RENATA ☑️

Por nrhyt10

58.7K 4K 392

[27/03/2022] Rank 1: #Cutsyifa Kisah seorang Renata yang tidak pernah peduli terhadap sekitar. Memiliki rasa... Más

PROLOG
1. Perihal Keputusan
2. Limited Edition
3. Izin
4. Pertanyaan Tak Terduga
6. Gawat!
7. Orang Baru
8. Berkunjung
9. Salah Paham Lagi
10. Papa
11. Cara Terbaik
12. Solusi dari Dimas
13. Dihukum Lagi
14. Salah Bicara
15. Tertipu
16. Hukuman
17. Dilema
18. Boneka Panda
19. Les
20. Berbeda atau Aneh?
21. Renata dan Ica
22. Janji
23. Nasi Goreng Dimas
24. Tidak Pernah Marah
25. Matematika
26. Komedi Ombak
27. Sebuah Rencana
28. Duka Airin
29. Malas atau Tak Ingin Bertemu?
30. Siapa Duluan?
31. Prasangka
32. Permainan Dimulai
33. Renata dan Egonya
34. Kata Bik Ila
35. Daun
36. Perdebatan
37. Boyfriend
38. Alasan yang Terungkap
39. Selesai
40. Senja Paling Indah
41. Apa Harus Sepadan, Dimas?
42. Quotes Airin
43. Jangka dan Cardigan
44. Merestui yang Tepat
45. Semoga
46. Lumayan
47. Salting
48. Trik Lewat Kopi
49. Ke Mana Saja?
50. Terungkap
51. Mama
52. I'm Nothing Without You
53. Pertunangan
EPILOG

5. Renata dan Soto

1.8K 98 1
Por nrhyt10

SMA Bunga Nusantara, yang biasanya murid hipe menyebutnya dengan sebutan Butara. Di mana isi dari siswa-siswi sana adalah perkumpulan siswa holkay dan cucu dari Bapak Albert Einstein, alias pintar.

Sekolah yang terkenal dengan akreditasinya yang A, sangat diburu adik-adik kelas yang sudah di kelas akhir SMP untuk menjadi anggota keluarga Butara.

Renata sudah masuk sekolah seperti biasa. Airin sangat antusias bisa melihat Renata kembali sekolah.

“Ren, pas elo ngga sekolah ngapain aja di rumah?”

“Gitu-gitu aja,” katanya sambil menuliskan beberapa kalimat di buku catatannya.

Di kelas itu cukup sunyi karena beberapa anak kelas lainnya sibuk mencatat tugas dan ada juga yang memilih tidur.

“Oh iya Ren, Si Jerry masih ngechat lo?”

“Ngga, kenapa?”

Airin terlihat seperti sedang berpikir. “Serius?”

“Iya.”

“Soalnya kemaren pas lo ga sekolah, dia nanya-nanya lo terus. Gue kira chat dari dia ngga lo bales.”

“Ngga tuh.”

Airin mengangguk-anggukkan kepalanya. “Oy Ren, gue mau main ke rumah lu dong. Udah lama ngga main, ya ya ya?” Airin memasang wajah imutnya tapi dalam hati Renata justru ingin menaboknya.

“Yaudah boleh aja, lo bawa mobil?”

“Ngga kok, jadi gue nebeng deh sama elo~ hehehehe.”






Bel istirahat di SMA Butara sudah terdengar nyaring di indra pendengaran siswa-siswi. Airin mengajak Renata ke kantin, dan pastinya Renata mau karena perutnya yang sudah menggelar konser besar-besaran.

Tidak ada rasa malu di diri Renata karena beberapa hari lalu terkena skorsing dari sekolah. Dirinya berjalan dengan normal seperti biasanya, tak ada wajah kikuk maupun lirikan mata bersalah.

Seolah sudah hal lumrah dihidupnya, Renata hanya memikirkan harus lewat jalan mana supaya tak harus berdesak-desakan. Memang cukup luas, tapi banyak anak resek yang jadi pengrusuh di sekolah itu.

Pernah suatu hari, Renata dan Airin sedang mencoba soto ayam yang menjadi menu baru di kantin. Mereka tak kebagian kursi kantin dan memilih untuk makan di kelas saja. Tapi saat di jalan, ada anak seangkatannya yang menyenggol Renata dan menumpahkan soto ayam itu dari mangkuknya. Kuah soto yang panas pun menyentuh kulit mulusnya.

Renata memaki orang tersebut yang sudah sengaja merusuh di jalan yang seharusnya menjadi tempat bolak-baliknya siswa dari kantin maupun yang ingin ke kantin.

Sejak saat itu, Renata malas sekali membawa makanan berkuah ataupun makanan yang berpotensi akan tumpah.

