Hari ini adalah hari Minggu,Ken pun berlari pagi hingga ketaman kota.Setelah lelah berlari Ken pun menepi dan membeli minuman disalah satu pedagang,Ken mengambil ponsel yang ada disakunya lalu melihat lihat instagram.Saat sedang asik melihat lohat instagram tiba tiba seseorang menepuk pundaknya.
"Ken.."Panggil orang tersebut sambil menepuk pundaknya.Ken pun menoleh dan ternyata itu adalah Alana."Kamu ngapaim disini?"Tanya Alana.
"Bersemedi,"Asal Ken. "Udah tau olahraga pake nanya lagi"Sambung Ken.
Alana yang mendengar ucapan Ken pun mengercutkan bibir."Ishh kan cuma nanya doang sewot amat sih pak"sewot Alana kemudian duduk di sebelah Ken.Ken yang melihat Alana duduk disampingnya pun bertanya"Ngapain lo disitu?"Tanya Ken.
"Berak!" Sewot Alana."Ya duduk lah bambang"sambungnya."Oh...yaudah gue balik duluan ya bye" Ken pun bangkit dari duduknya.
"Eh..eh...tunggu,aku bareng ya Ken"Pinta Alana.
"Gak! Lo pulang sendiri"tolak Ken.
"Ishh Jahat banget sih!" Grutu Alana."Awas ya nantai Lana bilangin Ken ke Ayah Yudha biar di omelin wle" Ledek Alana."Aduin aja gue gak takut"Tantang Ken.Alana yang mendengarnya pun kesal.
Ken memasuki mobilnya dan menyalakan Mesin Mobilnya saat keluar dari parkiran matanya melihat Alana seperti di tarik paksa oleh seseorang.
♤♤♤♤♤
Setelah Ken pergi Alana pun berjalan pergi,saat sedang bermain hp tiba tiba ada yang menarik tangannya.Alana pun tersentak kaget "Ihhh lepasin lo tuh apa apaan sih main tarik tangan gue aja!emang lo kira ga sakit apa!" omel Alana pada cowok dihadapannya ini.
"Bacot! Bisa diem gak sih? Mending lo ikut sama gue sekarang"Bentak Cowok itu lalu menarik tangan Alana.
"Ihhh gue gak mau ikut sama lo Steve,lo jahat" brontak Alana supaya Steve melepaskan tanganya.Namun nihil tenaga Steve lebih besar dari Alana,Alana berharap sekarang kalo Ken datang menolongnya.
Ken yang melihat Alana ditarik paksa oleh seseorang pun terlihat Acuh,tapi dia tidak bisa melihat Alana diperlakukan seperti itu.Ken pun turun dan menghampiri Alana lalu menarik cowok tersebut supaya melepaskan Alana.
"Lepasin tangan lo dari dia!" Titah Ken dengan suara dingin.Steve yang tidak terima pun mendorong Ken.
"Lo siapa?gak usah ikut campur urusan gue sama nih cewek dia tuh cewek gue!"Ucapnya dengan suara meninggi.
"Ck!...cewek lo?bahkan dia itu tunangan gue" Ken tersenyum miring.
"Gak usah ngaku ngaku deh lo! Dia tuh cewek gue,bahkan dia cinta banget sama gue" ucap Steve dengan PDnya.Ken pun mengangkat tangannya dan mengambil tangan kiri Alana lalu menunjukkan cincin mereka"See? Lo bisa liat kan..ini cincin pertunangan gue."
Steve yang melihat cincin tersebut pun marah dan mendorong Ken."Oh jadi selama ini lo selingkuh sama dia di belakang gue!"bentak Steve dan menunjuk wajah Alana."Gak usah nuduh gue dah lo! Bahkan gue sama lo ga pernah punya hubungan apa pun! Kan lo sendiri yang terobsesi sama gue!" Balas Alana.
Ken yang mendengar penuturan Alana pun tersenyum miring."Ck! Makanya gak usah sok ngaku ngaku deh...mending sono gih lo cari cewek di kelab"Ucap Ken.Steve yang tidak terima pun menonjok Wajah Ken hingga Ken terjatuh karena belum punya persiapan.
Ken segera bangkit dan membalas pukulan Steve "Brengsek! lo main nyerang gue aja"pukul Ken hingga bibir steve pun robek.Terjadilah adu jotos antara keduanya,Alana yang melihat pun panik dan kaget karena melihat keduanya berantem dihadapanya.
"KEN! STEVE UDAH CUKUP!" Teriak Alana untuk melerai Keduanya.Persetan dengan segalanya Ken mengacuhkan teriakan tersebut dan terus memukul Steve begitu juga sebaliknya."KEN UDAH! JANGAN SAKITIN DIRI KAMU LAGI!" Alana kembali berteriak.
"Ken tolong udah"Alana pun tiba tiba merasakan sakit didadanya lalau mencengkram dadanya dan melihat jamnya yang berbunyi menyatakan bahwa detak jantungnya tidak normal.
Nring....nring...nring....nring...
Ken yang melihat Alana menahan sakit dan jamnya berbunyi pun langsung menghampirinya dan menopangnya.
"Lan lo kenapa"tanya Ken,Alana pun tidak bisa menjawab karena sungguh rasanya sakit sekali sehingga dia tidak dapat menjawab pertanyaan Ken.
