UNEXPECTED

By cutnandakh

190K 13.1K 4.4K

Cover by : Cutputrikh Di cerita ini, Kalian akan bertemu dengan perempuan cantik, barbar, tidak tahu malu yan... More

[ PROLOG ]
1 [ Xazella Cheerhastaviya ] 👸
2 [ Altaf D.Angkasa ] 👸
3 [ Apa ini Jodoh? ] 👸
4 [ Kenapa? ] 👸
5 [ Marathon ] 👸
6 [ Gagal Bahagia ] 👸
7 [ Cafe N'D ] 👸
8 [ Sejak kapan? ] 👸
9 [ Balas dendam ! ] 👸
10 [ Peringatan ! ] 👸
• [ Cast ] •
11 [ Pacaran? ] 👸
12 [ Taman Film ] 👸
13 [ Berhenti ] 👸
14 [ Rooftop ] 👸
15 [ Bersama Jevin ] 👸
16 [ Nonton Bola ] 👸
17 [ Drama ] 👸
18 [ Latihan Drama ] 👸
[ Memaafkan ]
20 [ Hampir ] 👸
21 [ Kecewa ] 👸
22 [ Rencana? ]
23 [ Rencana yang sebenarnya ] 👸
24 [ Ultah Sekolah ] 👸
25 [ Kecelakaan ] 👸
26 [ Dia Pergi ] 👸
▫ { WHATSAPP } ▫
28 [ Surat dari Jevin ]👸
29 [ Pergi ? ] 👸
30 [ Putus ] 👸🏼
31 [ Awal baru ] 👸🏼
32 [ Menyesal ] 👸🏼
33 [ Goodbye ] 👸🏼
34 [ Hancur ] 👸🏼
35. [ Perlahan terkuak ] 👸🏼
36. [ Siapa dia? ] 👸🏼
37. [ Bumi? ] 👸🏼
38. [ Jalan-Jalan ] 👸
39. [ Mimpi ] 👸
40. [ Terlihat Asing ] 👸
END💗

27 [ Patah hati ] 👸

3.7K 308 138
By cutnandakh

'You are someone I love without being planned'

-Altaf D.Angkasa-

***

(Happy Reading)
👸

"Zell, Alvia?" Panggil Earlyn dari ujung sudut ruangan Rumah Sakit.

Earlyn berlari menuju Xazella dan Alvia yang tengah menangis di kursi tepat di depan Ruangan Jevin.

"Zell, lo yang sabar ya." Ucap Earlyn.

"Lyn, Jevin-"

"Iya Zell, udah jangan nangis." Ucap Earlyn tersenyum kecil yang dibalas pelukan ala Teletubbies oleh Xazella dan Alvia.

Sontak ketiga nya menoleh ketika melihat Orang tua Alvia telah keluar dari Ruangan Dokter yang menyuruh mereka masuk tadi.

Xazella berdiri dan berjalan menuju Alya untuk meminta Informasi tentang keadaan Jevin.

"T-tante, Je-vin gimana?" Tanya Xazella dengan raut muka penuh harapan.

Alya menatap Alvi yang masih merangkulnya, ia tidak bisa berbicara lagi.

"Om Alvi, Jevin gimana? Ga apa-apa kan?" Tanya Xazella lagi.

Alvi menghembuskan nafas gusar, "Zell, kamu yang tabah ya."

Xazella tidak mengerti ucapan yang dikatakan Ayahnya Alvia barusan. Ia terdiam sejenak, lalu kedua sahabatnya itu datang menghampiri.

"Maksud papa, Jevin—" Ucap Alvia gantung yang membuat Xazella semakin tidak ingin mendengar perkataan selanjutnya.

"Zell," Lirih Earlyn seraya memegang pundak Xazella.

Xazella melepaskan tangan Earlyn pelan, ia tidak percaya. Xazella berlari menuju ruangan Jevin dengan tangis yang sudah pecah.

👸👸👸

Angkasa yang tengah duduk termenung seraya memainkan Flat white coffee di Cafe Ibunya itu, sontak kaget karena dikejutkan oleh kedatangan Chessa bersama ketiga sahabatnya itu.

"Angkasa," panggil Chessa manis.

