Love within Tragedy [TayNew]

By Haii_nad

133K 10.3K 267

Kisah seorang lelaki (Tay Tawan) yang tidak pernah memiliki keseriusan semasa hidupnya. Di pikirannya hanya a... More

Introduction
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
curhat sedikit
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
New story??
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Terimakasih

Chapter 19

2.2K 214 6
By Haii_nad

3rd pov

New dan gun sedang berbincang bersama, new menceritakan semua kejadian kemarin dan cerita lengkap dari mulut tay tentang mild.

"Apa kau sudah meluruskan satu hal dengan tay? Sudahkah dia putus dengan mild?" gun bertanya pada new

"Hanya itu yg dia katakan padaku" jawab new singkat

"Apa maksudmu? Kau harus memastikan hal itu dengan tay. Jangan kasih mereka kesempatan untuk kembali bersama" omel gun sambil menatap new

"Ini tugasmu sebagai kekasih tay, kalau kau benar-benar mencintainya jangan pernah lepaskan dia, apa kau paham itu?"

"Apakah harus seperti itu?" new balas menatap gun

"Apa maksudmu?"

"Aku hanya berpikir tidak masalah kalau memang tay ingin pergi. Meski aku menangis memohon tay untuk tetap bersamaku, hal itu tidak akan ada gunanya"

Saat new dan gun sedang berbincang bersama, mereka melihat beberapa siswa mengerumuni seorang perempuan, dan tiba-tiba gun pergi menghampiri perempuan itu, new pun menyusul gun terlihat sangat jengkel.

New pov

"Apa yg kau lakukan disini? Kau bahkan bukan siswi kampus ini" omel gun pada perempuan itu yg tak lain adalah mild. Aku menarik tangan gun yg sudah siap seperti menjambak mild

"Gun, jangan membuat keributan seperti ini" aku masih memegangi tangan mungil gun

"Aku hanya ingin bertemu tay, apa tidak boleh?"

Para siswa yg berkerumun tadi pergi meninggalkan kami bertiga "dengar ya, aku tidak perduli apa hubungan mu dengan tay dulu, tapi saat ini tay sudah menjadi milik new" gun masih mengomel pada mild

"Maaf ya, aku hanya ingin bertemu dengan teman sma ku, kenapa kau terlihat begitu kesal. Dari caramu yg kesal seperti ini, sepertinya hubungan mereka tidak berjalan baik ya" mild tersenyum padaku juga gun, dan gun yg kalau kedua bahunya tidak aku tahan sudah pasti akan mendorong mild

Tiba-tiba mild datang mendekat padaku "gelang ini milik tay kan, kenapa ada padamu? Apa kau mengambilnya dari tay? Kembalikan gelang itu padaku" mild menggenggam tangan kananku yg terpasang gelang tay

"Lepaskan tanganku mild, tay sendiri yg memberikan itu padaku" ucapku

Melihat aku yg sedang dipaksa oleh mild, gun langsung mencoba memisahkan aku dan mild, namun wajahnya tidak sengaja tertampar oleh mild yg masih sibuk melepaskan gelang ditanganku. Aku pun reflek menghadap kearah gun dan mencoba melepaskan tanganku dari mild dengan paksa agar bisa memeriksa gun yg wajahnya terlihat memerah. Namun tidak sengaja mendorong mild terlalu kuat hingga terjatuh.

Tiba-tiba tay muncul dan langsung membantu mild untuk berdiri "Mild, apa kau baik-baik saja?"

"Sakit sekali tay, mereka sengaja mengerjaiku" jawab mild

Aku mendekat pada mild dengan rasa bersalah, aku tidak sengaja membuatnya jatuh "maafkan aku, aku tidak bermaksud mendorongmu, aku hanya ingin kau melepaskan tanganku"

"Bohong, kau jelas-jelas sengaja melakukannya padaku. Kau terlihat baik hanya didepan tay, aku tau membenciku kan, jadi kau mendorongku. Aku membenci orang seperti--" ucapan mild terpotong karena tiba-tiba tay membentak mild.

