FATE ; Chanbaek

By Byunie91

156K 17.2K 2.7K

"..Wait! Jadi, Kau" menunjuk Sehun, "..menghamili rusa gila ini saat dia berusia enam tahun? But, ENAM TAHUN... More

[1] Keluarga Kecil
[2] First School
[3] Pendekatan
[4] Kejelasan
[5] Menjauh
[6] Kencan
[7] Lain kali
[8] Rahasia
[9] Berbeda
[10] Pergi
[11] Mencarinya
[12] ํ•œ๊ตญ
[13] Waktu
[15] Tetangga
[16] Terdengar
[17] Menolak
[18] Pembatas lain
[19] BESOK!
[20] The End
[S] Sequel
๐Ÿ‘‘ Special Sequel

[14] ์ถ•ํ•˜ํ•ด์š”

4.6K 642 117
By Byunie91

FATE

▪
▪
▪
▪

▪
▪
▪

▪
▪

▪
.


Dua minggu telah berlalu begitu saja kala keluarga kecil berkepala keluarga Oh Sehun pindah kerumah baru mereka. Sebuah rumah tak terlalu besar juga tak kecil yang dikelilingi berbegai tumbuhan hijau juga kolam renang minimalis yang cukup untuk olahraga kecil tiga orang penghuni rumah itu. Berbagai rintangan harus dilalui Sehun untuk menemukan rumah yang kini telah dibelinya, eommanya alias nenek dari anak kesayangannya itu tak kenal lelah untuk terus mengagalkan tindakan Sehun membeli rumah. Beruntung pada salah satu teman Sehun yang tak dikenali sang eomma dapat membantunya dalam mencarikan sebuah rumah dan saat itu pula eommanya merajuk dengan mendiami sang anak dua hari lamanya.

Ketiganya mulai menghuni rumah baru selang tiga hari Sehun membelinya karna Luhan dan Sehun yang harus lebih dulu membeli berbagai perlengkapan juga benda-benda pengisi rumah. Seperti yang dikatakan Sehun sebelumnya jika mereka tidak akan membawa barang apapun dari mension Oh ataupun Xi, itu dilakukan untuk berjaga kala mereka yang hendak menginap. 

Seperti yang telah disebutkan jika kini dua minggu telah terlewati dan tentu saja rumah tersebut sudah lengkap terisi dengan berbagai furniture elegan pilihan Luhan. Sangat nyaman dan menenangkan seperti malam yang tenang saat ini dengan pasangan Hunhan tengah bersantai disofa ruang keluarga sedangkan sang anak sudah terlelap pulas dikamarnya kala jadwal padat yang ia lakukan hari ini.

"Sehun-ah" Sehun berdeham sebagai jawaban, "Kau mengenal LouesS?"

Luhan yang memang sedang memperhatikan Sehun membaca buku disampingnya itu melihat kedua alis suaminya tersebut mengerut, "Wae"

"Apa kau pernah diteror?" Sehun menghentikan aktivitasnya dan melirik Luhan yang ada disampingnya. "A-aku tau itu konyol, Tapi terus mengirimkan kontrak kerjasama selama satu tahun bukankah termasuk meneror?" 

"Apa maksudmu?"

"LouesS, mereka yang aku bicarakan tadi.. Sebenarnya mereka terus mengirimkan kontrak kerjasama padaku" 

"Dan kau baru memberitahukan ku sekrang?" terdengar nada merendah yang tajam disana.

Sehun tidak marah, ia hanyalah sangat kesal. Bagaimana bisa Luhan tak menceritakan hal penting seperti ini?

"A-aku kira itu hanya permintaan kerjasama biasa, jadi aku hanya mengabaikannya" Luhan tak ingin membela diri, tapi ia juga tak ingin disalahkan oleh Sehun yang menatapnya tajam saat ini. 

Sehun menghembuskan nafas berat bersama tangan kanan memijat keningnya yang berdenyut, "Aku akan--" 

"AkuMenerimaTawarannya" ucap Luhan secepat kilat. 

"Mwo" 

Lihatlah bagaimana Sehunnya melotot tak percaya, "Kemarin aku kesal karna mereka terus mengirim surat itu, J-jadi aku menerima tawarannya begitu saja dan.. dan mengatur pertemuannya l-lusa" 

"Oh Luhan!" 

