Angin berhembus kencang malam itu. Disertai derasnya hujan yang mengguyur kota Seoul, melengkapi kepiluan anak berusia 12 tahun yang menyaksikan kedua orang tuanya telah tergeletak tak berdaya dengan tembakan di perut dan darah yang mengalir dari tubuh keduanya di ruang tamu.
---
"Huh!? Mimpi itu lagi.." Anak itu dihantui oleh mimpi tersebut selama empat tahun sejak kejadian naas yang menimpa keluarganya. Ia segera berlari menuju wastafel untuk membasuh wajahnya, ia hampir menangis lagi mengingat kejadian tersebut.
"Kyungsoo-ya, ada apa? Aku mendengar dari bawah kau berlari seperti orang dikejar setan. Kenapa?" Lee Hana, kakak dari ayah Kyungsoo. Ia bertanya dengan sangat cemas. "Apakah mimpi itu lagi?" Tanyanya lagi dengan nada dan raut yang semakin khawatir. Sudah dua minggu ini semenjak Kyungsoo kembali dari Jepang selama setahun, dan Hana masih sering mendengarnya berteriak lalu berlari kalang kabut di malam hari. Ia kira dengan pindahnya Kyungsoo ke Jepang akan membuat Kyungsoo tidak memimpikan kejadian mengerikkan tersebut.
"Iya, bi," Do Kyungsoo menjawab dengan nada bergetar. Wanita yang sudah ia anggap ibu itu pun langsung memeluknya. Hana tak tega melihat anak ini tersiksa seperti itu. Kyungsoo semakin terisak dengan pelukan itu, "bagaimana caranya supaya mimpi ini bisa hilang dari hidupku, aku tidak mau lagi, bi. Ini sangat menyiksaku," raungan Kyungsoo semakin terdengar memilukan. Hana semakin memeluknya dengan erat, menyalurkan kekuatannya untuk anak ini.
"Maafkan bibi, nak. Bibi tidak bisa melakukan apapun untuk menenangkanmu. Maafkan aku."
Kyungsoo menggeleng di pelukan bibinya dan semakin mengeratkan pelukannya. "Tidak, bi. Kau telah melakukan segalanya untukku. Aku sangat banyak berterimakasih," Hana hanya tersenyum dan mengelus rambutnya dengan sayang.
"Sudah, ya. Jangan menangis lagi. Tidurlah, besok adalah hari pertamamu masuk SMA. Jangan sampai besok terlambat," ujar Hana dengan nada lembut.
Kyungsoo pun mengangguk dan lekas tidur.
---
Keesokan paginya, Kyungsoo telah siap dengan seragam yang lengkap dan rapi. Ia segera turun dari kamarnya dan bersiap untuk sarapan. "Uh, kau selalu tampan seperti biasanya. Mungkin kalau aku bukan sepupumu, aku akan menikahimu," Lee Nara, anak kandung bibinya. Dia selalu saja menggoda Kyungsoo. Dia lebih tua dua tahun darinya.
"Berhentilah menggodaku dan makanlah, atau kita akan terlambat ke sekolah," jawab Kyungsoo dengan muka datar seperti biasa.
"Oh, kau selalu saja bersikap dingin padaku. Dan itu membuatku semakin gemas Kyungsoo-yaa. Aku ingin sekali mencubit pipimu..." goda Nara yang semakin membuat Kyungsoo ingin sekali melempar manusia ini dari sini sekarang juga.
"Nara, kau selalu saja menggoda Kyungsoo. Tidakkah kau lihat dia merasa ingin menghempasmu sekarang juga dari sini." ujar Hana dengan nada ingin tertawa.
"Ah, benarkah itu? Lempar saja aku dari sini kalau kau bisa," Kyungsoo hanya meliriknya dengan sinis, lalu melanjutkan makannya.
"Sudah sudah, segera habiskan sarapan kalian dan berangkat." Hana hanya akan semakin pusing melihat kedua anak ini selalu ribut.
---
Kyungsoo dan Nara sampai di sekolah, ya, mereka satu sekolah. Dan Naralah yang menyetir mobil. Karena dia yang memiliki SIM. Mereka turun dari mobil.
"Woy, Kak Nara. Eh, Kyungsoo. Lama nggak ketemu kita ya?" Itu adalah Kim Sohyun, teman Nara yang pernah menyukai Kyungsoo diam diam. Ia lebih tua setahun dari Kyungsoo.
"Ah, iya. Gimana kabarmu?" Tanya Kyungsoo.
