoseok? Hos...." Kata Dokter Kim saat melihat Jin berlari mendekat kearah mereka dengan dasi yang kendur dan rambut yang mulai tak rapi.

"HOSEOK!! WOY!! SADAR" Teriak Jin membuat orang yang sedang berlalu lalang disekitar koridor rumah sakit menatap kearahnya dan itulah yang membuat Hoseok tersadar dari lamunan panjangnya entah apa yang ia pikirkan sekarang.

"Hah? Dokter Kim? Bang Jin?" Kata Hoseok bertanya tanya kenapa ada mereka disini padahal tadi Dokter Kim sedang memeriksa keadaan Yoongi setelah dikeluarkan dari ruang UGD.

"Hah,heh,hoh, Lo kenapa sih? Dan bagaimana keadaan Yoongi?" Tanya Jin membuat Dokter Kim langsung mengulas senyuman lalu menepuk bahu Jin membuat Jin melirik kearahnya.

"Jin, Yoongi baik baik saja dan kerja lambungnya telah kembali semula" Jelas Dokter Kim membuat Jin mengerutkan keningnya ia tidak mengenal orang yang berada didepannya tapi Dokter Kim sangat tau nama dan semua tentang keluarga Jung karna ia adalah teman baik Appa mereka yaitu Jung min sung.

"Bagaimana kau mengetahui namaku?" Tanya Jin membuat Dokter Kim langsung menganggukan kepalanya benar yang ia pikirkan kalau Jin tidak akan mengenalnya dulu Jung Min Sung selalu menceritakan semua tentang kedelapan anaknya kepadanya dan ia turut sedih kalau tau Yura diculik.

"Hahha, kau tidak mengenalku rupanya" Kata Dokter Kim yang langsung diangguki oleh Jin yang memang tak mengenal Dokter yang berada didepannya sekarang bagaimana ia mau tau.

"Dia teman Appa ,bang" Kata Hoseok yang sudah mulai sadar dan bangun dari duduknya mendekat kearah Jin yang masih terdiam berdiri dengan pakaian kerja yang sangat formal berbalut Jas hitam dan kemeja biru muda menambah kesan cool yang terpancar dari wajah Jin.

"Owh, anneyong haseo Jin imnida" Sapa Jin sambil menundukan kepalanya didepan Dokter Kim yang langsung mengelus punggung Jin, entah mengapa sifatnya menurun sekali dengan sifat asli temannya sebelum meninggal dunia.

"Kalian mengobrol saja, aku ingin pergi mengecek pasien" Kata Hoseok yang langsung menundukan kepalanya sebagai tanda kesopanan lalu ia pergi menuju kamar Yoongi yang berada dilantai 2.

"Hoseok!!" Panggil seorang perempuan dengan pakaian dokternya, Jas yang ia pakai sedikit bergoyang karna sekarang ia sedang berlari menuju Hoseok yang sudah mengetahui Suara itu akan tetapi tidak ingin membalikan tubuhnya.

"Kau darimana saj..." Katanya terputus saat ia melihat Hoseok berjalan meninggalkannya dan tidak ingin mendengar perkataan dari wanita itu mengapa ia selalu mengikuti Hoseok saat dirumah sakit umum ini.

Aish... sungguh melelahkan diikuti olehnya.

"Hoseok, Tunggu!! Aku ingin berbicara denganmu!" Kata Dokter wanita itu membuat Hoseok langsung menghentikan langkahnya dan tiba tiba ada sebuah tangan yang memeluknya dari belakang.

"Lepaskan!! Aku bilang lepas!" Kata Hoseok sambil mencoba melepaskan pelukan dari belakang tubuhnya lalu ia membalikan tubuhnya setelah mencoba melepaskan tautan pelukan dari wanita yang tak ingin ia lihat.

"Aku rindu padamu" Kata itu keluar langsung dari mulut wanita yang berumur lebih muda darinya mengapa bisa ia mengungkapkan perasaannya saat jam bertugas? Apakah dia sudah gila.

"Aku tidak, Dan jangan pernah kau datang menemuiku!!" Kata Hoseok lalu berjalan meninggalkannya membuat Dokter wanita itu langsung mengepalkan kedua tangannya.

"Pasti gara gara sekertarismu itukan!!" Tanya Wanita itu membuat Hoseok sudah ingin lepas dari langsung menatap tajam kearah Wanita yang masih berdiri dengan wajah yang memerah menahan amarah.

