Hari ini pelajaran olahraga, Lisa dan siswa siswi kelas 10IPA1 sudah memakai pakaian training,
"ya.. Kali ini adalah basket, bagaimana cara men Dribble dan dribblling yang benar" song ssaem mencontohkan cara mendribble dan di ikuti siswa nya.
Song ssaem menghentikan kegiatannya, dan beralih fokus melihat siswa-siswi yang sedang melakukan praktek ".. Seulgi ya.. Jangan terlalu tinggi mendribble nya cukup setinggi pusar mu saja" song ssaem menunjuk seulgi
Mendapat teguran itu, seulgi langsung menyetop bolanya dan memulai lagi sambil berhati hati.
Song ssaem masih memperhatikan mereka
Tangannya Ia letakkan di atas pinggang, sambil memperhatikan gerakan gerakan anak didiknya yang salah.
"good Lisa ya~, coba sekarang kamu mendribbling bola ke arah ring. Jika bisa memasukan ke ring.. Bapa kasih kamu nilai plus" goda song ssaem dengan sebuah tantangan
Mendapat tantangan itu Lisa langsung sumringah, "Nee song ssaem" Lisa mendribbling bola ke arah ring dengan sedikit gerakan zigzag dan lay up kemudian shoot--
Duk duk duk duk
Suara bola yang terjatuh dari ring, bola itu masuk dengan nilai sempurna. Sontak membuat anak kelas langsung berteriak bangga
Termasuk song ssaem "wahh Lisa ya ~ , sepertinya aku ngga boleh memberikan kamu tantangan... Aku takut nilai raportmu overdose" cletuk song ssaem
Lisa hanya tersenyum, tapi ada anak yang diam saja takjub tak percaya. Dia mematung sambil memegang bola basketnya
_--_-____
"Lis nnti ajarin aku ya? " seulgi antusias sejak tadi dia tak henti hentinya ingin jadi murid Lisa.
"okeh nanti kapan kapan kalau ada waktu ya? " jawab Lisa
"siapp".
Mereka sudah sampai didepan kelas sesdah mengganti pakaian mereka, baru saja satu langkah.. Lisa dan seulgi merasa hawa dingin menghinggap di sekeliling
Keduanya bergidik ngeri "seulgi apa sebentar lagi musim dingin? "
"ayolah Lisa ini baru saja musim panas".
Seulgi tiba-tiba teringat sesuatu yang tertinggal di lokernya "ah Lisa, aku mau ambil sesuatu di loker dulu ketinggalan. Mau nitip makanan ngga, sekalian? "
Lisa mengangguk "Roti dan Yougurth ya".
"okeh siap".
Sesudah seulgi pergi Lisa melangkahkan kaki kearah mejanya, Ia melihat Jungkook terlelap disana. "apa dia tidak makan lagi hari ini? " Lisa bertanya pada batinnya
......
Study of sains
"jadi hari ini kita akan membagi kelompok untuk presentasi" . Itu adalah yoona ssaem , guru cantik di SOPs
Yoona ssaem membagi mereka kedalam beberapa kelompok, jungkook dan Lisa berbeda kelompok.
"minggu depan tolong persiapkan materi yang sudah saya bagi perkelompok, dan pelajari dengan seksama ya".
Ssaem yoona sudah mengumpulkan buku nya yang menandakan Ia akan pergi dari kelas, sesudah merasa peralatan mengajarnya dipegang semua dengan sempurna Ia pun melenggang pergi. Belum sampai pintu itu terbuka Ia melirik kembali "ingat, meski kelompok nilai tetap individu. Nanti selain sesi pertanyaan untuk yg lain, aku juga akan bertanya secara Random.. " peringat Yoona kemudian Ia pergi.
Siswa-siswi itu mengecek apa yang akan mereka bahas, kelompok Lisa sangat tenang, sedangkan kelompok Jungkook sangat berisik dengan adu mulut antara park yongue dan lee seolbin.
