Dalam perjalanan selanjutnya mereka hanya terus diam,tak ada kata yang terucap dari mulut mereka.Dan hingga sampainya disekolah,Bagas memarkirkan sepeda motornya.Nara melepas
helmnya,begitu juga dengan Bagas.
"Yuk masuk ra"Ucap Bagas,menaruh helmnya di motornya.
Nara mengangguk.
Mereka berjalan berdua dan berpisah saat mulai memasuki koridor.
"Gas gue sama Naya ya?"Ucap Nara
"Iya"
Kini Bagas berjalan menyusuri tangga dan koridor.Dan sampailah ia dikelasnya.Bagas bertemu dengan Akbar dan mereka mengobrol tentang Raka.
Jam istirahat tiba,seluruh murid memenuhi kantin dan lapangan luar,juga koridor tentunya.
"Gas,katanya perang sebentar lagi"Ujar Akbar
Bagas menyalakan api di rokoknya,"Emm"
"Gimana kalo misalnya tiba tiba?emang kita siap?"
Bagas mengembuskan asap rokoknya,"Sekarang gue nanya,lo sebenernya siap gak jadi anggota Death?"
"Iya dehh"
"Nitip gue kebelet"Ucap Bagas memberikan satu kotak rokoknya
Bagas pun menuruni tangga dengan terburu buru,saat ia sampai di kamar mandi pria, semua terisi penuh.Lah udahlah ke cewek aja bodo amat Pikirnya.Bagas memasuki kamar mandi pria,namun saat ia akan masuk ada Nara disana.
"Gas lo ngapain kesini?"Tanya Nara,membasuh wajahnya.
"E'eh kayaknya gue salah masuk"Keluar dari kamar mandi.
Nara pun menyusulnya,"Tumben lo lupaan?lagi mikirin apa sihh?"Tanya Nara,duduk di bangku panjang disamping Bagas.
"Gak papa kok ra,oh ya ntar ada rapat buat lomba lomba 17 an"
"Yaudah yuk ke ruangan?"Berdiri dari bangku itu.
Mereka pun berjalan berdampingan,"Ra"Panggil Bagas.
"Kenapa gas?"Menoleh kearah Bagas.
"E'engga gak jadi"
"Lo ngeliat gue mau bunuh orang ya semalem?"
"Ngeliat bagian tangan orang itu doang,pinter juga lo"
"Baru tau?"
"Iya"
"Goblok!"
Sampainya diruang Osis ternyata kursi rapat sudah terisi dengan warga kelas 12.Karna mereka tak ada pelajaran,mereka memutuskan untuk ke ruang osis dan menunggu rapat dimulai.Nara duduk dan bergosip dengan para kakak kelas ceweknya itu,sedangkan Bagas dan para lelaki bermain game online bersama. Beberapa saat kemudian,bu dwi masuk ke ruangan yang sudah terisi semua anggota itu.
"Kita mulai rapatnya ya"Ucap Bu dwi.
"Jadi apa ada saran buat lomba lomba nanti?"Lanjutnya.
"Saya bu"Ucap Nara.
"Coba jelaskan"
"Jadi nanti lomba lomba kaya biasa,terus ditambahin foto kepahlawanan,nanti tentang foto kepahlawanan itu dinilai dari jumlah like.Nanti fotonya diserahin ke osis dan nanti osis ngepost foto itu ke instagram osis bu,itu aja sih saran saya"Jelas Nara.
"Kita ambil saran Nara,ada yang nambah saran?"
Tidak ada yang menjawabnya.
"Yasudah,rapat selesai.Mulai besok kalian siapkan lomba lombanya ya"
"Baik buu"
Rapat selesai,semua anggota osis sudah pergi dari ruangan itu,terkecuali Bagas dan Nara.Nara sedang mengetik surat proposal untuk acara nanti,dan Bagas sebagai ketua menemaninya.
"Gimana sama Raka?"Tanya Bagas,yang membuat Nara seketika berhenti mengetik
"Udah ya,gue gak mau bahas itu"Jawabnya, melanjutkan mengetik
"Lo masih suka sama dia?"Tanya Bagas,lagi.
"DIEM BAGAS!!gue udah gak mau lagi nginget dia!tolonglahh gak usah bahas dia"Emosi Nara,membentak Bagas.
Bagas pun mengelus kepala Nara,"Kalo udah gak kuat lepasin aja ra,dari pada lo sakit gini"Melepaskannya
"Gak usah sok nyeramahin gue!"Ketus Nara,menatap tajam Bagas
"Gue cuma ngasih tau,karna gue gak mau ngliat lo nangis mulu"Ucap Bagas,pergi dari ruangan itu.
Bagas tak dapat menahan kencingnya lagi,ia berlari secepat kilat menuju kamar mandi.Lega. Itu yang dirasakan Bagas saat sudah mengeluarkan air kencingnya.Setelah selesai, Bagas kembali ke kelasnya,pasti dengan wajah murung.
"Ngapa lo bos?"Tanya Akbar
"Biasa"
"Lah lo mah Nara mulu"
"Anak anak udah siap kan kalo kita perang?"
"Iya udah"
Mereka terus saja berbincang mengenai perang antara Kaisar dan Kematian.Segala taktik Bagas bahas bersama Akbar,tak lama seorang mencari Bagas.
