Hoseok menghela nafas ketika keluar dari ruangan Meeting. Dia dan beberapa karyawan lain baru saja melakukan rapat untuk membahas produk baru. Biasanya Hoseok sangat senang jika ikut serta dalam acara rapat itu. Namun tidak dengan hari ini, dia merasa tidak tenang. Semua itu gara-gara Yoongi yang memperhatikannya sejak tadi. Walaupun Hoseok tak memperhatikan Yoongi, namun dia tau jika pria pucat itu atensinya penuh kepada Hoseok bukan rapat itu! Padahal Yoongi sudah di kantor itu hampir 3 minggu. Namun dia terus saja sama!
Hoseok kembali ke ruangannya. Dia harus bekerja 2x lipat hari ini karena Taehyung tidak berangkat dan berakhirlah dirinya harus menggantikan pekerjaannya.
"Hah~ capek banget." Gumam Hoseok yang baru saja mendudukkan dirinya di kursi. Dia menatap berkas-berkas didepannya yang sangat banyak dan menghela nafas.
"Pulang nanti mau mampir ke toko sebentar. Lupa mau beli mainan buat Jungkook." Ucapnya kepada diri sendiri. Dia tersenyum kala mengingat anaknya, Jungkook benar-benar seperti obat untuk Hoseok.
Baru akan mengerjakan tugasnya, pintu ruangannya di ketuk. Dia menoleh dan seseorang masuk kedalam.
"Kenapa?" Tanya Hoseok.
"Kamu dipanggil sama Bos." Ucap teman kantor Hoseok.
"Oh iya. Aku kesana, sebentar. Makasih."
Setelah mengatakan hal itu, teman kantor Hoseok langsung keluar lagi dan meninggalkan ruangan Hoseok. Sedangkan pemuda Jung itu menghela nafas. Ada apa lagi Yoongi memanggilnya?! Jika sampai itu bukan tentang pekerjaannya, dia akan memaki-maki Yoongi. Dia tidak peduli jika Yoongi itu bosnya.
Hoseok berjalan menuju ruangan Yoongi yang tak jauh dari ruangannya. Dia menarik nafas dalam-dalam saat sampai di depan pintu itu. Setelah tenang, dia mengetuk beberapa kali pintu di depannya.
"Masuk."
Setelah mendengar kata itu, Hoseok perlahan membuka pintunya dan masuk kedalam ruangan yang Hoseok pikir itu neraka.
"Maaf, ada apa bapak memanggil saya?" Tanya Hoseok. Dia hanya bisa melihat kursi yang memunggungi pintu. Bahkan dia tidak berbalik sama sekali!
Terdengar suara pena diketuk beberapa kali. Sepertinya Yoongi memainkan pena itu. Hah~ dia memang tidak berubah.
Yoongi memutar kursinya dan menatap Hoseok. Tatapan yang sulit diartikan!
Jujur saja jika Hoseok sangat malas. Apalagi melihat dirinya yang menatap Hoseok seperti itu! Yoongi pikir Hoseok takut, begitu?
"Ada apa pak?" Tanya Hoseok sekali lagi.
Yoongi berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekat ke arah Hoseok sambil melonggarkan dasinya.
Yoongi berdiri tepat di hadapan Hoseok yang belum bergeser dari posisinya. Dia menatap pemuda Jung yang sedikit lebih pendek darinya. Hoseok berharap jika Yoongi tidak mengingatnya sebagai Kim Hoseok lagi.
"Jung Hoseok, ya?" Ucap Yoongi tiba-tiba. Dia menyunggingkan sudut bibirnya saat mengatakan hal itu. Hoseok hanya bisa menghela nafas.
"Iya pak. Saya Jung Hoseok." Jawab Hoseok.
"Ada apa Bapak memanggil saya?" Sambungnya.
*Nggak papa. Cuma mau kenalan sama Jung Hoseok aja." Ucap Yoongi dengan menekankan namanya.
"Tapi, aku ga yakin kalo kamu emang Jung Hoseok. Coba liat profil kamu."
