Jangan lupa tinggalkan Vote dan Komentar gaisss💚💚
Selamat Membaca---
Keyla dan Anaknya sekarang bisa pulang kerumah setelah semalam menginap di rumah sakit, karena keyla melahirkan normal jadi hari ini keyla sudah di perbolehkan untuk pulang apalagi keadaannya sudah membaik dan anaknya pun juga, sekarang mereka berada di perjalanan untuk pulang kerumah mobil yang di bawah veron sudah memasuki pekarangan rumah Keyla.
Setelah sampai di rumah keyla turun dengan mengendong anaknya sambil tersenyum manis, dia sangat bahagia akhirnya dia sudah punya anak dan bisa melahirkan normal seperti keinginanya dulu.
"Sayang baby-nya nangis, pengen mimi paling!" Ujar maminya dengan senyum membuat keyla meganggukan kepalanya sambil membuka kaosnya dan mengeluarkan sumber makanan baby-nya.
"Dia sangat lahap sekali minumnya mih!" Ujar keyla sambil menoel noel pelan pipinya
"Itu bagus sayang, untung-nya asi kamu nggak perlu di pompa banyak yang keluar, jadi baby-nya nggak usa dikasih susu formula agar baby sehat" Kata maminya sambil memberikan air mineral kepada keyla.
"Iya mami"
"Oh iya, apa kamu sudah mendapatkan nama untuk si babynya?" Tanya maminya sambil tersenyum manis
"Sudah mih, keyla kasih nama dia baby Kennan Dwi Putra Wirajendra" Ujar keyla antusias dan membuat maminya mengerutkan kening kenapa keyla memakai marga Wirajendra bukan wijaya saja.
"Kenapa kamu pakai marga ayah-nya? Kenapa nggak pakai wijaya seperti kata papi?" Tanya maminya membuat keyla tersenyum
"Memangnya kenapa mih? Dia berhak memakai marga ayahnya. Kalau dia sudah besar dan dia tanya kemana ayahnya keyla harus jawab apa? Dan ini kan anaknya keyla bukan adiknya keyla yang harus samaan marga kek keyla!" Ujar keyla sendu.
"Kamu benar juga sayang, oh lihat keyla dia sudah tidur" Kata maminya mengalihkan pembicaraan
Sontak saja keyla menundukan kepalanya.melihat anaknya yanh tertidur tapi mulutnya masih di pu*ing keyla.
"Cepat banget sih tidurnya sayang?" Gemas keyla dan mencium pipi anaknya kemudian mengangkat baby ken dan menaruhnya di boks bayi, kemudian keyla keluar kamar untuk makan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah 3 jam lebih rafa menatap rumah keyla dari dalam mobil dirinya masih enggan untuk menampakan diri didepan keyla maupun orang tuanya apalagi disana ada veron, rafa sebenarnya ingin turun dan melihat bagaimana wajah anaknya apakah duplikat-nya sewaktu kecil atau duplikat-nya keyla. Fikirnya sambil tersenyum rafa menstalk akun Instagamnya keyla tapi dia belum mempost wajah anaknya membuat rafa sangat penasaran, apa ia turun saja fikirnya berkecamuk. Kalau saja dia tidak diberi izin untuk melihat wajah anaknya okelah rafa akan mengugat keluarga Wijaya.
Dering telepon rafa berbunyi dia langsung mengangkat ternyata yang meneleponnya itu adalah Daddynya tidak biasanya daddy menelepon rafa jika itu bukan hal penting.
"Assalamualaikum dad" Sapa rafa saat panggilan teleponnya tersambung.
"Wa'alaikumsalam, kamu dimana nak?"
"Rafa dijalan dad, memangnya kenapa?" Tanya rafa sambil mengerutkan keningnya
"Bisakah kamu ke kantor sekarang? Ada hal penting yang mau daddy bicarakan denganmu!" Suara tegas membuat rafa semakin binggung.
"Baik dad, rafa kesana sekarang!"
"Oke daddy tunggu kedatanganmu!"
Tuttt
Rafa memegang iphonenya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, kenapa daddynya meneleponnya apa yang akan dibicarakan daddynya, kemudian rafa menancapkan mobil sportnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
*Skip
Sesampainya di kantor rafa memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus untuk keluarga Wirajendra kemudian melangkahkan kakinya memasuki kantor daddynya, rafa memasang wajah datar dan aura dinginya kentara sekali para pegawai yang melihat rafa pun langsung menundukan kepalanya dan menyapa calon pewaris Wirajendra's Group.
"Ada apa daddy memanggil rafa kesini?" Tanya rafa to the point membuat daddynya terkekeh geli.
