Hal yang dapat dilakukan dengan duduk manis dan berpikir sambil menikmati secangkir teh ialah mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan desain karena hal itu biasanya digunakan untuk solusi dalam kehidupan, semua berawal dari sebuah bentuk yang dapat di gunakan sesuai kreativitas setiap orang akan kah itu menjadi sesuatu yang berguna untuk dirinya ataupun orang lain.
" hei... lihat ini wimps membuat sesuatu yang bagus" seorang temannya berteriak begitu keras, seisi kelas melirik kepada wimps dengan tatapan bingung. Wimps membuat sebuah kotak yang berisikan koin, lebih tepatnya ia membuat sebuah celengan, koin yang di dalam kotak tersebut bisa di keluarkan tergantung berapa yang di butuhkan. Wimps sendiri masih duduk di bangku sma tingkat akhri atau bisa di sebut kelas 3 sma, sebenarnya wimps tidak bisa belajar dengan maksimal di karenakan pelajaran sma yang begitu padat dengan materi di selang-selang waktu wimps membuat sesuatu yang ia inginkan, saat jam pulang sekolah biasanya wimps langsung pulang kerumah, tanpa mengikuti teman temannya yang selalu nongkrong dan merokok.
Sesampainya dirumah wimps memasuki kamarnya dan melempar tas miliknya ke arah meja yang dekat dengan jendela lalu menarik kursi dan berpikir " rasanya aku memiliki kegalauan pada diri sendiri, aku itu bisanya apa, apakah hal yang aku buat itu berguna bagi orang lain atau tidak". Terdengar suara orang belari menuju arah kamarnya.
Bugggg!!!... suara pintu terbuka menghantam tembok.
Wimps terkejut dan terjatuh dari kursinya ternyata yang masuk ialah adik perempuanya yang masih balita, adiknya bernama koira ia sangat lincah dan selalu menyambut kakaknya pulang, raut mukanya sangat bahagia ketika wimps sudah sampai di rumah, hingga larut malampun ia tetap menunggu wimps pulang. Koira sangat menyukai apa yang di buat oleh kakaknya, berasa di berikan sebuah hadiah yang sangat spesial.
" koira jangan berlari di tangga dan ketuk terlebih dahulu sebelum masuk kamar kakak" tangannya memegang badan koira dan mengangkatnya ke udara . koira hanya mengangguk seakan akan iya paham dengan apa yang di ucapkan kakaknya. Koira menunjuk sesuatu yang ada di meja kakaknya seebuah kotak yang ia buat sewaktu di sekolah.
"koira mau ini?" ditangannya sudah ada kotak celengan,
Koira pun mengangguk dan mengambilnya dari tangan kakaknya dan terlihat sangat senang. Koira merasa kebingungan karena tidak tahu cara menggunakannya, wimps tersenyum karena melihat adiknya yang begitu kebingungan dengan perlahan ia mendekati koira dan menjelaskan caranya dengan cepat koira bisa memahaminya. Koira tersenyum manis, mukanya sangat menggemaskan ketika tersenyum, ia pun berlari dan berteriak memanggil ibunya" ibu.... Lihat kakak membuat sesuatu yang hebat".
" koira kamu lupa mengucapkan sesuatu ya" ibu tersenyum dan mengelus kepala koira
" kakak makasih" teriak koira
" nah sekarang jaga ya barang yang kakak kasih ke kamu"
Koira berlari menuju arah kamarnya, wimps berjalan menuruni tangga untuk mengambil beberapa makanan, ibunya menyadari sesuatu bahwa anaknya mempunyai bakat sebagai seorang desainer yang kelak dapat membuat sesuatu yang berguna bagi banyak orang. Wimps mengambil beberapa helai roti dan satu gelas susu untuk dibawanya, ketika wimps duduk di kursi ia teringat dengan sesorang yang memiliki disabilitas, ia tidak memiliki jari yang sempurna dan susah untuk menulis pada akhirnya wimps mencoba membuat sebuah jari yang bisa terhubung dengan sistem saraf di tangan dan dapat merasakan tekstur maupun hawa. Dengan alat bantu atau media yang ia buat bisa bermanfaat untuknya nanti.
Jadwal sekolah wimps kali ini lumayan padat sebentar lagi ia akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, ujian demi ujian wimps hadapi begitu pula dengan hal yang sedang ia kerjakan walaupun sangat sulit tapi wimps menikmatinya. Ketika jam istirahat wimps di panggil oleh seorang guru yang bukan lain ialah wali kelas wimps.
" wimps ikut keruangan saya sebentar" ucap wali kelas wimps.
" baik bu" wimps merapihkan bajunya dan segera mengikutinya.
Sesampainya di ruangan wimps di beri pertanyaan mengenai bakat yang ia miliki dan apa tujuan selanjutnya yang ia inginkan , wimps hanya menjawab dengan tegas bahwa ia ingin sekali membuat suatu alat yang dapat di gunakan oleh masyarakat dan mencoba mencari solusi agar semua orang dapat dengan mudah menjalani kehidupannya terutama orang yang memiliki kekurangan pada tubuh mereka. Sang wali kelas pun merasakan semangat dari dalam diri wimps, wali kelas wimps bernama ibu kina. Ibu kina memberikan sebuah lembaran yang berisikan informasi tentang sebuah acara yang bertemakan " teknologi sebagai teman " yang di selenggarakan di luar pulau selama satu bulan, semua biaya transportasi, makan dan sebagai nya di tanggung oleh sekolah, pada akhirnya wimps mengikuti acara tersebut di bimbing oleh ibu kina dengan izin orang tuanya terlebih dahulu. Wimps membawa barang bawaannya seperti jari yang sedang di buat ia ingin melanjutkannya saat acara nanti, ia berjanji kepada adiknya akan membawakan sesuatu yang dibuat oleh kakaknya saat acara berlangsung.