“Lewat mana nih?” tanya Airin. Sudah biasa ia menanyakan hal itu, karena baginya, prediksi Renata selalu tepat.

“Lurus aja,” kata Renata dan keduanya terus berjalan.

Banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Dari mulai Airin yang memiliki mata memikat dan Renata dengan senyum manisnya, meski jarang terlihat, namun akan selalu di cap begitu.

“Ren, mau makan bakso, mie ayam atau kebab?” tanya Airin. Mereka sudah duduk manis dengan kaki kanan yang diapitkan ke kaki kiri.

“Gue bakso, minumnya es teh manis aja.”

Airin mengangguk dan meletakkan ponselnya di atas meja. Lalu berdiri untuk memesan makanan.

Renata menarik ponsel Airin agar berada di jangkauannya. Lalu perempuan itu memainkan aplikasi Instagram. Banyak notif di akun pribadinya, maklum banyak akun second Airin yang nyangkut :v

Dari mulai berbagai DM bercorak minta follback maupun bertanya hal tidak penting. Renata tak memedulikan itu, karena pikirnya, gue ga mau follback, mending lo unfoll aja.

Yaiyala polowers lu uda banyak, Renataaaa!!

Airin kembali dan beberapa menit kemudian minumnya datang dan disusul dua mangkuk bakso urat kesukaan Renata Syafa.

“Ren, di rumah lo kalo sore ada siapa?”

Renata mengunyah sambil mendongak untuk menatap Airin. “Asisten doang.”

“Lah sepi?”

“Asisten gue di rumah ada tiga, ga sepi-sepi amat. Emang kenapa deh?”










Renata dan Airin sudah memasuki mobil. Dengan Pak Joko yang mengendarainya di jok pengemudi. Airin diam tak seperti biasanya, katanya ia sedang dalam mode mengantuk.

Renata terus memainkan ponselnya yang tersambung kabel power bank. Cukup lama ia memainkan ponsel sampai mendapatkan notifikasi baterai yang hampir habis. Ia menoleh menatap Airin yang nampaknya mulai terlelap.

Beberapa waktu terlewat, mereka sudah memasuki komplek perumahan. Renata juga bergerak untuk merapikan barang-barangnya.

“Yey sampe!” pekik Airin bersorak gembira membuat Renata terkejut bukan main, ia kira sedari tadi temannya itu tertidur.

Keduanya turun.

“Ayo masuk!” ajak Renata. Airin mengikuti perempuan itu dari belakang sambil memperhatikan pekarangan rumah Renata yang sudah lama tak ia lihat.

“Ren gue laper,” katanya tanpa rasa canggung sedikit pun.

“Bik Ila udah masakin nasi goreng.”

Setelah meletakkan tas dan merapikan penampilan, keduanya menuju meja makan dan mulai menyantap makanan.Airin tak henti-hentinya memuji masakan Bik Ila yang sangat enak. Racikannya pas untuk dua porsi nasi goreng.

Renata hanya menganggukkan kepalanya. Keduanya sibuk menikmati hidangan. Dan setelah hampir habis, Airin membuka suara.

“Ren, rumah lo adem begini, apa setiap saat kerjaan lo itu tidur terus?”

“Ngga lah, kadang nulis-nulis aja.”

“Oh gitu,” katanya, “Oiya, katanya, anak literasi mau ngadain lomba nulis. Boleh fanfiction, boleh juga romance fantasy. Minat ga lo?”

“Ah lo mah ngasih tau info abal-abal, ga percaya gue.”

“Dih bocah,” umpat Airin, “Heh gue dikasih tau sama Indah, dia kan deket banget tu sama gue. Harusnya lo bersyukur gue bisa dapetin info emas ini buat lo lebih dulu! Jadi kan lo bisa nyiapin semuanya lebih lama.”

Renata malas sekali mendengarkan beo Airin yang panjang itu.

“Terus dibukanya kapan?”

“Ini kan pertengahan, kayaknya dimulai bulan depan awal kalo ngga akhir. Indah juga kurang tau kapannya, karena yang ngatur jadwal katanya Si Romi.”

“Tapi beneran diadain?”

“Bener ya ampun, kalo ngga jadi lo gue traktir bakso beranak di Bogor!”

“Ck, males gue. Liat nanti deh.”

“Ah Renata...”







Dua perempuan cantik dengan rambut dikepang sedang menonton web series di ponsel seperti biasa. Kasur empuk dan ruangan yang sejuk membuat Airin makin betah di sana.

“Mau pulang jam berapa lo?” tanya Renata.

“Ya ampun lo ngusir gue?”

“Ngga, maksudnya kalo maleman mending lo mandi dulu, pake baju gue.”

