M Y Y A K U Z A

By Keysparkyu698

21.9K 1.3K 63

Seorang gadis yatim piatu yang merasa beruntung hanya karena mampu bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Ba... More

Jangan sentuh aku
Uchiha yang menyebalkan
masih saja mengerikan
Pejabat Tamak
promo sebentar
masalah

Yakuza

5.3K 230 5
By Keysparkyu698

Gedebug

Terdengar suara orang bertabrakan.

Terlihat seorang gadis mengenakan seragam sekolah terduduk di atas jalan aspal. Mimik wajahnya terlihat meringis kesakitan sambil menepuk-nepuk telapak tangannya yang lecet pada tangan yang satunya.

Di depannya, berdiri tegap seorang pemuda bertubuh tinggi besar memakai setelan jas hitam melekat pas di tubuhnya yang atletis dengan rambut hitam pekat mencuat melawan gravitasi. Matanya masih tertutup kacamata hitam yang bertengger mantap di hidungnya yang mancung. Kulitnya putih, seakan tak memiliki darah di dalamnya seperti seorang Vampir. Wajahnya terlihat tampan; sangat tampan rupawan seperti seorang super model yang berada di dalam majalah dewasa.

Gadis itu mendongak marah menatap mata pria yang masih berdiri kokoh di hadapannya.

"Kau buta ya?" Katanya kesal.

Pemuda itu hanya mengernyitkan alisnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Perlahan gadis itu bangkit tanpa melepaskan sedikitpun pandangannya dari pemuda itu.

"Apa kau juga tuli?" Katanya. Tiba-tiba pemuda itu menarik kasar kerah seragam gadis di hadapannya, sehingga ia sedikit terangkat ke atas karena tubuhnya yang mungil dan memaksanya harus sedikit berjinjit.

Matanya terbelalak kaget, tubuhnya bergetar hebat di rasuki rasa takut yang amat sangat. Ia tahu, seharusnya ia menjaga cara bicaranya pada orang asing yang baru ia kenal tapi mulut kotornya tidak bisa sebaik itu saat kekesalannya memuncak.

Oke, hari ini begitu banyak hal yang terjadi. Ia baru saja diomelin gurunya karena telat membayar iuran sekolah, belum lagi tadi malam ia baru saja dipecat dari pekerjaannya sebagai pelayan kafe, moodnya belum membaik sampai saat ini, saat seseorang menabraknya hingga terjatuh dan membuat telapak tangannya lecet.

Terlihat mata sekelam malam tanpa bintang, berkilat tajam seperti mata pedang dibalik kacamata hitam yang sedikit tersinari oleh matahari. Gadis itu menelan ludahnya susah payah berusaha menekan getaran hebat di tubuhnya, berusaha menghilangkan rasa takutnya yang semakin besar, keberaniannya yang tadi menjadi tameng seakan hilang bagai debu ditiup angin. Mata itu begitu mengerikan.

"A-Apa yang ..." ucapannya terputus ketika pemuda itu menghembuskan nafasnya yang segar beraroma mint dengan kasar di wajahnya yang putih kemerahan.

"Beraninya kau mengataiku buta dan tuli." Desisnya, giginya gemeletuk. Lagi, gadis itu menelan ludahnya untuk yang kesekian kalinya. "Akan kupastikan kau," pria itu menunjuk tepat di hidungnya. "Tidak akan lepas dari penderitaanku! Takdir akan membawamu padaku." Lanjutnya, kemudian pemuda itu melepaskan cengkramannya pada kerah seragam gadis itu dan sedikit mendorongnya hingga dia terhuyung ke belakang. Pemuda itu berlalu setelahnya dan memasuki sebuah mobil mewah berwarna hitam.

Sial!

Gadis itu masih tertegun mencerna apa saja yang baru terjadi. Dia masih terkejut dengan ancaman pria gila tadi, membuat bulu kuduknya merinding.

"HUWAAA!!" Teriaknya frustasi, mengabaikan orang-orang di sekelilingnya yang mulai menatapnya aneh. "Mulut sialan! Tidak cukup kah penderitaanku ini yang sudah dimarahi Kurenai-Sensei? Sehingga harus ditambah lagi dengan ini." Ucapnya dengan raut wajah penuh khawatir. Ia menyisir rambut merah mudanya dengan jari-jari lentiknya kebelakang.

"Oke, aku baru saja bertemu dengannya kan?" Katanya sambil melanjutkan jalannya, "dia tidak akan bertemu lagi denganku kan?" Lagi, dia berbicara seperti orang gila pada dirinya sendiri, "tentu saja!" Dia tersenyum kikuk menanggapi ucapannya sendiri. "Aku tidak akan bertemu lagi dengannya. Dia bilang apa tadi? Takdir? Takdir tidak akan berpihak pada orang aneh gila sepertinya." Gadis itu tersenyum dan berjalan memasuki gang kecil dan terlihat kumuh menuju rumahnya.

