SasuNaru Mix.

By yunisinurat

248K 12.5K 4.6K

valentine...cokelat...pelukan dan kecupan hangat?! baik itu adalah pemikiran indah setiap orang yang sudah pu... More

You Make Me Confused.
Midnight! My Lovely Blonde.
To Love You More.
Case In Love. 1
Savior Of The Darkness.
Remember Me.
Case In Love 3.
Your My Everything.
My Lovely Treasure : Your My Everything Sequel.
Reincarnation.
Open Your Heart.
Gara - Gara Mobile Legends!!!
This I Promise You.
Reincarnation : 2.
Help me! I'm Lost On My Way.
Soledad.
My Sugar...Daddy?
The Eye : Begin.
Take 'She' Out.
The Eye : Conflict.
Unstoppable.
My Endless Love. [ Swan Lake. ]
"Mommy"?
The Eye : End Of Mission.
Nightmare.
Slowly....
Meaning.
Boan Au [ Take Me With You. ]
Eternal Love.
Scent. [ Mythical Creature ]
Hope.
Death Scyte.
Hiatus.
Dream Catcher.
A Hard Day.
Honeymoon.
Desire. [ Rate M+ ]
Regret & Loyalty.
Moonlight Sonata.
Forest Goddess.
The Man.
The Royal Mistress.
Determination & Confessed.

Case In Love 2.

6.6K 438 152
By yunisinurat

Yo hooo...saya kembali di sini,ada yang masih penasaran dengan cerita ini tidak?! Tidak ada?! Yaaaah... 😔😔😔

Tapi tidak masalah,walau begitu saya akan tetap lanjut. Tanggung kalau hanya 1. 😂😂

Okeh kita meluncur ya.

Next.

~~😍😍😍~~

Detik jam dan suara gesekan antara kapur dan papan tulis begitu nyaring terdengar di ruang kelas XII-A,kedua bunyi tersebut beradu hingga membuat para murid segan walau hanya untuk berbisik. Sang wali kelas Uchiha Sasuke dengan santai menulis di papan tulis dan sesekali matanya melirik ke belakang demi memperhatikan muridnya.

Terutama sesosok makhluk pirang yang sesekali menatap ke arah jendela,arloji di pergelangan kiri nya,dan kembali menatap ke papan tulis. Sasuke tersenyum tipis kemudian kembali melanjutkan materi yang ingin ia tulis,sedang Naruto sendiri merasa heran dengan penampilan Sasuke yang sekarang.

Terkesan seperti begitu santai dengan kaos hitam pas badan dan juga blazer hitam,rambut nya di ikat setengah,dan celana nya juga sudah berubah menjadi jeans hitam. Dari atas sampai ke bawah hitam semua pikir Naruto,namun yang membuat ia gelisah di tempat duduk nya sekarang adalah pukul 13:00,sekitar satu jam nanti para mafia itu mulai bergerak untuk meledakkan gedung sekolah.

Mengenai peledakan gedung ia dengar sendiri ketika wali kelas nya tersebut yang notabene nya salah satu dari mereka,mengajak dirinya untuk bersembunyi di balik tangga ketika ada beberapa mafia yang berkeliling. Membicarakan tentang peledakan yang akan dilakukan dan sedikit membahas strategi,tapi sialan nya Sasuke adalah salah satu anggota mereka tapi kenapa ia melepaskan dirinya?!

Naruto masih bertanya - tanya hingga sekarang namun ia lebih memilih diam dan fokus untuk mengemban tugas nya. Kamera yang ada di Krah baju nya berbunyi pelan menandakan kru dari kantor ingin ia melapor. Naruto pun membuka flip ponsel nya dan terdapat suatu pesan di sana,pesan dari Jiraiya jika mereka sudah mulai bergerak dari luar.

