Secret Love JENKAI

By tiyaniee

169K 12.5K 1K

Bagaimana jika orang yang selama ini kau kagumi, orang yang selalu kau perhatikan secara diam-diam bahkan seb... More

KIM JENNIE
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5 (flashback)
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22.
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33

Chapter 23

3.7K 312 46
By tiyaniee


Aku mau tanya donk, kalian lebih suka aku sering update tapi ceritanya pendek atau
Aku updatenya lamaaa tapi ceritanya panjang??

Dan gimana pendapat kalian tentang feel cerita ini?
Karena jujur aku kadang masih tidak percaya diri, kalau ga dapet feelnya.. T_T

Happy new years para bucin jenkai...

Happy anniversary untuk pasangan satu januari kitaaa....

Selamat membaca ❤️❤️❤️


"Kenapa Disneysea?"

Jongin mengira jika Jennie akan memilih pergi ditempat-tempat romantis yang ada di Jepang. Tetapi gadis itu justru memilih disneysea, salah satu taman hiburan di Jepang.

Gadis itu mengedikkan bahunya sebelum menjawab pertanyaannya, "mungkin akan sangat menyenangkan menghabiskan waktu seharian disana."

Senyum gadis itu masih tetap terukir diwajahnya membuat Jongin tak bosan-bosan menatapnya sedari tadi.

"Bukankah seharusnya Kai sunbae beristirahat, tadi kan baru saja perform. Pasti sangat lelah."

"Entahlah, lelahku tiba-tiba saja menghilang."

"Bagaimana bisa?" Tanya Jennie seraya menoleh kearah Jongin.

"Aku juga tidak tahu," Jongin kemudian melanjutkan didalam hatinya, "tentu saja itu karena bertemu denganmu."

"Dan kenapa kau menyendiri disini, apalagi ini juga sudah lewat tengah malam."

Mendengar ucapan Jongin, gadis itu kemudian menengadahkan kepalanya, menatap langit yang gelap, "hanya menikmati suasana disini saja." Jennie menghela nafasnya panjang, gadis itu seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Disini aku bisa melihat langit dengan sangat jelas."

"Apa yang kau suka dari langit?" Jongin ikut menengadahkan kepalanya.

"Lebih tepatnya aku sangat menyukai awan. Meski disaat malam hari awan akan tetap terlihat gelap."

"Awan?Wae?"

Jennie menarik kedua ujung bibirnya, menampilkan senyuman yang akan membuat orang lain ikut tersenyum ketika melihatnya.

"Awan itu seperti obat penenang untukku. Akan sangat menyenangkan ketika melihatnya. Meskipun bentuknya yang berubah-ubah dan juga warnanya yang kadang berubah mengikuti warna langit. Dan itu terlihat sangat indah."

Jongin kembali tertegun dengan jawaban dari Jennie, ia sempat berfikir jika Jennie akan menjawab dengan filosofi-filosofi yang rumit, yang mungkin akan membuat kepalanya pusing ketika mendengarnya. Tetapi gadis itu justru memberikan jawaban yang sangat sederhana.

Meski dari luar terlihat fashionable dan elegan tetapi ternyata Jennie memiliki pemikiran yang sederhana dan tidak mudah ditebak. Mungkin jika Jongin menanyakan hal serupa pada gadis lain, ia akan mendapat jawabanan yang jelas-jelas untuk menarik perhatiannya.

Dan mengetahui fakta tersebut, Jongin semakin tidak sabar untuk memilikinya sebagai kekasih.
Karena Jongin yakin jika banyak pria yang juga mendekati gadis tersebut.

"Sebaiknya kita kembali ke kamar, sepertinya juga sudah hampir pagi. Kau juga harus menyiapkan tenaga untuk penampilanmu besok."

Jongin menahan tangannya untuk tidak merapikan anak rambut yang menempel di wajah gadis itu karena keluar dari ikatan.

"Baiklah." Gadis itu menurut dan mereka melangkah bersama menuju lift.

"Kamarmu ada dilantai berapa?" Tanya Jongin setelah mereka masuk ke dalam ruang besi tersebut.

"Sepuluh."

Pria itu kemudian menekan angka 10, "kamarku juga berada dilantai 10."

Sesungguhnya Jongin masih ingin berlama-lama dengannya kalau tidak mengingat gadis itu akan tampil bersama groupnya besok sore.
Karena setiap bersama Jennie, ia merasa sangat bahagia dan Jongin belum pernah merasakannya selama ini.

Pintu lift terbuka ketika berada di lantai 10, dan mereka keluar dari ruang besi tersebut.
Jongin mengantarkan Jennie sampai di depan pintu kamarnya.

"Kalau aku tidak mengganggumu, kau mau kan kembali menerima teleponku dan membalas pesanku."

Gadis itu berfikir cukup lama hingga kemudian menganggukan kepalanya, "nde, aku akan melakukannya."

Mendengar jawaban dari gadis itu, Jongin tak bisa lagi menyembunyikan rasa senangnya. Ia pun tersenyum lebar.

"Aku juga akan kembali ke kamarku."

Gadis itu kembali mengangguk dan melepaskan hoodie Jongin yang masih melekat ditubuhnya, "Gomawo." Ucapnya dengan malu-malu seraya menyerahkan hoodie tersebut.

Melihat hal itu, Jongin kembali menahan tangannya untuk tidak mengusap kepala gadis sebelum dirinya pergi, yang dilakukannya justru sedikit membungkukan badannya. Dan gadis itu membalas melakukan hal serupa.

Ketika dirasa sudah mencapai sepuluh langkah dari kamar Jennie, Ia pun menoleh, mengira jika Jennie sudah masuk kedalam kamarnya, tetapi gadis itu belum juga beranjak masih berdiri ditempatnya tadi.

