Spesial buat malam minggu, ahay.
Hanya mau beri tahu, Vote dulu dong, makasih.
****
Bulan ketiga akhirnya datang, yang berarti usia kandungan Soobin sudah menuju ke angka tiga bulan.
Walaupun usianya bertambah, tapi Soobin tetap biasa saja, kalau bisa sih dia maunya langsung ke bulan ke 4 biar bisa melihat jenis kelamin anaknya itu.
Walaupun kata suaminya, anaknya itu pasti cowok, nah ini adalah sebuah perbedaan diantara Yeonjun dan Soobin.
Karena masalahnya pemikiran mereka berdua berbeda dan Soobin maunya dia punya anak cewek karena imut, dia bisa membayangkan kalau dia akan merapikan rambut anaknya itu lalu menguncirnya, nah itu Soobin maunya itu, jiwa ibu sekali.
Karena perbedaan pendapat ini, Soobin selalu memasang muka merenggut kalau dia bertemu dengan Yeonjun.
"Astaga dek, nanti aja mikirinnya yang penting dianya sehat dulu, ok?" ucap Yeonjun yang mulai kesal sendiri karena tingkah Soobin seperti bocah yang tidak dibelikan mainan oleh orang tuanya.
Walaupun bagi orang ini terlihat lucu, tapi bagi Yeonjun ini terlihat menyebalkan, bagaimana tidak, setiap Yeonjun mencoba mendekati Soobin, eh istrinya itu malah menjauhinya, padahal dia bermanja ria dengan istrinya karena capek pulang dari kerja eh malah dicuekin.
"Dia pasti sehat kok, adek kan selalu minum susu dan makan makanan yang sehat, kakak gak perlu khawatir, ok?" jawab Soobin sekarang malah mendekati suaminya itu, dia capek juga menjauhi suaminya itu, kasihan juga lihat Yeonjun yang mukanya memelas begitu.
Sebenarnya Soobin tadi pagi di telepon oleh mamanya karena mamanya melihat Soobin seperti menjauhi Yeonjun, well mereka bisa mantau isi rumah Yeonjun dan Soobin sih, kan mereka memasang kamera disana.
Mamanya tadi juga sempat memberi solusi kepada anaknya itu, untung aja Soobin itu tipe orang yang mudah mengerti jadi dia langsung menurut deh dengan ucapan mamanya tadi.
Soobin langsung segera duduk dipangkuan Yeonjun yang sedang duduk santai di sofa itu, Soobin sekarang gak malu-malu lagi, santai suami sendiri kok.
Pada akhirnya muka Yeonjun kembali cerah lagi dan dengan segera memeluk Soobin dari belakang.
"Adek ngapain aja hari ini, hm?" tanya Yeonjun sambil memainkan tangan Soobin keatas kebawah seperti memainkan tangan bocah.
"Jawabannya masih sama, yaitu ngampus lalu diajak bunda ke toko roti," jawab Soobin sambil bersandar di dada Yeonjun yang berada di bawahnya.
Yeonjun tersenyum lalu mengecup kepala Soobin dengan lembut.
"Ah, bunda bilang mau ngajak makan malam diluar, kakak tau?" ucap Soobin membuat Yeonjun tersenyum, tentu aja dia tau, soalnya ayahnya sudah memberitahunya tadi.
"Tau kok, yaudah ayo kamu ganti baju sana," ucap Yeonjun membuat Soobin langsung beranjak berdiri dan pergi menuju ke kamarnya.
"Eh tadi kakak lihat ada kotak paket di depan, kamu belanja dek?" tanya Yeonjun tiba-tiba membuat Soobin menoleh kearah Yeonjun dengan semangat lalu mengangguk-anggukan kepalanya.
Soobin langsung mendekat kearah Yeonjun lagi.
"Eh kenapa?" tanya Yeonjun yang kaget lalu tertawa kecil, kenapa Soobin terlihat excited begitu, mengherankan sekali.
Soobin menggelengkan kepalanya.
"Kakak ambil gak paketnya?" tanya Soobin sambil menoleh kearah kanan dan kirinya mencari kotak paketnya.
Yeonjun mengangguk, "Itu ada di dekat meja makan."
Soobin langsung berlari kesana membuat Yeonjun ngeri sendiri, kan bahaya kalau istrinya itu tiba-tiba tersandung atau terjatuh.
"Adek! Jangan lari-lari, bahaya," teriak Yeonjun dari ruang tamu yang dibalas dengan tertawaaan milik Soobin.
Soobin melihat paket tersebut lalu menaruhnya di meja makan, dia memesan ini kemarin lalu sudah sampai aja hari ini, cepat juga.