"Ha?! Secepat itu?! Ini bahkan masih pukul 13:10 siang,tapi...Sasuke jug-"

"Baik. Cukup sampai di sini aku menjelaskan,buka buku halaman 210 kerjakan seluruh pilihan berganda yang ada di sana. Aku permisi keluar sebentar,dan untuk Uzumaki Naruto..."

Gumaman Naruto terpotong digantikan dengan wajah melongo ketika dipanggil oleh mafia sekaligus guru muda tersebut,Sasuke tersenyum geli kemudian memberi isyarat agar si pirang itu ikut dengan nya. Tidak ada pilihan lain Naruto pun beranjak dari duduk nya dan segera menghampiri Sasuke,apalagi yang di inginkan pria ini?! Pikir Naruto dongkol.

'sudah semalam nyaris di perkosa olehnya,sekarang aku justru di suruh ikut dengan nya. Semoga aku selamat Tuhan.' batin Naruto merana.

Sasuke membawa Naruto ke gudang tempat penyimpanan kursi dan meja bekas,mengawasi sekitar kemudian menutup pintu gudang setelah Naruto masuk. Naruto menanti akan apa yang ingin Sasuke lakukan padanya,ia seorang agen jadi ia tidak boleh takut dengan pria mafia ini...kan?!

"M-mau apa kau?!"

"Ssstt...santai sedikit,aku tidak akan melakukan apa pun pada mu hanya..."

Belum sempat Naruto bergerak,Sasuke sudah lebih dulu menarik lengan Naruto kemudian mencium bibir Naruto dalam. Mata biru bulat itu membelalak lebar,tangannya pun terangkat dan memukul - mukul dada bidang Sasuke yang sama sekali tidak berefek apa pun. Mengesampingkan jika sebelah tangan Sasuke sudah menjalar ke kantung celana Naruto dan menyelipkan sesuatu di sana.

Setelah nya baru ia melepas bibir si pirang itu,menjilat bibirnya sensual dengan mata hitam menatap erotis ke arah Naruto.

'Apa - apaan manusia ini?! Baru juga kenal 2 hari tapi sudah berani melakukan banyak hal?! Manusia macam apa Sasuke ini?!' batin Naruto marah.

Tangan nya terangkat dan melayangkan tinju ke arah Sasuke,dengan santai nya pria itu memiringkan kepala nya menghindari tinju Naruto,menangkap tangan mungil itu dan memelintirnya ke belakang. Hidung Sasuke mulai nakal menelusuri perpotongan bahu dan leher si pirang,membuat Naruto merasa geli sekaligus merinding.

"Hati - hati sayang."

"Ha?!"

Naruto berhenti memberontak dan lebih memilih mendengarkan Sasuke,walau sebenarnya ia sudah ingin lari apalagi setelah bibir Sasuke ikut andil mengecup lehernya.

"Mereka ini sungguh berbahaya,mereka tidak segan menembak jika ada penghalang di hadapan mereka. Beritahu para team serta kru yang ada di kantor mu jika mereka bisa lumpuh hanya dengan satu benda..."

Naruto melemaskan otot - otot nya dan menoleh ke belakang,mendapati wajah putih bersih Sasuke begitu dekat dengannya. Ia penasaran apa yang diinginkan oleh para mafia itu.

"Virus Crotalus Laevis."

"Apa?!"

"Yeah..benda itu,semacam virus gabungan dari ular Derik dan ular laut yang dapat menyebabkan manusia mati seketika saat kulit atau sistem pernafasan mereka terjangkit virus tersebut,mereka mengembangkan virus tersebut secara diam - diam dan jauh dari jangkau pemerintahan di laboratorium rahasia milik mereka, entah apa yang terjadi laboratorium mereka berhasil di lacak oleh para polisi dan militer sampai akhirnya di ringkus,kemudian virus tersebut di sita oleh pemerintah dan akan di amankan ke laboratorium negara yang bertempat di pusat Tokyo."

"Ah tunggu tunggu tunggu...virus?! Laboratorium?! Jadi maksud nya mereka berencana menyekap dan meledakkan sekolah ini sebagai ancaman untuk pemerintahan agar pemerintah mengembalikan virus yang mereka kembangkan?!"