"Kuharap di lain waktu kita bisa lebih lama untuk mengobrol seperti tadi." Ucap Jongin sedikit keras dan melemparkan senyuman manisnya.

Jennie hanya tersenyum sembari mengangguk dan kemudian masuk ke dalam kamarnya.
Melihat hal itu, tanpa sadar Jongin melompat dan tertawa bahagia.

Dan begitu masuk ke dalam kamarnya, Jongin langsung mengambil ponselnya dan kemudian mengetikan pesan untuk main rapper Blackpink tersebut.

To. Jennie

Terima kasih, malam ini telah mengijinkanku untuk mengenalmu lebih dekat.

Selamat malam, semoga mimpi indah.

Dengan jantung yang berdebar kencang, Jongin menunggu balasan pesan dari Jennie.
Ia kembali melihat pesannya yang sudah dibaca oleh gadis itu.

Jongin memang dengan sengaja mengirim pesan seperti itu, agar terlihat jelas jika ia sedang medekati gadis tersebut.

Mendengar bunyi notifikasi dari ponselnya, dengan cepat dancing machine EXO itu langsung membuka balasan pesan dari Jennie.

Jennie:

Nde,

Jaljayo Kai sunbae.

Meski hanya balasan singkat dari gadis itu tetapi sudah memberikan efek yang luar biasa untuk Jongin.
Ah, sepertinya malam ini ia akan tidur dengan nyenyak.

🐻❤️🐻

Pagi itu Jennie bersama anggota Blackpink lainya dan juga para staf bersiap sarapan di restauran yang berada di hotel.
Mereka menempati meja yang berbeda dengan para manager dan staff.

Beberapa kali, gadis yang pernah tinggal di New Zealand itu menguap dan berusaha menahan kantuknya. Ia merasa baru tidur sebentar saat Jisoo membangunkannya tadi.

"Minumlah ini eonni, mungkin bisa mengurangi kantukmu."

Lisa, maknae Blackpink tersebut menyodorkan gelas yang berisi coklat panas dihadapan Jennie.

"Gomawo Lisa-ya." Ucapnya sembari mengangkat gelas tersebut dan kemudian meneguknya sedikit demi sedikit.

"Apa setelah ini kita langsung rehearsal?"

Chaeyoung, gadis yang sedari tadi diam menikmati makanannya itu membuka suara.
Bukan rahasia lagi jika main vocal Blackpink tersebut akan bersikap tenang jika bertemu makanan.

"Nde, seperti yang manager oppa katakan tadi." Jawab Jisoo.

Jennie kembali menguap, rasanya kantuknya tidak berkurang meski ia sudah menghabiskan setengah gelas coklat panas.

"Seharusnya eonni minum coffee. Mau kupesankan."

Jennie menggeleng, "tidak usah Lisa."

"Memangnya kau semalam tidur jam berapa?" Tanya Jisoo yang melihat wajah Jennie yang lesu. Meski sekamar tetapi semalam ia tidur lebih dulu, jadi tidak tahu apa yang terjadi dengan gadis itu.

"Aku juga tidak tahu eonni, sudahlah tak apa aku masih bisa menahannya. Kalian tenang saja."

Keempat gadis tersebut kembali menikmati sarapan sembari membicarakan semua persiapan untuk penampilan nanti sore.

Hingga rombongan pria masuk ke dalam restoran yang langsung mengalihkan perhatian mereka.

"Kupikir, EXO sunbaenim akan langsung kembali ke Seoul." Ucap Jisoo setelah membalas sapaan senyuman yang diberika oleh beberapa anggota EXO.

Boy group yang cukup terkenal tidak hanya di Korea itu memilih meja yang tidak jauh dari meja yang ditempati Blackpink.

Dan dari tempatnya saat ini, Jennie dapat melihat dengan jelas pria yang bersamanya semalam.

Jongin terlihat melemparkan senyuman padanya yang langsung membuat jantunganya bekerja tidak normal.

Melihatnya, Jennie kembali teringat dengan pesan yang telah dikirim oleh pria itu semalam.
Bukannya ia tidak mengerti dengan makna yang tersirat dari pesan tersebut tetapi entahlah, ia hanya tidak ingin terlalu percaya diri.

"Kaja Jennie-ya."

Panggilan dari member tertua Blackpink itu sontak saja membuatnya terkejut. Dan ternyata hanya dirinya dan Jisoo yang masih berada ditempat tersebut. Sedangkan Chaeyoung dan Lisa sudah melangkah mengikuti rombongan manager untuk keluar dari restauran.

Dengan terburu-buru Jisoo dan juga Jennie bangkit dari duduknya. Tetapi saat akan keluar, mereka musti melewati samping meja yang ditempati EXO.

Dengan jantung yang berdetak kencang ia dan Jisoo membungkukan badannya pada boy group asal SM Entertaiment itu.
Dan akhirnya Jennie bisa bernafas dengan lega ketika sudah melewati rombongan pria yang sudah memporak poranda hati dan pikiranmya.

Tbc.






Continue Reading

You'll Also Like

204K 18.5K 93
[18+] "Caraku merekam hidup, merupakan proses terindah yang tidak pernah dapat terbayangkan oleh logika manusia lainnya"
248K 14.5K 31
•Sequel dari Overprotective• Biar kalian paham sama cerita ini disarankan buat baca cerita yang overprotective
30.3K 1.5K 20
- IDOL LIFE - Jangan pernah percaya dengan kata, "Aku juga pernah mengalaminya jadi aku tahu rasanya seperti apa, kami akan selalu di sini untuk men...
Wattpad App - Unlock exclusive features