" Perrie, kenapa kau melamun terus ? ada yang kau pikirkan ? " tanya Zayn yang duduk disebelahku memecah lamunanku. celaka aku sedang bersamanya sekarang ! apalagi secangkir teh mint didepanku belum kusentuh sama sekali setelah disajikan oleh pelayan.
berusaha membuatnya tidak bertanya - tanya makin luas, aku menggelengkan kepalaku cepat lalu meminum teh hangat milikku. buanglah jauh - jauh pikiranmu tentang Jose tadi, Perrie ! mungkin saja itu orang yang mirip dengannya.
tunggu memang tidak salah jika Jose ada disini ! mungkin saja ayah atau Garneta memintanya untuk mengecek keberadaanku, karena bagi mereka melihat Jade yang kembali ke negara asalnya belum cukup membuktikan bahwa aku tidak bersamanya. arrghhh Perrie hentikan pikiranmu ini, sadarlah bahwa kau sedang bersama Zayn ! orang yang selalu mengisi kekosongan hatimu, orang yang selalu memberikan desiran dan debaran yang kuat disaat bersamanya, orang yang membantumu hingga mendapatkan pekerjaan, ia adalah orang yang penting dihidupku !
sial batinku sedang kacau saat ini. aku meremas kuat kalung pemberian ibukku yang melingkar di leherku agar tidak terjadi hal yang buruk kedepannya.
" aku yakin kau sedang tidak baik - baik saja, Perrie " lagi - lagi Zayn memecah lamunanku. oh jesus ini buruk karena ia sudah 2 kali menangkapku melamun !
" ti-tidak, aku baik ! tenang saja " dustaku.
" uh - uh ! katakan yang sejujurnya, apa yang mengganjal pikiranmu ? siapa tahu aku bisa membantumu " tawarnya sambil meremas pelan tanganku.
tidak Zayn, aku tidak bisa memberitahumu...
" tidak aku hanya memikirkan mengapa aku tidak memiliki kekasih hingga saat ini ! " dustaku keceplosan.
oh celaka, apa yang barusan aku katakan ?! mengapa aku mengatakan hal memalukan begitu didepannya ! sial sial, memang kadang terbesit dipikiranku mengapa aku semenyedihkan itu tetapi mulutku ini mengapa melontarkan kalimat terkonyol seperti itu !
lihat sekarang Zayn hanya bisa menatapku dengan sedikit bibir menganga, mati kau Perrie ! dimana kau taruh muka-mu sekarang ? pasti ia akan ilfil padaku atau menertawakanku keras - keras...
" hahahahahahahahahahahahahahahaha !! " tiba - tiba saja Zayn tertawa lepas hingga membuat orang - orang disekitar kami menoleh.
" sssttttttt hey Zayn ! pelankan suaramu !! " pekikku pelan sambil menyembunyikan wajah malu. benar bukan ia pasti akan menertawakan perkataanku tadi.
" oh my Perrie, tidak kusangka ternyata hal sekonyol itu telah mengganjal pikiranmu " ejek Zayn sembari menghapus air matanya akibat tertawa barusan. aku hanya mendengus malu.
" tapi tenang saja aku dengan senang hati akan membantumu dalam masalah ini " tawarnya sembari tersenyum manis.
" eh ?! " aku membelalakkan mata. berpikir mengapa ia menanggapi serius pernyataan konyolku tadi.
" ma-maksudmu, kau akan mencarikanku kekasih ? " lanjutku bertanya. tolong bilang jangan ! aku hanya bercanda tadi !
" yep " katanya cepat.
sial mana mungkin aku mau berpacaran dengan orang yang tidak kukenal ! ini gara - gara mulutku yang tak terkontrol !
" lupakan, aku tidak memerlukannya " ujarku cukup kecewa dan dengan cepat meminum tehku.
" mengapa ? "
karena bukan dirimu yang menjadi kekasihku...
" bukan apa - apa " aku berusaha menutupi wajah kecewaku.