"Sudah kubilang aku tak tak tau! Aku tak pernah diteror sebelumnya! Jadi mana aku tau apa yang harus dilakukan! Maaf karna aku ceroboh dan... dan maaf baru memeberitahukanmu.. a-aku hanya tak tau apa yang harus dilak--"

Grab. 

"Sigh. Arra.. maaf membentakmu, lusa aku ikut pertemuanya jadi tenanglah" Luhan mengangguk dalam dekapan Sehun, tangannya meremat baju rajutan namja albino itu sambil menutup mata merasakan kenyamanan pelukan yang ia terima dan menjadikan malam yang tenang bagi keduanya. 

.

Pagi yang cerah dikediaman Oh Sehun dengan keempat orang namja duduk berhadapan pada meja makan serta berbagai sajian siap untuk dilahap masing-masing mulut. Empat? Ah apa kalian melupakan manager siap siaga Baekhyun yang akan selalu ada dimanapun model cilik itu berada? 

"Namja Nam itu-- kontrak kalian sudah selesai?"

"Nam Joo Hyuk? Sudah, wae?" jawab Luhan ditengah kunyahan pada roti panggangnya. 

"Aku tak menyukainya"

"Ayolah.. Kau tak menyukai semua namja atau yeoja yang dekat dengan anakmu. Bahkan kau cemburu dengan sepupumu sendiri" sela Taehyung melihat perdebatan yang sangat biasa baginya. 

"Aku menyukaimu" 

Taehyung cukup terejut mendengarnya, "Jinjja? Jadi, bolehkah aku mengencani Baekhyunnie?" 

"Kau bosan hidup?" 

Taehyung terkekeh mendengarnya. Tentu saja. Ia hanya tak habis fikir pada keluarga satu ini. Ia bahkan berfikir jika Sehun dan Luhan sudah berencana untuk menikahi anaknya sendiri lalu hidup bersama dengan kebahagiaan dan Selesai. Happyend. Yay.

"Tae, nanti bawa baby pulang kerumah eommaku ne" 

"Halmoni, wae?" 

"Nenekmu yang satu itu terus merajuk merindukanmu, jadi kita akan tidur disana malam nanti" Luhan mengecup bergantian kedua pipi gembul anaknya dan berakhir pada kecupan manis dibibir sang anak. "..jall berangkatlah, aku ada urusan di SM. Jadwalmu pemotretan full day kan?" 

"Ya. Aku akan telpon nanti" tutur Taehyung.

"Ne, hanya jangan paksakan tubuh kecilmu itu eoh, baby kau mendengarku?" Baekhyun mengangguk begitu pula Taehyung yang siap dengan tas perlengkapan Baekhyun dalam genggamannya. "Itu berlaku untukmu juga Kim Tae"

"Arraseo. Kami berangkat" 

Keduanya menaiki mobil hitam mengkilap yang memang khusus untuk Baekhyun. Taehyung menyetir dan Baekhyun duduk disampingnya dengan mata terpejam karna lelapnya alam mimpi yang kini ia lalui. Menggemaskan. Tak berlangsung lama karna akhirnya Taehyung membangunkan Baekhyun saat keduanya telah berada dibasement parkir Privé. 

Seperti biasa Baekhyun akan langsung duduk ditempat rias saat masuk ruang makeup dengan tiga orang segera menghampirinya dan melakukan keahlian masing-masing. Dua orang dengan tata rias wajah dan satu orang menata rambut hitam Baekhyun yang halus. Sedangkan Taehyunng sibuk pada tumpukan kertas yang kini harus ia baca dengan hati-hati dan menandatanganinya diakhir. 

"Ini untuk akhir tahun?" beberapa orang disana membenarkan pertanyaan Taehyung, "tema nya sexy.. Ah sang eomma memang sangat tau tubuh anaknya hm" 

Ya Luhan memanglah desainer profesional yang namnaya sudah dikenal banyak kalangan. Namun entah mengapa semua rancangan yang dibuat untuk sang anak sangatlah berbeda. Luhan seperti tak habis akal juga inspirasi untuk model pakaian anaknya. Hal itu menjadikan segala pakaian yang dikenakan Baekhyun dalam katalog privé akan menjadi bestseller dan sangat dipastikan soldout dalam waktu singkat. 

