Vote dulu yuk
Ntar malah keasikan baca
Ayo..
Vote ya gratis kok gak bayar
........
"Kira..bangun udah siang ini, kamu mau telat ke sekolah?" ucap Dela kepada anak bungsu nya itu
"bentar lagi ma Kira masih ngantuk" jawab Zahra
mendengar jawaban anak nya membuat Dela menghela napas
"Akira Andini kalo kamu belum
bangun juga siap siap gak dapat uang saku bulanan mu" ucap Dela kepada sang anak.
Mendengar hal itu Kira langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi Dela yang melihat anak nya itu menggeleng kan kepala.
~~~~
"Pagi ma pa" ucap Kira saat dia sudah sampai di meja makan
"Pagi sayang" balas sang papa
"gue gak lo sapa?"ucap abang nya,
Kira tidak menghiraukannya dan duduk ditempat duduknya seakan akan tidak mendengar suara, Dio yang melihat adek nya diam membuat nya mendengus pelan.
"PAGI EPRIBADI" teriak seseorang yang tak lain adalah abang ralat-- kembaran Kira, iya kembaran nya cuma 3 menit doang kok
"Keenan jangan teriak teriak kamu kira ini hutan apa?" ucap sang papa kepada putra nya itu,
Keenan yang merasa nama nya disebut hanya nyengir tak jelas kepada sang papa
"Maaf pa, hehe"ujar keenan kepada ardi sang papa
"Kamu ini--"
"Udah udah ayo makan" potong Dela sebelum sang suami dan anak nya berdebat di pagi hari ini dan membuat kepala nya pusing
Akhirnya semua hening,hanya suara dentingan sendok yang terdengar hingga suara Kira memecah keheningan
"Ken kuy berangkat"kata nya sambil bangkit dari duduk nya
Keenan pun berdiri "Ma pa ken pergi dulu"ujar nya sambil mengecup pipi
Dela dan Ardi
"Iya..hati hati dijalan ken jangan ngebut bawa motor ya" ujar Dela kepada keenan yang hampir sampai di depan pintu
"Iya ma" teriak keenan
~~~~~
Kira pov
Akhirnya sampe juga di sekolah, banyak siswa/i yang menatap ku dengan pandangan kagum dan iri karena bisa berduaan dengan most wanted sekolah, mereka tidak tau bahwa aku dengan Keenan saudara kembar hanya beberapa orang yang mengetahui hal tersebut itu pun hanya teman dekat kami saja
"KIRAA!!! TUNGGUIN DONG" suara cempreng nan memekakkan telinga mulai mendekat ke arah aku dan keenan
Keenan mendelik kesal melihat sang empu yang punya suara.
"Lo kalo teriak gak usah kek gitu kali,pecah gendang telinga gue denger nya" ujar keenan kesal kepada Bela
Ni anak kalo ketemu perasaan ribut mulu kagak pernah akur.
"Hati-hati dengan mata melotot kalo keluar ntar berabe urusan nya" ujarku sambil berlalu ke kelas
Bela yang menyadari nya langsung mengejar ku "tu bocah napa dah??
Sensian mulu dekat gue" kata Bela kesal,aku yang mendengar nya hanya tertawa kecil
"Kalian tu ya kalo ketemu ribut mulu ntar jodoh lho"kata ku pada Bela dan tertawa
Bela yang mendengar nya pun langsung bicara "what??!! Mana mungkin gue berjodoh sama tu bocah" ujar Bela sambil mendudukkan diri nya di bangku
"Iya.. iya gitu aja terus sampe gue nikah sama Sehun" ujar ku pada nya
Bela menggerutu tidak jelas dan berhenti ketika pelajaran dimulai.
~~~~
"Ra"
"Hm"
"Raaa"
"Iya Bela ku sayang ada apa?" ujar ku kesal karena terganggu ketika menyalin catatan di papan tulis.
"Kantin yok" ajak nya
"Yuk"
Sampe di kantin, hampir semua tempat sudah terisi oleh siswa/i yang sedang makan makanan mereka.