.

.

.

.

.

[SasuSaku Fiction]

.

Disclaimer @Masashi Kishimoto

.

Story by Key Sakura

.

Genre Crime/Romance

.

Rated M

.

.

.

WARNING!

Cerita ini mengandung unsur dewasa seperti kekerasan, Sex, dan Minum-minuman keras. Pembaca yang bijak mohon jangan ditiru, ini hanya hiburan semata tidak ada unsur menjelekkan tokoh dalam cerita ini atau mengajak berbuat hal tidak baik. Bagi yang tidak menyukainya harap skip/tidak membacanya sama sekali.

OOC, Typos, and Absurd (maybe).

.

.

.

Y A K U Z A

.

.

.

Summary :

Seorang gadis yatim piatu yang merasa beruntung hanya karena mampu bertahan hidup di dunia yang kejam ini. Bahkan sebuah takdir baik tidak pernah selalu berada dipihaknya saat ia harus bertemu dengan seorang pria tampan namun arogan yang membawanya ke dalam jurang hitam tanpa dasar. Namun sepercik harapan selalu bersinar di hatinya yang mulai redup, berharap ada kebahagiaan menanti di dasar jurang yang gelap ini.

.

.

.

Kita tidak bisa memilih sebuah takdir yang sudah ditentukan kepada setiap makhluk hidup, untuk hidup bahagia dan memiliki segalanya. Tapi terkadang takdir kejam itu menyimpan sesuatu rahasia dibaliknya yang mungkin bisa membuat pemilik takdir itu bahagia.

.

.

.

.

Happy reading!

.

.

.

"SAKURA!" Teriakan menggelegar penuh amarah terdengar bagai petir menyambar di siang bolong. Gadis berambut merah muda sepinggang yang bernama Sakura itu berlari hati-hati menuruni tangga kayu yang terlihat sudah tua dan rapuh.

"Ya Ayah aku datang," katanya sedikit tergesa gesa. Raut wajahnya ketakutan, ia tahu ketika suara mengerikan itu memanggil namanya, maka kemalangan pun sedang mengintainya.

"Apa saja yang kau lakukan hah?" Bentaknya. "Kau lihat ini?" Pria paruh baya itu memperlihatkan sebuah kertas-kertas kecil seperti sebuah surat tagihan. "Kau belum membayar tagihan listrik dan air juga?"

"Tapi Ayah, bukankah aku sudah memberikan uang kepada Ayah?" Jawabnya dan detik berikutnya rambut merah mudanya dicengkram erat oleh telapak tangan yang besar itu.

Akh~

"Dengar gadis bodoh, bahkan uang untukku membeli sake pun itu masih kurang!" Sakura hanya meringis sakit, ketika helaian merah mudanya terjatuh ke lantai karena cengkraman di kepalanya begitu kuat. "Bahkan hutang-hutangku pada keluarga Uchiha belum bisa kau lunasi." Lanjutnya.

"Akh ... Ayah sakit ..." Desisnya, air matanya mulai memenuhi pelupuk matanya membuat pandangannya kabur. Kemudian pria itu menelengkan kepalanya menatap gadis malang yang sedang ia jambak.

"Ah, benar juga," katanya. "Kenapa aku tidak menjualmu saja." Ucapnya diiringi senyuman sakit jiwa di wajahnya yang tua. "Pasti tuan muda Uchiha itu akan senang, bukan hanya hutangku yang akan lunas, bahkan ia akan membayar mahal untuk membeli mu hahahaha ..." tawanya begitu menggelegar, terdengar menyakitkan di telinga Sakura sampai terasa perih ke hatinya.

"Ayah, aku mohon jangan lakukan itu." Tangisnya pecah, air matanya semakin deras menganak sungai di pipinya. "Aku ini anakmu 'kan?" Katanya dengan suara serak tertahan.

"Heh, kau itu hanya membawa sial. Aku menyesal telah memungutmu dari tempat itu, dan balasanmu untuk itu kau membunuh istriku hah?" Kini pria itu menyungkurkan kepala Sakura hingga terhuyung dan ambruk.

"Tapi Ayah, itu kecelakaan. Aku sangat menyayangi Ibu, aku tidak mungkin membunuhnya bahkan jika aku bisa memilih saat itu aku akan memilih diriku saja yang menggantikan Ibu." Katanya sambil terisak. Mata indahnya menatap penuh luka pria di hadapannya.

"Ya, kau benar, seharusnya kau saja yang mati!" Teriaknya kembali mencengkram rambut merah muda itu.

