•MAKE IT RIGHT•
"Maaf lis kemarin aku sibuk" ucap jenie dengan cemberut.
"Iya iya gpp kali" ucap lisa tersenyum.
"Mamah sama papah kamu mana" tanya jenie.
"Mereka baru aja keluar katanya mau beli makanan" ucap lisa.
"Gimana keadaan kamu sekarang, apa masih sakit" tanya jenie yang khawair.
"Lumayan udah ga sakit ko sekarang" ucap lisa tersenyum.
Jenie mengangguk paham. Lalu lisa melirik ke arah seseorang yang ada disamping jenie.
"Siapa" tunjuk lisa.
"Ohiya namanya irene dia sahabat aku di sekolah" ucap jenie.
"Hai aku irene" ucap irene tersenyum.
"Lalisa, senang bertemu dengan mu" ucap lisa tersenyum sedangkan irene hanya tersenyum dan mengangguk.
Tiba tiba ketukan pintu terdengar dan seseorang masuk kedalam ruangan, irene dan jenie diam sedangkan lisa tersenyum paham saat melihat kedatangan seseorang itu yang memeriksa tabung infusannya.
"Keadaan nona sudah mulai membaik, nona bisa pulang dua hari lagi jika nona banyak makan dan minum" ucap dokter dengan tersenyum.
"Makasih dok" ucap lisa.
Irene menatap dengan membulatkan matanya dan membuka matanya terkejut, entah apa yang irene pikirkan saat ini rasa kagum atau apapun itu irene tak bisa melepaskan tatapannya dari lakilaki berseragam putih yang ada di depannya itu.
"Baiklah kalo begitu saya permisi, jangan lupa minum obatnya nona" ucap dokter lalu pergi.
Jenie yang ada disamping irene membuatnya bingung melihat ekspresi irene yang menatap ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.
"Rene lo kenapa" tanya jenie dengan menyenggol bahu irene.
"Yang tadi itu siapa" tiba tiba irene bertanya membuat jenie mengerutkan alisnya.
"Dokter lah, emangnya kenapa" ucap jenie.
"Ganteng banget kyaknya gue jatuh cinta deh" ucapan irene membuat jenie dan lisa menahan tawanya.
Tentu saja irene menatap ke arah lisa dan jenie bergantian.
"Gue serius" ucap irene meyakinkan.
"Cepet banget lo bilang jatuh cinta baru aja ketemu, kalian aja ga saling kenal" ucap jenie.
"Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta pada pandangan pertama" ucap irene tersenyum malu malu.
"Namanya dokter kim taehyung" ucapan lisa membuat irene menatap ke arahnya lalu mendekat ke arah lisa dengan memegang tangannya.
"Apa dia udah punya pacar" tanya irene yang penasaran.
"Aku ga tau kalo soal itu, tapi dokter kim dia sangat baik sama semua pasien disini" ucap lisa.
"Hmm cocok banget" ucap irene tersenyum senang.
"Cocok apa maksud lo" ucap jenie bingung.
"Cocok biat jadi suami gue" ucap irene.
Tentu saja jenie menggelemg dengan sikap irene yang seperti ini.
"Kyaknya kita harus pulang sekarang deh lis, semoga cepet sembuhnya" pamit jenie.
"Gak mau nungguin mamah sama papah dulu" ucap lisa.
"Sampaikan salam sama om dan tante ya" ucap jenie lalu lisa mengangguk paham.
Jenie menarik tangan irene keluar dari ruangan tentu saja irene menurut.
"Anter gue yu" ucap irene.
"Kemana" tanya jenie.
"Gue mau kenalan sama dokter ganteng itu" ucap irene dengan senyuman manjanya.
"Lo gila rene" ucap jenie dengan menyimpan tangannya di kening irene.
"Jen kali ini gue serius" ucap irene.
"Kita harus pulang, gue ga mau ya kalo lo ngelakuin hal yang ngga ngga" ucap jenie dengan menarik tangan irene pergi dari rumah sakit.