"Ani!!! Materi ini harus make cara ku!!! " pekik seorang Lee yang mukanya sudah masam sedari kecil.
Kemudian park yongue tersenyum sinis "kamu bodoh hah?!! Ini teory lama!! Kamu masih berkutat dengan teory konyol sperti ini? Heol.. Siapa saja tolong keluarkan dia dari kelas kita" balas yongue tak kalah tinggi "memalukan!!! ".
"apa? Memalukan? Emang siapa yang memalukan? Aku hanya memberikan saran yang lebih baik dari saran milik mu". Bentak seolbin
Brakk!!
Suara hentakan meja terdengar nyaring, Jungkook memijat pangkal kepalanya "baiklah, begini saja.. Kalian buat apa yang kalian ingin, dua duanya kirimkan ke emailku. Nanti aku koreksi".
Lisa dan siswa-siswi di sana hanya melihat tanpa ikut campur, karena disana ada ketua kelas yang pasti bisa menengahi. Sesudah kegaduhan itu mereka berkutat kembali, Lisa melirik Jungkook lagi.. Ia merasa prihatin dengan Jungkook
🐥🐥🐥🐥
Hari prsentasi pun tiba, mereka duduk dikursi masing-masih. Yoona ssaem memasuki ruangan dan disambut hormat oleh siswa-siswi disana "baiklah, sekarang ibu akan mengumumkan siapa yang aku maju pertama.. " Yoona membaca daftar kelompok "Grup 5, Jeon Jungkook dan kawan-kawan silahkan kedepan.
Jungkook pun maju bersama teman-temannya, "materi yang akan kami bawakan adalah ........"
Jungkook dan yang lain menjelaskan dengan lancar dan gamblang, tapi ada satu titik yang Lisa tidak mengerti. Mengapa dari penjelasan seolbin dan yongue memiliki perbedaan dari keduanya, sedangkan jungkook seperti memberikan arahan kamuflase seperti "keduanya adalah hal yang sama dengan tujuan... " atau "teory itu bisa di pecahkan dengan perbandingan"
Saat selesai memaparkan, tibalah sesi tanya jawab, "ya.. Untuk para murid yang mau bertanya dipersilahkan, " ujar Yoona kepada muridnya.
Lisa langsung mengangkat tangan tinggi-tinggi, agar langsung di beri attention oleh Yoona.
"ya, silahkan Lisa".
Sebenarnya Lisa murni hanya penasaran, tak ada rasa ingin memukul mundur mental orang lain. Catat sama sekali tak ada. "aku mau tanya kepada kalian bertiga, materi ini seharusnya kan hanya bisa dipakai dengan satu teory.. Kenapa saya merasa seolbin dan yongue memakai bahasa yang berbeda disetiap perkataannya, X dan Y yang dikatakan mereka sangat berbeda"
Jungkook berkedip cepat "apa dia masih tetlihat kentara? " fikirnya sekelebat. Kemudian jungkook menyanggah "tentu saja tidak, kmi mengggunakan satu teory"
"lalu coba sebutkan X dan Y dari seolbin dan yongue secara bergantian? " tantang Lisa, yang sama sekali tak berniat untuk menyulut emosi dari ketiga kepala yang sedang ada dihadapannya.
Mendapatkan perkataan seperrti itu, seolbin dan yongue tertegun. Andai saja seolbin dan yongue memberikan tugas mereka ke jungkook 3 hari sebelum deadline, mungkin saat ini Jungkook berhasil merangkum dan menjadikan satu Teory. Tapi karena ke egoisan antara satu sama lain, sehingga baru memberikan kerjaannya tadi pagi dengan alasan sakitlah, urusan keluarga dan lain sebagainya. Ha~ memiliki anggota bodoh, kita berjuang sendiri. Mendapatkan anggota pintar, kita kerepotan sendiri. Sifat egois karena ingin terlihat paling pintar, itu adalah masalah. Pasalnya Yoona ssaem adalah anak dari mentri pendidikan.