Lalu dengan cepat Soobin membukanya, kemarin dia lagi iseng melihat-melihat aplikasi belanja online dan mencari perlengkapan untuk orang hamil dan dia menemukan barang ini.
Lalu tanpa dia sadar, dia sudah banyak sekali belanja, ya dia bodoamat lah, kan ada blackcard milik bunda ditangannya, kata bunda pakai aja itu milik dia sekarang, Soobin mah ok aja.
Ok, jiwa matrenya mulai muncul.
Soobin segera mengeluarkan isi paketnya itu dari kotak.
"Itu headphone?" tanya Yeonjun tiba-tiba yang penasaran dengan apa hal yang membuat Soobin senang itu.
Soobin menganggukan kepalanya, disana ada headphone kecil lengkap dengan kabelnya.
"Ah, itu headphone untuk ibu hamil, pantas aja kamu terlihat senang begitu, kamu mau memutarkan lagu apa ke anak kita hm?" tanya Yeonjun membuat Soobin langsung berpikir, benar juga dia mau mutar lagu apaan ya?
"Entah, yang penting adek sudah beli barangnya, sekarang adek ganti baju dulu ya," ucap Soobin sambil menaruh barangnya kepada Yeonjun lalu dia berjalan keatas untuk ke kamarnya.
Meninggalkan Yeonjun dengan sebuah headphone yang biasa dipakai oleh ibu-ibu hamil itu.
Katanya sih biar anaknya bisa mendengar lagu juga, tapi bukannya kecepatan ya Soobin beli barangnya? Tapi ya gak masalah sih.
***
Lalu pasusu itu akhirnya akan segera pergi menuju restoran yang telah diberitahu oleh bundanya itu.
"Eh kak, adek mau naik motor lagi dong," pinta Soobin membuat Yeonjun langsung menggelengkan kepalanya, apa-apaan itu.
Padahal malam ini cuacanya sedang dingin sekali, eh lalu tiba-tiba Soobin malah minta hal yang begini lagi, gak bisa dong.
"Jangan dek, malam ini cuacanya lagi dingin sekali gak baik buat ibu hamil," tolak Yeonjun sambil menggeleng-gelengkan kepalanya membuat Soobin jengah sendiri.
"Oh, yaudah anak kakak nanti ileran nanti pas dia lahir," ucap Soobin tiba-tiba membuat Yeonjun langsung menoleh kearah Soobin sambil bingung, maksudnya apaan?
"Adek lagi ngidam tau," ucap Soobin lagi membuat Yeonjun mendengus, apa-apaan itu? Sejak kapan ada ngidam yang begitu atau istrinya itu lagi mengancamnya?
"Kamu suka mengada-ada emang, yaudah kamu tunggu disini kakak ambil motor dulu," jawab Yeonjun pada akhirnya menurut pada ucapan Soobin, karena dia emang pada dasarnya bucin Soobin jadi kalau istrinya mau ini itu dia pasti akan mengabulkan, walaupun sebenarnya dia sedikit menolak untuk hal ini.
Soobin tersenyum karena kalau sudah bawa anaknya, suaminya itu pasti akan setuju dengan ucapannya.
Lalu Yeonjun muncul dengan motor besarnya dengan helm fullfacenya.
"Ayo naik," ajak Yeonjun membuat Soobin lalu beranjak dari tempatnya dan segera naik ke motor Yeonjun.
Soobin dulu pernah menyesal deh pernah bilang kalau suaminya itu cuma main-main aja dengannya dulu, karena sumpah demi apapun suaminya itu super duper keren dengan motornya apalagi rambutnya yang di cat warna biru itu menambah kadar kegantengannya.
Emang cuma Yeonjun sendiri yang berani cat rambut di kantor, ya gak masalah sih, itukan milik orang tuanya juga.
"Adek pakai jaketnya gak? Kalau enggak pakai punya kakak aja, mau?" tanya Yeonjun sambil menoleh ke belakang dan melihat apakah Soobin memakai jaketnya.
Dan dia memakainnya.
"Pakai kok, tapi kalo adek kedinginan tinggal peluk kakak aja, yaudah ayo jalan nanti kita telat kesana," jawab Soobin sambil memeluk Yeonjun dulu, padahal belum jalan.
Satpam segera membuka gerbang rumahnya itu dan mereka segera pergi menuju tempat tujuan mereka yaitu restoran yang diberitahu oleh bundanya itu.
Tbc.
Astaga kenapa kepotong sih, nulisnya susah payah, aku lupa pula tadi astaga.
Part ini agak soft dan aku menunggu bulan ke empat, lalu lihat Soobin matre itu uwu ya:")
Dan pokoknya ini spesial buat malam minggu kalian, semoga suka ya.
Vote dan komen jangan lupa.
Sampai jumpa di part selanjutnya.
Salam,
Anaknya Taekook.