Tsundere
Keesokan paginya disebuah apartement mewah. Terlihat seorang namja manis yg tengah begelung dengan selimut tebalnya. Dia sangat kelelahan dengan acara semalam yg menguras seluruh tenaganya. Dia menikmati tidurnya tanpa pakaian, ya kebiasaannya tidur tanpa pakaian, hanya memakai celana pendek dan bergelung dengan selimut. Ketika asik dengan dunia mimpinya, suara ponsel membangunkannya dari mimpi indah.
Drrtttt......ddrrttttt.......ddrrtttt.....
"Hahhh.....kenapa tidur panjangku harus ada yg mengganggu(?)" ucap namja itu malas. Dia terbangung dari tidurnya dan mengambil ponsel dimeja nakas samping tempat tidur queen sizenya.
"Hmmm........" ucapnya malas tanpa melihat terlebih dahulu siapa yg menghubunginya.
"Selamat pagi anak mami dan papi......" ucap seseorang dibalik telepon itu.
Jimin, namja yg setengah mengantuk itu pun membuka matanya lebar dan langsung terbangun.
"Mamiiiiii..........!!!!!!!!!!!!!" teriak Jimin kegirangan. Biasalah anak mami yg jarang bertemu maminya.
"Aigoo.....anak mami....gimana kabarmu dan Chanyeolie nak?" tanya mami Park diseberang sana.
"Aku baik-baik saja mi, kalau Teddy sedikit kurang baik mi." ucap Jimin manja pada maminya. Padahal itu hanya lewat ponsel.
"Omo....kenapa dengan Chanyeolie sayang? Apa dia sakit? Apa kau sering memukulnya? Jangan terlalu kasar dengannya sayang, mami kan sudah memberimu nasehat. Anak ini memang terlalu kejam dengan Teddynya dari dulu." nasehat mami Park.
"Aku tidak pernah mengganggunya mami, Chanyeol hanya kurang sehat karena tingginya terus bertambah mi........ Tinggiku tidak bertambah sedikitpun, mungkin Chanyeol sakit mi." ujar Jimin malas. Padahal dia yg sebenarnya sakit, sakit kekurangan kalsium.
"Kau jangan bercanda sayang, papi bisa marah besar kalau papi tau kau sering menjahili Chanyeol. Kau tau kan papi itu sayang sekali dengan Chanyeol?" ujar mami Park tegas.
"Iya mi.... Oh iya mi, papi dimana mi? Aku tak mendengar suara papi. Aku merindukan kalian. Minggu depan kalian jadi kan pulang ke Korea? Kalian sudah janji padaku." ucap Jimin manja sambil mengedip-ngedipkan mata. Padahal maminya tak bisa melihat.
"Omo..!! Maaf sayang. Sebenarnya mami menguhubungimu ingin memberitahu kalau mami tidak bisa pulang ke Korea minggu depan. Ada reunian dadakan sayang, teman mami yg tinggal di Paris akan datang kesini sayang. Mungkin mami akan pulang setelah kamu comeback sayang. Maafkan mami dan papi ya baby Jiminie..." ucap mami Park sedikit sedih.
"Whattt?????" kaget Jimin. "Mami tega tidak pulang demi teman mami itu? Mami lupa kalau kita sudah tidak bertemu selama hampir dua tahun mi....." kesal Jimin pada maminya.
"Sabar Jim.... Mami dan papi janji akan pulang secepatnya. Mami dan papi reunian dengan teman lama mami. Kau masih ingat dengan Aunty Queen yg sering datang ke rumah kita dulu di Busan? Aunty Queenmu sudah lama tinggal di Paris, nahh..minggu depan Aunty Queen akan berkunjung ke Jepang. Jadi mami merencanakan reunian dengan Aunty Queenmu dan mama Park di Jepang minggu depan." ucap panjang lebar mami Park.
"Oh... Jadi selama ini Aunty Queen tinggal di Paris? Pantas saja aku belum pernah melihatnya selama beberapa tahun ini." gumam Jimin.
"Sayang...kau masih disana Jim?" tanya mami Park karena mendengar Jimin bergumam sendiri.
"Aku masih disini mi. Kalau mami ingin reunian dengan Aunty Queen dan mama Park, aku tidak keberatan. Asalkan setelah comebackku nanti mami, mama Park dan Aunty Queen datang ke Korea. Aku tidak butuh penolakan."
"Iya Jim...mami akan segera pulang ke Korea nanti dan menemanimu jalan-jalan. Ya sudah mami harus siap-siap dulu ke kantor papimu, tadi papi minta dibawakan makan siang ke kantor. Bye Jiminie..... Mami sayang padamu." ucap mami Park.
"Bye mi....."
Jimin mematikan panggilan dari maminya dan lanjut tidur. Ingin bergelung dengan selimutnya, tiba-tiba perutnya bunyi minta diisi. Ini memang sudah lewat jam sarapan, bahkan sudah hampir jam makan siang. Jimin pun bangkit dari tempat tidur dan menuju kamar mandinya untuk membersihkan diri dan langsung sarapan. Dua puluh menit ia habiskan di kamar mandi ia pun mengenakan pakaian rumahnya, baju kaos longgar dengan celana pendek kain. Setelah selesai berpakaian ia pun menuju dapur dan membuat sarapan, lebih tepatnya sarapan plus makan siang. Sedang asik dengan sarapannya, sepasang namja memasuki apartementnya dan langsung menemuinya di dapur.
