Tak pernah terbayangkan oleh ku sebelumnya, kaki ku akan menapaki negeri ini. Negeri yang sangat jauh dari tempat dimana aku dilahirkan. Akhirnya aku tiba di Bandara internasional Malpensa Milan, Italia. Setelah menempuh perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan dan memakan waktu hingga 1 hari penerbangan, rasanya tulang-tulang ku remuk duduk seharian di pesawat. "Tapi tak apa ini baru permulaan yang sangat kecil Naya, ini bukan apa-apa." Batinku.
Setelah melakukan sedikit peregangan pada otot ku, aku mulai melangkah mencari-cari seorang teman yang akan menjemput ku. Setelah melebarkan mata aku menangkap pandangan seorang wanita dengan wajah khas Indonesia dengan jilbab biru cerah sedang memegang kertas yang bertuliskan "Inayah Kamalia
From Indonesia"
Sejurus kemudian aku melangkah kearahnya, lalu mengucapkan salam.
"Assalamualaikum, mbak Indah ya?"
"Waalaikumsalam, mashaAllah kamu Naya ya, Inaya Kamalia?"
Setelah ber-iya ria mbak Indah memeluk ku hangat seperti ia telah mengenalku lama sekali, padahal aku baru mengenalnya satu bulan sebelum ke negeri ini saat aku diberitahu oleh pihak kampus bahwa Mbak indah adalah teman flat yang akan ku tinggali. Aku menghubunginya melalui direct message di Instagram dan betapa baiknya Mbak indah menawarkan untuk menjemput ku di Bandara. Dan kenapa aku harus menolak toh aku belum tau negeri ini bisa-bisa aku nyasar di negeri antah berantah ini.
Mbak indah dan aku melesat menuju flat, kami menggunakan transportasi bus, selang sekitar 30 menit kami pun turun ditempat pemberhentian bus dan kami harus berjalan lagi sekitar 10 menit hingga sampai di flat. Tak sabar rasanya ingin membaringkan tubuh ini sesegera mungkin saat sampai di flat.
Setelah berjalan 10 menit yang rasanya 1 jam aku dan Mbak Indah sampai di flat, mbak Indah menyuruh ku mandi sembari ia menyiapkan makan siang di dapur. Aku bergegas mandi, dan rasanya sangat segar tubuh ku terasa kembali fresh. Baru keluar dari kamar mandi aroma yang mengacak perut ku tercium oleh hidung ini.
"Naya mari makan ini mbak udah siapkan masakan spesial untuk kamu"ajak mbak indah.
"Wahh mbak masak apa ini? Aromanya wangi sekali sampai membuat cacing diperut ku ini berisik minta disalurkan makanan buatan mbak" timpal ku.
Hari itu mbak Indah memasak rawon rasanya enak sekali, racikan tangan mbak indah sempurna.
Setelah makan siang dan shalat zhuhur mbak indah meminta ku istirahat, ia paham betul kalau aku sangat kelelahan setelah perjalanan yang cukup panjang. Mbak indah ada kelas siang dan akan pulang sore nanti, mbak indah juga menjadi tutor yang mengajarkan pembelajaran yang sama sesuai jurusan diambil oleh mahasiswa baru.
Besok adalah hari pertama bagiku di kampus, agenda bagi mahasiswa baru besok adalah pengenalan lingkungan kampus, seperti MOS atau MPLS di Indonesia. Pasti seru mengenal orang-orang baru. Tapi apa mereka mau ya berteman dengan ku karena aku memakai kerudung dan pastinya beragama Islam?.
Payakumbuh, 24 Maret 2020