Heartbeat✔

By ernanawa_

146K 12.2K 1.3K

Detak jantungku terus berdetak kencang saat bersamamu. Memiliki istri seperti Lalisa adalah hadiah terbaik ba... More

1. Heartbeat||Comeback
Intro Cast and Author Note
2. Heartbeat|| Ex
3. Heartbeat|| I Love You
4. Heartbeat|| With You
5. Heartbeat|| My Time
6. Heartbeat|| I Don't Understand
||8. I Believe You°
||9. Couple°
||10. Do Not Take It Wrong°
||11. Great Women°
||12. Here We Are (I)°
||13. Here We Are (II)°
||14. Sea°
||15. Just a Friend (1)°
||16. Just a Friend (II)°
||17. We Are Friend°
||18. Jealous (I)°
||19. Jealous (II)°
||20. Mine°
||21. Sorry°
||22. Need Time°
||23. Memorist°
||24. Feeling Good°
||25. Good Time°
26. I Don't Know°
||27. Tik Tik Tok°
||28. Can't You See Me?°
||29. Stop Talking°
||30. Contend°
||31. You Can Stay°
Read Please!
||32. Love Me Again°
||33. About Now°
||34. Hate Me°
||35. Still With You°
||36. Dimple°
||37. Sweet Night°
||38. I am You°
||39. As If It's Your Last°
||40. Afraid°
||41. Back He's Ex°
||42. Believe Me°
||43. Killing Me°
||44. Memory°
||45. Leave (I)°
||46. Leave (II)°
||47. Disappear°
||48. I Can't°
||49.Come Back Me°
||50. Finale [END]°
The Second Togetherness
Extra Part

7. Heartbeat||You Were Beautiful

2.8K 240 7
By ernanawa_

Heartbeat

Bahkan setelah berpisahpun kau masih sama seperti dulu, hanya saja saat ini kamu cantik bukan untukku.

•••

Sudah satu jam Seulgi sibuk memandang Jaehyun yang tampak menikmati sekali lagu yang tengah dibawakan penyanyi baru itu. Wanita itu menarik napasnya dulu untuk memberanikan dirinya memegang tangan pria itu.

Beberapa detik kemudian Jaehyun menoleh menatapnya dengan datar, tentu saja Seulgi langsung menunduk ke bawah. Hubungan yang sudah cukup lama ini, namun tidak satupun darinya yang sudah terbuka.

"Kau menyukainya?"

Jaehyun mengangguk dengan senyum. Lalu pandangannya beralih kembali pada Rose yang telah menyelesaikan bernyanyinya.

"Aku ke kamar kecil dulu." Seulgi beranjak dari duduknya dan tersenyum kecil, alih-alih Jaehyun tidak meresponnya. Pandangan pria itu tertuju pada kemana Rose pergi.

Munafik, jika Jaehyun mengatakan jantungnya tidak berdebar saat bertemu dengan wanita itu. Setiap melihat Rose tersenyum, ingatannya langsung berputar di mana keduanya masih menjalin hubungan.

"Aku menyukai suaramu."

Rose menoleh pada suara seseorang yang tiba-tiba berada di sampingnya. Setelah melihat siapa orang tersebut Rose kembali menunduk ke bawah melanjutkan mencuci tangannya.

"Terimakasih."

"Kang Seulgi."

Dilihatnya wanita di depannya yang mengulurkan tangan padanya sembari tersenyum ramah, dengan ragu Rose membalasnya. Alih-alih, apa yang dipikirkan Rose mengenai kekasih Jaehyun ini salah. Wanita di depannya cukup anggun, namun tidak sama sekali terlihat buruk.

"Roseanne Park."

"Ah.., kau bukan orang Korea?"

"Ayahku orang Australia."

Seulgi mengangguk dengan senyum ramah. "Senang bertemu denganmu, tunanganku juga pernah belajar di Australia."

Tiba-tiba saja detak jantung Rose berdetak kencang. Ia hanya membalas dengan senyum tipis, sedikit rasanya terasa sakit saat mendengar kata 'tunanganku' dari mulut wanita lain.