"Sudah cukup mild!!" tay meninggikan nada suaranya. Aku dan gun sangat terkejut melihat tay yg seperti itu kepada mild.

*

3rd pov

New menunggu tay yg sedang membawa mild ke ruang kesehatan untuk memeriksa luka karena terdorong tadi, new melihat mereka berjalan kearahnya.

"Apa dia baik-baik saja?" new bertanya pada tay

"Bukan apa-apa, hanya lecet-lecet dan sudah diobati"

"Mild minta maaf pada new" pinta tay pada mild. New kembali dibuat terkejut.

"Maafkan aku" mild menatap new dan mulai menangis

"Sekarang pulanglah, dan jangan kembali lagi. Aku tidak ingin melihatmu lagi, yg lalu biarkan berlalu"

"Untuk kebaikan kita berdua, kita tidak perlu saling bertemu lagi. Ayo pergi new" tay menarik tangan new pergi meninggalkan mild yg masih menangis

"Tapi tay..." new mencoba menahan tay

"Tidak usah perdulikan dia" tay tetap menarik tangan new pergi menjauh

Tay membalikan tubuhnya menghadap mild yg masih terdiam "cepat pulang sana"

Mild masih menundukan kepalanya lalu mulai berjalan, dia sama sekali tidak melihat ke depan, kanan, atau pun kiri. Mild merasa sudah tidak ada harapan dihidupnya, dia hanya ingin tay kembali padanya, namun tay justru memintanya untuk pergi, mild sudah tidak ada alasan untuk hidup.

New yg sedari tadi masih melihat ke belakang kearah mild, membuat tay juga ikut melihatnya, tay sadar akan mobil yg sedang melaju kencang namun mild sama sekali tidak berhenti dan tetap melanjutkan langkahnya menyebrangi jalan, dan tay pun segera menghampiri mild memeluk lalu menariknya hingga mereka berdua jatuh terpelanting.

"Tay!!" teriak new panik dan langsung menghampiri mereka

"Kenapa kau melakukan hal itu?" tanya tay sambil memeluk mild

"Aku sudah tidak ada tujuan lagi sekarang, kalau aku tidak memilikimu untuk apa aku hidup" jawab mild terisak

New hanya memandangi tay dan mild yg masih terduduk dijalan itu. Tangan tay terluka karena tergores aspal saat terpental tadi. Tay dan mild pun pergi ke rumah sakit untuk diobati, aku mengikuti mereka ke rumah sakit.

New pov

Aku datang menghampiri mild yg sedang duduk menunduk didepan ruangan dekat dengan ruang tay diperiksa. Mild yg sadar akan kehadiranku, dia berbicara dan menatap padaku

"Maafkan aku, kau pasti berpikir kalau aku perempuan yg menjijikan. Aku hanya orang lain yg tiba-tiba muncul dan memonopoli tay darimu"

Tapi kau harus tau bagaimana aku menjalani hidupku tanpa tay. Aku terus menunggu tay untuk kembali, kalau saja arthit tidak mati, aku dan tay tidak akan terpisahkan, itu jauh sebelum tay bertemu denganmu"

Mild mendekat padaku "aku mohon kembalikan tay padaku, aku--"

"Mild, tolong hentikan ini. Aku tidak pernah menahannya untuk pergi. Aku mencintainya maka dari itu aku sekarang bersamanya"

"Aku pikir ini bukan tentang mengembalikan atau apapun, aku tidak memiliki hak untuk melarang tay"

"Jadi aku boleh bertemu dengannya? Aku boleh melihatnya lagi? Aku masih boleh untuk menyukainya tanpa gangguan darimu?"