" hey baru saja aku ingin mencalonkan diri menjadi kekasihmu "
hampir saja teh yang aku minum menyembur keluar setelah mendengar perkataan Zayn yang membuat degup jantungku berdetak cepat. aku spontan menatap matanya yang kecoklatan sampai tak mengedipkan mata sekalipun. aku mohon jangan mempermainkanku senior yang kucintai !
dengan lembut Zayn meraih tanganku yang cukup bergetar. ia mengelusnya lembut. oh sengatan itu kembali menyetrum diriku...
" will you be my girlfriend ? " katanya lembut.
OH MY GOD !!
tanpa pikir panjang aku langsung mengangguk dan mengatakan 'ya' padanya berkali - kali. tak peduli seberapa merah wajahku saat ini, tak peduli dengan kakiku yang bergetar, karena yang aku pedulikan saat ini adalah penyataan cinta Zayn kepadaku !
" wait ! ap-apa yang membuatmu memilihku menjadi pacarmu " tanyaku dengan terbata - bata.
" semuanya ! tak peduli bagaimana fisikmu, kau mempunyai sesuatu yang menarikku untuk memilikimu Perrie, you're perfect to me ! i'm in love with you and all your little things " kata - kata yang ia lontarkan langsung membuatku mabuk kepayang. god i love this boy so much !
ia langsung menarikku untuk mendekat dan memelukku cukup erat, satu tangannya berada dipinggangku dan yang satunya mengelus tanganku dengan lembut. oh sensasi ini sangat luar biasa ! baru pertama kalinya aku merasakan hal ini. dalam sekejap Zayn mencium bibirku lembut, aku langsung membalas ciumannya dan membawa tanganku melingakari lehernya. tanpa disadari ternyata Zayn telah memasukkan sebuah cincin dijari manisku, kudekatkan jariku dan mendapati sebuah ukiran 'ZP' di cincin yang berwarna putih bersih ini.
" Zayn Perrie " jelasnya sebelum aku bertanya.
langsung saja aku merasa bahagia begitu mengetahui Zayn memakai cincin yang sama denganku.
" thanks Zayn " kataku malu.
" no Zayn anymore from now call me babe, my sweetheart " tuturnya sambil meraih daguku. ia sudah membuatku meleleh saat ini !
" t-t-thanks ba-babe "
ia tersenyum sangat manis dan kembali menempelkan bibirnya diatas bibirku. Zayn, you're my little thing...
singkat cerita aku sudah berpacaran dengan Zayn selama 1,5 bulan, tanpa ada yang mengetahui kecuali ketiga sahabatku, Niall dan Anthony. ya Anthony ! bagiku dan Zayn dia bagaikan sosok kakak yang bisa kita ajak bercerita atau berbagi keluh kesah. seperti saat aku mengingkari janji kencan kami dan Zayn terlihat kesal denganku, Anthony-lah yang merekatkan hubungan kami berdua kembali.
ngomong - ngomong tentang Cathlin dan temannya, mereka seakan menaruh kecurigaan dengan gerak - gerikku dan Zayn. aku takut mereka tahu bahwa kami sudah pacaran mengingat Cathlin pernah memberi ultimatum kepadaku untuk menjauhi Zayn. hey ia tidak boleh seenaknya mengatur hidupku ! ia pikir ia siapa ?!
well hari ini aku dan Zayn berencana untuk membeli perlengkapan untuk natal yang akan tiba 2 hari lagi, kami berencana mengadakan pesta diapartemenku dan Jade. Zayn mengajakku kesebuah mall besar yang terletak dipusat kota, ini kali ketigaku kemari dan tetap berpikir betapa besar, lengkap dan luar biasanya mall ini. dinegeriku tidak ada satu-pun mall sebesar ini ! tunggu Perrie, memang kau masih ingat dengan negerimu ?
ayolah ini sudah setahun lebih berlalu mungkin saja ayah membangun mall dipusat kota ! oh ayah, aku sangat merindukan sosoknya, tunggu - tunggu ! hentikan itu Perrie kau tidak boleh mengingat hal itu dulu, fokuslah pada kuliahmu hingga selesai lalu mendapatkan sesuatu yang kau inginkan dan menunjukkan pada ayah betapa suksesnya kau ! gezz tolong enyahlah pikiranku tentang negeriku yang jauh disana, biarlah aku berkonsentrasi memilih hiasan natal ini !