Setelah itu Rose membungkukkan badannya ke bawah sebentar, lalu pergi meninggalkan Seulgi. Setelah keluar dari kamar mandi, Rose menghela napasnya dalam-dalam. Ia hampir saja kehilangan stok oksigen di dalam tadi.

Brak..

Wanita bermarga Park itu menggeram kesakitan saat kepalanya mengenai dada seseorang, lalu dilihatnya seseorang tersebut yang semakin membuat detak jantungnya kembali berdetak kencang.

"Aku bukan setan, kenapa terlihat takut?"

"Bahkan kau lebih menakutkan darinya," kata Rose dengan sangat pelan.

"Apa?"

Rose mendongakkan kepalanya menatap Jaehyun dengan senyum tipis dan menggelengkan kepalanya, baru melangkah langkahnya terhenti dengan Jaehyun yang mencekal tangannya.

"Mau minum bersama?"

"Aku tidak minum."

"Kau bisa menemaniku, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."

Rose tidak mengerti kenapa dirinya sekarang bisa satu meja dengan mantan pacarnya ini. Kenapa ia harus menerima tawaran untuk minum?
Lalu, dilihatnya pria itu yang menuangkan anggur pada gelas kecil di depannya.

Jaehyun tersenyum dan mengajak Rose untuk bersulam, alih-alih Rose lebih memilih untuk minum air putih di depannya. Melihat Rose yang menolak dirinya, membuat pria itu tersenyum miring dan meminum sendiri.

"Sudah berapa lama kau berpindah profesi?"

"Saat pertama melihatmu bernyanyi di kafe, aku terkejut. Bagaimana bisa seorang dokter ahli bedah bisa berakhir menjadi penyanyi jalanan?" Seolah ucapan Jaehyun adalah sebuah penghinaan tentu saja membuat Rose tersinggung.

"Lalu apa masalahnya? Kau ingin pamer padaku."

"Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya bertanya saja di mana Dokter Rose yang aku kenal?"

Wanita itu menggigit bibir bawahnya, tangannya menggeram kesal. Lalu menatap Jaehyun dengan tajam. "Aku tidak punya kewajiban untuk membalas ucapanmu."

"Jika kau mengajakku ke mari hanya untuk menghinaku, sebaiknya tidak usah temui aku."

Jung Jaehyun menggeram kesal, pria itu memukul keras meja di depannya. Apa yang ia lakukan? Ia hanya ingin mengetahui kabar Rose saja, kenapa ia malah merusak suasananya.

•••

Sudah satu hari, semenjak pulang dari Paris Jungkook lebih banyak diam pada Lalisa. Wanita itu menghela napasnya dalam-dalam, ia tidak menyukai suasana seperti ini.

Lalisa beranjak dari duduknya, berjalan menuju ke dapur, lalu beralih membuka kulkas dan memilih bahan-bahan masakan. Semenjak meninggalkan dunia model dan fokus pada keluarganya, bukan pusat perbelanjaan lah yang menjadi tempat favorit Lalisa, melainkan dapur.

Tidak butuh waktu lama Lalisa menyelesaikan masakannya. Wanita itu tersenyum lega melihat hasil masakannya.

"Boleh aku mencobanya?"

"Eonnie," sapa Lalisa pada Son Seungwan yang tiba-tiba datang ke dapur.

Dengan tersenyum ramah, Lalisa mengambilkannya dan memberikan pada kakak iparnya.

"Terimakasih."

Dilihatnya Seungwan yang mencicipi masakannya, rasanya gugup sekali. Pasalnya selama ini wanita itu jarang sekali mau makan masakannya, entahlah apa penyebabnya. Dan tiba-tiba sekali wanita itu meminta, tentu saja Lalisa merasa senang sekali.

"Bagaimana?"

Seungwan melepas pandangan pada kuah sup pangsit itu dan beralih menatap Lalisa dengan tatapan dinginnya.

"Simpan sedikit, aku akan memakannya setelah mandi."

"Nde."

Setelah itu Seungwan kembali melangkah berjalan, baru beberapa langkah wanita itu kembali menoleh pada Lalisa.

"Kau harus menambahkan sedikit garam."

