Happy Reading!
"Tapi bakal lebih sejuk lagi kalau gue selalu lihat senyum manis lo setiap hari"
-Riendra Gabriel Andito-
🐨🐨🐨
"Yah, kalau cinta mah berjuang bareng. Nggak adil dong kalau cuman 1 pihak yang berjuang. Orang Nabi Adam sama Siti Hawa waktu dipisahin sama Allah, mereka berdua berjuang tuh buat kembali bersatu. Nggak ada ceritanya Nabi Adam berjuang dan Siti Hawa rebahan" lanjut Riesya.
1 detik kemudian Kinan dan Nesya tertawa terbahak-bahak.
"Njirr.. Kata-kata lo, Sya. Ngakak sumpah" ujar Kinan di sela tawa nya.
"Riesya adalah cendekiawan" timpal Nesya menirukan salah satu iklan di tv.
"Apanya yang lucu cobak" ucap Riesya bingung.
"Ah lupakan" timpal Nesya.
Ketika tengah asik berbincang, tiba-tiba Rizki, ketua kelas Riesya datang sambil ber koar-koar.
"Oiii... Dengerin sini. Woy diem semuaa" teriak Rizki menggelegar di kelas.
"Ehmm.. Ehm.. Jadi gaes, minggu depan kita bakalan kemah di puncak. Diharapkan semua siswa ikut serta karna ini acara kepramukaan." setelah Rizki menyelesaikan ucapannya banyak sekali yang angkat tangan untuk bertanya.
"Ki, kita berangkat nya sendiri-sendiri apa gimana?" tanya Roy.
"Oh iya. Kita berangkat bareng-bareng dari sini ya. Jadi jam 7 pagi kalian udah harus nyampek disini. Buat konsumsi dan transportasi ntar di urus anak osis. Ada yang tanya lagi?" jawab Rizki.
"Kita nyediain tenda sendiri apa gimana, Riz?" kini giliran Amanda yang bertanya.
"Tenda di sediain anak pramuka. Kita berangkat bawa nyawa doang pokoknya. Eh sama barang-barang pribadi juga deng" ujar Rizki dengan kekehan di akhir kalimat.
"Riz, pesertanya semua siswa apa gimana?" tanya Kinan.
"Peserta nya kelas 11 doang gaes. Buat alasan nya gua nggak tau, hehe" jawab Rizki.
Setelah dirasa sudah cukup memberikan informasi, Rizki pun menuju ke tempat duduk nya.
Lagi-lagi kelas Riesya tidak ada pelajaran. Mungkin guru nya bosen ya ke kelas Riesya.
Waktu ini pun di manfaatkan anak kelas Riesya untuk membahas acara kemah minggu depan.
🐨🐨🐨
Hari ini, siswa kelas 11 SMA NUSA BANGSA akan mengadakan kemah di puncak.
Riesya dkk sudah siap sedia di SMA. Waktu sudah menunjukkan pukul 6.58 tapi bis masih belum nampak.
Banyak siswa mulai resah dan menyalahkan anak osis karna kurang tanggung jawab.
Hingga selang beberapa menit bis pun datang, semua siswa mulai masuk ke dalam bis.
1 bis diisi 1 kelas. Riesya mulai mencari Kinan untuk duduk di sebelahnya, jika tidak maka... Ah jangan di pikirkan.
"Loh, Nan. Kok lo sama Raihan sih" kesal Riesya ketika melihat Kinan sudah duduk di sebelah Raihan.
"Lah, Sya. Gue pikir lo udah sama yang lain" jawab Kinan merasa bersalah.
"Ah lu nggak asik, Nan" ujar Riesya cemberut. Lalu ada seseorang yang menarik tangan Riesya.
"Sini aja sama gue. Gue ngggak mau lo nggak punya temen duduk" ujar Gabriel.
Yap, yang menarik Riesya adalah Gabriel.
Seakan dibungkam dengan banyak lakban, Riesya hanya diam dan menurut. Tak ada penolakan sama sekali, entahlah.
Bis mulai melaju, banyak siswa-siswi yang mulai menyalakan lagu dan nyanyi-nyanyi bersama.
Riesya menatap jalanan dari jendela sembari mendengarkan ocehan teman-teman nya.
"Sya..." tegur Gabriel tanpa menatap Riesya.
Riesya menolehkan wajahnya ke arah Gabriel sembari bergumam.
"Gue pengen ntar pas di puncak bakalan jadi hari bersejarah kita. Dan gue bakalan jadi in lo cewek paling bahagia" ujar Gabriel ambigu.
Riesya mengernyitkan dahi nya. 'Hari bersejarah? Cewek paling bahagia?' Terdengar seperti misteri besar.
"Maksut lo?" tanya Riesya.
Sedangkan pertanyaan Riesya tadi hanya dibalas senyum manis oleh Gabriel.