"Kau jenius manis."

"Lalu apa yang akan mereka lakukan dengan virus tersebut?!"

"Senjata rahasia militer."

"Senjata..maksud mu virus tersebut akan digunakan oleh para militer secara ilegal?! Dan...dan...terjadi perdagangan gelap antara mereka dan para militer begitu maksud mu?!"

"Sekali lagi kau benar sayang,aku tidak menyangka dibalik wajah polos dan idiot mu itu menyimpan otak yang begitu brilian."

Naruto cemberut dan memaksa untuk berbalik,otomatis Sasuke melepas tangan Naruto namun kembali memeluk pinggang ramping tersebut. Membuat Naruto semakin menempel pada Sasuke hingga menyebabkan wajahnya memerah padam.

"He....hey tuan mesum,lepaskan aku. Aku punya tugas sekarang jika kau ingat!!"

"Hnnn..kau seorang agen dan aku yakin kau pasti paham apa maksud ku membungkam mereka dengan benda itu."

"Umpan."

"Tepat sekali,tapi aku mohon berhati - hatilah. Mereka sudah mengantongi identitas mu serta beberapa teman mu yang lain saat kalian keluar dari sekolah ini semalam."

Naruto terdiam sambil menimbang apa yang harus ia lakukan selanjutnya,identitas nya sudah transparan yang itu artinya nyawa nya terancam melayang jika salah satu dari mereka melihat dirinya.

"Tapi jangan khawatir. Aku akan melindungi mu dimana pun kau berada,ingat! Laporkan pada pimpinan mu mengenai pembicaraan kita tadi,kemudian...kau sudah tahu rute sekolah ini kan?!"

Sasuke melepas pelukan nya sejenak demi memberi ruang,kemudian menunduk dan menatap Naruto yang ikut mendongak. Naruto mengangguk pelan karena memang ia sudah tahu seluk beluk sekolah ini.

"Bagus kalau begitu,di sebelah ruang bimbingan konseling ada alarm kebakaran. Bunyikan alarm tersebut dan bawa para penghuni sekolah untuk segera keluar dari sini,sementara kau membawa mereka pergi aku akan menjadi bayangan mu dan membunuh mereka satu persatu dari belakang. Paham?!"

"Pak guru mesum kau bermaksud mengacaukan keadaan dengan membuat mereka kalang kabut karena penghuni sekolah berhamburan keluar,tapi..apa itu tidak terlalu beresiko?!"

Sasuke terkekeh pelan kemudian mencubit pelan pucuk hidung Naruto,ia tahu itu terlalu beresiko untuk para penghuni sekolah tapi jika tidak begitu ia tidak bisa bergerak bebas untuk membunuh satu persatu para mafia yang menyamar sebagai guru,murid,dan bahkan tukang kebun sekolah.

"Dobe aku harus memanfaatkan semua keadaan jika masih ingin ada warga sipil yang selamat,aku tahu itu terlampau beresiko tapi jika tidak begitu seluruh penghuni sekolah ini akan mati termasuk kita berdua."

Naruto diam kemudian menatap heran ke arah Sasuke,benarkah pria ini salah satu dari mafia tersebut?!

"Sasuke sebenarnya kau ini...bagian dari mereka atau bagaimana?! Jika kau salah satu bagian dari mereka kenapa kau menyelamatkan ku serta rekan ku?! Kenapa kau begitu ingin membebaskan murid serta staf sekolah?! Siapa kau ini sebenarnya?!"

Sasuke terkekeh geli kemudian mengecup pipi Naruto tanpa permisi dari yang bersangkutan,membuat emosi Naruto bertambah mendidih dan ingin memukul wajah pria itu. Namun urung karena Naruto masih butuh banyak informasi dari Sasuke.

"Setelah kasus ini selesai baru aku memberitahu mu siapa aku ini,dan ketika itu terjadi kau sudah sah menjadi kekasih ku."

