Antara Benci dan Cinta

By _goresankisah_

428K 11.6K 837

#1 in thewattys2020 (Mei 2020) #1 in benci (agt 2020) [SEBAGIAN CHAPTER DI PRIVATE, FOLLOW DULU BARU BISA BAC... More

Prolog
Kejahilan Farel
Tarikan Paksa
Aneh
Dulu, Awal Mula
Brian
Kembalinya Rehan
Aksi Rehan
Mengalah
Pertolongan Farel
Ancaman Bagas
Bu Tirta
Cemburu?
Memberi Pertolongan
Pingsan
Tingkah Rehan
Terbongkar
Rahasia Kecil
Menghilang
Ditemukan
Rasa Suka
Menyerah?
Kenangan yang Menyakitkan
Asumsi Vina
Kembali Dengan Rasa Aneh
Semakin Berat
Pertemuan Kedua
Perlindungan Farel
Hampir Saja
Kebahagiaan Kinan
Terungkap
Tumbang
Tidak Percaya
Penyakit Kinan
Jangan Simpan Sendiri
Segala Masalah
Identitas Bu Tirta
Masih Belum Percaya
Rehan dan Bagas
Pernyataan Cinta
Perasaan Farel
Rencana
Berjalan Dengan Sendirinya
Kritis
Sebuah Bukti
Pertemuan yang Sesungguhnya
Alasan Penyerangan
Pacaran?
Tingkah Arjun
Semakin Dekat
Bingkai Foto
Semakin Aneh
Emosi Farhan
Rehan dan Arjun
Dibalik Tingkah Arjun
Ayah Kembali
Part Dihapus
Part dihapus
Thank You
Info Penting
Info Terbit
KABAR GEMBIRA
RESMI OPEN PO 🤩
[CARA ORDER NOVEL]

Koma

6K 206 15
By _goresankisah_

BRAKK

Pintu kelas Kinan terbuka dengan kasar. Beruntung masih pagi, jadi bebas dari omelan anak kelas. Orang yang membuka pintu itu dengan kasar buru-buru menghampiri Kinan.

"Lo gila ya? Kalau pintunya copot lo yang nanggung?" omel Kinan kesal dengan kelakuan Vina yang asal itu.

"Ini juga gara-gara lo tahu! Kalau lo tadi jam dua belas malam nggak ngadu ke gue. Gue ogah kalik berangkat pagi!" balas Vina juga kesal.

"Oh iya. Yaudah jangan disini keluar aja. Perpus!" Kinan langsung menarik Vina keluar kelas.

"Gue duluan!" ujar Vina sebelum Kinan menjelaskan setelah mereka sampai di perpustakaan. Bahkan belum sempat mereka duduk, Vina sudah asal tanya aja.

"Iya. Apaan?" balas Kinan kesal sendiri.

"Lo tadi malam nggak ngigau kan? Lo nggak ngarang cerita kan? Lo nggak lagi halu kan? Lo---"

"Vin! Kalau gue nggak ngigau dan ngarang cerita. Jam dua belas malem gue udah tidur kalik," balas Kinan tambah kesal. Lagian Vina bikin kesal Kinan segala. Minta bantuan eh malah solusinya ceramah nggak jelas.

"Habis, gue sekarang bener-bener. Bingung!" Vina menekankan kata 'bingung' sambil memegang kepalanya. Kenapa juga dua cowok itu menyatakan perasaan kepada Kinan dalam waktu bersamaan? Kenapa juga Rehan langsung tancap gas? Bagaimana dirinya membantu Farel untuk pdkt sama Kinan? Pasti sekarang Kinan sangat menghindari Farel.

"Gue juga bingung kalik Vin! Agh! Lo sih dulu pernah bilang kalau Rehan suka sama gue! Jadi beneran kan? Di tambah musuh gue tuh! Mabuk aja masih bercanda! Tapi Arjun bilangnya nggak bercanda. Ah.... gue bingung!" Kinan ngomel nggak jelas. Sesekali menghentakkan kakinya ke lantai.

"Kita pikir nanti aja Kin. Lagian bel masuk mau bunyi," Vina melihat arloji di tangan kirinya lalu menarik Kinan keluar perpus. Vina benar-benar harus berembug dengan Arjun dkk.

Ketika sampai di kelas, kelas sudah ramai. Kedua mata Vina langsung menangkap tatapan Rian yang memberi pesan tersirat agar dirinya keluar. Vina mengangguk singkat lalu mengantarkan Kinan terlebih dahulu.

"Eh.. Kin. Gue ke toilet sebentar ya. Tiba-tiba kebelet nih," Kinan hanya mengangguk singkat. Secepatnya Vina keluar kelas. Di ikuti Rian yang menjaga jarak dari Vina.

"Gagal gue pdkt-in tuh dua orang! Mana Rehan juga tancap gas duluan lagi!" Vina langsung mengomel begitu mereka berkumpul. Kini rooftop sudah di penuhi Arjun, Farhan, Rian, dan Vina.

