"Lev, apa yang kamu lakukan eoh"Gerutuku saat Levin terus saja toal toel pipi Earth yang tidur di box baby. Kan kasian baby boy ku mau tidur tapi papahnya terus gangguin. Yang di cubit manja, dicium mesra bahkan berbisik memintanya bangun.
"Nanti bangun, aku lelah Lev. Sedari kemarin Earth nangis mulu karena banyak orang berkunjung."Aku masih kesal dan aku ngantuk berat. Earth gak mau dipegang sama siapapun kalau nangis dan hanya aku pawangnya. Karna kemarin baru saja open house atas kedatangan anggota baru jelas rumah sangat ramai dan satu kamar sangat penuh dengan hadiah para kolega mamah, papah, Levin, adek bahkan sepupu sepupu yang lain.
"Earth anteng ini. Pipi gembilnya hmmm. "Levin kini terus menciumi pipi Earth tanpa ampun ketika tahu Earth tertidur pulas didalam box babybya. Ah, sudahlah kalau nangis tinggal tidur bae biar Levin yang ngurusin. Mau marah marah Levin juga gak peduli. Dia malah akan terus menggoda Earth.
"Aku mau tidur, kalau nangis sedu susunya dan jangan lupa diukur suhunya."Perintahku aku pura pura tidur.
"Yak....."Levin teriak dan ingin aku tak tidur dia sendiri tahu kalau Earth kalo udah nangis bisa sekampung denger. Tapi aku kan juga butuh istirahat, eh papahnya malah ingin Earth melek dan mendengar apapun yang akan dia ceritakan. Aku baru tahu kalau Levin itu cerewet setelah lahir Earth.
Dengar papahnya teriak Earth langsung nangis kejer. Emang Levin keterlaluan.
"Oekkkkk....."
"Oekkkkk........."
Lantas Levin langsung menggendong Earth agar Earth tak menangis, tapi yang ada Earth terus bergerak dan Levin mulai panik. Aku hanya bisa bernafas kasar atas kelakuan Levin.
"Sini ikut mommy."Aku menjulurkan kedua tanganku agar Levin menyerahkan Earth padaku, kalau dibiarin terus menangis juga kasihan.
"Maaf ya sayang....."Levin kini mencium keningku setelah memberikan Earth padaku.
"Puas kamu...."Aku melirik marah kearah Levin.
"Ya jangan gitu dong."Cengir Levin masih saja toal toel Earthnya. Earth jadinya kini kebingungan dan terus bergerak agar tangan papahnya menjauh.
"Hentikan sayang, biarkan Earth tidur."Gerutuku sembari menepuk pelan bokong Earth.
"Abisnya dia menggemaskan."Levin mulai lagi. Dengan sikap dan tatapan manja itu, aku sampai lupa kalau memang Levin itu sudah berubah 180°.
"Jangan pasang wajah itu kepadaku!!"Aku melengos karena juga gak tahan dengan wajah itu. Karna tangan Levin masih saja mengganggu tidurnya Earth.
"Lev...."Aku mencoba membuat tangan itu menjauh.
"Hmm, aku punya hadiah untukmu."Levin lantas bangun dan kini sibuk mencari sesuatu didalam laci disamping meja kantornya.
'Kamu cari apa eoh?"Tanyaku karn Levin mulai membuat kacau semuanya.
"Jangan berisik sayang."Pintaku karena Earth mulai menggeliat kembali.
"Iya iya...."Ucap Levin yang kini memelankan syara dan masih terus mencari.
......
Earth sudah tertidur kembali dan kini aku meletakkannya di box babynya. Dan kini mendekat kearah Levin.
"Lev....cari apa eoh?"Aku memeluk pinggang Levin. Ingin tahu kado apa yang dia akan berikan padaku. Aku bermanja ria disana.
"Oh ya ampunn, tadi ada yang mengeluh lelah?"Levin membalikkan tubuhnya dan tersenyum kearahku dan kini mengangkat tubuhku untuk duduk dimeja kerjanya.
"Kan tadi, sekarang ......?"Jemariku kini menyentuh dada bidang Levin. Merayap pelan dan sembari menggoda sang pemiliknya.
"Aish....."Levin kini mengecup keningku dan kini melumat lembut bibirku.
"Lev...."Bisikku ditelinga Levin dan meminta Levin untuk lebih mendekat.
"Aku punya hadiah untukmu."Lantas Levin melepas pelukanku dan kini memberikanku amplop itu.
"Surat perceraian?"Tanyaku sontak membuat mata Levin hampir copot.
Click,
Levin kini menyentil dahiku.
"Kenapa kamu selalu berfikiran buruk hmmm."Levin kini mencium pipiku.
"Lalu?"Aku bertanya. Kepo aja apa isinya.
"Buka saja...."Levin kini membiarkanku untuk membuka hadiahku. Ku kira tadi surat penceraian. Dimana mana kado itu dibungkus kertas kado, bukan amplop coklat yang diotakku berfikir itu sertifikat perceraian. Gak mungkin juga Levin kasih hadiah sertifikat rumah untukku atau sahamnya, toh semua yang dia punya sudah atas namaku dan Earth. Harta yang mana lagi coba yang mau dia kasih?
.......
Senyummu merengkah setelah melihat isinya dan aku langsung memeluk Levin kembali.
'Apa ini serius?'Tanyaku memastikan. Takut kalau hanya candaan Levin.
"Iya....dan ini untukmu."Levin kini meletakkan kertas itu dan menggendongku ala koala untuk pindah kekasur kami.
Ditengah perjalanan Levin terus menciumku penuh gairah
"Lev....ashhhhh" Aku mulai mendesah saat Levin mulai menyentuh titik titik sensitifku.
"Apa kamu siap?"Tanya Levin karena dia baru saja memberikan jadwal konser yang pernah dia janjikan. Dan kini akupun tak bisa seenaknya saja memutuskan karena ada Earth yang masih butuh aku 24 jam.
"Tentu, aku menantikannya."Senyumku merengkah dan Levin nyatanya sudah sampai diputingku dan aku sudah terkapar diatas ranjangku.
"Tunggu Earth umur satu tahun eoh. Kita akan mulai tour yang kamu inginkan."Levin kini kembali mencium bibirku kembali setelah selesai membuatku full naked disana. Karna kita tahu saat Earth umur segitu dia bisa diajak jalan jalan yang jauh.
"......"Aku mengangguk dan kini Levin siap untuk membuatku mendesah dibawahnya.
......
"Oekkkk"
"Oekkkk"
Saat kita siap untuk menari diatas ranjang Earth menangis kembali.
"Sepertinya Earth gak mau punya adik."Kekeh Levin dan kini bangun untuk menghampiri baby boy kami.
Tbc
Abaikan typo.