"Kok nyalain dia? Emangnya lo punya hubungan sama gue? Kenal aja baru beberapa hari udah sok akrab!!" Kata Hoseok sambil tersenyum meremehkan kearah Wanita yang hatinya sakit rupanya selama ini Hoseok cuma menganggapnya sebagai orang asing yang cuma sok akrab sama dia.

"Tapikan aku..."

"Ada apa ini?" Tanya Xiumin saat melihat kedua kerabatnya sedang berbicara tapi kok Wanita yang didepannya ngerasa aneh.

"Eh.. Hyung lama nggak ketemu" Kata Hoseok sambil menundukan kepalanya membuat Xiumin langsung membalasnya dan menepuk bahu Hoseok.

"Yoongi, Udah dipindahi keruang rawat utama jadi udah lega" Jelas Xiumin yang melihat Yoongi sudah dimasukan keruang rawat utama khusus Untuk orang yang penting saja seperti presiden, Atau menteri.

"Syukurlah, Kalau gitu gua kesana dulu" Kata Hoseok sambil mendekat kearah Xiumin lalu membisikan sesuatu kepadanya membuat Xiumin langsung menganggukan kepalanya.

Setelah Hoseok pergi meninggalkan Xiumin dan tentunya juga Wanita itu yang sedang melihat kearah Hoseok yang mulai menghilang dari pandangan sekarang.

"Kau bisa kembali ketugasmu" Kata Xiumin tidak membuat Wanita itu pergi dari tempat itu membuatnya hanya menghela nafasnya dan mengambil dua bungkus permen yang berada dikantung Jasnya.

"Ini makanlah" Kata Xiumin sambil memberikan dua bungkus permen lalu pergi meninggalkannya yang masih terdiam melihat kearah tangannya yang terisi dua buah permen.

"Ck.."

-----

Hoseok masuk kedalam ruangan rawat Yoongi dan tak sengaja ia melihat Hana yang baru keluar dari sana mengapa ia ada disana? Padahal tugasnya hanya berada dirumah sakit hewan mengantikan tugas Hoseok.

Langkah Hoseok pun mengikuti Hana yang berhenti didepan ruang operasi dengan masker yang berada ditangannya dan memakai pakaian bertugas yang lengkap, Hoseok ingin menepuk bahunya akan tetapi ada suara isakan tangisan yang membuat Hoseok langsung mengerutkan keningnya.

"Hiks.. bagaima-na bi-sa" Tangisan Hana pecah saat melihat ruang operasi yang lampunya belum berganti menjadi hijau, bahunya gemetar dan rambutnya yang tadinya rapi mulai berantakan.

"HANA" Teriak seorang pria yang memakai pakaian berjas berlari menuju Hoseok dan tentunya Hana yang tak mengetahui adanya Hoseok dibelakangnya saat pria itu mendekat Hana langsung dipeluk olehnya.

"Hiks..."

"Bagaimana bisa terjadi?" Tanya Pria itu lalu melirik kearah Hoseok lalu menatap kembali Hana dan membawanya kedalam dekapannya lalu ia menuntun untuk duduk dikursi tunggu yang berada didepannya.

"Aku juga nggak tau, Saat sampai dirumah lihat bang Johnny udah nggak sadarkan diri" Jelas Hana membuat Pria itu semakin menguatkan adiknya yang merasa hancur saat melihat abangnya terluka ataupun merasa sakit hati pasti ia akan merasakan kebalikannya.

Hoseok masih terdiam berdiri didepan mereka, Hana masih juga belum sadar kalau sedari tadi bosnya melihatnya karna keadaannya sekarang hanya memikirkan kesehatan abang keduanya sedangkan pria yang memeluk tubuh Hana mulai melihat kearah Hoseok yang pas berada disebelahnya.

Dengan tatapan bertanya tanya ia melihat kearah Hoseok yang tersadar saat kedua mata tajam melirik kearahnya langsung saja ia menundukan kepalanya membuat pria itu langsung membalasnya.


'Tatapannya nggak kalah dari bang Yoongi' Bantin Hoseok sambil menegakan tubuhnya lalu membuat kode untuk berpamitan pergi dari tempat itu tapi sayangnya...

"Tunggu" Kata Doyoung saat melihat tubuh Hoseok sudah ingin pergi lalu ia melepaskan pelukan lalu mendekat kearah Hoseok yang langsung membalikan tubuhnya.