"Lo, ga bilang kesini." Ucap Angkasa pelan.

"Ga boleh?"

"Bukan itu, gue kan bisa jemput tadi."

"Lo tau ga sa? gue kangen loh sama lo." Ucap Chessa manis.

"Ga nanya," timpal kenan asal.

"Gue kan ngasi tau!" ketus Chessa seraya mengerucutkan bibirnya yang membuat ketiga sahabat nya itu tertawa.

Angkasa hanya membalas senyuman terpaksa kepada Chessa. Ia masih tidak percaya dengan rekaman CCTV Apartemen Xazella.

Tentang CCTV? Angkasa lah dalang nya yang memasang diam-diam di ujung sudut Apartemen Xazella, tanpa sepengetahuan sang empu. (Chapter 2)

Angkasa masih heran, mengapa Xazella tiba-tiba membuka pintu Apartemen nya ketika hujan dan berlagak seolah sedang memeluk seseorang. Padahal tidak ada siapa-siapa. Xazella terlihat seperti berbicara sendiri di rekaman itu.

"Lo kenapa sa?" kini beralih kepada Rafa yang bertanya.

Angkasa menghembuskan nafasnya pelan lalu menggelengkan kepala.

"Kalian ga haus?" Tanya Angkasa.

"Haus lah bege, nunggu kepekaan lo bawain minum buat kita nih." kekeh kenan.

"Kayak biasa ya sa," Ucap Alvaro.

"Hm." Gumam Angkasa lalu melongos pergi.

Selang kepergian Angkasa, Hologram Alvaro berdering. Ia menatap layar transparan itu, ternyata Alvia yang menelpon dirinya.

"Iya Al, ada apa?" Ucap Alvaro.

"—"

"Di Cafe Angkasa,"

"—"

"Hah?!" Teriak Alvaro yang sontak membuat Chessa, Kenan dan Rafa menoleh kaget.

"Lo ga bohong kan Al?"

"—"

"Iya, nanti kita otw."

Alvaro menutup Hologram nya dan terdiam sejenak, ia sangat tidak percaya.

"Lo kenapa Al?" Tanya Chessa heran.

Alvaro masih terdiam, membuat ketiganya semakin heran.

"Lo kenapa dah?" Ucap Rafa.

"Kita harus kesana," Balas Alvaro.

"Kemana? Gaje lo." Celutuk Kenan.

"Ke Rumah Sakit,"

"Ngapain kesana? Alvia sakit?" Tanya Chessa sedikit cemas.

"Bukan, tapi Jevin-" Ucap Alvaro gantung.

"Jevin? Jevin kenapa?"

"Dia,- meninggal."

Kalimat terakhir yang diucapkan Alvaro sukses membuat ketiga nya menganga tidak percaya. Begitu juga dengan Angkasa yang baru saja datang menghampiri mereka seraya membawakan beberapa minuman.

'Zella, gimana?' Batin Angkasa khawatir.

👸👸👸

Ruangan Mayat

Xazella menangis sejadi-jadinya ketika melihat sang Kekasihnya itu sudah tertidur pulas diatas kasur Mayat, ditambah dengan Sehelai kain putih menutupi tubuhnya.

"Zell, keluar yok." Ajak Alvia seraya melirik ke sekeliling arah.

"Iya Zell, serem." Kini Earlyn ikut menyahut.

"Kalian pergi aja sana, gue mau nunggu Jevin bangun." Ucap Xazella diiringi air mata tumpah yang membuat Alvia dan Earlyn seketika merinding.

"Gila ya lo Zell, dia ga bakal bangun. Udah ayo pergi, serem gue lama lama diruangan mayat." Komen Alvia asal.

"Via, kita tunggu ajalah. Kasian Zella sendiri disini." Sahut Earlyn.

"Ga apa apa, kalian pergi aja sana. Gue mau bicara sama Jevin. Sana sana." Usir Xazella.

"Aduh, lama lama gue yang gila. Yok lyn kita keluar." Ajak Alvia.

"Lo ga apa Zell kita tinggalin disini?" Ucap Earlyn yang dibalas anggukan oleh Xazella.