Senyum Lalisa semakin melebar, ia anggap itu adalah sebuah perhatian dari kakak iparnya.

Dengan perasaan yang sedikit gugup, Lalisa kini berjalan menuju ke ruangan suaminya. Wanita itu selak tersenyum ramah pada karyawan-karyawan di kantor ini. Menjadi istri Jungkook selama sembilan tahun membuatnya cukup mengenal orang-orang di kantor.

"Lalisa," sapa Min Yoongi.

Lalisa membalas dengan senyum ramahnya, ia terkejut melihat sahabat suaminya itu sudah kembali di kantor ini.

"Ah.., sudah lama sekali tidak bertemu denganmu, bagaimana kabarmu?"

"Tidak begitu baik, bisnisku sedang kacau akhir-akhir ini."

Lalisa hanya membalas mengangguk, ia sendiri bingung harus membahas topik apa.

"Ya sudah, aku pergi dulu."

Wanita itu mengangguk dan membalas membungkuk ke bawah sebentar. Setelah itu Lalisa kembali berjalan menuju ruangan suaminya.

Awalnya Lalisa ingin memberi kejutan, namun saat melihat ruangan besar ini tidak ada seorang pun membuatnya bingung di mana suaminya itu.

"Oppa."

"Jungkook-Oppa!"

Merasa tidak ada respon membuat Lalisa menghubungi Jungkook, sayangnya panggilannya itu mendapat respon. Mungkin, menunggu sebentar tidak masalah.

Sebuah senyum terukir pada sudut bibirnya saat melihat foto keluarga kecilnya berada di meja kerja Jungkook. Lalisa tahu suaminya itu begitu mencintai keluarga kecilnya.

•••

"Lama tidak bertemu denganmu."

"Kenapa diam? Duduklah, aku sudah memesankan makanan untukmu. Aku bahkan tidak lupa apa yang kau sukai?"

Jeon Jungkook terdiam melihat wanita di depannya. Sial, kenapa ia harus bertemu dengan jalang itu?

"Cepat katakan, jangan membuatku menyesal karena membuang waktuku untuk bertemu denganmu."

Wanita itu tertawa kecil melihat wajah kesal Jungkook, alih-alih malah membuatnya semakin merindukan pria di depannya itu.

"Duduklah, kau harus mencobanya ini? Sup pangsit di sini yang paling enak di Korea."

Seolah tidak peduli dengan Jungkook yang sudah menatapnya tajam, Kim Yeri malah asik dengan makanannya.

"Aku merindukanmu."

"Ah.., aku pikir bisa melupakanmu setelah kau menikah dengan jalang itu, tapi aku benar-benar tidak bisa. Aku tahu Lalisa sekarang tidak bisa mempunyai anak, bukan? Ceraikan saja dia dan menikah denganku."

Tangan Jungkook mengepal mendengarnya. Baru ia ingin memberi pelajaran, seseorang sudah mendahuluinya.

Kim Yeri membuka mulutnya lebar, wanita itu menggeram pada seseorang yang menyiramnya.

"Kenapa? Beruntung aku tidak menyirammu dengan kuah."

Park Sooyoung menoleh pada Jungkook yang terlihat bingung juga, wanita itu menenatap dengan memberi kode bahwa ia yang akan menyelesaikan wanita sialan ini.

"Kau siapa?"

"Kau tidak perlu tahu siapa aku."

"Apa tidak ada pria yang mau denganmu? Hingga kau menggoda suami orang!"

Setelah itu Park Sooyoung langsung menarik tangan Jungkook untuk meninggalkan restoran tersebut. Setelah berada di luar restoran, Sooyoung buru-buru melepas tangannya itu.

"Em.., maafkan aku. Aku hanya tidak suka melihat dia menjelekkan Lalisa Eonnie."

"Boleh aku bertanya? Siapa wanita tadi?"

Tidak ada respon Jungkook diam menatap datar Sooyoung. Melihat hal itu Sooyoung menyadari pasti Jungkook tidak nyaman dengannya setelah kejadian itu.

"Aku pergi dulu."

Langkah Sooyoung terhenti saat mendengar Jungkook memanggilnya.

"Terimakasih."

