With You Love

By mauracubby

227K 20K 1.4K

Cerita baru aku.. Kepoin yuk!! Happy reading.. More

Bab 1
Bab 2
Bab 3
Bab 4
Bab 5
Bab 6
Bab 7
Bab 8
Bab 9
Bab 10
Bab 11
Bab 12
Bab 13
Bab 14
Bab 15
Bab 16
Bab 17
Bab 18
Bab 19
Bab 20
Bab 21
Bab 22
Bab 23
Bab 24
Bab 25
Bab 26
Bab 27
Bab 28
Bab 29
Bab 30
Bab 31
Bab 32
Bab 33
Bab 34
Bab 35
Bab 36
Bab 37
Bab 38
Bab 39
Bab 40
Bab 43

Bab 41

6.1K 504 32
By mauracubby


"Kurang ajar sekali istrimu itu Ali?!" hardik Kenanga saat melihat tubuh keponakannya meluncur ke dalam kolam.

Kenanga memang mengintip di balik pintu, dia ingin melihat keterkejutan di wajah istri Ali, syukur-syukur Prilly langsung marah dan pergi meninggalkan Ali bersama Fifa tapi apa yang dia lihat benar-benar jauh dari bayangan yang ada di otaknya.

Bukan Prilly yang pergi malah Fifa yang harus menceburkan diri ke dalam kolam.

Ali menoleh menatap Ibunya dengan bibir berkedut menahan tawa. Prilly sendiri malah sibuk menertawakan Fifa yang jauh ke dalam kolam dengan posisi sama sekali tidak elit.

Prilly bahkan sampai memegang perutnya yang terasa keram karena terlalu bersemangat tertawa.

"Bu." sapa Ali, dia tidak tahu harus melakukan apa terlebih tawa renyah Prilly membuat bibirnya berkedut ingin tertawa namun harus dia tahan demi menghormati Ibunya yang tampak murka.

Kenanga mendengus kesal tanpa menghiraukan sapaan Ali dia bergerak menuju kolam dan menolong Fifa yang sudah menangis. Fifa merasa luar biasa malu, niatnya ingin meloncat dengan gaya seksi supaya Ali tergoda malah tersandung kaki sendiri hingga dia jatuh ke kolam dengan posisi tidak elit.

Kepala nya terlebih dahulu masuk ke dalam air sebelum tubuhnya menyusul dengan kaki terangkat ke atas. Fifa tidak bisa mendeskripsikan betapa malunya dia saat ini.

"Tante.." Adunya sambil menggenggam tangan Kenanga yang ingin membantunya keluar dari kolam. "Kamu bodoh atau apa sih Fifa hah? Mau-maunya kamu dikerjai oleh wanita itu!" omel Kenanga sambil menarik Fifa keluar dari kolam.

Prilly masih saja tertawa dalam dekapan suaminya. Bahkan tatapan tajam Kenanga sama sekali tidak menciutkan nyalinya. Dia tenang saja bahkan dengan santai membalas tatapan Ibunya.

"Lain kali hati-hati ya Fifa." Katanya dengan kekehan geli.

"Huh!" Kenanga hanya mendengus kesal membalas ejekan Prilly. Tatapan mata Ali membuatnya tidak berani mengeluarkan kata kejam untuk Prilly.

Lihat saja wanita itu!

Sepeninggal Kenanga dan Fifa, Prilly kembali bergelung manja di pelukan suaminya. Ali mendekap erat istrinya, meskipun ada sedikit rasa kasihan pada Fifa tapi mau bagaimana lagi katakan dia jahat tapi Ali hanya ingin istrinya bahagia.

Nanti kapan-kapan dia akan meminta maaf pada Fifa atas kejadian memalukan hari ini.

"Mas ke dalam yok! Mau Magrib juga kan." Ajak Prilly sambil melepaskan pelukannya pada suami.

Ali mengangguk pelan. "Ayok sayang. Mas gendong atau mau jalan sendiri?"

"Jalan aja deh Mas." Prilly memilih menggamit lengan suaminya lalu mereka melangkah bersama menuju kamar mereka.

"Nanti malam sanggup ke rumah Pak Kades nya sayang?" Tanya Ali saat mereka hampir mencapai pintu kamar.

Prilly menganggukkan kepalanya. "Sanggup kok Mas. Aku sehat-sehat aja cuma kalau udah mual terus muntah bawaannya lemes banget."

Ali mengusap kepala istrinya dengan sayang, keintiman mereka rupanya tak lepas dari tatapan Kenanga dan Fifa. Keduanya memandang benci pada pasangan baru itu terutama Prilly.

Karena kehadirannya semua rencana Kenanga dan Fifa hancur berantakan. Satu-satunya cara untuk melancarkan rencana mereka adalah menyingkirkan Prilly dan juga anak dalam kandungannya.

Bisa semakin bahaya kalau sampai anak Prilly lahir dan tentu saja anak itu akan menjadi ahli waris kekayaan Ali.

Tidak bisa dibiarkan!

**

Malam hari ini dengan mengendarai sepeda motor matic miliknya, Ali membawa istrinya ke rumah kepala desa.

"Nggak apa-apa kan Bun naik motor begini?"

"Nggak apa-apa Yah. Seru udaranya dingin." sahut Prilly mengeratkan pelukannya pada pinggang Ali.

Ali tersenyum sebelah tangannya melepaskan stang motor beralih mengusap lembut lengan istrinya yang membelit pinggangnya.

"Tapi nggak boleh sering-sering keluar malam begini Bun. Nggak baik untuk kesehatan Bunda."

Prilly tersenyum semakin mengeratkan pelukannya pada Ali. "Iya Ayah." sahutnya manja.