" Perrie, kau mau yang berbentuk rusa ini atau peri ini ? " tanya Zayn memecah lamunanku.
" um keduanya saja " ujarku singkat. "ok" katanya.
" kau terlihat bingung lagi hari ini, apa yang terjadi ? " ujar Zayn sambil melihat - lihat hiasan natal lainnya. bagaimana ia bisa tahu ?! mengapa setiap aku memikirkan sesuatu yang membuatku sakit hati, ia selalu bisa menebaknya ?! apakah terlihat jelas dari mukaku ?
" mengapa kau bisa tahu ? " ujarku keceplosan.
" beritahu saja aku apa yang kau pikirkan ? " katanya masih sambil melihat hiasan natalnya.
" tidak... ada "
" berhentilah berbohong dan katakan padaku, babe " sekarang ia memegangi kedua pundakku, menatap mataku lekat - lekat tetapi aku berusaha membuang muka untuk tidak bertatap muka denganya. asal kalian tahu ia telihat lebih panas sekarang, maksudnya rambutnya dibiarkan panjang mirip tokoh aladin, janggut dan kumisnya yang tipis membuat kesan sexy dari dirinya. oh jesus lelaki ini tidak pernah membuatku bosan menatapnya !
haruskah aku mengatakan kebenarannya ? kebenaran bahwa aku seorang putri kerajaan Prahova ? putri kerajaan yang kabur demi melanjutkan pendidikannya dan ingin hidup bebas ? haruskah aku mengatakan bahwa orang yang aku benci datang mencariku ?
" hey babe lihat aku, katakan apa yang terjadi ? apa yang selama ini menjanggal pikiranmu " Zayn langsung memegangi kedua pipiku, menegakkan wajahku untuk menatap dirinya. sungguh ini penyiksaan bagiku, aku tidak bisa melakukan hal ini. aku tidak ingin dipaksa untuk mengatakan hal tersebut, ini belum saatnya untuk mengatakan kebenaran tersebut.
tanpa pikir panjang aku langsung memeluk tubuh Zayn yang hangat dan wangi, tak sadar air mataku menetes begitu saja. tak peduli orang - orang melihatku bertingkah laku seperti ini. aku yakin Zayn pasti bingung dengan perilaku-ku ini, tapi ia malah memelukku lebih erat lagi membuatku terhanyut dalam kehangatan yang ada dalam dirinya.
" it's okay if you won't to telling me now but please cheer up babe ! " kata Zayn lembut sambil mengusap punggungku dan mencium puncak kepalaku.
setelah berbelanja beberapa keperluan untuk natal, Zayn mengajakku untuk menenangkan diri disebuah cafetaria. ia memesankanku segelas hot choco dan juga untuk dirinya, well ini pertama kalinya aku melihat dirinya meminum hot choco. ia terlihat sangat menikmatinya dan itu membuatku cukup terhibur.
" um Zayn bolehkah aku bertanya tentang keluargamu ? sejak dulu aku penasaran dengan hal itu " pintaku disela - sela meminum coklat panasku.
" tentu, kedua orang tuaku masih sehat dan mereka berada di London saat ini bersama kedua adik perempuanku " kata Zayn.
" kau mempunyai 2 adik perempuan ? wow bolehku tahu siapa namanya dan umurnya ? " tanyaku antusias.