"Izinin gue milikin lo, Sya. Sebelum orang itu nyakitin lo, dan jangan sampai orang itu bisa nyentuh lo" gumam Gabriel dalam hati sambil melirik Riesya yang berada di sebelahnya.
🐨🐨🐨
"Woy minta air dong" cecar Nichol pada Desya.
Desya menghela nafas lelah.
"Apaan sih badak?! Gak bisa apa lo bikin gue tenang sehari aja?" ujar Desya kesal.
"Woy macan. Gue minta air, bukan minta di bacotin" jawab Nichol dengan tampang watados nya.
"Ngajakin perang nih manusia"
"Heh.. Lo pikir gue warung gitu lo mintain minum? " sakras Desya menggebu.
"Gue suka deh tampang lo kek gini, lucu!"
"Heh... Lo kan yang duduknya paling deket dari bangku gue. Ya gue minta lo lah" timpal Nichol tak mau kalah.
"Lo kok ngeselin sih"
"Gue nggak ngajak ribut ya, gue cuman minta air" ujar Nichol lagi.
"Eh bangsat. Lo berdua bisa diem nggak sih? Ngantuk gue. Lo berdua berisik lagi gue turunin kalian" timpal Ando kesal.
"Bodo amat woy.. Gue mau tidur" pungkas Desya dan menutup wajah nya dengan jaket yang ia bawa, lalu ia menyenderkan kepala nya ke pundak Nesya.
Nichol yang merasa diabaikan pun iseng ingin mengerjai Desya.
Tiba-tiba ponsel Desya berbunyi tanda ada notifikasi whatsapp.
Agra Nicholas Ganteng💙
P
P
Ciee ngambek
Oiya, nama kontak gue nggak usah di rubah😂
Setelah Desya membaca pesan yang masuk, Desya mengernyit dan menatap layar ponsel nya jijik.
Desya berpikir keras, bagaimana si badak afrika itu bisa mendapatkan nomer nya, bahkan men-save nomer dirinya di ponsel Desya.
Ah ya, Desya ingat. Di cafe waktu mereka kerja kelompok beberapa hari lalu. Desya baru ingat. Ia segera membalas pesan Nichol.
Jijik anjirr!
Gue hapus kontak lu!
Agra Nicholas Ganteng💙
Eh awas ya lu hapus kontak gue.
Gue bakal gangguin lo terus.
Setelah Desya membaca pesan itu, ia hanya menatap malas layar ponsel nya dan kembali memejamkan mata.
Malas berurusan dengan manusia kurang kerjaan macam Agra.
Entah kenapa, Desya lebih suka memanggil ia dengan nama Agra daripada Nichol. Yang jelas, Desya kini sangat kesal dengan makhluk pindahan itu.
🐨🐨🐨
Setelah 2 jam menempuh perjalanan, kini Siswa kelas 11 SMA NUSA BANGSA sudah sampai di tempat tujuan. Puncak.
Riesya keluar dari bis dan menghirup udara sebanyak-banyaknya. Seperti orang yang tak pernah bernafas.
"Cobak di Jakarta udara kek gini" gumam Riesya.
"Udara nya sejuk kan?" ucap Gabriel di belakang Riesya yang sedikit membuat Riesya terkejut.
"Iya" jawab Riesya polos.
"Tapi bakal lebih sejuk lagi kalau gue selalu lihat senyum manis lo setiap hari"
Damn! Blush! Sembunyikan pipi Riesya sekarang, tolong!
"Apa ini bagian dari rencana yang lo ucapin, Gab?" tanya Riesya pada diri sendiri.
Dari kejauhan Desya meneriakkan nama Riesya yang langsung membuat Riesya kembali ke dunia nyata.
"Syaa!! Cepet sini!" teriak Desya.
Riesya mengangguk lalu segera berlari menyusul teman-temannya.
Percayalah, jika Riesya tadi tetap bersama Gabriel, bisa di pastikan Riesya gagal jantung karna ya jantungnya ituloh, gak bisa santuy kalau detak.
"Eh ada Jen" ujar Riesya ketika sampai pada teman-teman nya.
"Iya dong. Kita Q-time disini." timpal Kinan.
"Kita satu tenda ber lima?" tanya Riesya lagi.
"Nggak lah. Ntar lo satu tenda sama Desya, Nesya" ujar Jen yang hanya di balas oh saja oleh Riesya.
Ketika Riesya dkk sudah selesai mendirikan tenda, terdengar suara pak Hasan yang mengintrupsikan semua siswa untuk berkumpul.
"Baiklah anak-anak. Hari ini kita mengadakan perkemahan. Acara ini tak luput oleh kegiatan kepramukaan tentunya, jadi tolong semua Osis dan Dewan Ambalan yang bertugas melaksanakan kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Dan anak-anak, sekarang kalian boleh istirahat dulu sejenak. Nanti pukul 10.30 kalian sudah harus berkumpul disini lagi untuk melaksanakan jelajah. Sampai sini paham semua? " ujar pak Hasan panjang lebar dengan kalimat pertanyaan di akhir ucapannya.