"Kau dokter disini? Tolong bantu aku" Kata Doyoung sambil menyatukan kedua tangannya dan menundukan kepalanya dihadapannya lalu dengan cepat Hoseok membantu Doyoung untuk kembali berdiri tegak dan mengelengkan kepalanya sebentar.

"Aku akan membantumu tapi jangan lakukan itu lagi" Kata Hoseok mendapatkan respon dari Doyoung yang langsung tersenyum dan mengiyakan pernyataan Hoseok.

"Hana? Kau boleh ikut bersamaku melakukan operasi ini" Kata Hoseok membuat Hana yang sudah memakai pakaian operasi langsung bangun dan menyekat air matanya lalu mengiyakan perkataan Hoseok agar ia bisa melihat kondisi abangnya.

"Baiklah saya permisi" Kata Hoseok sambil menundukan kepalanya lalu pergi meninggalkan Doyoung yang masih berdiri ditempat tanpa ada niat untuk duduk.

Ia menyesal meninggalkan abangnya yang kadang suka merasakan sakit kepalanya akan tetapi ia harus melakukan ini semua karna dorongan dari perusahaan untuk pergi ke luar kota dan mengurus sesuatu disana.

____

Ruang operasi telah siap dengan alat yang sangat lengkap mulai dari meja operasi, lampu untuk menerangi dan juga beberapa alat bedah yang memang diperlukan saat posisi genting begini.

Hoseok telah masuk kedalam ruangan dengan kedua tangan yang sudah ia sterilkan dengan sabun khusus agar tidak ada kuman ataupun bakteri yang masuk kedalam tubuh saat melakukan operasi yang besar ini.

Masker menutupi wajahnya dan kedua tangannya yang ditutupi dengan sarung khusus itupun yang dipakai oleh orang yang berada diruang operasi dengan cepat mereka melakukan operasi yang harus dilakukan secara cepat kalau tidak akan ada penyakit yang timbul lagi.

"Cek suhu tubuhnya, temperaturnya turunkan!!"

Hana yang berada disebelah Hoseok melihat beberapa penyakit yang berada didalam kepala Johnny merasa selama ini abang pertamanya selalu menutupi segala kesakitan yang ia rasakan.

Tugas kantor yang cukup banyak membuat otak Johnny stress dan mengalami sedikit rasa sakit pertama tamanya ia melupakan rasa sakit itu mungkin pikirnya itu hanyalah sakit kepala biasa tapi saat dirumah ia tak sadarkan diri.

Ting...

Operasi Johnny berjalan dengan lancar membuat Hana dan Hoseok hanya menghela nafasnya lalu meregangkan otot otot kaki dan tangan yang kaku akibat terlalu lama berada dimeja operasi dengan kedua mata yang selalu melihat kesana kemari.

"Syukurlah, siapkan ruang rawat" Kata Hoseok lalu di angguki oleh perawat yang bertugas saat menyelesaikan sebuah operasi pasti ia harus menyiapkan ruang rawat untuk pasien agar penyakitnya mulai sembuh.

"Terima kasih pak" Kata Hana sambil menundukan kepalanya menghadapa kearah Hoseok yang langsung mengerutkan keningnya bagaimana ia bisa berterima kasih saat masih berada diruang operasi.

"Naikan pandanganmu, dan bersihkan tubuhmu" Kata Hoseok lalu keluar dari ruang operasi meninggalkan Hana yang hanya menganggukan kepalanya dan ia sangat berhutang budi dengan Hoseok.



"Kenapa kau lama sekali!!" Kata Yoongi saat melihat Hoseok masuk kedalam ruangan dan berjalan menuju kasur Yoongi dan berdiri disebelah Jin yang sedang menutup bubur yang baru selesai dimakan oleh Yoongi.

"Maaf bang, ada operasi tadi" Jelas Hoseok membuat Yoongi hanya menganggukan kepalanya lalu ia melihat kearah jarum infus yang tertancap pas dipunggung tangan kanannya.

"Gua mau pulang!! Gua benci tempat ini" Kata Yoongi dan perkataan itu hanya dibalas helaan nafas oleh Hoseok yang nengetahui kalau abang keduanya sangat membenci hal yang berbau rumah sakit makanya ia jarang sakit tapi saat sakit masuk kerumah sakit juga.