"bagaimana Jung? Apa masih ada pembelaan? " tanya ssaem yang masih memasang senyum, ya ssaem satu ini sangat bijak. Meskipun Ia sudah tau dan akan menanyakannya setelah sesi tanya jawab untuk murid-murid, ternyata ada yg lebih dulu.
Jungkook memandang Lisa setengah kesal "kalau memang tidak selaras, kenapa kami bisa lancar menjabarkannya? ". Alih alih mengalah Jungkook malah berkilah, Ia semakin tidak suka.. Apalagi melihat senyum kemanangan nanti yang terukir diwajah Lisa.
Lisa menautkan alisnya, seharus Jungkook mengalah saja. Kenapa Ia masih berkilah.. Fikir Lisa sebelum menjawab pertanyaan Jungkook "karena kau selalu menengahi perkataan mereka, sebelum beralih ke perkataan mereka. Biasanya pola berdiskusi akan bergantian dari kiri kenan atau sebaliknya, tapi pola yang kalian miliki adalah seolbin (kanan) yongue (kiri) dan kau (jungkook ditengah) . Bukan karena itu saja, tapi setiap yongue menuturkan sedikit langsung disahut seolbin."
"bukankah itu wajar, kalau memang mereka menguasai materi pola perkataan seperti apa pun akan bisa disampaikan". Sanggah Jungkook
Lisa tak habis pikir, sebenarnya Jungkook hanya pintar di matematika saja atau sedang berbohong sekarang. "lalu jelaskan kembali tentang teory tadi, waktu jam dan siapa penemunya" . Tantang Lisa sekali lagi, kalau kalian melihat muka siswa-siswi saat ini. Mereka seperti sedang melihat pertandingan tennis meja,
Jungkook mengeraskan rahangnya, ah~ apa dia sudah kalah? Rasanya tak bisa dipercaya. Ia melihat Lisa dengan tajam, menahan Ledakan dan umpatan yang ingin meluncur seperti rudal.
Ssaem yoona memijat pelipisnya, rasanya Ia tak sanggup melihat perdebataan anak didiknya saat ini. Karena mood yoona yang sedang kurang baik, rupanya guru cantik itu sedang Haid hari pertama. Beruntung Lisa dan Jungkook tidak di jewer keluar kelas lalu disuruh memasang dengan kang ahjumma.
"okeh, sampai disini dulu presentasi minggu ini.. Ibu masih ada rapat dengan guru yang lain, setengah pelajaran lagi kalian bisa habiskan dengan memakan Ice Cream.. " sungguh Yoona tak mau melihat perdebatan saat ini, karena diruang Rapat nanti Jinwoo dan Song pasti akan melakukannya jauh lebih sadis.
Yoona memberikan uang kepada seulgi, dan disambut semangat oleh yang lain. Tidak dengan Jungkook dan Lisa mereka masih bertatap.
"ahh apakah aku membuat dia marah lagi? ". Fikiran lisa berkecamuk
Jungkook masih mematung, dan mengeraskan rahangnya. Dia hnya membiarkan kedua temannya yang sedang bercicit meminta maaf pada Jungkook, Jungkook menghembuskan nafas kasar. Ia keluar kelas, lisa hanya bisa melihat gerak-geriknya. Sepertinya dia memang bersalah.
Sebelum jungkook melangkah keluar Ia berbalik "kamu!!! " tunjuk Jungkook tegas ke arah Lisa, membuat seluruh kegiatan siswa-siswi diruangan itu berhenti sejenak. "temui aku di lapangan basket!!! " sentak Jungkook.
Lisa melihat Jungkook yang berjalan keluar dengan penuh amarah, kemudian memejamkan matanya "ah lagi lagi". Fikirnya.