"Tay memiliki kebebasan untuk memilih"

Wajah mild seperti sedang mengingat sesuatu "aku ingat sekarang, kau sangat mirip dengan seseorang, iya benar kau sangat mirip dengan arthit"

"Arthit mengatakan hal yg sama padaku saat aku bilang kalau aku menyukai tay. Dia bilang akan memaafkan aku, tapi dia malah pergi selamanya. Kau tidak akan melakukan hal yg sama seperti arthit kan? Aku mohon jangan pernah lakukan hal itu" mild memohon padaku

"Kalau kau melakukannya, tay pasti akan meninggalkan aku sendirian lagi"

Aku lalu mendengar suara suster memanggil nama tay dari balik dinding dekat dengan tempat kami menunggu.

*

*

3rd pov

Beberapa hari kemudian aku dan gun pergi ke kampus bersama, seperti biasa kami berbincang tentang kejadian dengan mild belum lama ini.

"Aku tidak menyangka dia akan menabrakan dirinya ke mobil hanya karena tay mencampakannya, aku pikir dia sedikit gila. Bagaimana bisa tay menyukai perempuan seperti itu, mungkin kepala tay sedikit bermasalah juga" omel gun pada new

"Tapi aku pikir itu tindakan yg cukup berani. Lagipula mild itu cantik"

"Kau memuji perempuan itu? Apa kau tidak takut dia merebut tay darimu?"

"Tapi kalau dari sudut pandang mild, aku lah yg merebut tay darinya, aku lah yg merusak hubungan mereka" ucap new masih sambil terus berjalan

"Tunggu sebentar, maksudmu pengganggu itu kau? Aku tidak mengerti new"

"Sudah dari dua taun yg lalu, di hati mild hanya ada tay"

"Aku tidak mengerti maksudmu, jadi kau--" gun tidak melanjutkan ucapannya karena dia mendengar new yg sedang dibicarakan oleh dua perempuan tidak tau siapa dari kejauhan

"Kau ingat perempuan yg memenangkan acara lelang sehari bersama tay tawan kan? Dia lah yg membawa tay seharian setelah festival kemarin"

"Bukannya tay sudah tidak menyukai perempuan sekarang? Dia sedang mengencani lelaki bernama new itu kan?"

"Yah kau tau tay kan, lelaki seperti new mungkin saja hanya dijadikan mini market olehnya. Selalu diam dan menurut dengan apa yg tay katakan, hanya bisa menunggu saat diperintahkan"

Gun yg mendengar dua perempuan itu terlihat sangat geram dan pergi menghampiri mereka, new dengan cepat berlari mencoba menahan gun agar tidak membuat keributan lagi.

"Apa yg kalian katakan barusan hah? Kalian berdua jangan coba melarikan diri ya, yg kau katakan tadi itu sangat tidak sopan"

Kedua perempuan itu langsung melarikan diri saat melihat gun datang dan mulai berteriak, namun tidak tepat waktu.

"Gun sudah biarkan saja, kau tidak perlu membelaku" new menarik tangan gun menahan agar gun tidak lepas kendali.

Off yg baru datang melihat keributan itu segera menghampiri mereka dan menarik gun yg sudah terlihat emosi "gun, apa yg kau lakukan?" off menahan bahu gun

"Lepaskan aku, apa kau tau new dibilang mini market oleh mereka" omel gun

Off terdiam sesaat "Kalau kau mau membelanya, jangan berbuat keributan seperti ini"

"Diamlah, aku bukan kau yg lelet dalam membela teman. Yg mereka lakukan hanya bergosip yg tidak jelas" gun terlihat marah namun seketika terdiam melihat ekspresi off yg menyuruhnya untuk diam dan mengarahkan pandangannya pada new.

Gun tersadar dengan new yg berada disampingnya, dia merasa tidak enak karena membuat keributan seperti itu "new maaf"

Namun new segera pergi meninggalkan gun dan off, gun berusaha untuk mengejar new tapi ditahan oleh off "biarkan dia sendiri dulu"

*

New pov

Setelah keributan tadi aku segera meninggalkan off dan gun, aku mengurungkan niatku untuk masuk ke kelas dan pergi ke ruang melukis. Saat berjalan tidak sengaja aku menabrak seseorang didepanku.