"Iya, tapi nggak sekarang soalnya lu baru sadarkan? Dan infus lu belum habis juga" Kata Hoseok membuat Yoongi hanya menghela nafasnya kalau saja ia yang mempunyai rumah sakit itu, ia bakal keluar tanpa permisi kepada dokter yang merawatnya terutama adiknya.

"Udahlah, Yoong lu kan belum sembuh total jadi disini aja dulu gua mau pulang" Kata Jin yang memang sudah agak lama berada diruang rawat Yoongi dan mendengarkan ocehannya selama 1 jam mengenai rumah sakit ini.

Mengapa ia membenci rumah sakit? Apa karna bau obat obatannya yang memusingkan?.

"Ehh.. gue bosen" Kata Yoongi yang sangat bosen mengapa ia harus berada disini biasanya ia berada diruang kerjanya memegang pena dan menulis nada lagu dikertas serta mencoba beberapa nadanya apakah cocok.

"Nanti gue suruh Jimin sama Y/N buat jengukin lu, Oh sekalian gua bawain alat tulis lu biar kagak bosen" Kata Jin langsung dianggukin oleh Yoongi yang tidak akan merasa sepi diruangan ini.

Kalau ia meminta Hoseok untuk menemaninnya itu sangatlah tidak masuk akal karna Hoseok harus nengurus ini itu dan melakukan pemeriksaan kepada pasien lain tak cuma dia saja.

"Baiklah, sini gue periksa" Kata Hoseok lalu berjalan menuju tabung infus dan melihat apakah infusnya mengalir dengan lancar atau malah ada sebuah kesalahan.

Jin sudah keluar dengan jas yang berada ditangannya lalu ia menutup pintu ruangan rawat Yoongi saat ia berjalan tak sengaja seorang pria menabrak bahunya membuat mereka berdua terjatuh.

Brak..

"Maafkan aku" Kata Pria itu sambil bangun dari duduknya dan membantu Jin untuk bangun dari jatuhnya sedangkan Jin hanya tertawa kecil rupanya ia sudah lama tak berolahraga jadi saat disenggol oleh orang lain tubuhnya ikut terjatuh.

"Hahah, tak apa aku yang salah tak melihat kedepan" Kata Jin membuat Pria itu langsung mengelengkan kepalanya cepat bukan kesalahan Jin malah dia lah yang tak melihat jalan karna ia ingin menemui dokter yang mengoperasi abangnya.

"Bukan salahmu, aku tak konsen berjalan karna sedang mencari dokter jadi aku minta maaf" Kata pria yang langsung menundukan kepalanya dihadapan Jin akan tetapi Jin langsung memegang bahunya agar tak menundukan tubuhnya.

"Tak perlu, Siapa dokter yang kau cari? Mana tau aku bisa membantumu" Kata Jin membuat Pria itu langsung menyulurkan salah satu tangannya dan diterima oleh Jin.

"Saya Doyoung" Sapa Doyoung sambil tersenyum menampakan gigi kelincinya membuat Jin langsung menjabat tangannya lalu membalas senyuman yang lebih ramah.

"Nggak usah formal, gue Jin" Kata Jin membuat Doyoung langsung menganggukan kepalanya mengerti apa yang dibilang oleh Jin.

"Siapa dokter ya kau cari?" Tanya Jin membuat Doyoung langsung melihat kesana kemari.

"Hoseok"



Medan. Minggu, 29 Maret 2020

Continue Reading

You'll Also Like

24.7K 2.1K 46
Bagaimana bisa aku mengungkapkan perasaanku padamu, kita bagaikan langit dan bumi - Irene . . Aku tidak mau memiliki adik perempuan sepertimu, bisaka...
42.3K 2.9K 17
"Daripada ngerjain anak orang mulu, anda gak inget tuan Jaehyun yang terhormat? Anda punya adik yang masih SMP bernama Jeno? Kalo dia di kerjain oran...
101K 7K 15
DIA BUKAN ADEK GW"taeyong Bg gila ya lo dia juga adek lo,adek kita bg "jaehyun Abg knpa sih benci bnget sama jaera Abg emg pingin jaera pergi dri keh...
ABANG : BTS By i

Teen Fiction

551K 31.3K 45
Kisah dimana yoora di benci oleh ke tujuh kakak nya , bagaimana kisah yoora selanjutnya? Baca aja yuk.. Maaf kalau cerita nya acak adul hehe 1 st #se...
Wattpad App - Unlock exclusive features