“Oh, iya iya, malem si kayaknya. Soalnya besok libur juga.”

“Yaudah gue pilihin bajunya, ya?”

“Ikuuut!” Airin mem-pause vidionya dan turun dari kasur untuk mengintili Renata yang berjalan menuju lemari pakaian.

“Lengan pendek sama celana panjang,” ucap Airin seolah sedang memesan mie ayam.

Renata memilih pakaian yang sekiranya cocok untuk tubuh Airin yang lebih berisi darinya.

“Ren, samyang yuk?”

Renata mendengus. “Jangan mie-mie lah, dari kemaren gue udah sering makan mie.”

Airin menarik bibirnya sebelah. “Nyeblak? Ngopi? Hm... kalo ngebakso aja gimana?”

“Boleh!” kata Renata sambil membalik badannya untuk memberi pakaian pada Airin.

“Boleh apaan?”

“Bakso.”

“Heh? Serius lo? Kan istirahat siang udah ngebakso?”

“Ck! Yauda seblak deh.”

Airin sujud syukur dalam pikirannya, akhirnya ia bisa menikmati makanan kesukaannya itu.

“Langsung ya, gue mandi dulu.” Airin melompat-lompat kegirangan dan masuk ke kamar mandi.

Setelah menunggu Airin mandi, keduanya pergi ke beberapa tempat makan yang sekiranya menjual seblak.

“Mana sih ya?” kata Airin yang duduk di samping Renata.

“Soto kaki kambing aja yuk? Udah pernah makan lo?” ajak Renata. Perempuan itu sibuk menyetir mobil hitamnya.

“Udah, tapi gue males ah makan daging kambing.”

“Di sana ada soto ayam kok, yuk?” ajak Renata lagi.

“Hm, yaudah.” Terdengar suara pasrah Airin.

“Nanti kalo di jalan lo liat tempat seblak yang buka, bilang aja.”

“Sipp!!”







Karena tidak melihat tempat seblak, Airin mengangguk saat Renata mengajaknya ke Restoran Babeh Markum, soto kaki kambing.

Saat di parkiran, Renata bertemu Dimas dengan satu cowok yang tak ia kenal. Dimas yang melihatnya menyapa ramah, dan ke Airin juga.

Dan anehnya Airin balik menyapa Dimas layaknya teman lama yang keduanya sedang sibuk lalu bertemu di waktu yang salah.

“Hai, Kak! Jumpa lagi sama saya, Aron!” kata pegawai itu ramah sambil memperkenalkan dirinya. “Wah Kakak Cantik bawa teman, ya? Geulis juga euy Si Kakak!”

Logat campuran Indo-Sunda terdengar sangat humor bagi seorang Airin. Renata tetap saja tak terpengaruh dan memasang wajah datarnya sambil meneliti tulisan di menu.

“Rin, pesen apa?”

“Soto ayam pedes, minum samain lo aja.”

“Saya soto kambing pedas, kalo dia soto ayam pedes juga. Minumnya samain, es teh manis dua, jus alpukat dua.”

“Soto kambing, soto ayam, dua jus alpukat dan dua es teh manis,” kata Aron yang mengulang pesanan Renata.

“Nah!” ucap Airin.

“Oke, Kakak-kakak Cantik tunggu ya! Saya permisi dulu.”

Renata mengangguk dan membenarkan kemeja birunya. Rambut yang digerai itu terlihat sangat halus dan mencuri perhatian orang yang tak sengaja mencium aromanya yang sangat harum.

“Rin, lo kenal cowok yang di parkiran tadi?” tanya Renata yang benar-benar tak bisa ditahan lagi rasa penasarannya.










---------------------------------

Selasa, 28 Januari 2020
1371 kata
18.11

Seguir leyendo

También te gustarán

94.2K 9.2K 63
(completed) Ketika sahabatnya jatuh cinta. Sefia juga jatuh cinta. Bukan pada orang yang sama.Tapi pada temannya yang bernama Duta. Seseorang yang ti...
32.8K 3.4K 28
Menceritakan kisah seorang kakak yang menjaga dan melindungi adik prempuan satu-satunya dalam menghadapi kisah cinta sang adik. Melakukan segala cara...
3.6K 1.1K 11
#2💕 Teenfication [10-04-2020 ] "Oh jadi lo yang udah rebut Jonathan dari gue?!"bentak Renata kepada Nindy "Gue bisa jelasin semua Re"lirih Nindy ya...
3.1K 235 17
Tamat! 03 Mei 2019-31 Januari 2020. Cerita ini cerita asli saya dipercintaan. Cerita pertama di wattpad. Jadi mohon maaf kalo ada typo atau ganyambun...
Wattpad App - Desbloquea funciones exclusivas