"Hm, aku baik. Kamu sen-"
"Ih, kok malah nanya nanya kabar. Cinta lama ya udah sih. Jangan merah gitu mukanya. Move on, zeyeng," itu Nara, dia sangat menyebalkan memang. Sohyun yang menyadari wajahnya memang sedang panas langsung menutupnya. Ia malu setengah mati. Lee Nara sialan.
"Memang apa salahnya bertanya kabar? Kak Sohyun apa kamu gak apa apa?" Kyungsoo khawatir, pasalnya kakak sepupunya ini memang ahlinya membuat orang lain kesal. Kyungsoo jadi tidak enak.
"Iya aku baik baik aja, segeralah masuk ke kelas," ucap Sohyun dengan masih menutupi wajahnya yang malah semakin memerah. Nara hanya menahan tawa, tak habis pikir temannya ini masih salah tingkah jika bertemu adik sepupunya.
"Oke, aku ke kelas dulu. Dah, kak," Kyungsoo segera mencari kelasnya, X IPA 2. Ia kemudian menemukan kelasnya dan segera masuk. Sudah mulai banyak orang, dia bingung mau duduk di mana. Saat sedang mencari cari tempat duduk, tiba tiba ada yang menepuk bahunya dari belakang.
"Halo, Kyungsoo-ssi. Kita bertemu lagi," Park Chanyeol mengagetinya. Chanyeol adalah temannya semasa SMP.
"Oh, hai, Yeol. Udah lama kita nggak ketemu," mereka saling menjabat tangan dan tersenyum satu sama lain. Chanyeol menawari Kyungsoo duduk bersama dengannya, dan Kyungsoo tentu saja menerima tawaran tersebut.
"Gimana SMP setahun lo di Jepang, seneng gak? Cantik-cantik nih pasti cewek-cewek di sana," Chanyeol mengucapkannya tanpa beban, membuat Kyungsoo segera menoyor kepala temannya ini. Selalu saja membahas perempuan, walaupun dulu masih SMP. Entah apa yang merasuki Chanyeol.
"Apa apaan lo. Cewek mulu dari dulu yang dibahas. Capek gue dengernya. Ini bahkan pertemuan pertama kita sejak setahun terakhir, gue timpuk juga lo."
"Hehe, ya gimana ya, udah bawaan sih ini. Sorry, sorry. Btw lu di sana gimana?"
"Ya gitu-gitu aja sih, biasa aja."
"Emang lo gak pacaran? Sayang banget, cuy! Gak habis pikir gue sama lo. Bisa bisanya cuma fokus belajar doang. Mantan gue aja udah...... Ehmm... Berapa ya?" Chanyeol bercerita dengan menggebu gebu, oh, dia memang begitu jika membahas perempuan.
"Ujung ujungnya bahas ginian lagi elah. Kesel gue. Diem gak lo!" Kyungsoo yang sadis.
"Ampun, Soo. Gak sengaja, hehe," cengiran tak merasa berdosa itu benar benar membuat Kyungsoo ingin membunuhnya.
"Selamat pagi," sapaan dari guru tersebut membuat seisi kelas mendadak hening. Para murid membalas sapaan guru tersebut.
"Perkenalkan, nama saya Choi Siwon. Panggil saja saya Pak Siwon. Saya adalah wali kelas kalian. Mohon kerja samanya," Dia mengakhirinya dengan senyuman yang sangat manis. Membuat siswi siswi di kelas tersebut hampir saja pingsan.
---
Pelajaran pun dilalui dengan baik, dan kini saatnya untuk pulang.
"Eh, Yeol. Gue pulang duluan ya. Kak Nara udah nungguin nih." -Kyungsoo
"Lah, gue kira lo berangkat sendiri, padahal mau gue ajak main bentar, ketemu anak anak yang lain. Udah lama juga kita gak ngumpul bareng."
"Hmmm, iya juga ya. Ya udah, gue ikut."
"Nah, gini kan enak. Ya udah yok ke parkiran, sekalian lo minta ijin sama Kak Nara."
"Oke."
---
Akhirnya mereka sampai di kafe dekat sekolah untuk berkumpul dengan teman-teman yang lainnya. Melihat kedatangan Chanyeol dengan membawa Kyungsoo membuat kesepuluh orang di sana sangat bahagia. Mereka sangat merindukan anak sadis ini.
"Oh, lihatlah Kyungsoo kita. Dia tetap saja pendek. Kapan kau akan mulai tinggi, nak," Byun Baekhyun memang jagonya membuat seorang Kyungsoo naik darah.
"Hei, bahkan tinggi lo cuma selisih 1 cm sama gue. Budayakan mengaca, kawan," hanya dengan sekali berkata namun dapat membuat Baekhyun skakmat.