🐰🐰🐰🐰
Lisa datang, baru selangkah memasuki lapangan basket. Jungkook langsung melemparkan bola ke arah Lisa. Dan Lisa menangkap sempurna, diam-diam siswa-siswi memasuki lapangan dari sudut yang berbeda, mereka takut ada pertikaian. Jadi mereka mengendap-endap.. Ralat mereka cuma KePO.
Lisa menarik nafas panjang, kemudian menghembuskan perlahan "Mianhae". Cicit Lisa
"for what? "
"tadi".
"are u serious? ". Jungkook terkekeh pelan.
"kamu marah? ". Tanya Lisa dengan memegang bola basket.
Jungkook hanya mundur dan mengisyaratkan Lisa untuk melempar bola, setelah bola itu Ia dapatkan. Jungkook mendribbling dan memutar tubuh Lisa, Lisa melihat Jungkook yang sedang mendriblling..
play song. A paper heart - cover by Jeon Jungkook 🎶
Siswa-siswi yang menonton di atas podium kini khawatir kepada Lisa, Lisa memejamkan matanya dan merasakan ketukan bola basket yang sedang di buat pola melingkar.
Dengan kecepatan dan ketepatan Lisa meraih bola yang dipegang Jungkook kemudian mata Lisa terbuka, memandang Jungkook yang sedang melihat Lisa kebingungan.
Lisa berlari kearah ring basket, dengan Rambut tergerai memberikan kesan ringan setiap gerakan Lisa.
Jungkook berlari ke arah Lisa, mencoba meraih kembali tapi Lay up Lisa menghentikan kegiatannya dan memandang punggung Lisa.
Rambut itu melayang, menari di udara. Ini bukan kali pertama Ia melihat Lisa melakukannya. Tapi entah mengapa Lisa jauh lebih ~~~
Brakk suara ring beradu dengan bola, Lisa melangkah dan melompat sangaat ringan sehingga tak terdengar suara lain saat itu.
Lisa berbalik dan tersenyum sombong kepada jungkook, Ia melemparkan bola yang sudah berhasil Lisa tangkap lagi kepada Jungkook."giliranmu? ".
Jungkook sungguh sudah sangat menggebu saat dikelas, entah mengapa gerakan dan tatapan Lisa tadi membuatnya. Luluh??
Sorak soraipun bergemuruh, tanpa sadar siswa-siswi yang tadi diam-diam itu langsung mengurungkan niat mereka menjadi mata-mata, alih alih menjadi suporter
"semangat kalian, seulgi sebentar lagi akan membawakan satu karung Ice Cream". Teriak Jaehyun dari atas, mendapatkan sorakan yang berlebih. Lisa memandang mereka tersenyum, ah lebih tepatnya keduanya.. Yang satu hanya menutupi. Pura-pura cooolll😎
Meskipun Lisa dan Jungkook masih melakukan kesalahan yang sama, tapi mereka akan berhasil mendamaikan perasaan mereka dengan mendribble bola dilapangan.
Perlahan tapi pasti Jungkook mulai terbuka, Ia memasuki eskul Ilnar. Kemudian mendapatkan tawaran basket, dan jadi ketua basket di angkatannya.
Sifat Jungkook yang sekarang mulai disukai oleh, siswi disana. Mendapatkan surat pink diloker itu sudah sangat biasa.
Flashback off
🐤🐤🐤🐤🐤
Hai selamat hari minggu Squadnya Lisa (jombloers) pftttt
Semoga kalian syuka dengan cerita dan gaya penulisan ku saat ini
And then, aku ngga bakalan nyeritain flashback ST saat mereka ikut debat. Soalnya bakal panjangggggg... Aku ceritainnya menyusul saja ya sedikit demi sedikit
Untuk para Shippers yang saat ini gundah gulana, nikmati saja jika idol kita dating dengan yang lain ya. Shipers adalah dunia ketidak pastian, jadi jangan terlalu dibikin baper. Okeh gaesss
Baybay
Vote coment please..