Tak sampai 20 menit kemudian Ali sudah memarkirkan motornya di depan sebuah rumah minimalis yang terlihat begitu asri dengan pekarangan rumah penuh dengan bunga aneka warna.

Satu hal yang Prilly simpulkan rumah ini sangat nyaman.

"Eh Den Ali. Silahkan masuk Den." Seorang wanita Prilly taksir sebaya Ibu mertuanya membuka pintu rumahnya. Mungkin karena mendengar suara deru motor Ali tadi.

"Iya Bu. Bapak ada?" Tanya Ali sopan. Ali menggenggam tangan istrinya lalu mengajak Prilly menuju pintu rumah Pak Kades yang sudah terbuka.

"Ada di dalam. Silahkan masuk Den." Ibu Kades benar-benar ramah membuat Prilly tersenyum. "Ini istri saya Bu. Prilly, sayang kenalkan ini Ibu Sofia, istri Pak Kades."

Prilly menyalim tangan Ibu Kades dengan penuh hormat. "Prilly Bu."

"Sofia Neng. Wah eneng cantik bener ya? Bening."

Prilly dan Ali sontak tertawa, entah kenapa melihat gerak-gerik Ibu Sofia ini tiba-tiba Prilly ke ingat sama Kiara, sahabatnya. Ah dia jadi rindu sama Kiara.

Ali dan Prilly mendudukkan dirinya di sofa ruang tamu rumah Pak Kades, sambil menunggu kedatangan Pak Kades Ali dan Prilly duduk bercerita bersama Ibu Sofia.

Prilly tak henti-hentinya tertawa ketika mendengar cerita Ibu Sofia tentang Ali yang semula selalu menolak ketika dipanggil Aden. Ali risih katanya namun sekarang hampir semua orang desa memanggil dirinya Aden.

Ali pasrah saja.

Prilly menggenggam tangan suaminya. Pria yang sangat dicintainya ini memiliki hati seluas samudera. Ali benar-benar tulus, kepribadiannya begitu hangat meskipun kaya raya tapi tidak ada sedikitpun kesombongan yang terlihat padanya.

Dan Prilly benar-benar jatuh cinta pada kesederhanaan Ali ini.

Tak berapa lama kemudian Pak Kades datang dan bergabung bersama mereka. Prilly terlihat cepat berbaur bahkan tidak merasa canggung ikut terlibat dalam pembicaraan antara Ali dan Pak Kades.

Ali memperkenalkan Prilly sebagai istrinya, memperlihatkan buku nikah mereka supaya lebih terbukti kebenarannya.

"Jadi Aden Ali dan Neng Prilly sudah menikah. Terus pestanya di kota ya Den, pantas kami tidak dapat undangan ya." Pak Kades berbicara lengkap dengan kekehan gelinya.

"Kami belum mengadakan pesta Pak. Cuma akad aja di kota." jawab Ali kalem yang diangguki oleh Prilly. "Saat menikah juga saya lagi terkena musibah Pak, Buk. Orang tua saya meninggal." sambung Prilly dengan senyumannya.

Dia masih sedih? Jelas sangat. Tapi dia sudah berusaha ikhlas dan ketika membicarakan orang tuanya seperti ini Prilly tidak lagi menangis hanya wajahnya saja terlihat sendu.

Pak Kades dan istrinya langsung terkesiap lalu mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya orang tua Prilly.

Ali memeluk erat bahu istrinya. Prilly tersenyum menatap suaminya, mengatakan lewat matanya kalau dia baik-baik saja.

"Jadi Den Ali dan Neng Prilly berencana mengadakan pesta di sini?" Ibu Sofia mengalihkan pembicaraan supaya suasana kembali hangat seperti tadi.

"Sepertinya tidak Bu. Lagipula saya sedang hamil Bu, sepertinya cukup akad saja." Prilly menjawab dengan wajah berbinar, tangannya mengusap lembut perut datarnya.

Kembali Pak Kades dan istrinya terkesiap, kali ini seruan kebahagiaan terdengar. Mereka sontak mengucapkan selamat dan mendoakan Prilly dan bayinya supaya terus sehat sampai melahirkan nanti.

Ali dan Prilly sontak mengamini doa tulus Pak Kades dan istrinya. Mereka kembali larut dalam pembicaraan. Prilly benar-benar terlihat nyaman berbicara dengan ibu Sofia.

'Ah.. Andaikan Ibu tiri Ali sebaik Ibu Sofia ini mungkin hidup Prilly benar-benar akan bahagia.'

*****

Alhamdulillah ya Allah, akhirnya pengiriman pdf hari ini selesai..

Terima kasih banyak untuk pembaca setiaku.. Mohon maaf kalau cerita ini kurang memuaskan..

Continue Reading

You'll Also Like

678K 62.1K 36
Setahun lalu, Sachi dan Maharadja hanya dua orang asing yang berbagi satu malam tanpa janji-sebuah kesalahan yang mereka sepakatkan untuk dilupakan. ...
518K 31.1K 35
Tania Ivana Prameswari sudah punya segalanya: followers jutaan, endorsement melimpah, dan wajah viral di TikTok. Tapi sayangnya, satu hal yang belum...
375K 1.8K 16
Hts dengan adik tiri? Kael dapat melakukan apa yang "IA INGINKAN" pada sang adik selama 3 bulan. Sesuai janji mereka ditengah malam. + - + - + - Sa...
3.9M 112K 57
PART LENGKAP Rania pikir ia hanya akan mendengar atau melihat adegan perselingkuhan dari series yang ia tonton. Ia tidak menyangka akan mengalami ha...
Wattpad App - Unlock exclusive features