Wimps bergegas menuju mobil yang ada di depan rumahnya karena sudah ada tumpangan yaitu mobil ibu kina, wimps tidak lupa untuk mencium tangan ibunya dan juga mengelus kepala adiknya, dengan muka penuh semagnat wimps memulai perjalanannya. Wimps dan ibu kina pergi menuju pulau lind karena bisa di tempuh lewat darat maka di putuskan berangkat menggunakan kendaraan roda empat. Di setiap perjalanan wimps sangat fokus dengan apa yang ia kerjakan, setelah 5 jam beralalu wimps dan ibu kina sampai di tempat acara itu berlangsung,
Acara tersebut sangat berguna bagi wimps, di dalam otak wimps semua yang di jelaskan sangat memudahkan kita untuk beraktifitas dan menampilkan segala keindahan dari sebuah teknologi. Wimps bertemu dengan beberapa orang yang sangat mahir dalam membuat sebuah robot, di dalam kepalanya penuh dengan segala pertanyaan dikarenakan ia sangat semangat wimps pun menanyakan semua pertanyaan yang ada di otaknya hingga ia mendapatkan semua jawabannya.
Setengah hari dalam sebulan wimps mampu membuat sebuah terobosan baru yaitu membuat sebuah jari yang ia kembangkan sendiri, jari tersebut berguna untuk semua kalangan disabilitas yang ingin menggapai mimpinya, adapun sepasang kaki yang ia buat dengan segala fungsi seperti berjalan , beralari , meloncat maupun berenang. Tapi ada beberapa orang yang tidak setuju dengan hal ini di karenakan tidak bisa di terima oleh logika dan mungkin saja apa yang wimps ciptakan tidak bisa mencapai tahap sempurna. Wimps merasa sangat tertekan dengan hal itu hingga akhirnya ia merasa stress dan tidak ingin melanjutkannya lagi. Wimps mengurung diri di kamar dan hanya bisa menunduk.
Toktoktok....
" masuklah, tidak di kunci kok"
" nak kamu kenapa ko mengurung diri di kamar sih" suara seorang ibu yang menghampiri anaknya
" kakakk kenapa?" suara adiknya yang sangat sedih melihat kakaknya merenung seorang diri
" emm. Ibu aku sangat stress semua orang menolak apa yang aku buat, aku sangat stress dan terpuruk bu apa yang harus aku lakukan"
" udah jangan sedih begitu, ada saatnya kamu jatuh, ada saatnya kamu mempunyai masalah pada diri sendiri ataupun orang lain, ibu tau kamu bisa melakukannya karena kamu anak ibu, ibu selalu percaya sama kamu jadi jangan menyerah karena di tolak oleh semua orang, penolakan adalah salah satu cara agar kita bisa berpikir kembali untuk menciptakan kembali sesuatu yang baru, itulah proses yang harus kamu lalui, semangat lah"
" kakak semangatttt" ucap adiknya dengan raut muka yang senang
" baiklah kalau begitu aku akan kembali bersemangat, makasih bu, makasih koira, aku sayang kalian" wimps memeluk ibu dan adiknya ia merasakan seoalah olah semangat nya kembali dengan cepat.
Di akhir bulan ia kembali menjelaskan apa yang ia buat kali ini pengguna nya akan merasakan langsung efek dari apa yang wimps buat, seorang disabilitas sekaligus temannya yang tidak memiliki jari.
" oshi apakah kamu siap menunjukan apa yang telah aku buat?"
" baiklah wimps ayo kita buat mereka terkejut dengan apa yang kamu bua"
Oshi menggenakan jari yang sudah di buat oleh wimps hasilnya semua orang terdiam dan hanya bisa berdiri terpaku, jari yang wimps buat benar benar seperti jari pada manusia bisa merasakan tekstur ataupun hawa panas dingin dan lain benar benar terasa nyata, itu yang di ucapkan oshi, ia sangat senang dengan apa yang di buat oleh wimps, semua orang mulai memberikan tepuk tangan kepada wimps dan ia menjelaskan bawaha penggunaanya cukup sederhana, alat yang dikenakan akan mengisi daya nya sendiri dengan menghirup karbon dioksida menjadi sebuah energi dengan daya tampung baterai yang tidak ada batasnya. Wimps di berikan sebuah penghargaan oleh seorang presiden dan ia di berikan sebuah hadiah yaitu melanjutkan pendidikan yang di biayai oleh pemerintah dan kabar itupun secara cepat tersebar di seluruh siswa/siswi sma nya.
Akhirnya ia pulang dengan sangat senang dan sudah membanggakan orang tuanya, wimps memberikan beberapa jari buatannya untuk adiknya dan koira sangat senang, ibunya meneteskan air mata sebagai tanda bahwa ia sangat bangga dengan pencapaian anaknya bisa membuat sesuatu yang berguna bagi orang yang memiliki kekurangan.