"Apakah kau kenal dengan namanya Keyla Friensisca Wijaya?" Kata daddynya dengan suara tegas dan dingin membuat rafa melotot kenapa daddynya kenal dengan Keyla jantung rafa maraton keringat dingin mulai bercucuran
"Ke-kenal dad" Ujar rafa terbata bata
"Apa yang sedang kau sembunyikan rafael wirajendra? Apakah ada yang mau kamu sampaikan hmm?!"
Rafa semakin tak nyaman karena tatapan tajam daddynya.
"Maaf dad!"
Alex berjalan menghampiri rafa dan memukulnya
Bugh
Bugh
Bugh
Rafa sudah terkapar tak berdaya sebenarnya dia bisa saja melawan daddynya tapi ini memang sudah kesalahannya.
"DADDY TIDAK PERNAH MENGAJARKANMU SEPERTI ITU RAFA! RAFA YANG DADDY KENAL TIDAK BEGITU!" Bentak Andreas murka pada anak semata wayang-nya itu.
"Maaf dad maaf, ra-rafa khilaf waktu itu!" Ujar rafa sambil memegang kaki daddynya.
"DASAR ANAK KURANG AJAR! DADDY MENDIDIKMU DENGAN SANGAT BAIK RAFA!" Bentak daddynya sekali lagi membuat rafa menunduk saja.
Bahkan dia tidak sanggup untuk melihat wajah daddynya yang sedang di kuasai amarah.
"Da-daddy se-sekarang keyla sudah melahirkan, anak rafa laki-laki dad dan sekarang daddy sudah menjadi Opa!" Ujar rafa menyeka darah yang keluar dari mulutnya saking tidak percaya sekarang dia sudah menjadi Opa
Andreas terduduk di sofa sambil memijit pelipisnya dengan pandangan lurus menatap rafa yang sedang terduduk di lantai.
"Kapan dia melahirkan?"
Rafa mendongkakan kepalanya dan menatap daddynya dengan senyum tipis
"Kemarin keyla melahirkan dad, sekarang dia sudah pulang ke rumahnya. Sebenarnya rafa ingin sekali melihat wajah anak rafa ta-tapi rafa tidak diperbolehkan untuk ketemu sama keyla dan anak rafa" Ujar rafa dengan mata berkaca-kaca membuat daddynya meringis menatap anaknya dengan tatapan iba.
"Apa kamu masih mencintainya?"
"Sangat rafa sangat mencintai keyla" Ujar rafa sambil tersenyum
"Baiklah daddy bisa bantu kamu bersama dengan keyla" Ujar daddynya menenangkan rafa
"Ta-tapi dad kata papinya keyla dia sudah menjodohkan keyla dengan anak teman bisnisnya!" Lirih rafa membuat daddynya menatap binggung ke arah rafa.
"Terus kamu akan membiarkan anak kamu memanggil orang lain dengan sebutan Papa gitu!" Kata daddynya dengan senyum mengejek membuat rafa menatap tajam ke arah daddynya.
"Nggak!" Tegas rafa sambil mengepalkan tangannya membuat daddynya tertawa renyah.
"Daddy akan membantumu bersama keyla, jika kamu mau menjadi CEO menggantikan daddy!" Ucap enteng daddynya
"Ta-tapi" Ucapan rafa langsung di potong oleh Andreas
"Mau atau tidak!" Tegas daddynya
"Rafa mau dad!" Ujar rafa cepat dan daddynya tersenyum kemudian memeluk rafa dan dibalas oleh rafa.
"Demi keyla dan anakku!" Batin rafa
TBC-
BAGAIMANA DENGAN PART INI BAGUS NGGAK? JANGAN LUPA VOMENTNYA GENGSSSSS INI UDAH MAU DEKAT DEKAT KONFLIKNYA LOHH🙈🙈
BANYAK YANG MASIH SILENT READERS DASAR NGGAK NGEHARGAI KARYA ORANG LAIN😏
PART SELANJUTNYA AKAN AKU PRIVATE HANYA YANG MENGIKUTIKU SAJA YANG BISA MEMBACA, UNTUK KALIAN YANG NGGAK FOLLOW AKUN INI NGGAK BISA BACA.
NGGAK MAU PRIVATE CERITA SEBENARNYA TAPI AKU KESAL KARENA BANYAK YANG ENGGAK MENGHARGAI KARYA AKU UDAH ITU SAJA😕😕
UNTUK READERS SEJATIKU TERIMA KASIH BANYAK SEMOGA KALIAN CEPAT DAPET JODOH💚!