"Apa!! Jangan seenaknya kau pak guru mesum!!"

"Terserah kau ingin mengatakan apa,tapi kau itu adalah milik ku sekarang bahkan selamanya. Namikaze Naruto."

Naruto melongo menatap Sasuke yang memutuskan entah apa secara sepihak,pria itu pun mengeluarkan bandana,sarung tangan,serta masker scraft dari saku bagian dalam blazer nya. Sasuke membuka blazer nya digantikan dengan seagam berwarna hitam persis seperti seragam anti peluru militer,memakai benda tersebut kemudian mengambil gun holster dari balik meja bekas yang rapuh.

Naruto baru sadar jika gudang ini berisi beberapa senjata yang di sembunyikan di beberapa tempat,namun kenapa di gun holster milik Sasuke hanya ada 3 pisau militer dan senjata api Laras pendek serta alat untuk peredam suara senjata api.

"Kau hanya...Mambawa beberapa senjata itu?!"

"Hn?! Aku tidak terlalu suka senjata api jadi,aku pilih beberapa senjata tajam,satu senapan serbu dan 2 senjata api Laras pendek beserta peredam suaranya,dan Kusanagi kesayangan ku "

Naruto heran melihat Sasuke sekarang,ia memang tidak tahu ada berapa anggota yang mafia itu punya tapi..persenjataan Sasuke yang terbilang sedikit apa bisa membuat para mafia itu tiarap nanti?!

"Kau yakin hanya membawa persenjataan sedikit?!"

"Hahaha...apa itu artinya kau takut kehilangan ku manis?!"

"Ish...manusia brengsek!!! Aku serius Teme!!"

"Tenang dan percaya jika aku bisa melewati ini semua,setalah itu aku janji akan berdiri di hadapan mu setelah semua ini selesai."

Jantung Naruto kini berdebar kencang setelah mendengar suara lembut dan kata - kata Sasuke barusan,ia juga bisa merasakan wajah nya memanas saat memandang senyum Sasuke yang membuat wajahnya semakin menawan. Bukan senyum mesum yang ia lihat sejak pertama mereka bertemu. Padahal mereka tidak punya hubungan apa pun namun Sasuke memperlakukan seolah ia ini memang kekasih dari pria itu.

***

Mereka berjalan menyusuri koridor sekolah yang masih sepi,namun saat melihat ada beberapa dari mereka Sasuke pun menarik Naruto bersembunyi untuk sementara di balik dinding tempat mereka berpijak. Sasuke melihat ke luar dan mendapati ada 3 orang pria yang berbincang sambil melakukan sesuatu.

"Bagaimana sekarang?! Jalan untuk menuju ruang bimbingan konseling hanya melalui ini." Bisik Naruto pada Sasuke.

Putar otak Sasuke pun menatap ke arah Naruto dan memperhatikan kelihatan nya pemuda ini tidak membawa senjata apa pun,semakin sulit kalau sudah begini.

"Apa kau membawa senjata?!"

"Hanya revolver yang aku punya."

Sasuke terdiam mendengar penuturan Naruto,memang dasar manusia satu ini pasti selalu di lindungi dalam bertarung. Buktinya senjata yang ia punya saat ini hanya revolver?! Apa tidak ada yang lain?! Yeah setidaknya bisa melindungi diri si pirang ini.

"Jika kau merasa terdesak silahkan gunakan senjata yang kau punya,aku akan ada di belakang mu. Ketika aku memberi sinyal terus berjalan dengan tenang seolah kau itu memang sesosok murid di sekolah ini,dan setelah para murid serta staf sekolah berhamburan keluar ikut berbaur dengan mereka agar kau aman,paham?!"

Naruto mengangguk paham kemudian ikut menengok keluar dan memperhatikan para pria itu masih berada di sana,Sasuke mengeluarkan sinyal isyarat tangan. Mengangguk paham Naruto pun menarik nafas dalam kemudian menghembuskan pelan, ia pun mulai keluar dari persembunyian nya dan berjalan ke arah mereka.