" yep Waliyha umurnya um mungkin 16 atau 17 ? maaf aku kurang ingat dengan adikku yang satu itu karena ia lebih sering menghabiskan waktunya dengan teman - temannya dan yang satu lagi Safaa berumur 12 tahun ia sangat menggemaskan tapi kadang kala ia cerewet melihat diriku dan keempat sahabatku yang kadang membuat rumah berantakan, yeah bagiku mereka adik - adik yang manis " ujar Zayn sambil terkekeh. itu membuatku tersenyum.
" lalu mengenai pekerjaan orang tuamu ? "
" oops maaf belum kujelaskan dari awal, well ayahku mempunyai sebuah restoran yang cukup terkenal yang sudah memiliki cabang di 3 negara sedangkan ibuku bekerja pada salah satu majalah terkenal " jawabnya. wow pantas saja Zayn bisa memiliki mobil sekelas Range Rover dan aku dengar rumahnya terletak dikawasan elit.
" oh ya aku berencana mengajakmu untuk dinner saat malam tahun baru nanti di restoran milik ayahku dicabang NY " lanjut Zayn.
" whoaa benarkah ?! tentu aku dengan senang hati menerimanya ! kita akan makan malam bersama siapa saja " ujarku senang.
" hahaha tentu hanya kita berdua, aku ingin kita melakukan dinner date babe " papar Zayn tertawa. aku langsung menunduk malu, tidak percaya ia akan mengajakku makan malam di restoran milik ayahnya.
" selanjutnya giliranku yang bertanya padamu tentang keluargamu, sweetheart " Zayn menunjukkan ekspresi antusias.
Deg....
apakah aku bisa ? maksudnya aku tidak ingin memberitahu kebenarannya dulu !
" y-ya aku anak tu-tunggal... um ayahku adalah seorang ra-- err maksudku ayahku bekerja di- sebuah pabrik " dustaku.
" pabrik ? pabrik apa ? " tanya Zayn masih antusias.
" ah pabrik--- pabrik makanan ya makanan maka dari itu aku sangat suka makan " dustaku kembali namun Zayn langsung tertawa mendengar kebohonganku.
" ya tuhan babe selera humormu memang luar biasa hahaha lalu bagaimana dengan ibumu ? " kata Zayn menghapus air matanya akibat tertawa tadi.
" ibuku sudah meninggal " ya kalau yang ini tentu aku tidak perlu berbohong, aku langsung memperlihatkan ekspresi sedih tak kala mengingat sosok ibunda yang aku sayangi tersebut. perlahan ekspresi Zayn berubah drastis ia langsung merasa sangat bersalah akibat menanyakan orang tuaku.
" babe really i'm so sorry to hear that, aku ti-tidak bermaksud untuk-- "
" tidak apa - apa, justru lebih baik jika kau mengetahui hal itu " aku memotong perkataan Zayn sambil menatapnya seakan aku tidak apa - apa.
" you still have me babe, i love you " kini Zayn menggenggam tanganku lembut dan meremasnya kemudian menciumnya. sungguh aku sangat menyayangi lelaki yang ada dihadapanku ini, ia membuatku nyaman berada didekatnya.
" love you too babe--- "
tenggorokanku serasa tercekat seketika begitu aku melihat sosok Jose yang berjalan melintas didepan kaca tempat kami duduk, dengan cepat membuang muka agar tak terlihat. jangan katakan padaku bahwa ia melihatku tadi !
" Perrie apa yang terjadi ? " tanya Zayn cemas.
" ba-babe, lebih baik kita segera kembali... ayo " aku langsung menarik Zayn untuk pergi secepat mungkin sebelum lelaki tak tahu diri itu menemukanku dan menangkapku hidup - hidup !!
TO BE CONTINUE
aku minta pendapat kalian dong tentang book ini, apa yang harus ditambah atau apalah ! aku nerima banget kritikan dari kalian dan votenya juga !
spesial untuk chapter ini aku kasi foto the hottest boy in this world di multimedia hahaha :D
thankyou udah mau dibaca, sampai ketemu dichapter depan ! xx