San langsung saja memarkirkan digarasi yang memang disediakan dirumah Y/N disana garasi bisa dibilang lebar dengan kendaraan yang terparkir rapi mulai dari mobil hingga sepeda gunung yang tak tau itu punya siapa.
Langkah kaki San pun terhenti dipintu rumah keluarga Jung dengan cepat iya mengetuk pelan pintu rumah itu akan tetapi belum saja ia ingin mengetuknya pintu rumah telah terbuka dan memperlihatkan Taehyung yang keluar dengan wajah anehnya.
"Mau kemana bang?" Tanya San membuat Taehyung yang sedang menutup pintu rumah dengan perlahan melihat kearah San yang sedang memegang kantung plastik ditangannya.
"Mau nganter noh curut! Oh ya ini punya siapa?" Tanya Taehyung kepada San yang sedang melihat kearah kantung plastik yang ia pegang dari tadi.
"Punya gue bang, gue masuk ya" Kata San lalu Taehyung hanya menganggukan kepalanya dan San pun membuka perlahan pintu rumah dan berpasan dengan Dino yang sedang merangkul tas dengan raut wajah yang ketakutan.
"Lo kenapa? Kayak dikejer setan" Tanya San membuat Dino langsung melihat kearah pria yang sedang merangkul tasnya dengan asal asal yang penting kebawa tuh tas.
"Yura kalau Pms ngeri njir!!" Kata Dino lalu dibalas tertawaan kecil dari San yang sudah mengetahui alasan dibalik wajah Dino yang cukup ketakutan karna ia menghadap singa betina.
"Haha udah udah" Kata San lalu Dino pun menundukan kepalanya untuk pulang lalu San pun melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga yang sudah mulai sepi hanya ada jungkook dan Jimin sedangkan kedua abangnya entah kemana.
Jungkook sudah menunggu San dari tadi akan tetapi pandangannya sekarang berahli kearah San yang sedang memegang kantung plastik ditangan kanannya.
"Lama amat sih lu!" Kata Jungkook yang langsung bangun dari duduknya dan menghampiri San yang masih saja berdiri lalu tangan kanannya membuka kantung plastik yang mengambil sesuatu yang berada didalamnya.
"Ini bang pesenan lu" Kata San sambil memberikan satu kantung plastik yang isinya agak banyak lalu Jungkook mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikan kepada San tapi...
"Udah bang, gausah"Kata San lalu ia pun melangkahkan kakinya menuju tangga menuju kamar Y/N akan tetapi langsung diberhentikan oleh Jimin yang baru saja keluar dari dapur sambil membawa minuman ditangan kanannya.
"San lo mau kemana?" Tanya Jimin membuat San yang sedang memegang kantung belanjaan langsung perlahan tapi pasti menyembunyikannya dibelakang tubuhnya.
"Mau kekamar Y/N bang" Jawab San lalu Jimin hanya mengangguk dan pergi meninggalkan San yang sedang mengatur pernafasannya langsung saja ia melangkahkan kakinya menuju pintu kamar Y/N.
Tok... tok..
"Y/N buka pintunya" Kata San sambil mengetuk pelan pintu kamar milik Y/N yang entah ada penghuninya atau malah penghuninya sedang tidur ataupun sedang berada dikamar mandi.
Cklek..
"Lo kenapa? Kok mata lo lebam gini?" Tanya San dengan nada yang cukup tinggi membuat Jin dan Hoseok yang berada diruang tamu langsung berlari menuju kamar Y/N mereka juga ingin tau kenapa San berbicara seperti itu.
"Sa... Dek kenapa mata kamu?" Tanya Jin saat sudah berada didepan mereka dengan cepat Jin langsung mendekat kearah Y/N dan menampung wajah adiknya ditangannya.
"Ba..ng sakit..." Kata Y/N dengan nada lirih membuat San langsung mengerti lalu San pun memberitahu Jin untuk membantu Y/N agar masuk kedalam kamarnya dan meletakannya dikasurnya.
"Ntar gue ambil minum dulu" Kata San sambil meletakan kantung plastik itu dimeja dekat nakas yang tepat bersebelahan dengan kasur milik Y/N.