Kini ia sendiri dikamar Mayat itu, menatap muka pucat Jevin yang tetap tampan meski telah- pergi. Ia tidak perduli dengan kasur-kasur Mayat yang bersebelahan dengannya sekarang. Meski ada rasa takut yang bergemuruh di dalam hatinya, ia tetap akan berdiri di depan kasur Jevin dan menunggu kekasihnya itu membuka mata, meskipun tidak akan mungkin.

"Jevin," Lirih Xazella pelan seraya memeluk tubuh lelaki itu.

"Jevin?!" Ucapnya lagi seraya mengguncang tubuh Jevin.

"Jevin bangun?!"

"Gue tau kok, lo masih denger."

"Jangan kacangin gue dong Vin, dikacangin itu ga enak?!"

"Jevin bangun?!"

"Sayang?! Hiks.."

"Jev, gue harus apa supaya lo bangun?"

"Harus ya gue gelitikin lo biar lo ketawa, atau gue kayang sambil ngerangkak biar lo kagum, apa Vin? Perlu ya gue panggil dukun supaya lo bangun lagi?"

"Jevin, hiks."

"Sekali aja bangun,"

"Jadi deh sekali aja lo bangun, gue sayang sama lo. Hiks."

"Kenapa harus pergi?"

"Gue belum fotbar sama lo,"

"Jangan pergi Jevin,"

"Kenapa harus lo sih yang pergi? Kenapa ga Angkasa aja yang pergi? Eh. Hiks."

"Jevin!!!!" Teriak Xazella seraya mendorong-dorong tangan Jevin.

"Zella?"

Xazella yang kini tengah memeluk Jevin refleks menoleh kepada sang suara. Ia melihat Angkasa tengah berdiri di Pintu masuk Kamar Mayat.

"Angkasa?"

Angkasa berlari menuju Xazella yang tengah menangis deras dan segera memeluknya. Ia merangkul perempuan itu erat.

"A-angkasa," lirih Xazella pelan.

Xazella tidak percaya akan kedatangan Angkasa, ia membalas pelukan lelaki itu erat.

"Jangan nangis," Ucap Angkasa manis seraya mengelus rambut Xazella.

Angkasa melepaskan pelukan nya dan memegang pipi Xazella, ia menghapus air mata perempuan itu.

"Gue ada disini, jangan nangis."

"Tapi sa, Jevin gimana? Ini bohong kan?" Ucap Xazella seraya memegang tangan Angkasa yang berada di Pipinya itu.

"Tenang ya Zell, lo tenang dulu."

"Ga, jawab dulu. Pasti Prank doang kan?" Bantah perempuan itu.

"Ga ada prank segila ini Zell, semuanya emang udah takdir Jevin untuk pergi."

"Ga mungkin banget, haha. Ga mungkin, ini pasti bohong!"

Angkasa kembali memeluk Xazella dan mencoba untuk menenangkan perempuan itu. Angakasa tahu, bagaimana sakitnya kehilangan seseorang yang sangat dicintai.

Xazella terlihat sangat menyedihkan, Menangis sejadi-jadinya dan bahkan terlihat seperti orang gila.

'Jangan nangis, sayang.' Batin Angkasa.

👸👸👸

Hai 💙

"Welcome back"

Author : Kenapa harus Jevin sih yang pergi:( kenapa ga KORONA aja? :v


"Gimana persaan kalian, jika orang yang kalian Cintai pergi meninggalkan kalian?"

Follow : @cutnandakh_
@xazellac.a_
@jevinarkana_


Continue Reading

You'll Also Like

9.6M 414K 65
PART LENGKAP! Terbit : Momentous Publisher Zara memberontak, namun yang didapatkan adalah dorongan keras dan punggungnya hingga membentur tembok. Sat...
66.9K 1.4K 50
[BUDAYAKAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA] [UNTUK DI BACA, BUKAN UNTUK DITULIS ULANG!!] [Lagi Nyicil Revisi] Cover by @cocoart._design Vigos Series 1 "Baru j...
107K 14.4K 48
JANGAN DI COPAS! PERCAYALAH, AKU MEMIKIRKAN JALAN CERITA INI SAMPAI OTAKKU HAMPIR MELEDAK. JADI JANGAN TEGA MENCOPASNYA🥺 Sudah sekitar satu tahun in...
Wattpad App - Unlock exclusive features