Sebenarnya Sakura sering kali mendapatkan penyiksaan semacam ini sejak dua tahun lalu, lebih tepatnya sejak Ibu angkatnya meninggal. Sungguh, itu bukan keinginannya bahkan Sakura tidak tahu kalau Ibunya itu akan menyelamatkannya dan menggantikannya sebagai korban saat tabrakan itu terjadi, ia sama sakitnya, sama terpukulnya dengan Kizashi Ayah angkatnya.

Dan sejak saat itu, Kizashi selalu memperlakukannya sangat buruk sebagai seorang pembunuh. Mabuk-mabukan, berjudi, bertindak kasar membentak dan memukulinya bahkan menyuruhnya bekerja dan menghidupi tua bangka itu dan dirinya sendiri.

Sakura tidak apa-apa, asalkan dia masih bisa bertahan hidup di tempat ini, tempat dimana kenangan-kenangan indahnya bersama Mebuki Ibu angkatnya dan Kizashi dulu terbentuk, begitu indah seakan memberikan kekuatan yang dahsyat kepadanya. Seberapa kejam pun sikap Kizashi saat ini, dulu ia pernah begitu menyayangi Sakura bahkan masih mau menampungnya di tempat yang sudah di anggap rumahnya sendiri ini sampai sekarang, walau dengan cara kejam sekalipun.

Tapi, tadi dia bilang apa? Menjualnya? Tidak! Ini sudah keterlaluan, Sakura tidak ingin dijual kepada Yakuza yang terkenal kejam itu. Sakura masih ingin hidup bebas tanpa dihantui rasa takut. Walaupun Kizashi sering bersikap demikian tapi dia Ayahnya, Ayah yang pernah memberinya cinta dan kasih sayang. Bukan orang lain yang hanya menganggapnya sebuah boneka yang bisa mereka mainkan sesuka hati mereka kemudian dibuang, yang menganggapnya sebagai tahanan yang selalu diawasi.

"Ayah, aku mohon," isaknya seraya menggelengkan kepalanya, pipinya sudah basah dibanjiri air mata.

Detik berikutnya, Kizashi sudah menyeretnya menuju pintu memaksanya keluar rumah menuju jalan besar. Teriakan mohon yang keluar dari mulut kecilnya tidak sedikitpun didengar oleh pria tua itu, tubuhnya yang meronta-ronta menolak pergi tak dihiraukannya. Seakan-akan dinding kebahagiaan yang Sakura buat sendiri hancur luluh lantah. Sebuah mobil hitam berhenti tepat di hadapannya setelah Kizashi menelpon seseorang beberapa menit lalu, Sakura kembali diseret masuk kedalam mobil itu yang kemudian melaju entah kemana.

Satu jam berlalu begitu lambat bagi Sakura, matanya mulai membengkak kemerahan air matanya tidak mau berhenti menganak sungai sedari tadi, tubuhnya yang kecil diseret lagi memasuki sebuah gedung mirip hotel, entah ia dibawa ke lantai berapa karena begitu lama di dalam lift.

Tiba di sebuah ruangan besar dengan dinding dicat Maroon dan putih. Terdapat beberapa lukisan tua bergaya Yunani kuno di dinding, Kaca besar yang menghadap lautan lepas terhalang tirai putih tipis sehingga hanya sedikit cahaya yang masuk kedalam ruangan ini. Sebuah rak besar dengan buku-buku yang tertata rapi berdiri kokoh di balik meja hitam yang terdapat beberapa berkas di atasnya. Seseorang memunggungi pintu masuk sedang duduk di kursinya yang nyaman di balik meja itu.

"Tuan," Seseorang yang sedari tadi menuntun jalan Sakura dan Ayahnya itu mulai bersuara. "Kizashi ingin menemui anda." Lanjutnya.

"Ada apa?" Suaranya yang angkuh terdengar dari balik kursi.

"Dia," Kemudian pria itu melirik Sakura sebentar dan kembali menatap punggung kursi hitam di hadapannya. "Sepertinya membawa barang yang cukup bagus." Lanjutnya.

Sakura hanya menunduk lemas karena berjam-jam ia menangis teus dan meronta-ronta dengan hasil nihil. Pandangannya kabur karena genangan air mata.

Pria itu memutar kursinya menatap lurus pada Sakura yang disebut barang tadi. Tiba-tiba senyum tipisnya terlihat, walaupun tidak begitu jelas tapi dia tersenyum menandakan dia menyukai barang yang Kizashi bawa.

"Apa yang kau inginkan?" Suara baritone nya bagai genderang perang di telinga Sakura terdengar familiar, dengan secepat kilat Sakura mengangkat kepalanya memastikan bahwa yang ia dengar bukanlah seseorang yang pernah ia lihat.

"Kurasa gadis ini bisa menjadi mainan baru anda Tuan," seringai Kizashi. Sedangkan Sakura terbelalak terkejut melihat apa yang baru saja ia lihat. Kepalanya menggeleng pelan. Tidak mungkin!