Y/N sekarang sedang duduk disebelah Jin dan Jimin berada dibelakangnya akan tetapi kenapa perutnya terasa diperes dan ditunjang tunjang? Sangat sakit sekali membuat Y/N sedari tadi meringis kesakitan membuat Jin menatap Y/N dengan tatapan sedihnya.
"Nih diminum dulu" Kata San sambil membuka kantung plastik yang berisi pembalut, coklat silverqueen,dan beberapa snack yang sengaja ia beli karna ia tau kalau selera Y/N yang gimana.
"Loh kok ada? Adek PMS?" Tanya Jimin lalu Y/N dengan cepat menganggukan kepalanya , perutnya masih saja sakit akan tetapi tidak seperti sebelumnya karna ia sudah meminum obat dari San.
"Pekaan banget lu San" Kata Jimin sambil menepuk bahu San yang sedang duduk disebelahnya dengan melihat Y/N yang sedang dibantu berbaring oleh Jin karna perutnya masih terasa sakit akibat datang bulan.
"Yaudah sekarang adek istirahat, kita keluar dulu" Kata Jin lalu dianggukin oleh San dan Jimin yang langsung bangun dari duduknya dan melangkahkan kedua kakinya keluar kamar meninggalkan Y/N yang berada dikamar sendirian.
"Kalau lagi badmood makan coklatnya ya! Jangan lari lari kalau mau nurunin tangga!! Gue mau pulang" Kata San sambil mengelus kepala Y/N yang hanya dibalas anggukan lemas dari sang yeoja yang berada didepannya itu.
"San... Mak..sih.. ya.." Kata Y/N dengan berhati hati karna perutnya masih terasa perih karna datang bulan yang kenapa menyiksa setiap wanita sih!!.
"Iya, udah tidur!" Kata San lalu menutup pintu kamar Y/N dan pergi meninggalkannya lalu menuruni tangga dengan perlahan sampailah ia dibawah dan nampaklah beberapa orang yang berada diruang keluarga.
"Bang, gue pulang dulu ya" Pamit San kepada Jin, Hoseok dan Jimin yang berada diruang keluarga sebenarnya Hoseok tadi mau datang kekamar Y/N tapi dilarang sama Jin biar dia istirahat dulu katanya.
"Y/N gimana? Udah tidur" Tanya Hoseok sambil bangun dari duduknya sambil memegang beberapa kertas yang tak diketahui oleh San yang berada didepannya.
"Udah kok bang, yaudah gue pamit dulu" Kata San sambil menundukan tubuhnya dihadapan ketiga abangnya Y/N yang sekaligus sudah dianggap San sebagai saudaranya sendiri.
"Iya hati hati lu dan thank yo" Kata Jin lalu dianggukin oleh San dan diberi ancungan jempol lalu San pun mengambil jaket serta keluar dari rumah keluarga Jung itu.
Xiaojun telah berada dirumah San dengan memakai pakaian santai lalu ia masuk kedalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar San akan tetapi entah kenapa setiap kali Xiaojun mau masuk kekamar San pasti selalu dikunci.
Langkah kaki Xiaojun pun terhenti saat mendengar suara motor yang berhenti didepan rumah ini lalu dengan kekuatan elang ia sudah berada didepan pintu rumah itu menanti siapa yang masuk.
San baru saja masuk kedalam bukanya ketenangan yang ia dapat malah keterkejutan yang hampir saja membuat makanan yang berada disalah satu tangan San terjatuh.
"Njir!! Jun lu ngagetin gue aja sih!" Kata San membuat Xiaojun hanya tertawa kecil melihat reaksi temannya yang sedang memegangi dadanya yang sedang tak karuan sekarang.
"Haha, maaf gue pikir siapa" Kata Xiaojun lalu berjalan mendahului San yang sedang melepaskan sepatunya dan meletakannya dirak khusus sepatu yang memang berada disebelah pintu.
"Lo udah makan?" Tanya San saat sudah berada didapur dengan telaten langsung saja ia mengambil dua piring dan dua sendok lalu membuka makanan yang ia beli tadi.