"Ayo kita kerumah sakit" Ken pun membawa Alana kedalam mobilnya saat sedang membuka pintu mobil tiba tiba Alana jatuh pingsan.
"Lan bangun lan.."Ken menepok pipi Alana.Alana pun tidak ada pergerakan langsung saja ken masukan ke dalam mobil dan memsang sabuk pengaman lalu Ken memutari mobilnya untuk masuk ke pengemudi.
"Arghh SHIT!...kenapa harus gini sih,sialan lo!" Ken memukul stirnya.
♤♤♤♤♤
Saat sampai dirumah sakit Ken langsung menghubungi Bundanya karena dia tau kalau orangtua Alana sedang berada di luar negri jadi tidak mungkin untuk kesini.
Milha yang mendapat telpon dari anaknya kalau dia sedang dirumah sakit,karena membawa Alana yang tiba tiba kambuh pun jadi panik dan segera menuju kerumah sakit.
Milha yang melihat Ken sedang berdiri didepan ruangan pun menanyakan apa yang terjadi.
"Bang.. kenapa bisa gini?" Tanya Milha."Ini semua salah Abang bun tadi abang berantem didepan Alana terus abang ga dengerin teriakan dia buat udahan" Jelas Ken.
"Emangnya abang kenapa kok bisa sampai berantem?berantem sama siapa?"tanya lembut Milha.Ken pun menceritakan dari awal kalau dia melihat Alana di tarik paksa seseorang yang mengaku pacarnya kemudian menolongnya dan berakhir saling memukul.
"Yaudah gpp yang penting kamu udah nolongin Alana tadi coba kalo nggak?kan lebih bahaya lagi Alana" ucap Milha.Dokter yang menangani Alana pun sudah keluar
"Bagaimana dok keadaan Alana" Tanya milha pada dokter."Alana sedang tidur, mungkin sangat terkejut sehingga detak jantungnya tidak normal makanya dia kambuh" jelas dokter
"Baiklah bu saya permisi dulu,kalai bisa jangan sampai membuatnya sering terkejut dna kelelahan karena itu tidak baik untuk kondisi jantungnya" pamit Dokter,Ken dan milha pun memasuki ruang inap Alana.
Saat memasukin ruang rawat Alana terlihat wajah pucat cewek itu dan juga ada beberapa Alat yang di pasang di tubuhnya.Ken pun menghampiri Alana dan duduk di kursi yang di dekat branka Alana,Milha pun pamit kepada Ken karena dia ada meeting dengan klein.
Ketika Milha sudah pergi Ken memandang wajah pucat Alana,kini dia merasa kesal kenapa disaat seperti itu penyakitnya harus kambuh tapi disatu sisi dia merasa bersalah karena tidak mendengar teriakan Alana.
Ken menghela napas berat dan dia berjalan menuju sofa lalu menidurkan tubuhnya ,ken pun terlelap.
♤♤♤♤♤
"Weh bro..ntuh muka nape?ampe penyok gitu." Tanya Raffa.
Jordan yang melihat pun ikut bertanya, "Iya bro napa ntuh muka?tubir(ribut) sama siapa lu?"
Ken berdecak lalu menceritakan bagaimana kejadian kemarin dari awal bertemu dengan Alana sampai berakhir Alana di rumah sakit.
"Wah gila sih tuh orang gak waras gue rasa!'' Kesal Jordan saat tau bagaiman kronologinya.
"Iya njir....gue yang denger aja gregetan apalagi lu yang disono,terus sekarang gimana keadaan Alana?" Tanya Raffa.
"Entah..kemarin sih pas gue balik dia belum sadar,tapi udah ada yang jagain dia kok..mungkin nanti balik" Ucap ken.Bel pun berdering kini semua siswa memulai pelajaran mereka masing masing.
Saat jam istirahat Lala pun menghampiri Ken dkk.
"Ken! Alan kenapa Ken?kok dia gak masuk." Tanya Lala.
"Kambuh" ucap ken singkat.
"Hah?kambuh?...apanya yang kambuh?"bingung Lala dengan jawaban Ken yang ambigu.
"Ck!...penyakitanya lah dia kan penyakitan, apalagi emang?" Ucap Ken.
"Anjirr santai aja kali lo!...gak usah bilang kek gitu juga kali,gitu gitu dia tunangan lo bego!" Kesal Lala lalu meninggalkan Ken dkk.
"Wets gila bro jangan gitu lah dia kan tunangan lo ga baik ngomong gitu" ucap Raffa.
"Ya kan emang bener dia penyakitan...lagi juga gue kan terpaksa nerima pertunangan ini,dia tuh nyusahi" ucap Ken lalu menenggak minumannya.
"Gue saranin ya jangan begitu benci sama Alana,nanti kalo dia menjauh lo kena karmanya baru tau rasa lo" saran Jordan pada sahabatnya itu.
"Bener tuh kata Jordan,inget karma masih berlaku bro...tumben lo pinter dan wk" ucap Raffa membetulkan ucapan Jordan.Ken yang mendengar pun berdecak lalu bangkit dan menuju ke kelas.Raffa dan Jordan pun segera menyusul Ken menuju kelas.
Alana sudah membaik dan kini dia telah pulang kerumahnya,dia memaksa untuk pulang katanya dia gpp hanya terkejut saja.Arya pun tidak bisa menolak permohonan putrinya tersebut walaupun dia berberat hati.
Ikutin cerita selanjutnya ya guys jangan lupa vote❤❤👌🏻