Suara langkah kaki Naruto begitu nyaring terdengar membuat atensi para pria itu teralih,mereka pun bersiap dengan wajah sangar yang menatap tajam ke arah nya. Tetap tenang Naruto pun hanya berjalan dan mengabaikan para manusia di depan sana walau dalam hati ia gugup setengah hidup.

"Hey...apa yang kau lakukan di tengah jam pelajaran begini?!"

"Uhm...maaf guru aku di suruh oleh guru bimbingan konseling untuk segera datang ke ruangan nya,hanya itu."

3 pria itu menatap heran ke arah Naruto dan membiarkan si kuning itu lewat,saat perhatian teralihkan Sasuke pun keluar dari persembunyian nya dan perjalan perlahan ke arah mereka,tangannya mengambil sebilah pisau dari gun holster di paha nya kemudian bersiap untuk meringkus,namun baru beberapa langkah Naruto berjalan salah satu dari mereka sadar jika Naruto itu bukanlah murid,melainkan agen yang dikirim.

"Gawat!! Itu agen yang di kirim dari kepolisian pusat Tokyo,cepat kej-ukh...uhuk...hueeeehk.."

Darah menyembur kemana - mana membuat 2 orang lainnya menatap heran,seorang pria berpakaian serba hitam dan memakai penutup mulut baru saja membunuh rekan mereka Dangan cara menggeret leher nya dengan pisau yang ia pegang,belum sempat mereka bergerak pria berpakaian hitam itu duluan menyerang tepat di titik vital dan tanpa segan membunuh mereka satu persatu. Leher yang satu di patahkan,satu yang lainnya di bunuh dengan cara menusukkan pisau ke mulut hingga tembus ke belakang.

Naruto berbalik ke belakang dan menatap ngeri ke arah Sasuke,pria itu melakukan semuanya dengan tenang dan tanpa adanya keributan. Sasuke menatap ke arah Naruto dengan lembut,kemudian melambaikan tangannya menyuruh pemuda itu untuk segera pergi menjalankan tugas yang ia beri. Mengangguk paham Naruto pun kembali berjalan dan mempercepat langkahnya agar lebih cepat sampai,sementara Sasuke yang ikut berjalan mengikuti Naruto menjaga jarak yang tepat agar dirinya tidak ketahuan.

Naruto sampai di ruang bimbingan konseling,pada dinding sebelah pintu ruangan terdapat tombol alarm kebakaran yang sialnya lebih tinggi sedikit darinya,membuat ia sedikit kesulitan saat ingin memencet tombol .

"Sial!! Kenapa harus begini tinggi?!"

Sibuk dengan kegiatan nya Naruto tidak menyadari jika ada orang yang datang,karena pria itu berteriak memanggil dirinya Naruto pun menoleh ke kiri dan mendapati 4 orang pria yang berjalan cepat ke arahnya.

"Hey kau!!! Berhenti di tempat mu!"

"Mati aku."

Naruto pun melompat setinggi yang ia bisa untuk memencet tombol tersebut,dan kalau sempat ia akan mengeluarkan senjata dari balik blazer sekolah yang ia pakai,dan mulai menembak mereka.

Begitu tipis dan hampir mengenai wajah Naruto,sebuah pisau melayang dan tepat mengenai dahi salah satu pria yang mendatangi Naruto. Sasuke keluar dari tempat persembunyian nya dan berlari kencang menuju para mafia yang berdatangan,menyempatkan memencet tombol alarm dan mulai meringkus 3 orang pria yang hampir mencelakai Naruto.