"Belum, makanya gue nungguin lu" Kata Xiaojun lalu San pun hanya menganggukan kepalanya lalu ia meletakan kedua piring itu dimeja makan dan kembali kedapur untuk menuangkan air putih.
"Yaudah makan gih" Kata San lalu Xiaojun pun hanya mengangguk dan mulai duduk dikursi yang berada didepannya dan langsung saja ia mengambil sendok dan menunggu San.
"Eomma lu belum pulang yak?" Tanya Xiaojun membuat San yang sedang memasukan makanan kedalam mulutnya langsung menghentikannya lalu menatap kearah Xiaojun dengan tatapan yang susah diartikan.
"Nggak, katanya tinggal disana" Kata San membuat Xiaojun hanya menganggukan kepalanya ia merasa sedikit bersalah karna telah menginap dirumah San.
"Maafin gue ya San" Kata itu membuat San melihat kearah Xiaojun dan memberikan tatapan bertanya tanya apa dia ada salah sama San?.
"Maaf buat apaan? Lu kagak ngapain ngapain woy!" Kata San membuat Xiaojun hanya tertawa kecil lalu meminum air putih yang berada digelasnya.
"Maaf gue udah buat lu susah kayak gini, gue nggak enak numpang dirumah orang" Kata Xiaojun membuat San yang sedang makan langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya.
"Kagak usah sungkan kali, gue seneng lu disini kok soalnya gue bakal kesepian kalau kagak ada orang" Kata San karna setiap kali eommanya pergi untuk mengejar target perusahaan San pasti selalu ditinggal dirumah sendirian selama beberapa mungkin bahkan sampai beberapa bulan.
"Tapi kan..."
"Udah makan noh, gue kagak mau ada tolakan atau maaf maaf segala!" Kata San lalu fokus kemakanannya sambil melihat kearah layar handphone.
"hm thank yo" Kata Xiaojun lalu San hanya menganggukan kepalanya dan menguyah makanan yang berada dimulutnya lalu mengambil air minum yang berada disampingnya.
"Kook semangat!!" Kata doyoung sambil mengepalkan kedua tangannya dan mengarahkannya kepada Jungkook yang sedang berada dibawah dengan pemain taekwondo yang perlombaannya dilaksanakan di Sekolah CDO.
"Oke" Kata Jungkook lalu tampaklah wajah Jisung, Jeongin dan Doyoung yang tersenyum kearahnya dengan harapan kalau ia bakal menang dan menyemangati Jungkook yang ingin mengharumkan nama sekolahnya.
Babak yang cukup menegangkan kini dirasakan oleh Jungkook yang sudah memenangkan babak pertama dan babak kedua dan sekarang ada penentuan yang menentukan siapa yang menjadi juaranya.
Ting.. ting..
Bunyi yang menandakan suara permainan telah dimulai langsung saja Jungkook mendekat kearah lawan dan mengeluarkan jurus handalnya sedangkan ketiga temannya yang tadi diam sekarang malah bersorak menyebut nama Jungkook.
Sontak semua penonton yang berada dibagian belakang dan depan mereka menatapnya dengan seksama untung tampan kalau nggak bisa diusir mereka tuh, apalagi Jisung yang saking semangatnya sampai mengeluarkan jurus ketampanannya dan kekiyowoan yang ia miliki .
"Sung, lu mau buat anak orang mati ditempat?" Tanya Doyoung sambil menyengol lengan Jisung yang pas berada disebelahnya, jadi gini Doyoung duduk ditengah tengah sedangkan Jisung berada dikanannya dan Jeongin berada dikirinys.
"Hah? Nggak tuh bang, kan gue cuma senyum sama bikin wink aja" Kata Jisung membuat Doyoung ingin melempar Jisung kebawah agar ia sekalian dihajar oleh lawan Jungkook.
"Serah lu sung!! Kagak denger gue" Kata Doyoung sambil membuat wajah yang malas menatap Jisung dan sekarang tatapannya berada kearah Jungkook yang sedang mengeluarkan jurusnya.
Brugh....
"JUNGKOOK!!"
"BANG"
Huwaaa jungkook kenapa? Tunggu yak chapter berikutnya ^_^
Coments or vote
Nggak maksa kok no problem oke
Medan. Sabtu, 22 febuari 2020