"Baekhyunnie~"

Seseorang menghampiri keduanya yang baru memasuki studio foto, "Aigo lihatlah betapa menggodanya dirimu" 

Taehyung memutar matanya malas sebelum menyela pujian fotografer utama Privé itu, "Ingat istrimu sedang mengandung Shim" 

"Ey, justru karna itu aku berharap agar anakku persis seperti bayi ini" dengan cepat Taehyung melepaskan cubitan tangan Shim Ahn pada pipi Baekhyun yang terlihat meringis namun tak mengatakan apapun. Ya, si kecil itu terlalu baik untuk menolak.

Sebuah panggilan mengalihkan perhatian Baekhyun dan Taehyung untuk segera mengambil posisi menuju tempat dimana seluruh lampu dan flash menyorot. Hari ini adalah pemotretan solo Baekhyun karna Luhan yang hendak mencetak katalog akhir tahun dengan Baekhyun full series. 

Musik mulai mengalun membangunkan semangat setiap kru dengan Baekhyun yang mengambil posisi dan gesture seiring flash yang berkedip tanpa henti dari tiga kamera yang berbeda. Seorang yeoja terlihat memuji untuk mengarahkan Baekhyun akan pose selanjutnya dan tentu saja ditanggapi si kecil dari duduk berdiri hingga ia yang naik pada sofa properti disana.

Waktu terus berlalu dan untuk pengambilan foto terakhir sebelum break akan dilakukan dengan mengambil angel berdiri dibelakang disofa. Baekhyun mengambil posisi, flash mulai berganti dan terdengar suara kamera terus berdecak sampai sebuah teriakan entah milik siapa hampir mengalihkan fokusnya. 


Mwoya? 

Baekhyun kembali pada fokusnya menatap kamera seperti biasa, namun ada yang aneh karna Min-yeoja pemberi arahan tersebut yang tak lagi meneriakan kata ataupun pujian sebagai arahan untuk Baekhyun melainkan terus menatapnya dengan tangan yang mengatup menutupi mulutnya entah mengapa.


Bukan menatapku.. lalu---

Layaknya telah menunggu, mata Baekhyun begitu saja langsung terkunci oleh sorot mata orang yang ternyata telah berada tepat dibelakangnya sejak tadi? Kedua pasang mata bulat yang sangat lama tak dilihatnya, bibir tebal yang menghias disana, dan telinga panjang yang dibiarkan mengintip itu..

Chanyeol. 

Flash terus berkedip kamera pun terus menjepret tanpa sedikit pun melewatkan moment langka tersebut. Sebagaimana tangan yang lebih tinggi kini menyentuh pinggang si kecil tanpa mengalihkan sorot matanya dan bagaimana sorot mata si kecil yang menatap Chanyeol dengan sangat dalam. Lama dan semakin lama Chanyeol terus merubah posenya fokus pada kamera seakan mengabaikan perasaan campur aduk yang tengah dirasakan namja kecil didepannya. 

"Perhatikan posemu" Chanyeol membisik tepat dibelakang telinga Baeknyun. Tentu itu sengaja.

Chanyeol menuntun tangan yang lebih kecil untuk mengatung pada lehernya dan mengunci pandangan Baekhyun untuk kembali saling beradu pandang dalam diam. Baekhyun melihat Chanyeol dan begitu sebaliknya, menciptakan dunia baru dengan hanya ada keduanya didalam. Chanyeol meraih dagu namja didepannya yang masih menatapnya layaknya peneliti lalu memajukan kepalanya dekat dan semakin dekat sampai hidung mancung keduanya saling bersentuhan. 

Tes


Tes 


Tes.


"B-baek.."

Chanyeol menjauhkan relfeks kepalanya, memegang bagus sempit orang didepannya dengan kawatir kala mata sabit yang indah kesukaannya itu mengeluarkan air mata begitu saja. 

"Hiks-- Ttaehyung.. hiks hiks"

Tangan kecil itu menjadi sibuk mengusap tetesan di pipinya sambil menunduk dan berharap Taehyung akan segera menghampirinya. "e-eodiga.. hiks Tae.." 

"H-hei ini aku Chanyeol, Baek--" 

"Berhenti bicara dan menjauh darinya sialan! Apa yang kau lakukan!" tubuh Chanyeol menjauh dengan paksa akibat dorongan kuat Taehyung yang baru saja datang bersama emosi mendengar pengaduan jika Baekhyun tiba-tiba menangis. 