♡♡♡♡
Jenie dan hanbin sedang ada diperpustakaan mereka berdua asik belajar dengan saling bertatapan dan tersenyum tentu saja mereka berdua datang kesini bukan untuk belajar melainkan ingin mendapatkan waktu untuk berduaan.
"Sayang nanti pulang sekolah main kerumah ku ya" ucap hanbin dengan memegang tangan jenie.
"Iya iya" ucap jenie tersenyum.
Irene berjalan dengan mencari sahabatnya yang menghilang beberapa menit yang lalu.
"Jenie mana sih" ucap irene kesal.
"Pasti lagi sama hanbin, gue udah paham nih" ucapnya lagi.
Beberapa langkah irene yang akan pergi ke kantin tiba tiba ada yang memegang tangannya.
"Hai sayang" ucap seseorang dengan senyumannya.
"Lo masih bisa panggil gue dengan panggilan itu" ucap irene dengan menepis tangan lakilaki yang ada di depannya.
"Iya dong emangnya salah ya rene, gue yakin lo masih sayangkan sama gue" ucap mino dengan memainkan alisnya.
"Selain banyak gaya ternyata lo juga punya tingkat kepedean yang tinggi ya" ucap irene dengan senyum smriknya.
Mino merasa aneh biasanya irene selalu tersenyum dan membalas apapun sapaan dari mino bahkan lakilaki ini sangat yakin jika irene masih menyukainya.
"Kenapa lo berubah rene" tanya mino dengan memegang tangan irene.
"Ga perlu gue jawab ko lo udah tau jawabannya kan, awas gue ga mau nenek sihir datang dan liat lo deket sama gue" ucap irene lalu pergi meninggalkan mino.
Sesampainya di perpustakaan irene menatap jenie dan hanbin yang sedang asik bicara dan terlihat sangat happy lalu irene mendekat dan duduk di depan dua manusia itu.
"Dari tadi gue nyariin lo ternyata kalian lagi pacaran" ucap irene.
"Gue pikir lo lagi pacaran" ucap hanbin.
"Pacaran sama siapa maksud lo" ucap irene dengan tatapannya.
"Tembok, gue tau kalo lo jomlo jadi sampe saat ini lo ga bisa move on kan" goda hanbin tentu saja irene menatap tajam.
"Sayang jangan gitu kasian tau irene" ucap jenie dengan memrgang tangan hanbin.
"Jen nanti pulang sekolah kita kerumah sakit yu" ucap irene dengan senyumannya.
"Ngapain rene" ucap jenie dengan mengerutkan alisnya.
"Jenguk sepupu lo" ucap irene
"Ga bisa nanti pulang sekolah jenie mau main sama gue" ucap hanbin.
"Pelit banget sih lu tiap hari kan kalian sering ketemu masa cuma mau jenguk sepupunya yang lagi sakit aja lo ga ijinin" ucap irene.
Jenie dan hanbin saling bertatapan dan memainkan alisnya bingung.
"Yaudah iya" ucap jenie.
"Sayang" ucap hanbin merengek tak terima dengan ucapan jenie.
"Gpp sayang kita bisa main setelah pulang dari rumah sakit ya" ucap jenie dengan mengusap rambut hanbin.
Hanbin menyenderkan kepalanya di bahu jenie dan menatap tajam ke arah irene sedangkan irene tersenyum puas dengan memeletkan lidahnya.
Beberapa jam kemudian suara bel pulang terdengar jenie pamitan pada hanbin lalu pergi bersama irene dengan naik mobil miliknya, tentu saja irene sangat senang mungkin kali ini irene tidak akan menyianyiakan waktu yang paling berharga.
Sesampainya di rumah sakit irene dan jenie keluar dari mobil dan berjalan dengan santainya, dan saat sudah sampai di depan ruangan lisa tiba tiba irene diam membuat jenie bingung.
"Kenapa rene" tanya jenie.