"Maaf pak. Profil saya disini sudah jelas tertera nama saya. Anda bisa melihatnya lagi." Ucap Hoseok.
"Iya kok iya. Udah liat tadi. Tapi, kenapa tanggal lahirmu sama Kim Hoseokku sama ya? Apa kalian kembar?" Ucap Yoongi.
Hoseok menahan nafasnya. Dia pikir Yoongi lupa ulang tahunnya! Hah, benar-benar merepotkan!
"Saya tidak tau. Yang jelas, saya bukan Kim Hoseok yang bapak maksud."
"Oh gitu.. Trus, gimana sama Kim Namjoon? Kamu kenal dia kan?" Ucap Yoongi lagi.
"Siapa Kim Namjoon?" Ucap Hoseok. Dia benar-benar jengah dengan Yoongi.
"Pak, jika tidak ada hal yang penting lagi. Saya akan kembali bekerja." Ucap Hoseok.
Yoongi menatap tajam Hoseok yang baru saja akan bergeser. Dia berjalan maju mendekat kearah Hoseok. Sedangkan Hoseok sendiri akhirnya berjalan mundur agar tidak dekat dengan Yoongi.
"Jujur aja, kamu Kim Hoseok kan?! Sampe kapan kamu gamau ngaku?!!"
"Pak, saya sudah jujur. Saya Jung Hoseok, bukan Kim Hoseok!"
"Nggak! Kamu Kim Hoseok! Kamu Hoseokku! Aku udah nunggu kamu lama, kenapa kamu hilang?!! Kamu gatau giman stressnya aku nyari kamu!!!" Ucap Yoongi meneteskan air mata. Hoseok terkejut karena Yoongi yang menangis. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Uh! Dia sudah berada di ujung dinding. Dia tidak bisa kabur lagi karena Yoongi berada tepat di depannya dengan tangan yang dia gunakan untuk mencengkram tangannya di dinding.
"Pak, tolong lepaskan saya." Ucap Hoseok.
Yoongi menatap Hoseok. Air matanya masih mengalir. Tatapannya memang tajam, namun Hoseok tau jika tatapan itu kosong. Seperti orang yang kehilangan harapan.
"Nggak! Aku ga akan ngelepasin kamu lagi! Aku rindu sama kamu!!" Ucapnya. Tanpa Hoseok duga, Yoongi langsung mencium bibir merah Hoseok. Dia meraupnya kasar. Sedangkan Hoseok merasa sesak. Dia tidak pernah berfikir akan berciuman dengan Yoongi lagi! Bahkan dengan keadaan Yoongi yang seperti orang mabuk! Yoongi tak pernah kasar kepadanya, tapi kenapa hari ini dia melakukannya?!
Air mata Hoseok mengalir. Sungguh! Dia merasa sesak. Akhirnya Hoseok memaksa tangan Yoongi agar melepasknnya. Dengan sekuat tenaga, dia mendorong Yoongi agar berhenti melakukannya dan akhirnya dia berhasil. Yoongi terkejut saat melihat Hoseok yang mengalirkan air matanya dan detik selanjutnya sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Yoongi. Ya, Hoseok menamparnya.
"Pak! Tolong jangan bertindak seperti ini! Tolong hargai orang lain! Jangan berlaku seenak kehendak Bapak. Saya sudah sabar dengan tindakan Bapak, tapi tidak kali ini. Sebenarnya apa mau Bapak jika saya dan Kim Hoseok orang yang sama? Apa Bapak juga akan melakukan tindakan yang kasar tadi kepada Kim Hoseok?" Ucap Hoseok.
"Hoseok.. Maaf aku ga maksud. Aku-aku cuma-"
"Jika saya Kim Hoseok, apa Bapak tega melakukan hal tadi kepadanya? Apa Bapak tau perasaannya jika Bapak bertindak seperti ini?!" Bentak Hoseok.