Alarm berbunyi bertepatan dengan Sasuke berhasil melumpuhkan lawan terkahir dengan menusuk tepat ke jantung,pria itu beralih pada Naruto yang menatap takjub pada dirinya. Sasuke membuka masker yang menutupi mulutnya kemudian tersenyum lembut,pria itu pun menunduk sedikit dan mendaratkan ciuman sayang di dahi si pirang. Naruto?! Sudah mematung tidak bisa bergerak dengan wajah memerah padam,di tengah peperangan begini Sasuke masih bisa berbuat aneh begini?!

"Pergi dan berbaur dengan penghuni sekolah lainnya,aku akan terus mengawasi mu dari belakang. Selamatkan para murid serta staf sekolah,bawa mereka keluar dari sini."

"Sa-pak guru mesum...kenapa kau begitu baik pada ku?!"

"Aku sudah bilang kan jika kau itu milik ku?! Aku hanya melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan. Jangan buang waktu lagi dan segera bawa mereka keluar dari sini."

Mengangguk pelan Naruto pun mulai memutar langkah nya dan berlari menuju keributan yang sudah terjadi, para murid sudah berhamburan keluar dari kelas dan ia harus mengikuti mereka. Sedang Sasuke masih harus memperhatikan keadaan kemudian ikut berlari dan mengatur jarak nya antara Naruto dan dirinya.

Naruto sampai di kerumunan para murid serta para staf sekolah,mata Naruto bergerak liar memperhatikan para manusia yang ikut berbaur bersama kerumunan. Ada beberapa dari mereka yang ikut andil di kekacauan ini,perlahan Naruto pun mengeluarkan senjata dari balik blazer nya jika sewaktu - waktu mereka menyadari dirinya ada di sekitar mereka.

"Satu,dua,tiga,empat..ada 8 orang yang ada di sekitar sini,belum lagi yang akan menyusul. Jika aku menembak bisa saja mereka mengumpankan para murid maupun guru sebagai sandera." Gumam Naruto memperhitungkan dan kembali menyimpan senjata nya.

Naruto siap jika bertarung dengan tangan kosong dan memainkan peran nya sebagai murid,saat ia sedang asik mengamati situasi ia merasa jika ia tengah di awasi dari jarak 3 meter di belakang,menoleh sedikit ia pun mendapati seorang pria bertubuh kekar berjalan cepat ke arahnya. Ada seorang dari mereka yang menyadari keberadaan nya.

"Sebenarnya apa yang terjadi?!"

"Kebakaran?! Ada di mana?!"

"Atau hanya rekonstruksi?!"

"Entahlah yang penting kita keluar dulu dari sini."

Naruto mendengar semua gerutuan juga ocehan panik dari orang - orang di sekitarnya,namun ia tidak bisa bergerak bebas jika ada banyak manusia di sekitarnya. Jika sampai ia tertangkap ia yakin jika pergerakan nya akan ter-

"Mau kemana kau...agen pirang?!"

Blokade.

Naruto terdiam di tempat dan melirik ke samping di mana wajah pria itu ada di samping wajahnya,menatap tajam ke arah dirinya sambil menyeringai keji. Mungkin ini waktunya untuk ia bertarung secara tangan kosong.

"Naruto-kun..."

Naruto menoleh ke arah yang lain dan mendapati sesosok gadis berambut indigo yang menatap nya melas sekaligus takut,Naruto pun tersenyum kemudian memegang lengan pria yang ada di lehernya.

"Hinata cepat pergi sebelum kau di marahi oleh guru,sekarang sedang terjadi kebakaran cepat selamatkan dirimu."

"Ta-tapi bagaimana dengan dirimu?!"

"Aku baik - baik saja, buktinya kakak ku sedang bersama ku."

Gadis bernama Hinata tersebut menoleh ke arah pria yang merangkul Naruto,menatap takut ke arah pria itu yang di balas dengan senyuman tipis.

"Ba-baiklah kalau begitu."

Naruto memperhatikan langkah Hinata hingga akhirnya gadis itu di bawa pergi oleh seorang pemuda teman satu kelas nya,dalam hati Naruto merasa lega juga ada yang menyelamatkan gadis polos dan baik tersebut.