"Maksud Rehan tancap gas apaan?" tanya Arjun bingung begitu juga dengan Farhan dan Rian.

"Oh iya. Gue lupa ngasih tahu ke kalian. Jadi, sebelum Farel bilang suka sama Kinan, Rehan udah bilang suka duluan ke Kinan. Bahkan kata Kinan Rehan meluk dia! Gila kan tuh cowok! Nggak punya perasaan!" jelas Vina sambil kesal.

"Bangsat! Bangsat! Bangsat! Tuh anak emang bener-bener ya! Keterlaluan!" Arjun berteriak kesal sambil menendang beberapa kursi yang sudah rusak.

"Apa jangan-jangan Farel mabuk gara-gara dia lihat Rehan pelukan sama Kinan. Soalnya tadi malam dia kan kabur dari rumah. Bikin Bunda gue sesek sesaat lagi!" tebak Rian.

"Agh! Apapun penjelasannya! Intinya REHAN BANGSAT! Bisa-bisanya dia ngelakuin itu. Coba kalau dia tahu sikap Farel buat dia!" Arjun masih saja kesal.

"Oh ya? Farel mana? Nggak masuk?" tanya Vina mencoba berbasa basi.

"Efek minum berbotol-botol. Ya jadi nggak masuk deh," balas Rian singkat.

"Eh! Itu belnya bunyi! Berarti tanda. MASUK! Come on kawans mari kita belajar!" Farhan tiba-tiba buka suara. Dan lagi-lagi buka suara dengan hal yang tidak mutu.

Mereka bertiga menghela nafas lalu mengikuti Farhan meninggalkan Rooftop. Bisa-bisanya Farhan malah ngoceh nggak jelas. Padahal dari tadi dirinya sama sekali tidak membuka suaranya.

"Sumpah ocehan lo nggak mutu banget! Udah dari tadi malah diem lagi," bisik Vina yang berjalan beriringan dengan Farhan.

"Gue diem. Tapi gue juga mikir kalik Vin! Gue mah emosi bisa nahan! Makanya jangan kaget kalau ada masalah gue banyak diemnya. Itu gue lagi mikir!" jelas Farhan lalu berbelok arah bersama Arjun karena kelas mereka berbeda.

"Ternyata nggak oon amat tuh cowok," gumam Vina geli sendiri. Pasalnya cap cowok paling aneh buat Farhan udah melekat pada si empunya dari kelas sepuluh.

"Siapa yang oon?" tanya Rian penasaran.

"Itu si Farhan. Barusan ngomongnya bijak banget deh. Nggak nyangka,"

"Baru nyadar? Emang gitu si Farhan. Luarnya aja yang dianggap aneh. Dalemnya, ada sesuatunya," ujar Rian.

..................

"Rehan! Kenapa sih lo duduk di sini! Gue udah duduk sama Vina ya!" Kinan kesal dengan Rehan yang tiba-tiba berpindah tempat duduk di kursi milik Vina.

"Yaelah Kin! Gue mau deket sama lo emang nggak boleh?" balas Rehan santai lalu menatap Kinan sambil tersenyum.

"Ih!! Pindah sana!" Kinan mendorong tubuh Rehan agar pindah tapi yang di dorong tetap setia duduk.

Sumpah si Vina lama banget sih. Tahu gitu gue ikut Batin Kinan kesal

"WOY! MINGGIR LO!" teriak Vina sambil menggebrak meja.

"Apaan sih lo? ikut campur segala!" balas Rehan kesal.

"Gue nggak akan ikut campur kalau Bu Irma baru aja masuk!" balas Kinan santai lalu melirik Bu Irma yang baru saja masuk.

Rehan menghembuskan nafas kesal lalu pindah ke tempat duduknya. Sepertinya usahanya akan susah. Namun tunggu dulu. Sepertinya ada yang salah. Farel! Ya, Rehan sama sekali tidak melihat Farel di kelas.

Agh! Kenapa gue mikirin si bangsat itu lagi sih? Batin Rehan sambil menggelengkan kepalanya kesal.

"Woy Kin! Ngalamun mulu! Ntar ketahuan Bu Irma lho!" Vina menyenggol Kinan yang sejak tadi bengong.

"Eh! Nggak papa kok," Kinan tersadar lalu tersenyum ke arah Vina.

"Udah jangan dipikirin lagi! Pelajaran dulu!" Kinan mengangguk lalu fokus pada buku paket yang tengah di bahas Bu Irma. Semoga aja Kinan nggak menjauh dari Farel dan semoga aja Kinan sembuh batin Vina berharap.

Vina masih tidak menyangka masalahnya serumit ini. Bahkan masalahnya tidak hanya berhubungan dengan percintaan saja. Namun, berbagai dendam yang belum tahu penyebabnya. Pemikiran kalau Farel suka sama Kinan tidak salah. Hanya saja, dirinya masih tidak menyangka jika cobaan untuk keduanya berat juga.