"Dia mantan pacarku," lanjut Jungkook berjalan mendekat Sooyoung yang masih menunduk ke bawah.

"Boleh aku meminta sesuatu? Jangan katakan soal ini pada Lalisa, aku tidak ingin bermasalah dengannya lagi."

"Tentu saja."

Park Sooyoung mengangkat pandangannya, menghela napasnya dalam-dalam terlebih dahulu. Baru ingin berucap Jungkook sudah memotongnya.

"Awalnya aku ingin membencimu, namun aku tahu kau juga tidak menginginkannya. Lalisa memaksamu, bukan?"

"Ani, hanya saja...."

Jungkook tersenyum kecil. "Aku mohon jangan lakukan apa yang Lalisa mau darimu, aku tahu kalian dekat. Tapi aku sungguh tidak ingin kehilangannya."

Sooyoung hanya menunduk ke bawah mendengarnya dan membiarkan Jungkook pergi meninggalkannya. Setelah itu wanita itu baru berani mengangkat pandangannya, menatap lurus Jungkook yang mulai menghilang dari pandangannya.

•••

"Eonnie."

Napas Rose memburu akibat berlarian dari halaman utama rumah sakit sampai di lantai tiga ruang rawat adiknya. Lalu pandangannya beralih pada Jaewon yang menatapnya dengan menyengir.

"Kau selalu meninggalkan adikmu seperti ini?"

"Lalu kau mau menjaganya?" balas Rose dengan ketus.

"Lagipula untuk apa kau ke sini? Bagaimana jika orang-orang mengetahui kau siapa." Rose menghentikan ucapannya sebentar dan menepuk dahinya, "ah iya..., kau artis yang tidak laku."

"What?"

"Wah.., kau seorang penyanyi, tapi kau tidak mengetahui penyanyi di Korea."

"Eonnie, Oppa."

"Kenapa?" balas Jaewon dan Rose bersamaan.

"Kau sudah minum obatmu?" tanya Rose.

Setelah mendapat jawaban, Rose kembali melangkah keluar dari ruang rawat adiknya ini.

"Kau mau kemana?" teriak Jaewon.

Rose tidak mengubrisnya dan tetap berjalan pergi, sebenarnya ia sudah lelah dengan kehidupan seperti ini. Wanita itu menghentikan langkahnya, menunduk ke bawah dengan memegang kepalanya. Ia merindukan kedua orang tuanya, sahabat-sahabatnya.

Namun, dalam sehari semua itu hilang. Ada hal yang membuat Rose sakit hati, tentang sahabat-sahabatnya yang tidak mencarinya setelah mengetahui hidupnya yang sudah hancur ini. Bukannya berharap, hanya saja saat seperti ini ia membutuhkan dukungan.

Sementara itu terlihat dari belakang Jung Jaehyun yang memperhatikkan Rose, pria itu hanya diam. Ia sangat penasaran apa yang terjadi pada kehidupan Rose hingga membuat dirinya seperti ini.

•••


Selamat pagi absen yuk...

Ehem, nambah satu cast new ni...

Untuk part ini gimana?

Selamat pagi, vote dan komentarnya dan untuk kalian yang belum follow akunku silahkan follow terlebih dahulu....

Continue Reading

You'll Also Like

58.7K 4K 29
✓END [edited] ✓Short Story ✓Cast in prolog ‼️You must read the last page ‼️ "Jangan tinggalkan aku,apakah kau masih mencintaiku? just stay with me! j...
38.2K 2.4K 75
Kisah cinta Rose yg memiliki masa lalu yg kelam bersama mantan pacarnya saat bersekolah di Australia hingga membuatnya pindah ke Korea dan berhasil b...
155K 13.8K 77
⚠️[21+] Dark romance, power dynamic, Angst, abusive, mature, slow burn, manipulatif, family issue, revenge. ••• Oh Sehun, miliarder muda yang tinggal...
344K 18.2K 26
Pernikahan gadis baik dengan seorang monster tak ada sisi baiknya sama sekali. Dia seorang pecundang, Dia pembunuh, dia menggertak, dia tak bisa dia...
Wattpad App - Unlock exclusive features