"Saya tidak pernah berfikir jika Bapak akan melakukan hal ini kepada saya. Sepertinya kehadiran saya disini malah membuat Bapak teringat orang yang anda maksud. Saya akan menyelesaikan pekerjaan saya. Beri saya waktu 2 minggu, dan setelahnya saya akan keluar! Saya permisi." Ucap Hoseok sambil mengusap air matanya. Dia pergi meninggalkan Yoongi.
"Hoseok. Tunggu! Hoseok jangan pergi, tunggu!" Teriak Yoongi. Namun Hoseok tidak mendengarkan dan langsung menutup pintu itu. Air mata Yoongi kembali mengalir. Sungguh! Bodoh sekali dirinya melakukan tindakan tadi! Dia terduduk di lantai ruangannya. Sangat menyesal atas apa yang dia perbuat.
Sedangkan Hoseok yang baru saja sampai di ruangannya kembali mengalirkan air matanya. Dia tak percaya jika Yoongi melakukan hal tadi dengan kasar. Dulu saat mereka masih bersama, tidak pernah sekalipun Yoongi melakukannya dengan kasar. Hoseok sudah tidak kuat. Bohong sekali jika dia tidak merindukan Yoongi, tapi dia tidak mau melanjutkan hubungannya lagi. Orang tua Yoongi masih tidak menyukainya! Hoseok tidak bisa!
Hoseok membereskan barang-barangnya. Dia akan pulang cepat hari ini! Dia lelah sekali. Setelah membasuh wajahnya, dia segera pulang karena tidak mau melihat Yoongi lagi.
___
"Aku pulang." Ucap Hoseok yang baru saja masuk ke dalam rumahnya. Dia melihat seseorang tengah duduk disana. Mungkin Namjoon. Hoseok langsung menghampirinya.
"Namjoon aku-"
Hoseok terkejut saat melihat orang itu. Oh Tuhan! Apa lagi ini?!
"Jin Hyung." Gumamnya.
Orang yang dipanggil langsung menoleh dan matanya berbinar.
"Hoseok?! Yaampun udah lama ga ketemu." Ucapnya sambil tersenyum.
Kenapa Seokjin ada disini?
"Kenapa hyung ada disini?" Tanya Hoseok yang baru saja duduk.
"Di ajak Namjoon. Kalian serumah ya?"
Hoseok mengangguk, "Namjoon mana?"
"Katanya sih mandi." Ucapnya.
"Oh iya."
Hoseok tidak bisa membiarkan Namjoon tau siapa Seokjin.
"Um hyung. Jangan bilang Namjoon kalo kita saling kenal ya." Ucap Hoseok ragu.
"Loh kenapa?" Tanya Seokjin.
"Jangan. Lebih baik dia gatau. Aku mohon hyung, aku bakal jelasin kenapa tapi gabisa sekarang."
"Oke deh. Tapi gimana kabar kamu? Kita lama banget nggak ketemu loh."
"Baik kok hyung."
"Papa!" Teriak Jungkook yang baru saja keluar bersama Namjoon. Jungkook segera menghampiri Hoseok dan duduk dipangkuannya.
"Hei Sayang. Udah mandi?" Tanya Hoseok kepada Jungkook. Dia mengusap surai anaknya.
"Udah. Pah! Tadi aku di ajak Om Namjoon jalan-jalan sama Om ini." Ucap Jungkook sambil menunjuk Seokjin. Seokjin tersenyum dan juga bingung sekaligus. Jadi keponakan Namjoon ini anak Hoseok? Hoseok sudah menikah?
"Woah iyakah? Pergi kemana tadi?" Tanya Hoseok.
"Tadi cuma ke taman sebentar hob. Oh iya ini kenalin Seokjin hyung. Orang yang pernah gue ceritain ke Lu." Ucap Namjoon yang sudah duduk disamping Seokjin.
Hoseok tersenyum dan mengangguk. Begitu juga dengan Seokjin. Hah~ Seokjin penasaran. Ada apa sebenarnya? Hoseok itu siapa Namjoon? Dan lagi, jika Hoseok sudah punya anak. Berarti dia sudah menikah?! Bagaimana dengan Yoongi? Padahal adik sepupunya itu menunggu Hoseok bertahun-tahun!
