~Alin POV
semangatku Kini Semakin membara Ketika mengetahui ayah mengizinkanku Sekolah lanjutan di Indonesia.
semenjak aku melihat Kakakku memakai Seragam Abu2 putih aku selalu berharap bahwa suatu saat nanti aku juga memakainya
namun entah kenapa ayah selalu melarangku Untuk memakai abu2 putih...
Tapi itu dulu sebelum akhirnya ayah tiba2
Mengizinkanku Bersekolah diindonesia.
***
~Auto POV
Bandara Soekarno Hatta ✈️🇮🇩
kini Alin Berdiri disebuah Bandara yang megah dan ramai lalu lalang orang membawa koper.
Senyum binar jelas tercetak di bibirnya bertanda ia sangat senang Menginjakan Tanah kelahirannya.
Tas dan koper yang dibawapun Tidak berukuran Kecil Karena Barang Alin yang memenuhi Koper dan tas,
Yah_alin Pergi sendirian diindonesia
Tak ada Siapapun yang menemaninya,.hanya ada pria Paruh baya Yang kini menjemputnya.
"Ih lama Banget sih pak Tito"
Tito-supir pribadi Alin hanya Tersenyum geli karena rindu dengan suara Alin yang Sedikit Cadel.
"Maaf Non tadi sedikit macet dijalan"
Ucap Tito sedikit gemeter Karena Tak enak hati dengan majikan mudanya.
"Ya udah,tuh bawain Barang2 Alin"
Perintah Alin yang layaknya seperti seorang ratu.
"Siap non"
>> Skip Perjalanan🚗
Sesampai didepan rumah Gadis mungil berpipi chubby itupun memasuki sebuah halaman luas rumahnya.
Namun Seketika Buliran Air mata jatuh ketanah tanpa ditadah tangan.
Yang menandakan betapa rindunya Alin dengan rumah ini.
Ketika usianya 7 tahun Alin Meninggalkan rumah ini dengan banyak kenangan.
Sungguh mengharukan jika diingat kembali.
Kini usia Alin menginjak 16 tahun yang artinya Alin Kini Duduk di bangku kelas 2 SMK.
Gadis Berkelahiran 18 Mei 2001 itupun Berlari kecil memasuki rumah tanpa mengetuk pintu yang sontak membuat Seorang pria yang berlawanan arah dengannya terkejut.
"kakak"
Teriak Alin Mengetahui Kakaknyalah yang menyambut Kedatangan Alin.
Dekapan erat serta rindu Alin yang juga dibalas kakaknyapun Layaknya sebuah Adegan Drama romantis.
Mata Berbinar dan bibir yang Melengkung keatas tanpa Ada percakapan.
"Mau Sampai kapan adegan Pelukan seperti itu hmm?"
Sampai sebuah Suara Memecahkan suasana Dan membuat Alin Terpaksa melepas pelukan kakaknya.
"Hehehehe maaf,kangen sih"
"Terus Kamu gak kangen sama Tante?"
"Ini juga mau dipeluk Tante sayang"
"Ya udah sini"
Adegan Pelukan terjadi lagi namun tak berlangsung lama karena Ardan-kakak Alin menarik Alin masuk kedalam rumah.
"CK kakak apaansih kok main tarik aja"
"Jangan lama2 pelukannya nanti gak enak diliat tetangga"
"Ya biarin,namanya juga temu kangen hehehe"
"Dasar" Entah kenapa Kakaknya itu Gemar sekali mencubit pipi Alin padahalkan Rasanya sakit.
"Sakit ka ihh,"
"Gemes liat pipi kamu yang tambah gembul"
"Apaansih" ucap Alin Dengan menggebungkan pipinya yang Malah bertambah Tembam.
"Hahahaha tuhkan"
"Udah ah Alin mau Beresin barang2 Alin dikamar"
"Ya udah Sanah"
Alinpun Menaiki tangga satu persatu
Dan sebuah pintu berwarna merah muda Dengan bertuliskan "ALINTA MEI XI"
Suasana tak berubah Dari dulu,bahkan Barang2 Alin semasa kecil Masih Tertata rapih dan terpajang sempurna seperti dulu.
Bahkan mainan iya pun masih Terpajang dimeja belajarnya.
Sepertinya memang tak ada yang menyentuh barang alin Sama sekali.
alinpun mulai Membuka kopernya dan Pertama yang kini ia pegang adalah seragam Abu2 impiannya.🤗
~selesai~
Alinta Mei xin (Alin)
18 Mei 2001 (16)
China-indonesia
Taurus ♉
Pelajar