"Keh...kakak ya?! Akting mu bagus ju-uagh!!"

Tanpa mendengarkan hingga selesai, Naruto mengayun kaki kanannya hingga mengenai wajah pria yang ada di belakang nya,kemudian menendang lutut pria itu dengan tumit sepatu nya lalu membanting pria besar tersebut hingga terjerebam ke lantai. Situasi sedang kacau begini mana ada yang mempedulikan,walau berat tapi Naruto melanjutkan aktivitas nya dengan mematahkan leher pria itu hingga akhirnya 1 nyawa melayang di tangan nya.

"Maafkan aku." Gumam nya menyesal.

Baru saja ia ingin melanjutkan langkahnya namun ia sudah di datangi oleh 7 orang pria yang lain, mengerumuninya dengan jarak tertentu hingga ia terdesak. Mungkin kalau situasinya tidak kacau begini ia pasti bisa membuat para pria itu tumbang,namun apa kata dunia jika ia salah memukul murid nanti?!

"Utara,timur,dan selatan. Ayo pikir Naruto,kemana kau harus la-"

Satu pria yang berhadapan dengannya tiba - tiba jatuh dengan kepala tertembus peluru,satu pria lain di bagian timur juga begitu,namun tidak ada suara tembakan sedikit pun. Menyisakan 4 orang pria yang memilih mundur daripada mereka juga kena imbas nya. Mereka akhirnya sadar jika bukan hanya Naruto seorang yang dikirim ke sekolah ini,melainkan ada seorang atau beberapa orang lagi.

Mata Naruto bergerak liar dan menemukan Sasuke berada di atas tangga sambil memegang senapan yang ia bawa tadi, pria itu pun memberi isyarat tangan agar Naruto kembali melanjutkan langkah.

"Waktunya untuk melapor ke markas."

***

Sedang di markas pusat tampak Jiraiya yang sudah pusing akibat kehilangan 'mata' alias kamera yang ia pasang di kerah baju Naruto,mereka sudah tidak bisa melihat apa pun saat pemuda itu bermaksud membanting lawan. Berakhir kameranya tergesek kuat dan rusak,membuat mereka tidak bisa mengamati apa pun lagi dari dalam sekolah.

"Alpha 2 masuk."

Jiraiya mengambil walkie talkie nya dan menyambungkan akan siapa pun anggota yang ia kirim,berharap mendapat suatu kabar bagus mengenai misi yang di emban oleh mereka.

"Alpha 2 Roger. Bagaimana keadaan kalian?!"

"Keadaan di luar aman terkendali namun kami tidak tahu apa yang terjadi di dalam sana,apa anda merencanakan untuk membuat suatu keributan di dalam sana pak?!"

"Aku belum melepas perintah apa pun pada Naruto,Neji. Namum kami melihat jika ada kerusuhan di dalam sekolah. Apa kalian sudah menemukan agen SWAT yang dikirim oleh Amerika?!"

"Agen?! Kami tidak bertemu dengan siapa pun dari semalam hingga sekarang pak,hanya mengawasi Naruto dan membawa si pirang itu pulang bersama kami."

Jiraiya menggigit kuku ibu jarinya tanda ia semakin bingung,sekitar setengah jam yang lalu ia mendengar Naruto tengah berbincang bersama seorang pria yang tidak dikenal,timpa bisa melihat wajah maupun perawakan nya. Karena frekuensi dan jaringan nya sangat rendah mereka hanya bisa mendengar suara Naruto dan pria itu secara samar,cucunya ada di dalam sana dalam bahaya namun apa yang bisa ia lakukan jika dalam keadaan begini?!

Walau sudah mencoba untuk bersikap profesional namun Jiraiya merasa khawatir akan keadaan Naruto,semoga saja bocah nakal nan polos itu selamat dan pulang dalam keadaan utuh.

"Tetap pantau keadaan dan tunggu perintah selanjutnya dari ku,beberapa menit lagi aku akan mengirim 1 divisi lain untuk membantu kalian."