"Bisakah aku melunasi hutang-hutangku dengan ini, dan mungkin ..." Kizashi menjeda. "Aku bisa mendapatkan beberapa uang tip." Lanjutnya.

Seringaian muncul di sudut bibir pemuda yang ia panggil Tuan itu. Ia berjalan mendekati Sakura kemudian menarik dagunya hingga mendongak menatap matanya yang indah. Emerald itu berkilau karena air mata terus mendesak keluar dari sudut matanya.

"Kurasa aku akan sangat menyukainya hmm," ucapnya yang dibalas gelengan oleh Sakura. Takdir macam apa ini?

"Bawa dia! Dan persiapkan sebaik mungkin." Ucapnya memerintahkan beberapa orang disana untuk membawa Sakura pergi.

"Tidak, TIDAK! AYAH KUMOHON! Ayah ... " Tubuhnya meronta-ronta lagi menolak dibawa pergi, tangisnya pecah seperti orang yang sedang sekarat. Menjerit-jerit memanggil Ayahnya yang bahkan tak meliriknya sedikitpun. "Ayah!" Kemudian suaranya hilang di balik pintu seiring jarak di antara mereka semakin jauh, tanpa ada satu orang pun yang menghiraukannya.

"Kurasa anda akan membayar mahal untuk gadis itu." Ucap Kizashi. "Mengingat anda tidak pernah semudah ini menerima seorang gadis yang akan menjadi mainan anda." Lanjutnya. Senyuman senang tidak luput dari wajahnya yang sedikit dipenuhi keriput itu.

Tentu saja, seorang Uchiha sepertinya memiliki selera yang tinggi, biasanya setiap gadis yang dijual atau menjual diri kepadanya diseleksi terlebih dahulu. Selain wajahnya harus cantik tubuhnya juga harus bagus dan mulus. Bahkan saat gadis-gadis itu dijadikan pelampiasan nafsu birahinya pun Uchiha muda ini akan cepat bosan, seperti membeli pembalut sekali pakai langsung buang. Lebih tepatnya bosan karena mereka terlalu suka rela memberikan tubuhnya ketika melihat wajah khas Uchihanya yang tampan dan gagah itu, menjadi tidak menarik dan tidak menantang. Membosankan.

Tapi melihat air mata Sakura dan caranya berteriak 'TIDAK!' itu membuat darah Uchiha muda ini berdesir cepat, merambat ke setiap pembuluh darahnya. Seperti menyalurkan energi listrik dengan tekanan tinggi. Tentu saja, ada dendam kesumat yang ia pendam pada gadis itu dimana saat ia mengatainya buta dan tuli sepertinya penderitaan ala seorang Uchiha Sasuke akan segera dimulai.

"Jugo!" Katanya memanggil pria berjas hitam, bertubuh tinggi besar dengan otot-otot yang menonjol yang sedari tadi menuntun jalan Kizashi dan Sakura menuju tempat itu. "Urus semua keinginannya." Katanya lagi, "dan kau juga akan mendapatkan kebebasan dari Uchiha beserta sedikit uang untuk bertahan hidup." Lanjutnya pada Kizashih.

"Terimakasih Tuan," Kizashi membungkuk memberi hormat kemudian menghilang dibalik pintu.
.
.
.
TBC
.
A/N

halo guys. Eheeww... //nyengir

Gimana ya? Sebenarnya ini agak mirip-mirip sama fictku sebelumnya yang berjudul SAKURA dan ya, ini terinspirasi dari sana hanya saja tidak semuanya sama. Cerita SAKURA yang sebelumnya ku unpub kenapa? Karena itu terlalu err... menijikan 😂 pokoknya gitulah... banyak yang saya tidak sukai. Dan semoga dengan hadirnya fict ini, moodku buat nulis bisa kembali lagi, dan fict yang gantung bisa cepat terselesakan. Dan semoga juga fict ini tidak gantung Amin.

Oke saya akhiri bacot ini sampai disini terimakasih karena sudah mau membaca fict saya ini. See ya..

Continue Reading

You'll Also Like

231K 8.2K 47
Rania, seorang gadis yang berharap mendapatkan kebahagiaan kini menemukan kebahagiaannya walau hanya sementara.
1K 107 16
[COMPLETE] "Kita tak selamanya akan hidup dalam dunia yang sama. Ada saat dimana semuanya berubah entah menjadi lebih baik atau malah menjadi rumit."...
6.9K 1K 36
Ini tentang perjalanan cinta kasih yang panjang. Ketenangan yang terpupuk sempurna, dibenturkan oleh keadaan dunia yang berbeda. Lalu, kemana arah ya...
104 34 15
Seorang gadis yang melewati hidup yang penuh luka dan kehilangan. Namun, seperti fajar yang datang setelah gelap, perlahan semua kesulitan itu melebu...
Wattpad App - Unlock exclusive features