"Mengerti pak" jawab semua siswa serempak.
Setelah di bubarkan semua siswa mulai membereskan tendanya, menaruh barang bawaan dan melakukan kegiatan-kegiatan yang lain.
🐨🐨🐨
Kini saatnya semua siswa melaksanakan jelajah. Setiap kelas di bentuk menjadi kelompok-kelompok dengan 1 kelompok terdiri dari 5 orang.
Berdasarkan pembagian kelompok, Desya, Nesya, Riesya, Nichol, dan Gabriel satu kelompok.
Semua siswa mulai berjalan memasuki hutan tentunya dengan instruksi Dewan Ambalan.
"Oi pos 1 nya dimana cobak" ujar Riesya jenuh karna sedari tadi tidak menemukan pos 1.
"Tuh kayaknya" tunjuk Nesya pada 1 pohon yang di bawahnya berdiri beberapa anak DA (Dewan Ambalan).
"Jen... Kenapa sih naruh pos 1 nya jauh banget. Capek gue" ujar Desya ketika mendapati Jen di pos 1.
"Hehe... Biar berasa berjuang sendiri itu capek" jawab Jen.
"Bucin tau nggak Jen" cecar Riesya.
Jen memang salah satu anggota DA. Jadi tak heran jika ia ikut menjadi panitia. Jen pun memberikan bendera pertama pada kelompok Riesya dkk.
Tugas jelajah mereka adalah untuk mengumpulkan 5 bendera.
Setelah mendapatkan bendera ketiga, Desya pamit pada teman-teman nya untuk ke toilet.
"Eh. Gue ke belakang dulu ya, kebelet nih" ujar Desya.
Lalu ia segera berlari setelah mendapat persetujuan dari yang lain.
Sembari menunggu Desya mereka beristirahat di bawah pohon besar yang sangat rindang. Sudah 30 menit namun tak ada tanda-tanda Desya kembali.
"Desya kok lama ya. Apa jangan-jangan nyasar?" tanya Nesya sedikit panik.
"Tenang, Nes. Cobak lo telfon mungkin bisa" saran Riesya.
"Nggak bisa, Sya. Nggak ada sinyal" ujar Nesya makin panik.
"Sya, gimana dong? Kalau Desya kesasar gimana?" ujar Nesya lagi.
"Kenapa?" tanya Gabriel.
"Desya nggak balik-balik. Kita takut dia nyasar." ujar Riesya menimpali.
"Yaudah kita cari bareng-bareng. Sambil nyari bendera juga, mungkin kan Desya udah di tampat tenda" ujar Nichol.
Mereka pun melanjutkan perjalanan. Hingga mereka sampai di tempat pendirian tenda dan mulai mencari Desya.
"Desya..." teriak Nesya.
"Des.. Lo dimanaa?" kini Riesya yang berteriak.
"Sya, gimana? Desya nggak ada disini" ujar Nesya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Tenang-tenang. Desya pasti ketemu" ucap Riesya lalu menepuk bahu Nesya pelan.
"Gimana Desya?" tanya nichol.
Tak bisa dipungkiri, Nichol merasa khawatir atas kehilangan Desya.
"Belum ketemu, Nick" ujar Nesya. Kini air mata nya mulai meluncur.
"Gue cari dia dulu" ucap Nichol lalu berlari memasuki hutan.
Kini hari sudah semakin sore. Nichol masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan Desya sama sekali.
"Desyaaa..!" teriak Nichol sembari terus menyusuri hutan.
"Macan kutub. Lo dimana sih" gumam Nichol mengacak rambutnya frustasi.
Nichol mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru. Ia menyipitkan matanya ketika menangkap sesosok perempuan yang tak jauh dari nya.
"Desyaa!!!"
🐨🐨🐨
Hae.. Hae..
Gimana? Coba tebak Desya kenapa? Terus kira-kira Nichol bakal jadian sama Desya nggak?
Vomment ya jangan lupaa💜. Hargai aku yang nulis tengah malem kek gini dong😂 jangan cuma ngehargain doi padahal doi merjuangin yang lain. *ups
Kok aku ngerasa nya sekarang tokoh utama nya Desya ya? Kalian ngerasa gimana? Dan maunya next part tetap membahas Desya apa memperjelas hubungan Riesya? Komen dah di bawah😉
Lagi-lagi belum biaa 2000 word😢 maafkan ya, mata nya udah nggak bisa diajak kompromi. Ntar pasti ku kasih 2000 word, stay tuned aja😂
Ah udah ah, kebanyakan bcd😂 vomment woy vomment! See you next part😙 Salam sayang...
~Author Amatiran💜