Keterkejutan bukan hanya dialami Chanyeol namun seluruh staf yang saat itu berada diruangan bahkan secara dua kali. Pertama dengan kedatangan Chanyeol yang entah siapa dan tengisan Baekhyun yang tiba-tiba. Masing-masing masih terdiam ditempat semula membiarkan Taehyung yang beberapa saat yang lalu membawa Baekhyun keluar ruangan.

Tentu hal ini adalah pukulan besar bagi Chanyeol. Ia si sebab dan akibat. Maka dengan persaaan bersalah yang mendalam, Chanyeol saat ini setia menunggu tepat didepan pintu ruangan Luhan seperti yang telah diberitakuhan salah seorang staf jika Baekhyun ada disana.

Detik, menit, hingga satu jam telah berlalu namun masih tak terdapat pergerakan dari dalam. 


Haruskah ia masuk?


Chanyeol berbalik lalu menghampiri pintu putih tersebut dengan tangan yang mengepal kuat tempat dimana ekspresi keberaniannya keluar, maka dari itu tanpa mengetuk dan berfikir lagi Chanyeol menyambar gagang pintu didepannya dan mendorongnya dengan rasa was-was. Namun baru kaki jenjang itu melewati garis pintu selangkah, tubuhnya dibuat membeku melihat seorang namja yang tadi membawa Baekhyunnya  lengkap dengan Baekhyun menatapnya terkejut bersama kedua matanya yang meruam merah. 

"Apa yang kau lakukan!" sambutan tajam datang dari Taehyung yang selanjutnya menyembunyikan si kecil dibelakang tubuhnya. 

Sungguh! Chanyeol sangat membenci namja didepannya.

"Aku ingin bicara dengannya" 

"Kau tak lihat? Kami sedang bekerja tuan, pergilah dan berhenti menjadi penguntit" singkat padat dan sangat jelas.

Seketika kalimat itu berakhir, maka kala itu juga Taehyung berjalan menerobos tubuh besar Chanyeol yang membenteng. Tentu Chanyeol tak rela, dengan cepat tangannya menggapai lengan Baekhyun yang baru saja melewatinya namun sebuah tubuh memblokir niatnya. 

"Berikan dia waktu, tunggu sampai pemotretannya selesai" 

Chanyeol merengut kesal, "nugu?" 

"Kau Chanyeol bukan? Aku Xiumin" Chanyeol membalas jabatan tangan itu dengan alis yang kini merengut bingung. "..ah, aku asisten Luhan. Aku banyak mendengar namamu saat bersama rusa itu" 

Chanyeol mengikuti saran namja yang ternyata lebih tua tersebut. Mereka membeli kopi bersama dan kembali ke studio sambil memperhatikan Baekhyun yang ternyata sudah kembali melakukan pemotretan sesi kedua atau terakhir seperti yang telah dikatakan Xiumin. Keduanya sama-sama duduk  bersebelahan dengan jarak yang cukup jauh dari Baekhyun sehingga sangat memungkinkan banyak orang tak menyadari keberadaan keduanya. 

"Aku yakin ia hanya terkejut melihatmu" Xiumin kembali menyeruput lattenya. 

Terdengar hembusan nafas yang dalam dari Chanyeol sebelum ia kembali mengeluarkan kata-kata, "Ya aku tau.. aku hanya begitu merindukannya. Tak kusangka ia bahkan tak ingin melihatku"

"Bicaralah perlahan. Pemotretannya akan selesai beberapa menit lagi dan ia tak memiliki jadwal lain selain sesi foto hari ini jadi bujuklah ia dan hadapi alien penjaga itu. Banyak hal yang harus kau katakan bukan?" 

"Gomawo hyung.. Ah omong-omong apa benar Luhan sering berbicara tentangku?" 

"Ya begitulah.. Luhan sering berkata seperti Park sialan itu, Akan kuhabisi Park Fucking Chanyeol, si bajingan caplang, kurang ajar Park, bedebah Park, dan jenis Park lainnya yang ia ciptakan sendiri" Chanyeol menggaruk tengkuknya kikuk, sulit dikatakan bagaimana ia harus menanggapi Luhan dan bayangkan bagaimana pertemuan mereka nantinya.

Ok, jangan dibayangkan.