"Kyungsoo yang sadis seperti biasa," itu Oh Sehun, dia benar benar mengagumi kemampuan Kyungsoo yang dapat membungkam Baekhyun dalam waktu singkat, bahkan hanya dengan sekali ucapan. Dan Xi Luhan sama dengan Sehun.
"Ini ngapa pada ribut dah, mending sini main Tiktok," bisa menebak siapa dia? Iya, dia Huang Zitao. Laki-laki keturunan China ini sangat mengikuti perkembangan zaman.
"Tiktok is not my style," ini Kris Wu, anak gaul se-kota.
"Udah udah, napa sih. Nih mumpung si Kyungsoo udah balik kita makan makan aja. Biar gue yang traktir," puja Tuan Kim $uho.
"Nah ini yang gue tunggu, Suho memang yang terbaik, mantul," cengiran khas Kim Chen menyertai saat dia mengatakannya, membuat Baekhyun menganggukkan kepalanya dan tersenyum mantap kepada Chen, jangan lupakan Zhang Lay yang tersenyum sangat lebar mendengar kata "traktir". Tiga orang ini memang pemuja traktiran.
Setelah memesan makanan, mereka berbincang bincang sembari menunggu makanan datang. "Gimana kabar lo, Soo. Gue kangen banget ini, huhu," ujar Kim Kai sambil hendak memeluk Kyungsoo, yang tentu saja akan dihindari oleh Kyungsoo.
"Najis banget gue, Kai. Pulang aja lu sono," Kyungsoo tidak manusiawi. Tapi mereka maklum, Kai memang begini adanya.
---
Acara makan-makan dan kumpul-kumpul sudah selesai. Jam menunjukkan pukul tujuh malam. Xiumin dan Luhan menawari tumpangan karena jalan menuju rumahnya searah. Tapi Kyungsoo menolak dengan halus ketika tiba tiba ada pesan untuknya, dari, nomor saja.
From: +82XXXXXXXX
Temui aku di kafe kau berkumpul dengan teman temanmu tadi. Mejanya sama.
Kyungsoo mengernyit, siapa dia, dan kenapa dia bisa tahu kalau dia habis dari sana. Daripada penasaran lebih baik dia temui saja. Mungkin saja orang yang dia kenal?
Kyungsoo segera masuk kembali ke kafe tersebut dan mendapati Son Wendy, perempuan yang ia sukai saat SMP, hingga sekarang. Dia melambai ke arah Kyungsoo dengan senyumannya, wanita blasteran Korea-Amerika ini membuat Kyungsoo benar benar memuji ciptaan Tuhan. Kyungsoo segera mengambil duduk di depan gadis ini.
"Apakah kau menunggu lama?" Tanya Kyungsoo sedikit cemas.
"Huh? Nggak kok, aku tadi gak sengaja lewat pas kalian udah pada mau pulang. Jadi ya aku tunggu aja. Aku kangen banget sama kamu, Kyung," ujar Wendy, tulus.
Kalimat terakhir membuat Kyungsoo sedikit menegang. Oh ayolah, jika yang bicara begitu adalah perempuan lain maka dia akan biasa saja. Tapi jika perempuan ini.. Hhhh, Kyungsoo memang bucin. "Oh gitu. Kamu ganti nomor?"
"Iya, maaf nggak ngasih tau. Handphoneku yang lama rusak, jadi kontaknya hilang semua. Aku juga ganti id line, makanya aku SMS, hehe," terang Wendy dengan nada bersalah.
"Nggak apa apa. Santai aja. Pantesan aku mau meneleponmu, mau bilang kalo aku udah di Korea, tapi nomormu nggak aktif."
"Hehe, maaf ya... Sebagai permintaan maaf, aku traktir es krim kesukaan kamu, deh. Gimana?"
Wendy sangat menggemaskan di mata Kyungsoo. Mana mungkin dia menolak tawaran pujaan hatinya ini. Sekalian bisa berjalan berdua, itu tidak buruk. "Boleh juga, yuk!"
---
Acara jalan-jalan dan makan es krimnya bersama Wendy selesai. Dia beranjak pulang sekarang. Dan tidak menyadari sejak tadi ada sepasang mata yang terus mengawasinya.
---
Ini work pertama aku. Saking seringnya baca cerita di wattpad dan novel, lama lama jadi ingin buat sendiri. Maafin jika ada kesalahan kedepannya😁
Semoga kalian suka ^Δ^
Mohon kerja samanya ya, Readers♡
-istri kyungsoo-