"Dek ke kamar yuk main sama Papa. Nanti sore kita ke toko mainan, mau?" Ucap Hoseok.
"Mau pah mau!" Jawab Jungkook antusias.
"Yaudah. Kalian ngobrol dulu ya, Namjoon jangan lupa di ambilin minum ." Ucap Hoseok. Dia segera menggendong Jungkook dan tersenyum kepada Seokjin. Hoseok menuju ke kamarnya.
Seokjin menatap kepergian Hoseok. Dia kembali mengalihkan pandangannya kepada Namjoon.
"Dia siapa kamu?" Tanya Seokjin kepada Namjoon.
"Eum~ dia itu kakak kembarku. Emang sih kita ga mirip tapi ya gitu." Jelas Namjoon.
Seokjin terkejut. Dia baru tau jika Hoseok punya kembaran. Memang sih dia tidak terlalu mengenal Hoseok karena mereka hanya bertemu beberapa kali dulu saat Yoongi mengajaknya kerumah Seokjin.
"Terus anak kecil tadi anaknya?" Tanya Seokjin kembali.
"Iya.."
"Istrinya kemana? Kok ga disini?"
"Kalo itu, aku gabisa jelasin Hyung. Terlalu nyakitin banget buat dia. Maaf ya hyung." Ucap Namjoon. Seokjin mengangguk, dia mengalihkan pembicaraannya.
Sedangkan Hoseok baru saja mandi dan tengah memperhatikan anaknya yang sedang berbaring bersama Mickey di kasurnya. Hah~ dia sayang sekali dengan Jungkook. Hoseok jadi teringat dengan Yoongi. Mengapa Yoongi masih saja tidak bisa melupakannya?! Padahal dia tau, walaupun mereka kembaliーkedua orang tua Yoongi tidak akan merestuinya.
Jungkook memandangi Papanya yang tengah melamun. Dia bangkit dari kasur dan menghampiri Papanya.
"Papa, papa!" Ucap Jungkook sambil menarik-narik ujung baju Hoseok.
Hoseok segera sadar dari lamunannya dan berjongkok di depan anaknya.
"Iya sayang? Kenapa?"
"Katanya mau ke toko mainan?" Ucapnya.
Hoseok tersenyum, "Iya. Yuk berangkat. Nanti kita beliin Mickey sama Monie baju lagi, ya?" Ucap Hoseok dan mencium pipi Jungkook lembut.
Setelah itu mereka segera berangkat dan menuju toko yang dimaksud Jungkook tadi
___
Yoongi baru saja pulang dari kantornya. Dia lelah sekali. Bukan karena pekerjaannya yang menumpuk, melainkan dia lelah menangis seharian setelah Hoseok berucap seperti itu. Jimin menatap kakaknya yang tampak lesu. Ada apa dengannya?
"Hyung?"
Yoongi tidak menoleh dan menjawabnya. Dia langsung masuk ke kamar dan mengunci pintu itu dari dalam. Entahlah, dia tau jika dirinya sudah tidak remaja lagi. Seharusnya dia bisa menyikapi perasaannya dengan dewasa. Tapi kenapa dia tidak bisa?! Apalagi melihat Hoseok yang sepertinya sangat membencinya. Dia tidak tau, harus berbuat apa.
Yoongi kembali menangis di kasurnya. Sungguh, hatinya sangat sakit saat melihat Hoseok yang mengeluarkan air matanya tadi. Dia tak pernah sekalipun melihat Hoseok menangis.
"Hoseok ah.. hiks.." lirih Yoongi.
Yoongi ingin menyudahi semuanya. Tapi dia tidak bisa. Dia masih ingin bersama Hoseok. Dia ingin kembali kepadanya. Yoongi hanya berharap, jika dia terbangun nanti. Takdirnya berubah lebih baik. Akhirnya Yoongi tertidur dengan air mata yang masih mengalir.