Pemotretan selesai terlihat dari banyak staf mulai bersalam-salaman dan mengerumuni Baekhyun yang tersenyum disana. Chanyeol masih diam dalam tempatnya bahkan disaat Baekhyun dan Taehyung telah keluar studio pun ia belum bergeming. Selang beberapa menit barulah Chanyeol mulai berdiri dan menuju ruangan Luhan untuk menemui si kecil seperti info yang diberikan Xiumin jika Baekhyun akan berganti baju diruangan Luhan sebelum ia benar-benar meninggalkan Privé. 

Cklek. 


"H-hai?"

Lihatlah betapa kikuknya namja jantan itu didepan lelaki semanis Baekhyun, "Bisakah kita berbicara?" untuk kedua kalinya Chanyeol menenguk liurnya kala mata sabit itu membola menatapnya. 

Baekhyun menggeleng dengan tundukan kepalanya yang kaku kemudian hendak pergi namun gagal karena Chanyeol yang cepat meraih tangannya dan menariknya untuk jatuh pada dada bidang yang lebih besar. Tangan kanan Chanyeol memegang kepala Baekhyun untuk menempel pada tubuhnya sedangakn tangan yang satu merengkuh pingang si kecil untuk berjaga jika saja Baekhyun memberontak. 

"Maaf.. Maafkan aku meninggalkanmu, maaf membuatmu sendiri, maaf tak hadir diacara ulang tahunmu, maaf tak menepati janjiku, maaf tak hadir diacara kedua orang tuamu, maaf untuk empat tahun ini, maaf membuatmu terkejut, maaf membuatmu menangis, dan maaf karena aku menyakitimu.. maafkan aku, kumohon jangan diami aku.. pukul aku karna kau sedih lampiaskan padaku tapi tolong jangan mengabaikanku jangan menghidariku, kumohon jangan membuang tatapanmu.. kumohon" 

Baekhyun merasakan eratnya pelukan yang diberikan Chanyeol, bagaimana nafas orang yang mendekapnya ini naik turun dengan tak teratur, dan nada penyesalan yang terus diucapkan namja itu terdengar sangatlah tulus.

Sebenarnya Baekhyun pun telah memaafkan Chanyeol jauh sebelum hari ini. Ia sungguh tak menyimpan dendam apapun pada Chanyeol, ia hanya takut akan perasaannya yang mungkin saja kembali muncul seiring dengan kedekatan mereka. Ia takut itu semua akan kembali, ia hanya ingin menghindar. Baekhyun tau dan faham karna ia terus mengikuti artikel tentang Chanyeol yang ia baca secara diam-diam dan seperti apa yang dikatakan artikel terakhir jika namja Park itu telah bertunangan. 

"Selamat datang.."

Baekhyun membalas pelukan itu, sedikit berjinjit untuk dapat mendekat pada telinga lebar lucu itu dan membisikan ucapan selamat datang. Cukup lama hingga akhirnya ia melepaskan diri untuk berdiri berhadapan, melepaskan genggaman tangan Chanyeol dan melanjutkan perkatannya.

"..dan selamat atas pertunanganmu.. uri yoda chukahae" 

Baekhyun tersenyum disana dengan mata sabitnya yang bahkan tertutup, giginya yang terpampang, dan wajahnya yang memerah.

Senyuman palsu. 























NEXT or TBC
kelanjutan sesuai respon dan tanggapan kalian. 

Continue Reading

You'll Also Like

4.9K 359 8
Chanyeol CEO dari Park Corp .dia sangat kaya(caplang)raya,Seorang Mafia kelas kakap,Angkuh dan Dingin. Banyak wanita yang suka dengannya tapi Chanyeo...
113K 3K 25
Bercerita tentang seorang orang tua tunggal yang baru saja datang dari Busan untuk menetap di Seoul dengan alasan pekerjaan. Kedatangan Baekhyun di a...
108K 10.4K 21
[๐Ÿ“all pictures/photos from pinterest and google, credit to the owners] ๐Ÿ’ป 614rodeostation presents ๐Ÿ“ NOV 2021 - JULY 2022 โš ๏ธ FANFICTION BXB ONLY โŒ...
159K 9.8K 37
- END - Oh Sehun akan menghalalkan berbagai cara dalam mencari kepuasan, termasuk cara untuk mendapatkan Gadis incaran nya. Gadis yang di klaim milik...
Wattpad App - Unlock exclusive features