"Maaf, aku sedang tidak melihat ke depan"

"Tidak masalah, kita terkadang memang sering berpikiran kosong. Oiya, aku ingin bertanya, ada dimana ruang administrasi?"

"Ada di lantai dua" jawabku

"Terimakasih" jawabnya lalu pergi. Aku menatap lama orang tadi, lalu kembali melanjutkan langkahku ke ruang melukis.

*

Aku duduk merenung di depan canvas miliku, banyak sekali hal yg aku pikirkan beberapa hari belakangan ini, lalu aku melihat tay yg datang dari pintu belakang ruang melukis menghampiriku.

"Aku dengar kalau kau adalah mini market?" tay bertanya padaku tapi aku hanya terdiam mendengar pertanyaannya.

"Jadi kau akan menuruti apa yg aku katakan, begitu?" tay bertanya lagi dan aku langsung menganggukan kepala "selama kau yg meminta, aku akan melakukannya"

Tay lalu berjongkok dihadapanku, dia memegang kedua tanganku, lalu menundukan wajahnya "kalau begitu, aku minta jangan benci aku ya. Aku mungkin seorang brengsek dan tidak sebaik off, aku juga seorang yg bodoh yg tidak tau cara menolak perempuan"

Tay lalu mengangkat wajahnya menatap pada new "tapi aku harap kau bersedia untuk terus berada disisiku, ya?"

Aku diam sebentar "kalau dipikir-pikir tidak ada sesuatu yg baik pada dirimu" melihat wajah panik tay membuatku terkekeh "tapi walaupun begitu aku tetap mencintaimu" ucapan dan kekehanku membuat tay ikut terkekeh juga.

"Dasar bodoh. Oiya, bagaimana kalau hari ini kita pergi menonton film? Tapi karena tanganku sedang terluka, kita tidak akan naik motor. Bagaimana kalau naik bus saja?" ajakan tay langsung aku balas dengan anggukan.

3rd pov

New dan tay sedang berjalan keluar kampus, tay ingin menggandeng tangan new namun new menolaknya.

"Kita masih di sekitar kampus" ucap new malu-malu

"Itu bukan masalah, berikan tanganmu cepat"

Mereka pun lanjut berjalan dengan bergandengan tangan, namun langkah mereka terhenti karena mereka melihat mek yg sedang berlari kearah mereka.

"Ada perlu apa lagi kau kesini?" tay bertanya pada mek

"Tay aku mohon, bisa kah kau datang ke rumah mild? Sebentar saja"

"Mild tidak datang ke kampus beberapa hari ini, ibunya bilang dia terus-terusan mengurung dirinya di kamar. Kau tau kan dari dulu mild itu tubuhnya lemah, aku takut terjadi sesuatu padanya, ikut denganku ya, tolong"

"Aku mohon padamu, bisakah kau biarkan aku sendiri?" tay menolak ajakan mek

"Aku tidak ingin hidup seperti itu lagi, dikendalikan oleh orang lain. Aku ingin menjalani hidupku sesuai kemauanku, jadi tolong jangan ganggu aku lagi. Ayo pergi new" tay menarik tangan new, namun new menghentikan tay.

"Tunggu tay, bisakah kau pergi menemui mild sebentar?" pinta new

"Aku tidak bisa"

"Kenapa tidak?" new bertanya lagi

"Karena aku tidak mau, aku tidak mau berurusan dengan keegoisannya lagi. Aku tidak ingin terikat olehnya lagi, karena kita sudah berakhir" tay terlihat marah menatap new dan mek bergantian

New memandang tay "benarkah? Apa kau dan mild benar-benar sudah berakhir?" tay langsung menoleh kearah new

"Kenapa kau harus bohong pada dirimu sendiri? Ini belum berakhir karena kau belum benar-benar menghadapi masa lalumu. Kau takut, takut untuk bertemu mild lagi dan mengingatkan akan hal yg tidak ingin kau ingat"

"Kenapa kau terus melarikan diri tay? Melarikan diri hanya akan menjauhkanmu dari kebenaran sesungguhnya dan kau tidak akan pernah merasa bebas"

Semua ucapan dari new membuat tay terdiam, perkataan new mengingatkan akan ucapan arthit pada tay, memori itu kembali bermunculan dalam pikiran tay.