Vina sendiri juga bodoh tidak menyadari tentang penyakit yang Kinan alami. Vina seperti tidak berguna sebagai sahabat. Jika tahu dari awal, mungkin Vina bisa menjadi penyemangat Kinan. agh! Bodoh! Bodoh! Bodoh!

Udahlah Vin! Jangan salahin diri lo sendiri! Yang penting sekarang lo bantu Kinan sama Farel sebisanya! Batin Vina menyemangati dirinya sendiri.

..................

Darma mondar-mandir bingung di depan ruang ICU. Hatinya sama sekali tidak tenang. Berkali-kali dirinya berdoa untuk sosok di dalam ruangan. Kejadian ini seperti teguran baginya, kalau dirinya gagal menjaga Farel.

"Darma. Gimana keadaan Farel?" Wira langsung bertanya begitu melihat Darma di depan ruang ICU.

"Maafkan aku Wira. Aku----"

"Ini bukan salah mbak. Ini salahku mbak. Aku nggak becus jadi orang tua. Aku udah nggak tahu mau gimanain anak aku sendiri mbak. Aku minta maaf karena merepotkan mbak," Wira memotong ucapan Darma dengan wajah lelah dan bingung.

"Ini bukan salah siapa-siapa Wira. Kita mungkin baru di beri cobaan. Kalau mau kita mulai lagi dari awal," Darma mengusap bahu Wira.

"Bakalan susah mbak. Anak aku aja ketemu aku langsung pergi. Aku nggak----"

"Udah di coba aja dulu. Mbak akan selalu bantu," potong Darma.

"Tapi kenapa Farel bisa sampai seperti ini?" tanya Wira

Flashback

"Farel?" Darma memanggil Farel sambil membuka pintu kamar Farel.

Farel tidak ada di ranjang. Namun, Darma seperti mendengar suara orang muntah di kamar mandi. Secepatnya Darma melangkah menuju kamar mandi.

"Farel? Kamu kenapa nak?" Darma langsung menaghampiri Farel sedang muntah-muntah.

Farel tidak menjawab. Namun tubuhnya yang sangat lemas sulit menjawab pertanyaan Darma. Darma langsung menangkap tubuh Farel. Farel masih sadar.

"Bun...da... Ki..nan," setelah mengucapkan dua kata yang tidak di mengerti Darma, tubuh Farel tiba-tiba kejang. Bahkan kulitnya tiba-tiba terasa dingin. Darma panik dan langsung menyuruh sopirnya untuk membawa Farel ke rumah sakit.

Wira menahan air matanya agar tidak keluar. Anaknya, menjadi seperti itu karenanya.

Ceklek..

"Gimana keadaan anak saya dok?" Wira langsung melangkah menuju dokter yang baru saja keluar dari ruangan.

"Anak anda mengalami keracunan alkohol karena mengkonsumsi alkohol terlalu bannyak. Setelah dilakukan pencucian darah, pasien mengalami koma. Kita akan berusaha sebisa mungkin untuk kesembuhan anak bapak," jelas Dokter yang membuat Wira sama sekali tidak tenang.

"Koma Dok?" Wira masih belum percaya dengan apa yang dokter katakan.

"Bapak berdoa saja agar anak Bapak segera sadar. Saya dan tim juga akan berusaha untuk kesembuhan anak bapak. Permisi pak," Dokter lalu pamit meninggalkan Wira dan Darma.

"Mbak? Anak aku koma?" Wira masih saja belum percaya dengan perkataan dokter tadi.

"Iya. Kita berdoa saja," Darma hanya bisa mengeluarkan jawaban itu. Dirinya sama seperti Wira kaget dengan pernyataan Dokter.

"Permisi Pak, Bu, pasien sudah boleh di jenguk," seorang suster menghampiri Darma dan Wira.

"Terima kasih Sus," balas Darma lalu mengikuti Wira yang sudah masuk ke dalam ruangan. 

Continue Reading

You'll Also Like

36.2K 2.1K 50
Elma penderita self injury. Seseorang yang tak pernah dianggap di keluarganya. Sebenarnya Elma patut bersyukur mempunyai dua saudara yang perduli. D...
290K 14.1K 37
Sequel "DafFania" Farrel Yoga Pranata A cover by : @yongsoemt_ ================ Bisa terbilang Farrel itu orang yang memiliki dua kepribadian. Tampa...
330K 15.5K 47
RE-UPLOAD FULL VERSION Highest rank #68 in #teenfiction july, 2018 Cia Fiorenza adalah orang yang paling membenci cowok terkece, Most Wanted dan ter...
430K 16.2K 71
Bella dikenal sebagai siswa yang selalu melanggar aturan sekolah. Berangkat sekolah seenaknya, bolos pelajaran, tidak sopan kepada guru itu adalah si...
Wattpad App - Unlock exclusive features