"Yoongi hyung~" teriak seseorang.
Yoongi menoleh dan mencari siapa yang memanggilnya. Dia tidak menemukan siapapun dan, dia ada dimana? Tempat ini bagus sekali.
"Hyungie~~"
Yoongi kembali menoleh. Tapi dia tidak menemukan seorang pun disana. Oke, Yoongi bingung.
"Hei, siapa sih?" Teriak Yoongi lagi.
"Hihi.. Coba tebak aku siapa." Ucapnya
"Jangan main-main dah. Lu siapa!" Teriak Yoongi.
Yoongi menatap sebuah pohon besar di pinggir sungai. Rindang sekali. Dan detik selanjutnya, dia melihat seseorang yang bersembunyi di balik pohon itu. Yoongi menghampirinya, dia ingin tau siapa orang itu.
"Heh lu siapa?" Ucap Yoongi ragu-ragu. Dia masih belum melihat dengan jelas orang yang berada disisi pohon itu.
"Dorrrr....!"
Yoongi terkejut saat seseorang mengagetinya. Dia berbalik dan menemukan orang yang selama ini dirindukannya ada dihadapannya. Hoseok, dia Hoseok!
"Hoseok? Kim Hoseok.."
"Hihi iyaa hyung. Aku Kim Hoseok." Ucap Hoseok tersenyum lebar. Yoongi menitihkan air matanya. Dia tak percaya jika Hoseok ada dihadapannya sekarang. Yoongi memeluk tubuh kurus itu dan menangis hebat.
"Hikss.. Aku rindu sama kamu. Kamu kemana aja." Ucapnya.
"Aku ga kemana-mana hyung. Aku disini aja kok. Aku juga rindu sama Hyung."
Yoongi masih tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Akhirnya dia bisa kembali menemui pujaan hatinya. Yoongi bahagia sekali, rasanya dia tidak ingin melepaskan pelukan itu.
Mereka berdua duduk di pinggir sungai itu. Yoongi bersandar pada pohon besar disana, sedangkan Hoseok berbaring dengan paha Yoongi sebagai bantalannya. Yoongi dan Hoseok menatap satu sama lain. Mereka saling melepas rindu yang sejak lama mereka simpan.
Yoongi memetik sebuah bunga yang ada disampingnya dan menyelinapkannya kebelakang telinga Hoseok. Cantik sekali. Hoseok mengambil posisi duduk dan memandangi Yoongi. Dia tersenyum dan mendekatkan wajahnya. Hoseok mencium bibir Yoongi, tentu saja pria Min itu terkejut. Tak pernah sekalipun Hoseok berani mencium Yoongi terlebih dahulu. Namun dia tetap bahagia.
Kebahagiaan mereka tidaklah lama. Tiba-tiba Yoongi tak bisa meraih tubuh Hoseok yang perlahan menjauh. Dia terus mengejarnya tapi Hoseok semakin pudar. Dia berteriak kencang sekali seolah tak rela jika dirinya kembali ditinggalkan. Hoseok menatap Yoongi sambil tersenyum dan berkata selamat tinggal kepadanya. Membuat pemuda Min itu menangis hebat.
"Aaaaaaaaaa......!!!" Teriak Hoseok yang baru saja bangun. Dia mengatur nafasnya dan menghapus air matanya yang entah mengapa mengalir. Dia menoleh kesamping dan menemukan Jungkook yang ikut membuka matanya. Mungkin dia terkejut karena teriakan Hoseok.
"Papa kenapa teriak?" Tanya Jungkook.
"Maaf sayang. Yaudah balik tidur lagi yuk." Ajak Hoseok. Dia kembali berbaring dan memeluk sang anak yang mulai memejamkan matanya kembali. Hoseok menghela nafas, kenapa dia bisa bermimpi seperti itu?
"Selamat tidur, Min Jungkook." Ucap Hoseok kepada Jungkook setelah mencium dahinya. Dia juga ikut tidur kembali karena jam masih menunjukkan pukul 11 malam.
Tbc...