Aku melihat ada tempat kosong, lalu menarik tangan Bela agar mengikuti ku.
"Pesan apa Ra?"
"Samain aja Bel" ujar ku
"Ok" Bela pun pergi untuk membeli makanan kami.
"Hei" ujar seseorang menyenggol bahu ku pelan.
Aku melirik sang pelaku dan menatap nya sinis.
"Ngapain lo disini?" tanya ku
"Emang gak boleh?kan ini tempat umum"balas nya.
"Ntar degem lo marah liat lo dekat ama gue"ujar ku
"Loh..ada kak kak Rifan juga?"
Belum sempat Rifan membalas perkataan ku, Bela sudah datang dengan makanan di tangan nya.
"Hai Bela" sapa Rifan kepada Bela
"Hai"balas Bela
"Makanan gue mana Bel?"
"Nih"
"Yaudah kalo gitu gue pergi nya" ujar Rifan kepada kami
"Hm..sana lo jauh jauh"balas ku
Rifan hanya terkekeh dan mengacak rambut ku lalu berlari meninggalkan kantin sebelum kena amuk oleh ku.
"Awas lo ntar" kesal ku.
"Lo cocok sama kak Rifan Ra" ujar Bela dengan tiba tiba,aku yang mendengar nya hampir tersedak
Bela hanya tertawa.
"Beneran Ra, lo cocok sama kak Rifan" ulang nya lagi
"Lo ngomong apaan sih Bel" kata ku
"Lo gak ada perasaaan gitu sama kak Rifan, secara kalian udah kenal dari kecil?" tanya nya.
Aku hanya diam tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan nya.
Kring...kring..
Aku dan Bela bergegas kembali ke kelas mendengar bel masuk sudah berbunyi.
"Heh" kata seorang cewek di depan ku, kalo diliat liat dia seperti nya kakak kelas.
"Kaka manggil saya?" tanya ku
"Lo! Jangan deket deket dengan Rifan kalo lo masih mau aman di sekolah ini!" kata nya pada ku
"Lah..emang lo siapa ngatur ngatur gue deket ama Rifan? Mak bapak nya aja kagak pernah protes gue deket ama dia" balas ku kesal
"Raa..udah balik ke kelas yuk"Bela menarik tangan ku,mau tak mau aku pun pergi dari hadapan kaka kelas tersebut.
"Lo apa apaan sih Bel" ujar ku kesal karena tadi masih belum selesai dia lansung narik tangan ku.
"Lo tu yang apa apaan Ra" balas nya
"Kok gue?" Tanya ku
"Lo gak kenal dia Ra?" tanya Bela
Aku hanya menggeleng tanda tidak mengetahui dan tidak mau tau.
"Dia itu anak kepala sekolah Ra"ujar nya
"Terus?"
"Lo gak takut?" tanya nya
"Ngapain gue takut sama makan nasi juga" ujar ku
"Lo gak takut di depak dari sekolah?" tanya nya
"Lah..siapa yang berani depak gue dari sekolah ini?"tanya ku.
"Bapak nya ogeb" kata nya kesal.
"Duluan bapak gue yang nge depak bapak nya dari sekolah ini"ujar ku
"Emang bapak lo siapa Ra?" ujar nya
"Tukang kebun sekolah" kata ku sambil berlalu meninggalkan Bela.
"Si anying"
~~~~
"Bel main kerumah yuk?" ajak ku
"Ayokk" jawab nya dengan semangat
"Ada makanan kan?"
"Tenang papa baru pulang" ujar ku
"Okeyy kuy langsung" kata nya
"Tunggu,gue kasih tau keenan dulu" kata ku Bela hanya mengangguk
To: pungut
Ken.. gue pulang sama Bela gak usah nungguin gue.
Adek lo yang cantik.
Setelah mengirim nya aku dan Bela langsung pulang kerumah.
*****----****-*****
TO BE CONTINUE
VOTEEEEEE!!!!!
Biar semangat gua njirr