"Roger."

Otak Jiraiya serasa ingin pecah memikirkan keadaan gila di sekolah sana,siapa yang membuat perintah seenaknya dengan melakukan huru hara berkahir kacau balau begini?! Tapi ada untungnya juga membuat para murid yang begitu banyak berhamburan ingin keluar. Otomatis Naruto juga bisa ikut keluar jika seandainya para mafia itu sudah bergerak dengan leluasa untuk mengeksekusi.

"Ah...pak! Sebuah jaringan tidak dikenal berhasil di tangkap dan menunjukkan keadaan di dalam sekolah."

Jiraiya berjalan cepat ke arah sang gadis yang berhasil meretas suatu jaringan tidak di kenal,seisi sekolah kembali terlihat dan betapa beruntungnya lagi keadaan tampilannya sungguh jernih dan tidak terputus - putus walau orang yang tengah membawa kamera ini pasti sedang berlarian. Masalahnya darimana kamera itu berasal?!

Suara telepon berbunyi nyaring membuat atensi Jiraiya kembali teralih,pria tua itu pun berjalan ke arah Dimana telepon berbunyi kemudian mengangkat tanpa menyapa duluan. Menunggu jika seandainya yang di seberang sana itu adalah musuh.

"Mr. Jiraiya?!"

"Who is it?!"

"Who am i that's not important,send some your team and take out your grandson."

Jiraiya terdiam. Ia tidak tahu siapa orang di seberang sana,terlebih suaranya juga di samarkan persis suara seorang pria tua yang begitu berat. Jiraiya tidak bisa berbuat gegabah.

"Hurry up if you want to see him again,he's on dangerous now."

"Danger?! Who...who are-wait!!"

Sambungan terputus membuat Jiraiya mengacak kasar surai putihnya,belum selesai masalah pelepasan perintah sekarang timbul masalah baru mengenai cucu nya. Jiraiya sungguh pusing sekarang.

"Ten Ten lacak panggilan yang barusan masuk ke telepon kantor,aku ingin tahu siapa orang di balik ini semua."

"Baik pak."

Hati Jiraiya tidak tenang,ia takut terjadi sesuatu pada Naruto. Walau jenius dan lincah bocah itu selalu ceroboh dalam melakukan suatu hal,tidak berpikir 2x jika ingin melakukan sesuatu.

"Kau harus pulang Naruto."

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

To Be Continued

Wahaaaa... sepertinya ini akan berlanjut 1 atau 2 chap lagi,tidak menyangka jika yang tadinya ingin di singkat agar lebih cepat namun terasa aneh dan berakhir saya panjangkan sedikit. 😅😅😅

Tapi tidak masalah. Yang penting kalian suka akan chapter lanjutan kali ini dan berharap kalian beperrrr parah saat membaca. 😍😍😍

Ah...sepertinya tidak karena bagian kali ini menjurus ke....peperangan?! Yah pokok nya itulah, peras otak juga untuk menulis schene peperangan dan aksi. Sungguh membuat kepala pusing dan otak sakit tingkat dewa. 😖😖😖😖

Semoga kalian suka,saya tunggu vote komentar dari kalian semua. Cukup sampai di sini,see you next time. Byeeeee... 😂😂😂👐👐😍






























Continue Reading

You'll Also Like

24.6K 862 17
dendam membawa dua perasaan hadir didalamnya. dan perasaan yang mana yang berpihak kepadanya itu?? ON-GOING 🔞
71.4K 4.2K 31
one-sided love ? entah Skenario yang Semesta buat bagaimana.. menjadikan cegil yang bertemu dengan cowo galak nya minta ampun gimana kelanjutannya...
12.5K 643 94
hai... seorang idol menjalankan aktivitas Aikatsu mereka dengan senyuman yang sangat bahagia dengan ciri khas mereka masing-masing untuk membuat semu...
Wattpad App - Unlock exclusive features