Flashback on

"Arthit, aku hanya bermain-main dengan mild, kau tau aku seperti apa kan"

"Kenapa kau berbohong padaku, aku tau kau menyukai mild. Kau berbohong agar aku tidak salah paham dan berpikir macam-macam"

"Tawan, tidak apa-apa, aku sama sekali tidak ingin mengikatmu"

Flashback off

New masih melanjutkan bicaranya pada tay yg sedang terdiam "tidak apa-apa tay, pergilah, karena aku tidak mau mengikatmu"

Mendengar perkataan new membuat tay kesal "berhentilah berbicara seperti arthit padaku"

New terkejut karena tay meninggikan suaranya dan menyamakannya dengan arthit "aku bukan arthit, tolong jangan samakan aku dengannya" new pun kemudian pergi meninggalkan tay yg masih terbengong.

*

New sedang mengerjakan tugas di kamarnya, lalu dia mendengar ponselnya berbunyi. Nama mek tertera di panggilan itu, new mencoba mengangkat panggilan itu.

"Halo, ini aku tay" suara tay terdengar dari sebrang, dia menggunakan ponsel mek.

"Ada apa tay?"

"Maafkan aku siang tadi, aku sungguh tidak ada niat menyamakan mu dengan arthit. Jika kau merasa seperti itu, aku sungguh minta maaf" New hanya terdiam mendengarkan penjelasan tay.

"Sejujurnya aku tidak tau, apakah aku menganggapmu sebagai pengganti arthit, tapi yg aku tau saat bersama denganmu aku merasakan kedamaian dan kenyamanan, aku tidak bisa menjelaskan ini dalam kata-kata"

"Apa kau marah dengan apa yg aku baru saja katakan?" New lagi-lagi hanya diam, tay mencoba memanggil new berkali-kali.

"Aku hanya berharap kau tidak akan lari lagi, aku ingin kau hadapi masa lalumu. Katakan permasalahanmu sejujurnya. Setelah kau tau jawabannya dan kau masih ingin kembali, aku masih disini menunggumu"

"Baiklah, tunggu aku ya. Aku akan menyelesaikan semuanya" tay menutup panggilannya

Malam itu juga tay pergi ke rumah mild untuk menemuinya, tay berbincang dengan mild dan berniat untuk meluruskan semuanya, namun gagal karena mild tiba-tiba bertanya tentang sesuatu yg sudah lama tay lupakan.

"Tay, apa kau ingat hari apa besok?" mild bertanya dengan wajah serius.

tbc

Continue Reading

You'll Also Like

86.6K 5.1K 27
Tay dan New teman sekaligus tetangga sejak kecil. New menyukai Tay pada pandangan pertama dan hatinya terus mengarah pada pria itu meski ia tau usaha...
90.5K 5.7K 29
kisah New Thitipoom yang ingin balas dendam dengan Tay Tawan seorang mahasiswa akankah ada ikatan rasa antara Tay dan New? silahkan langsung di baca...
355K 23.1K 31
seorang mafia yang suka ngebunuh orang bisa jatuh cinta? dan cintanya sama orang dengan gender yang sama juga? tentu aja bisa. dia adalah Tay Tawan...
337K 14.3K 24
Tawan Vihokratana, seorang duda tampan sekaligus miliarder sedang menghadapi tantangan besar dalam hidupnya: mencari pengasuh yang mampu menangani du...
Wattpad App - Unlock exclusive features