"Ngapa?"Tanya Bagas,dengan tatapan horor
Memberikan surat itu,"Dari Raka"
Bagas pun menerima surat itu dan Dimas pergi dari sekolah itu.Bagas masuk kedalam kelasnya dan mengambil tasnya.
"Kemana gas?"Tanya seorang temannya
"Basement"Jawabnya singkat,kemudian meninggalkan kelas dan sekolahnya
Saat mengendarai mobilnya,Bagas memberitahukan kepada seluruh anggota 'Death' agar berkumpul sekarang di Basement mereka.
______________________________________________
'D E A T H'
Bagas
Kumpul sekarang!
Alex
Oteweee
Akbar
Dateng juga suratnya
Chandra
Gue telat dikit bos
Bagas
Lo semua keluar sekolah jngn smpe ketauan
Akbar
Setelah lama menunggu,akhirnya wkwkwk
Billy
5 orang dari Sma tunas jaya siap meluncurr
Zidan
6 orang dari Sma Gabrayaka sudah ditempat
Alex
Enak lo tinggal jalan
Zidan
Makanya pindah sekolah lo
Adit
10 orang dari Sma Arisuma nunggu dari
tunas jaya jemput wkwk
Bagas
Bentar lagi gue nyampe
Akbar
Astofirr lo brngkt kaga ngajak gua?
kebangetan banget sih jendral satu ini
Bagas
Emosi bro,lupa gue sama lo
Akbar
Gue otw
Billy
Lagi jemput anak Arisuma jendral
Naufal
Gue sama cacing lagi dijalan
Alex
Gue udah ditempat nih,sama anak
Gabrayaka
Bagas
Yang lagi ngemudi jangan lengah
Naufal
Siap boss
______________________________________________
Akhirnya Bagas sampai diBasement nya itu,tempat yang tersembunyi dan tak ada yang tahu keberadaanya kecuali anggota geng motor itu.Bagas masuk kedalam Basement nya dan sudah terdapat siswa dari Gabrayaka dan Alex tengah duduk di sofa abu abu itu.
Ya itulah basement mereka.Dahulu saat mereka baru terbentuk,mereka bingung akan tempat persembunyian mereka.Dan pada akhirnya mereka mendapatkan sebuah ruangan rahasia yang cukup besar di Apartemen 37.Mereka membeli ruangan itu dan menjadikan Basement mereka.Didalam lemari putih itu terdapat senjata berbahaya yang biasa mereka gunakan saat berperang.
"Baru kalian?"Ucap Reiyu,duduk di sofa Abu abu gelap.
"Iya jendral"Ucap Seorang dari Sma Gabrayaka.
"Perang kok sama saudara sendiri"Ucap Alex,memperhatikan sekeliling.
"Diem aja lo sat!"Ucap Bagas,melempar bantal sofa kearah alex.
"Bgst lo gas!"
"Gimana temen lo?ada yang mau gabung gak?"Tanya Bagas
"Gak ada,tapi kalo kita diserang mereka bakalan bantu secara diem diem,kaya jadi mata mata gitu"Jawab Alex
"Pinter juga temen temen lo,bisa jadi mata mata"
"Iyalahh,siapa dulu yang ngelatihh"Ucap Alex, menyombongkan diri.
Akhirnya anggota lain pun datang,dan dimulailah rapat tentang surat itu.Sebenarnya Bagas belum membuka surat itu,namun ia tau,surat itu adalah pertanda perang. Bagas pun membuka surat itu dan Benar saja tulisan di surat itu adalah'WAR'.
"Siap kan lo semua?"Ucap Bagas,memandang semua anggotanya itu.
"Kita udah nunggu lama saat saat ini?kenapa enggak?" Ucap Billy,tersenyum sinis.
"Jam 00.00 kita udah ada ditempat"Ucap Bagas
Disahuti anggotanya dengan tersenyum miring.Kali ini, baru pertama kali bagi Alex,berperang di pihak 'Death' biasanya 'Death' selalu saja menjadi lawannya.
Kayaknya seru nih? Gumamnya tersenyum sinis.
"Lex,jangan lo ngomong sama Nara kalo kita mau nyerang"Ucap Bagas.
"Santuyy"Sahutnya.
"Senjata ada dilemari semua,jangan bawa pistol.Kali ini tema kita sebagai psikopat.Fal ada berapa pisau disini?" Ucap Bagas.
"Kira kira ada 100 buah pisau,50 yang murah 50 yang mahal.Kita pake yang mana?"Tanya Naufal balik.
"Kita pake yang murah aja"Jawab Bagas.
"Kenapa gak pake yang mahal aja?"Tanya Zidan
"Sutttt biar mereka kesiksa dulu dong"Sahut Akbar
"Bener kata Akbar"Ucap Bagas.
"Lo semua kalo mau disini aja gak papa,gue mau keluar beli minum.Ada yang mau nitip?"Tanya Bagas,berdiri dari sofa itu.
"Alkohol?"Ucap Adit
"Gak,sampe perang selesai lo semua gak boleh mabuk atau ngerokok dulu."Ucapnya kemudian pergi.
'Jika ingin berdamai dengan kaisar,cobalah kalahkan kami
🍂🍂🍂