"Jim....." sapa salah satu namja itu yg tak lain adalah Chanyeol yg langsung mengecup dahi Jimin.
"Omo! Ohh Chanyeol? Baekki? Ayo sarapan dulu, ehh? Makan siang? Atau apalah itu." ucap Jimin bingung.
"Kau baru bangun Jim? Apa tidurmu nyenyak semalam?" tanya Baekyun tersenyum ramah.
"Cukup nyenyak jika mami tak menghubungiku tadi." ujar Jimin sambil mengunyah sarapannya.
"Mami menghubungimu Jim? Mama juga tadi menghubungiku. Apa mami bilang mereka batal pulang ke Korea minggu depan karena acara reunian?" tanya Chanyeol serius.
"Iya...berarti ini memang sudah mereka rencanakan Chan. Ya sudahlah tidak apa apa, toh pekerjaan papi belum selesai disana." ujar Jimin sedikit sedih.
"Jangan sedih begitu Jim. Aku dan Chanyeol akan menemanimu dalam proses comebackmu nanti. Oke?" ujar Baekyun untuk mwnghibur Jimin.
"Gomawo Baekyun-ahh" ucap Jimin tulus sambil memeluk Baekyun erat.
Setelah selesai makan, Jimin pun menemani kedua tamunya di ruang tamu sambil berbincang tidak jelas dan tertawa heboh. Jimin tidak tau apa yg terjadi kebelakangnya nanti. Semoga saja tawa dan senyum Jimin tidak luntur nantinya.
Di ruangan yg mewah terlihat namja berkulit tan tengah berfikir dan bermonolog sendirian. "Apa yg harus aku katakan? Bagaimana caranya aku menyampaikan semua ini? Kenapa harus itu syaratnya?" monolog namja itu yg tak lain adalah CEO Vantae ent Kim Taehyung.
"Arrgghhhhhhh....................."
"Shittt...!!!!"
Teriakan frustasi Taehyung sampai didengar oleh namja yg baru memasuki ruangan itu. "Ada apa hyung? Kenapa hyung terlihat frustasi?" tanya namja itu. Namja bergigi kelinci itu mendekati Taehyung dan memeluk lengan Taehyung untuk menenangkan kekasihnya itu.
"Bunny.....aku sedang bingung. Apa yg harus aku lakukan? Jujur ini pilihan yg sangat sulit untukku Kookie." ujar Taehyung yg terlihat sangat frustasi.
"Tenangkan dirimu dulu hyung, tarik nafas dan kosongkan fikiranmu sejenak. Sudah?"tanya Jungkook dan dijawab anggukan oleh Taehyung. "Sekarang ceritakan semuanya padaku hyung, mungkin saja aku bisa membantu meringankan beban fikiranmu hyung." ucap Jungkook pelan dan meyakinkan.
Setelah tenang, Taehyung menceritakan semua yg ada difikirannya pada Jungkook. Ia bercerita sambil berteriak frustasi, memukul kepalanya cukup keras dengan tangannya. Jungkook yg mendenggar cerita kekasihnya itu pun turut sedih dan bingung. Dia tidak tau harus berbuat apa, dia sangat tau bagaimana posisi kekasihnya itu. "Aku juga bingung hyung. Bagaimana kita diskusikan saja dengannya, kita beritahu dengan pelan. Bagaimana?" tanya Jungkook.
"Aku yakin dia pasti menolaknya Kookie. Iya kalau ia hanya menolak, kalau ia membunuhku aku tidak keberatan, tapi kalau ia membenciku seumur hidup. Arrgghhhhh............." fruatasi Taehyung.
"Tenangkan dulu dirimu hyung. Aku yakin ia akan mengerti, dia yg mengambil keputusan dan kau tinggal mengikutinya. Kita temui ia besok, tenangkan dulu dirimu malam ini." ucap Jungkook menenangkan kekasihnya.
Disebuah mansion mewah, seorang namja tampan tengah berkutat dengan kertas-kertas yg berserakan diatas mejanya. Sedang sibuk dengan pekerjaannya, seorang namja manis memasuki ruangannya tanpa mengetuk pintu.
"Ini sudah malam sayang, apa kau tidak lelah?" tanya namja manis yg mulai duduk didepan namja tampan itu.
"Tunggu sebentar lagi sayang, aku harus menyelesaikan ini sebelum keluargaku tiba di Korea. Eomma dan appa pasti memarahiku jika pekerjaan yg diberikan padaku tidak becus kukerjakan." ujar namja itu tanpa menghentikan kegiatannya.
"Tapi kau butuh istirahat sayang, jangan terlalu memaksakan dirimu. Eomma dan appa masih lama pulangnya, mereka sudah menghubungi tadi siang sayang." ujar namja manis itu.
"Iya sayang kau benar, aku butuh istirahat sebentar. Kau mau nemaniku istirahat Taemin?" tanya namja tampan itu.
"Tentu hyung, aku akan membuatkanmu teh hangat dulu supaya kau bisa rileks sedikit, tunggu sebentar hyung." ujar namja manis itu dan beranjak pergi keluar ruangan itu.
"Aku menunggumu di kamar kita sayang." ucap Minho namja tampan itu pada istrinya Taemin.
Tbc...........